Jumat, 04 Maret 2022

Kehidupan Ini Saling Melengkapi


       Tak perlu berkecil hati ketika merasa kurang di satu sisi. Bahwa kehidupan ini saling melengkapi. Menghargai potensi akan lebih bijak dalam menentukan nilai diri. 

By Nur Ida Zed  

 

                                                         Foto: Pinterest

       Salah satu alasan kenapa saya ingin menjadi jurnalis waktu itu supaya bisa bertemu dengan para tokoh, orang-orang hebat dan sukses, termasuk public figure dan semacamnya. Mereka yang seringkali diliput media masa dengan pencapaian dan prestasinya, para tokoh yang sukses karena kerja kerasnya, pejabat yang handal mengatur negara, politikus yang berani memperjuangkan visi misinya, selebriti dengan segala hal yang terlihat sempurna, bahkan yang terkesan glamour tanpa ada cacat cela.

       Tak sedikit yang seolah hanya pamer harta, viral saat membeli rumah mewah dengan harga milyaran rupiah, berburu mobil baru dengan tehnologi terbaru bernilai fantastis, koleksi perhiasan super mahal penunjang penampilan dan prestise, tas branded, sepatu bermerk dan semua yang menunjukkan kekayaan duniawi meski sebenarnya sudah berkecukupan. Entah mungkin sebagai wujud pencapaian hidupnya, atau bertujuan memotivasi dan menginspirasi yang lainnya dengan menghadirkan segala rupa bentuk harta, benilai materi dan limpahan uang sebagai kepuasan hidup yang dimiliki. Dan ya, karena semua itu seringkali dipertontonkan, dibahas dan diexspose, akhirnya menjadi konsumsi publik yang mau tak mau jadi membandingkan dan berdecak kagum,  sehingga kadang yang lain berasa tak ada artinya.

       Ini menarik menurut saya, apalagi bila digali dari perspektif yang berbeda. Karenanya di saat bisa bertemu langsung untuk wawancara, ngobrol dan berbincang tentang berbagai tema, saya biasa mengulik banyak hal yang kemudian akan mengambil sisi positifnya. Seperti mengenai cara pandang, pola pikir, budaya, sikap dan hal lain yang tak hanya ditemui di televisi dan media, karena tentu bagi setiap orang bisa saja berbeda.

 

Tidak Semua Sama

       Lalu dengan berjalannya waktu, sepanjang ini saya sudah banyak bertemu para tokoh dan public figure yang kemudian menjadi narasumber untuk tulisan saya di media. Tak sedikit yang berkesan dan memberi plus  value bila dikulik latar belakangnya sehingga akan menambah energi positif bagi diri saya. Seperti ketika waktu itu harus mewawancarai Triawan Munaf, yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Garuda Indonesia Tbk. untuk rubrik Profil di Majalah Hongshui Living Harmony.  Saat itu beliau sebagai tokoh periklanan yang handal dengan kreativitas dan strateginya di AdWork, sebelum menjabat sebagai Badan Ekonomi dan Kreatif (Bekraf) RI di awal pemerintahan Bapak Jokowi. 

       Awalnya saya menghubungi beliau dan janjian bertemu di salah satu book store di bilangan Pondok Indah, Jakarta. Sedikit grogi karena akan wawancara tokoh yang juga ayah seorang artis Sherina Munaf yang kala itu sedang naik daun. Menata diri dan datang tepat waktu dari schedule yang disepakati, ternyata beliau sudah menunggu sembari membaca di sebuah kursi cafenya dengan senyum khas yang ramah dan bersahabat. “Mbak Nunung ya?” tanyanya waktu itu, dan saya mengangguk. Dalam hati saya kagum karena ternyata beliau seorang yang bersahaja dan hangat. Sepanjang wawancara begitu humble dan rendah hati,  tak ada kesan sombong sama sekali dan terasa menghargai profesi sehingga tak berjarak untuk berbincang meski baru bertemu pertama kali.

       “Kalau ada data yang kurang kasih tau aja ya, nanti dikirim” begitu katanya sebelum mengakhiri wawancara. Lalu saya terima email apa-apa yang perlu untuk melengkapi tulisan. Ya. Kemudian saat kami mengundang pada sebuah acara, beliau juga menyempatkan waktu untuk menghadirinya. Inilah contoh tokoh yang mampu jadi panutan dan selalu memberikan positive vibes, pikir saya.

       Begitu juga Adrie Subono, sang promotor yang harus saya wawancara untuk liputan Rubrik Griya sekaligus Profilnya. Beliau terkesan antusias dan akrab saat kami, saya dan fotografer datang berkunjung untuk ngobrol dan ‘mengganggu’ waktunya yang padat. Pengusaha yang terlihat ‘sangar’ itu ternyata baik hati, peduli dan juga humble. Di sela wawancara bahkan sempat cerita tentang perjuangan di masa muda, soal  kekerasan hati serta  semangat pantang menyerah agar bisa menghargai proses menuju tahapan kesuksesan masa depannya.  

       Begitulah, cerita lain saat di majalah Herworld Indonesia dan bertanggung jawab terhadap rubrik Home Living, ketika harus meliput rumah penyanyi lawas yang kini terjun ke dunia politik, Iis Sugianto. Mulanya saya merasa agak jengah karena begitu sulit menghubungi artis satu ini. Di WhatsApp berhari-hari seolah tak direspon. Saat membalas dan hendak ditelpon balik  untuk memastikan kesediaan malah tak mau menjawab, sampai kami kembali rapat ingin mengganti narasumber. Kemudian,  tiba-tiba bersedia dan meminta maaf karena sedang menyiapkan kelengkapan interior bahkan mengecat rumah yang akan difoto agar lebih nyaman sehingga harus menunggu waktu sedikit lama.

       “Ini baru aku ganti warna sedikit soft,” kata penyanyi melankolis yang kini juga youtuber mengenai rumahnya bergaya Classic Mediterania di kawasan Pondok Indah waktu itu. Rupanya setelah bertemu,  dia ternyata sosok yang baik banget, ramah dan rendah hati pula, tak seperti perkiraan sebelumnya. Kami bahkan panjang berbincang seolah telah bertemu lama.

       Ya. Saya percaya, setiap orang memang memiliki perbedaan sikap dan pandangan saat berhubungan serta menghargai profesi orang lain. Namun ketika yakin dengan potensi yang ada, maka tak perlu lagi merasa lebih rendah dari yang lainnya. Seperti narasumber yang seringkali saya temui, semakin “matang dan berisi” akan semakin rendah hati. Meski semua itu tentu tergantung dari cara kita bersikap dan bertutur kata sebagai cerminan siapa diri kita yang sebenarnya.

 

Terima Potensi Yang Ada

       Setiap manusia pasti memiliki potensi diri yang dapat dikembangkan untuk menambah rasa percaya diri. Terima ini sebagai wujud rasa syukur kepadaNya, karena Allah SWT telah menciptakan setiap manusia sesuai dengan porsinya. Jangan selalu melihat ke atas jika ingin bijak dan  tidak merasa lebih kecil bahkan tak berdaya. Sebaiknya seimbangkan pandangan dengan melihat ke bawah juga kepada mereka yang lebih kekurangan dari kita agar selalu mewujudkan rasa syukur dengan semua potensi yang ada.

       Memang penting untuk memotivasi diri agar bisa lebih berdaya dan berprestasi sangat tinggi, namun lebih penting mensyukuri dan memaksimalkan apa yang ada agar hati dan jiwa selalu tentram dan bahagia. Bahwa kunci hidup ini salah satunya berserah pada setiap kehendakNya. Tak perlu berkecil hati, apalagi merasa rendah diri. Kita hadir di dunia ini salah satunya untuk saling melengkapi. 

      Salam sehat dan selalu semangat..!***NZ

Selasa, 01 Maret 2022

Juara Dengan Ketulusan Hati

     

    Pernahkah kita menyadari kalau diri ini sebenarnya juara sejati? Selalu mendukung dan mendampingi anak berprestasi dengan ketulusan hati. 

By Nur Ida Zed

                                            foto:DokPri @nuridazed

       Sekali lagi saya bersyukur ketika putri saya Puan kembali meraih medali emas untuk kategori Junior Female di kejuaraan Taekwondo tingkat Nasional Kapolri Cup-3 yang terselenggara pada 25-27 Februari 2022 kemarin. Selain putri saya yang mendapat penghargaan dan ucapan selamat, ternyata saya, ibunya juga ikutan dapat apresiasi.

       “Selamat ya, Mama Puan,” begitu banyak reply  yang dikirim teman-teman setelah saya posting prestasi ini di media sosial. Meski seringkali dia juara, baik di tingkat Nasional maupun Internasional, tapi setiap kali selalu saja terasa ada yang berbeda dan istimewa. Ya, karena setiap kali mengikuti kejuaraan tentu memiliki cerita yang tidak sama. Baik dari persiapan latihan, fisik dan mental serta mood yang harus dibangun agar tetap stabil sehingga akan menghasilkan performa yang maksimal.

       Kali ini entah sudah yang ke berapa kalinya. Meski sebelumnya, sejak dinyatakan pandemi, pemerintah sempat melarang penyelenggaraan kejuaraan olahraga seperti Taekwondo ini dilakukan di arena karena akan mengundang kerumunan yang dikhawatirkan akan terjadi penyebaran Covid-19. Lalu stuck, dan akhirnya kebijakan pemerintah memperbolehkan penyelenggaraan kejuaraan secara virtual. Layaknya mendapat angin segar, hal ini tak menyurutkan generasi muda untuk tetap berkreativitas dan berprestasi, bahkan semakin meluas lagi hingga ke luar negeri. Semua bisa dilakukan secara online.

 

Awal Mula Mendampingi

       Saya masih ingat betul, saat pertama kali mendampingi putri saya ini latihan. Waktu itu dia masih duduk di kelas B, Taman Kanak-Kanak, sekitar umur tiga setengah tahun. Keinginannya terlihat setiap kali menemani kakaknya berlatih dan mengikuti kejuaraan lebih dulu. Lalu oleh Sabeum (baca:pelatih) dia diijinkan mengikuti latihan asal ada orang tua yang mendampingi. Sebagai ibu, saya siap. Sejak itulah kemudian saya selalu mengikuti perkembangan dan effortnya hingga bisa maju ke arena pertandingan sampai sekarang.

       Awalnya tentu saya khawatir. Anak sekecil itu, perempuan pula, maju bertanding kyorugi di arena yang begitu besar, di Gelanggang Olah Raga POPKI, Pusat Olahraga Persahabatan Korea Indonesia di Cibubur, Jakarta Timur. Setiap kali mengikuti kejuaraan, jantung saya terasa berdegup kencang dan dalam hati tak berhenti berdoa agar tidak cedera. Kemudian Alhamdulillah, karena prestasinya itu, dia pernah perform dan diwawancara di acara Anak Prestasi di sebuah stasiun televisi bersama Mentri Pemuda dan Olahraga beserta Deputi Bidang Peningkatan Prestasi pada saat Hari Olah Raga Nasional. Tentu saya bangga, karena ikut ditanya-tanya bagaimana tips mendampingi putri saya Puan, D’vine Adinda Nizbach meraih prestasi hingga saat ini, sebab tidak semua orang tua bisa melakukannya.

       Memang tidaklah mudah, waktu masih kecil dulu membawa dia pada passion bela diri asal Korea ini. Butuh latihan intensif, konsisten dan terprogram agar power dan tekniknya terus berkembang dan tetap konstan meraih prestasi. Godaan rasa malas dan pengaruh teman merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi. Sesekali harus melawan emosi diri, menambah kesabaran dan menetapkan hati supaya terjaga semangat serta suasana selaras harmoni.

       Pernah suatu kali, namanya anak-anak perlu waktu bermain dan bersosialisasi dengan teman, sementara harus mengikuti jadwal latihan. Atau di sekolah ada ulangan yang bentrok dengan kejuaraan. Saya harus mencari solusi dan tetap menyikapi dengan senang. Belum lagi ketika banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan deadline berbarengan. Mau tak mau butuh ekstra tenaga dan pikiran. Semua itu menuntut penyelesaian dengan bijak serta cermat, yang tak semua orang bisa melakukannya. Dan saya menjalani ini dengan ketulusan hati.      

 

Dengan Ketulusan Hati

       Ya, ketulusan hati menjadi kunci dan kekuatan yang membedakan saya dengan yang lainnya sehingga bisa menjadi juara. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Kadang harus menghadapi segala situasi yang tak terpikirkan sebelumnya, termasuk saat mendapingi putri saya yang kini menginjak usia remaja. 

                                                Foto: DokPri @nuridazed

       Ketika persiapan kejuaraan kemarin itu, wabah omicron sedang menggila. Dan saya selalu akan mendukungnya. Menjaga kondisi fisik serta psikis menjadi hal yang utama agar semua berjalan sesuai rencana. Memang tidaklah mudah, tapi saya menjalani semua ini sebagai ibadah, karena anak adalah amanah. Percayalah, manakala kita membekali mereka dengan ilmu dan amal kebaikan, maka akan berbuah kebaikan juga pada akhirnya.

       Salam sehat dan selalu semangat…!***NZ

Senin, 09 Agustus 2021

Rujak Cingur Kuliner Daerah Bikin Kangen Jawa Timur


         Percaya atau tidak bila kuliner khas sebuah daerah bisa membuat kita kangen untuk kembali datang dan mencicipinya. Lidah seperti sudah mengenali racikan mana yang paling enak untuk dinikmati.

By Nur Ida Zed

 

                                                        Foto: Rujak Cingur dokpri @nuridazed

         Boleh dibilang saya ini termasuk penjelajah rasa dalam kuliner. Meski berasal dari Jawa Tengah, saya juga suka masakan khas Jawa Timur. Dari kecil ibu sudah mengenalkan rawon dan rujak cingur di lidah kami karena rasanya memang enak, sehingga menjadi sajian pilihan yang juga sering dihidangkan di meja makan. Saya masih ingat saat ibu megenalkan pada kluwek, bahan khas untuk rawon berkulit keras seperti batu yang harus dipecah dulu dan unik itu. Juga petis udang yang menjadi pelengkap wajib untuk campuran sambal kacang pada rujak cingur.

         “Petis yang baik bisa dilihat dari tekstur, warna dan rasa gurih udangnya,” begitu kata ibu. Beberapa teman ada yang kurang menyukai petis karena sedikit amis, tapi bagiku itu justru sensasi rasa yang paling nikmat.

         Sewaktu masih kuliah di Yogyakarta, saya menemukan makanan ini di Mirota Kampus dan warung dekat jalan layang. Setelah tinggal di Jakarta, kami suka berburu makanan ini di beberapa restoran khas Jawa Timur yang menyajikannya. Kebetulan suami juga berasal dari sana, sehingga untuk selera makan tak jauh berbeda. Anak-anak pun mulai kenal dengan rasa khas masakan daerah yang sudah jelas enak, fresh dan sehat di antara makanan cepat saji yang lebih gampang ditemui saat ini.

 

Masakan Daerah Warisan Budaya

         Untuk memasak masakan daerah memang butuh keahlian tersendiri. Banyak teknik yang perlu dicermati agar rasa dan taste aslinya tetap terjaga. Meski banyak juga yang bisa dimodifikasi sesuai selera, namun ada beberapa pakem semacam bumbu dan cara memasak tertentu agar tidak hilang kelezatannya.

         Namanya saja rujak cingur, tentu paduan dari rujak buah dan sayur yang terkenal segar itu ditambah dengan irisan cingur. Ya, cingur, bagian dari mulut sapi yang sudah direbus itu akan terasa gurih, kenyal dan lezat bila diolah dengan cara yang benar dengan bumbu khusus, lho,  yaitu dilumeri dengan bubuk ketumbar dan bawang putih, lalu direbus bersama daun salam untuk menghilangkan bau amis dan memunculkan sensasi gurihnya.

         Konon, cerita hikayat rujak cingur berawal dari kesukaan seorang raja yang waktu itu menyelenggarakan sayembara membuat menu baru dan istimewa, karena sudah bosan jenis masakan yang itu-itu saja. Lalu seseorang menciptakan rujak cingur, paduan kesegaran dari aneka buah dan sayur yang dibuat rujak, serta gurih dari sambal kacang yang dicampur petis udang dengan sensasi unik dari kekenyalan cingur yang lembut.  

         Masakan khas Surabaya, Jawa Timur, khas dari daerah pesisir pantai ini tak hanya terkenal di tempatnya, tapi juga sudah menjelajah hingga ke ibukota bahkan manca negara. Di beberapa acara kedutaan di luar negeri, kuliner khas daerah ini juga dikenalkan sebagai salah satu identitas dan kekayaan budaya bangsa ini. Rujak cingur biasanya termasuk sajian pembuka atau salat karena memadukan kesegaran buah dan sayur di dalamnya, sementara sambel kacang campur petis menjadi sauce yang istimewa.  Bisa juga menjadi menu utama atau main course bila dilengkapi dengan irisan lontong, nasi maupun kentang, juga kerupuk udang.

  

Resep Rujak Cingur

Bahan:

-          150 gram cingur yang sudah direbus

-          Sayuran seperti 1 ikat kangkung, toge secukupnya.

-          Buah segar seperti nanas, bengkoang, timun, mangga, kedondong, jambu air, iris sesuai selera.

-          Pisang batu untuk sambal kacang

-          1 kotak tempe goring, potong persegi

-          1 kotak tahu putih goreng, potong persegi

-          Lontong, iris sesuai selera


Bumbu  kacang:

-          50 gram kacang tanah, goreng

-          2 siung bawang putih, goring sampai layu

-          Cabe rawit atau merah secukupnya

-          1 sdm gula merah

-          ½ sdt terasi bakar

-          Garam secukupnya

-          2 sdm petis udang

-          3 sdm air asam jawa


Cara membuat:

-          Rebus cingur sapi bersama sedikit garam dan daun salam setelah dilamuri bubuk ketumbar dan bawang putih hingga lunak, lalu angkat dan tiriskan. Bisa juga lalu digoreng sebelum diiris dan disajikan.

 

-          Kemudian siapkan bumbu kacang. Haluskan kacang yang sudah digoreng bersama cabe rawit, garam, terasi dan gula merah. Lalu tambahkan petis dan air asam juga air matang air matang secukupnya hingga lumer merata.

 

-          Siapkan potongan buah seperti mentimun, nanas, bengkoang juga jambu air juga sayuran yang sudah direbus seperti kangkung, taoge serta irisan cingur, tahu dan tempe goreng yang sudah dipotong dadu serta lontong bila mau.

 

-          Sajikan dengan dicampur semua bahan dan sambal kacang petisnya, atau bisa juga dipisah lalu sambal kacang petis disajikan dengan disiram di atasnya. Akan lebih enak bila dilengkapi dengan kerupuk uyel atau kerupuk udang.

         Ya. Buat kami, sesekali mencicipi makanan khas daerah menjadi salah satu cara untuk mencintai  budaya bangsa dari kekayaan asli Indonesia. Membiasakan lidah kita untuk tetap mengenali masakan khas sebagai warisan leluhur yang kaya rasa serta banyak manfaatnya. Selain itu, dimanapun kita berada, kuliner daerah seringkali bisa mengobati rasa kangen  saat ingin datang dan mencicipinya.

         Agaknya, kuliner khas daerah bisa membuat cerita panjang dalam paparan sejarah bahkan lekat dengan memori yang ingin diungkapkan ketika menikmati kelezatannya.

         Salam sehat dan selalu semangaatt.***NZ

Rabu, 04 Agustus 2021

Menuai Jariah Dengan Berbagi Konten Bermanfaat


         Lewat tulisan kita bisa menggerakkan hati setiap orang. Karenanya sejak awal menulis, saya niatkan untuk berbagi kebaikan. 

By Nur Ida Zed



         Jika ada pepatah yang mengatakan, penamu lebih tajam daripada pedang, saya setuju dengan itu dan merasakan kebenarannya. Karena lewat pena, maksudnya karya kita berupa tulisan akan mampu menghujam kepada banyak orang melebihi tajamnya sebilah pedang. Dengan tulisan yang dibagi, kemudian dibaca dan dimengerti bahkan dapat menggerakkan hati untuk merubah cara pandang dan pola pikir seseorang sehingga dengan sadar akan membawa pada kebaikan.

         Menyadari akan pengaruh dari sebuah tulisan, dan dampak dari apa yang dihasilkan itulah maka sejak awal menulis saya niatkan untuk berbagi kebaikan.  Kemudian mulai menulis di blog pribadi menjadi perlu sebagai salah satu media berkarya, berekpresi dan bereksplorasi serta sarana untuk berbagi. Karena itulah tagline yang saya pilih: sharing, inspiring, positive thinking. Saya ingin berbagi inspirasi melalui konten yang bermanfaat agar dapat menuai jariah dunia dan akhirat. 

   

Pengalaman Sebagai Inspirasi

          Banyak hal yang telah saya tuang melalui blog ini. Awalnya modifikasi berbagai artikel yang pernah saya tulis di majalah dan media masa tempat saya bekerja, agar dapat memberi informasi lebih banyak dan menambah inspirasi setelah membacanya. Seperti Pesona Laut di Pulau Lombok ketika di Majalah Hongshui Living Harmony, yang membagi keindahan pulau kecil dengan wisata alam sempurna. Respon pembaca yang mengucapkan terimakasih dengan tulisan ini karena menginspirasi sehingga ingin juga berkunjung ke sana membuat saya bahagia. Ada yang tanya di mana tempat yang recommended untuk bisa membeli mutiara air laut asli di daerah asalnya, Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga toko perhiasan yang bagus bila di Jakarta. Untuk tulisan ini bahkan ada perusahaan travel wisata yang mengajak kerjasama dengan menawarkan berbagai paketnya. 

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=lombok

          Lalu saat mengunjungi Rumah Classic Mediterania milik politikus Ingrid Kansil, inspirasi desain Nuansa Cozy and Elegant di rumah penyanyi Memes, konsep Tropical Country saat menyambangi rumah maestro seni keramik F.Widayanti, serta tokoh yang lain agar membuka wawasan seputar Living ketika di Majalah Herworld Indonesia https://www.herworld.co.id/. Saya yakin tulisan ini akan bermanfaat bagi pembaca.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=classic+mediterania

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=memes

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=f%2Cwidayanto

         Begitu juga liputan utama seputar anak dan perempuan, seperti Warning Human Trafficking ketika di Majalah Herworld Indonsia yang menguak betapa pentingnya mengenali serta memerangi masalah perdagangan perempuan yang masih saja ada, serta liputan utama mengenai Peduli Pendidikan Anak Bangsa yang menyentuh langsung kepedulian anak negeri untuk berbagi bersama beberapa perusahaan nirlaba. Saya rasa semua itu perlu dibagi agar kita menjadi aware dengan masalah ini.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=women+trafficking

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=pendidikan+anak+bangsa

         Selanjutnya liputan khusus mengenai Empowering Women ketika di Majalah Female juga saya bagi di blog pribadi ini, yang mengungkap tentang beberapa perempuan hebat di balik pria sukses sebagai pasangannya. Termasuk Socio Culture saat di Majalah Male Emporium yang mengulik budaya para perempuan di berbagai daerah dan suatu negara yang konon menyimpan filosofi dengan kepercayaannya. Serta berbagai artikel seputar tips dan solusi  yang berkaitan dengan gaya hidup dan patut diketahui sebagai informasi positif.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=empowering+women

         Kemudian seiring berjalannya waktu, blog juga menjadi semacam tempat saya berbincang dan menuang berbagai pengalaman, sharing konten dengan masalah yang lagi hangat, termasuk pandemi yang harus dijalani sepanjang ini. Saya merasa lebih dekat dengan kalian sehingga lebih enak untuk bertutur secara ringan dan intimate supaya lekat tanpa sekat tapi tetap bermanfaat. Beberapa teman bahkan ada yang respect dan meminta untuk membahas tema tertentu serta memberi dukungan dengan mengikuti dan berlangganan. Saya sangat senang jika semua ini lalu menjadi sebuah harapan, motivasi  dan inspirasi.

  

Motivasi Untuk Berfikir Positif

         Dalam mengelola blog, memperbarui konten dengan konsisten menjadi hal yang utama. Memberikan tulisan yang menarik dan bersifat positif sangatlah penting agar tetap melekat pada traffic kunjungan bertambah dan selalu ada. Untuk itu tetap update semua hal baru dengan memperhatikan trend pembaca dan mengikuti komunitas serta saling backlink akan sangat membantu.

         Kerjasama dengan review produk atau endorse juga perlu untuk memperkaya konten yang bermutu.  Suatu kali saat menerima undangan untuk launching product, advertorial atau semacam iklan, berikan nilai lebih dengan profesional dan kejujuran yang dirasakan. Tetap mengemukakan hal positif yang menjadi selling point akan lebih berguna untuk diketahui oleh banyak orang dan pembacamu. Karena itu akan menjadi nilai ibadah bagi amalanmu.

         Blog buat saya adalah rumah maya yang harus dijaga keindahan dan kenyamanannya. Dengan selalu memberi konten yang bermanfaat untuk berbagi, memberikan motivasi dan menginspirasi saya akan selalu memberikan kebaikan juga untuk diri sendiri maupun bangsa ini. Saya ingin siapapun yang berkunjung akan merasa senang dan mendapat manfaat dari apa yang disampaikan, layaknya memasuki bangunan rumah yang dapat membawa kebahagiaan. Di dalamnya ada bermacam karakter, ayah, ibu, anak-anak dalam dinamika kehidupan sebuah keluarga yang akan menciptakan kedamaian. Akhirnya berbagi konten yang bermanfaat akan menjadi jariah dunia akhirat.

         Salam sehat dan selalu semangaatt..**NZ

Rabu, 28 Juli 2021

IDN Media Luncurkan Fortune Indonesia untuk Millenial & Gen Z


          Akses informasi menjadi bagian penting di era digital saat ini. Platform IDN Media akhirnya membidik kebutuhan Millenial dan Gen Z dengan merangkul  Fortune Indonesia pada ekosistem bisnisnya.

By Nur Ida Zed

        

                                                                          Peluncuran Fortune di Indonesia oleh IDN Media (Dok. IDN Media)

          Hampir setiap detik dinamika kehidupan tak bisa lepas dari sorotan media dan informasi, apalagi di masa pandemi seperti ini. Akses media seolah tak dapat dipisahkan mulai dari membuka mata hingga menjelang tidur malam. Beragam platform berbasis tehnologi dapat diakses dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Tak pelak peran media begitu penting dalam membetuk budaya suatu bangsa.

         Ya, semua orang tentu ingin mendapatkan informasi yang paling hangat, relevan dan terpercaya agar selalu update diri dengan wawasan dan cara pandangnya. Karenanya media yang paling tepat adalah yang memiliki perspective global,  track record dan visi yang kuat sehingga mampu mentransfer informasi akurat dengan membawa dampak positif bagi masyarakat. 


Positive Impact dari IDN Media

         Nama IDN Media https://www.idn.media/ tentu sudah tidak asing lagi buat kita, ya. Sebuah perusahaan media berbasis tehnologi dan platform konten  dengan lebih dari 70 juta Monthly Active Users (MAU) untuk Millenial dan Gen Z besutan dua bersaudara Winston Utomo dan William Utomo sejak 8 Juni 2014. Pada kuartal tiga 2021 ini, IDN Media akan tetap memberikan #PositiveImpact untuk Millenial & Gen Z dengan segera menghadirkan Fortune https://www.idnfinancials.com/id/foru/pt-fortune-indonesia-tbk , media bisnis global terkemuka yang berkomitmen untuk menciptakan karya jurnalisme dengan standar akurasi, transparansi, dan legalitas yang tinggi di Indonesia.

           Sebagai media bisnis, Fortune tentu akan menyasar para pengambil keputusan, eksekutif, pebisnis profesional, wirausahawan, dan pemimpin yang aspiratif sebagai target audiensnya. Di sisi lain, Fortune akan bergabung dengan ekosistem bisnis IDN Media, sebuah perusahaan media platform yang menarget Millennial & Gen Z.  Berangkat dari fakta tersebut, muncullah beberapa pertanyaan terkait bagaimana IDN Media dapat tetap merangkul Millennial & Gen Z dengan hadirnya Fortune di ekosistem bisnis IDN Media. Untuk menjawab hal tersebut, CEO IDN Media, Winston Utomo, menjelaskan bagaimana Fortune dapat membawa #PositiveImpact bagi Millennial & Gen Z, terutama dalam bidang bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan.

 

                                                        William Utomo, COO IDN Media dan Winston Utomo, CEO IDN Media (Dok.IDN Media)


Akses Informasi  Berkualitas

         Sebelum resmi memutuskan untuk membawa Fortune ke Indonesia, IDN Media tentu saja sudah mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya adalah pertimbangan mengenai dampak positif apa yang bisa didapat oleh Millennial & Gen Z dengan kehadiran Fortune. “Meski Fortune menargetkan pebisnis profesional sebagai audiens utamanya, hal ini sama sekali tak mengurangi fokus IDN Media pada Millennial & Gen Z,” ujar Winston dalam releasenya. Hadirnya Fortune diharapkan dapat memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media, sehingga jenis informasi yang disediakan oleh para publisher di IDN Media pun menjadi semakin beragam.

         “Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial & Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memperhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka,” terang Winston, lulusan University of Southern California, Los Angeles dan Master di Columbia University, New York.

 

Literasi Aspek Finansial Bagi Millennial & Gen Z

         Seperti kita tahu bahwa wawasan dan pengetahuan tidak hanya dapat diperoleh melalui pendidikan formal saja ya. Akses pada informasi yang berkualitas juga dapat menjadi salah satu alternatif lain yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan seseorang. Berkaitan dengan kehadiran Fortune di Indonesia, Winston menyebutkan, “Literasi terhadap aspek finansial menjadi salah satu hal paling penting yang sebetulnya wajib dipahami oleh Millennial & Gen Z. Untuk itu, Fortune ingin menjadi sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial.” Terang pemuda kelahiran Surabaya yang memulai karier profesionalnya di Google Singapura ini.

 

Kolaboratif dan Berjiwa Wirausaha

         Sejalan dengan jiwa muda yang butuh tantangan dalam bisnis dan investasi, dapat disimpulkan bahwa IDN Media begitu optimis terhadap keinginan Millennial & Gen Z untuk berwirausaha. Mewakili IDN Media, Winston yang juga seorang millennial ini percaya bahwa atribut yang signifikan dari generasi ini adalah karakter kolaboratif dan jiwa wirausaha. “Millennial & Gen Z adalah pengambil risiko. Mereka memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dengan karakter kolaboratif yang mereka miliki, mereka akan menggunakan kinerja tim sebagai landasan dalam membangun sebuah bisnis,” terang Winston menyampaikan pendapatnya.

         “Collaboration allows teachers to capture each other's fund of collective intelligence”, sebuah pepatah yang menggambarkan betapa kolaborasi menjadi salah satu elemen terpenting untuk membangun kerja sama dengan Millennial & Gen Z. “Mereka memiliki prinsip perusahaan yang kooperatif guna menciptakan kemitraan yang efektif. Kolaborasi dapat diwujudkan hanya dengan komunikasi yang baik dan sehat. Oleh karenanya, mereka juga cenderung membangun lingkungan yang inklusif, di mana setiap orang dihargai,” ucap Winston, yang awalnya mengelola blog pribadi bernama indonesiantimes.com itu memberi keterangan penutup.

         Selamat datang Fortune Indonesia. I am coming for The Club !  

         Salam sehat dan selalu semangaatt.***NZ

Sabtu, 24 Juli 2021

Ekspresi Foto Di Buku Tahunan Sekolah


         Meski masih pandemi, anak sekolah juga ingin membuat kenangan manis bareng teman seangkatan sebelum kelulusan. Selama belajar online di rumah saja, mereka menyiapkan foto-foto dengan beragam ekspresi dalam berbagai tema, termasuk Puan, putri saya.

By Nur Ida Zed

 

                                                          Foto @dvine_adinda

         Saya sih sepakat bila selembar foto bisa menyimpan banyak kisah. Saat membaca sebuah artikel atau berita, kelengkapan foto akan dapat menjelaskan peristiwa serta mengungkapkan paparan yang disampaikan. Dalam pigura yang dipajang di ruang tamu atau ruang keluarga pun, foto dapat menggambarkan identitas sebuah keluaga, bahkan mengingatkan pada suasana, situasi dan kondisi saat itu. Foto menjadi rekaman yang dapat mengungkap apapun di baliknya, dan orang-orang yang ada di dalamnya.

         Pada album foto  biasanya saya meletakkan jejeran peristiwa yang berkaitan, sehingga saat dinikmati membuat kita merasa kembali masuk dalam suasananya, entah itu kebahagiaan, keceriaan atau sebaliknya. Saat wisuda dan masih lajang, juga pernikahan misalnya, saya menyimpannya dalam album tersendiri, begitu juga ketika anak-anak lahir, tumbuh dan besar, serta momen-momen penting dan berkesan semacam wisata, ulang tahun, hari raya, mudik, jalan-jalan, kejuaraan dan semua hal yang dapat direkam dalam kamera. Kesenangan, kesedihan dan kebahagiaan saat itu akan melekat dan terlihat pada ekspresi raut muka, mimik wajah, senyuman, dan gestur tubuh yang diabadikan di sana.

         Kalau dulu saat kamera masih analog dengan menggunakan negative film, proses untuk menjadi selembar foto sangatlah panjang. Tapi di era digital sekarang, foto dapat dilakukan oleh siapapun dengan mudah karena selain kamera digital, di smartphone sekalipun ada banyak fitur yang ditawarkan untuk mendokumentasikan sebuah momen menjadi kenangan.

 

BTS Saat Pandemi

         Lalu, ketika Puan putri saya sudah duduk di kelas tiga, rasanya perlu memiliki kenangan yang bisa diabadikan di sekolahnya.  Awalnya sih semua orang tua siswa satu angkatan sepakat keberadaan BTS alias Buku Tahunan Sekolah bisa melengkapi kenangan anak-anak selama belajar di sekolah sepanjang tiga tahun ini. Kebersamaan mereka hingga menginjak usia remaja tentu tak akan dapat diulang lagi. Dan ya, selama menjadi siswa di SMP Negeri 41, Jakarta Selatan sejak tahun 2018 hingga 2021 ini mereka pasti memiliki cerita yang seru untuk dijadikan dokumentasi dalam memori hingga usia tua nanti. Bersama para guru, wali kelas, teman-teman, manajemen sekolah serta lingkungan dan kegiatan yang menjadi bagian dari proses belajarnya selama ini.

         Sebelumnya kami orang tua, terutama panitia menginginkan foto yang bagus dengan menggunakan pemotretan profesional bareng vendor yang dilakukan di beberapa lokasi sesuai tema masing-masing kelas. Lalu menyiapkan properti yang mendukung, lengkap dengan stylish agar hasilnya sempurna. Tapi saat dinyatakan pandemi dan anak sekolah tak diijinkan tatap muka, bahkan untuk berkegiatan dan melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan, maka teknik pemotretan dirubah. Foto kelas  dibuat masing-masing dengan mengacu guidener dari vendor.

         Tak apa, dengan berbagai cara akhirnya sudah siap dan menjadi sebentuk cerita yang dikemas pada sebuah buku besar eksklusif dari foto-foto yang ditata. Ada yang kebagian tema Mafia, Noir, Summer, Picnic, Cottagecore, Retro serta Monokrom yang disatukan dalam alur keceriaan khas remaja di tengah pembelajaran jarak jauh, karena akhir dari mereka lulus dan meninggalkan masa sekolah menengah pertama dilalui saat masa pandemi. Dan semua dituang dalam rangkaian gambar, paduan foto-foto yang dapat bercerita dengan kenangan ini.

 

Foto Yang Menyimpan Harapan

         Pada foto memang kita bisa bertanya tentang banyak hal dan mendapatkan jawabannya. Tapi lebih dari itu, rangkaian foto juga dapat membuka beragam memori dalam hati dan pikiran, bahkan menyimpan harapan.

         Pernah dengar kan cerita seseorang yang telah lama berpisah dan akhirnya bertemu karena sebuah foto? Dan ini tak hanya fiksi. Suatu ketika saya mendapatkan album foto lama yang disimpan di lemari pajang, tanpa sengaja menemukan berkas foto-foto bapak ibu yang mulai memudar dan teman-teman mereka sewaktu masih muda. Ketika bertanya, bahkan almarhum bapak waktu itu bisa bercerita panjang lebar mengenai siapa saja yang ada di foto itu, lengkap dengan aneka kisah saat masih sekolah dulu hingga membuat beliau semangat karena hanya sedikit temannya yang tersisa. Di saat kami berduka, seseorang yang datang di antara tamu mengenalkan sebagai anak dari sahabat bapak yang hanya kami kenal lewat fotonya. Kemudian kembali tersambung tali silaturrahmi.

         Ya, dalam foto bisa mencerminkan suasana hati dari sorot mata dan senyuman yang diungkapkan. Di buku tahunan sekolah ini, keceriaan dan kepolosan mereka kelak akan menjadi saksi dari sebuah kesuksesan dan keberhasilan di masa mendatang. Ekspresi yang ditunjukkan dapat menjadi motivasi untuk proses menuju cita-citanya pada sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun ke depan, saat mereka berjuang dan meraih keinginan sebagai tujuan hidupnya. Tetap mengingat pada almamater yang pernah membesarkan namanya, juga kepedulian terhadap guru-guru yang telah mengajar, memberi ilmu dan mendidik serta nama baik yang harus dijaga selamanya.

          Sebenarnya foto adalah ungkapan citra diri yang menyiratkan pribadi dan mengemukakan siapa  kita ini. Saat senyum tulus yang merekah menghiasi wajah mampu memberikan kesejukan,  janganlah sirna karena usia dan beban kehidupan yang menekan. Karena itu saat menyimpan, bahkan mengupload ke media sosial seharusnya setiap foto dapat dipertanggung jawabkan.

        Bagaimana menurut kalian?

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Sabtu, 17 Juli 2021

Jalur Prestasi Di Masa Pandemi


         Banyak orang mengeluh dengan situasi pandemi yang panjang ini. Namun tak sedikit yang bisa disyukuri karena mendapat banyak berkahnya, termasuk saya.

by Nur Ida Zed

                                                                foto :@dvine_adinda

         Ya, memang tak bisa dipungkiri kondisi saat ini membuat perubahan yang tak terprediksi. Sudah satu setengah tahun lebih nih, menghadapi situasi pandemi dengan semua kebiasaan baru yang serba dibatasi. Yang tentu tak terbayangkan sedikitpun sebelumnya. Awalnya pasti merasa berat bagaimana menjalani semua ini. Tapi karena yakin dan percaya bahwa semua yang diberikan Tuhan pasti ada hikmahnya, maka apapun itu harus disyukuri dan diupayakan mendapatkan jalan terbaiknya.

         Saya sih, termasuk orang yang tak mau menyerah dan mengeluh pada keadaan dan kondisi saat ini. Selalu berusaha dan berfikir positif dengan semua yang ada, serta tak peduli dengan kendala karena melihat semua itu adalah tantangan yang pasti ada solusinya. Sepanjang pandemi ini, ada banyak pencapaian yang saya rasakan dan patut disyukuri.

 

Update Diri dengan Dunia Online

         Meski telah lama sekali  berkecimpung di dunia media massa dan tulis menulis, dulu saya kurang tertarik dengan hal yang berbau media sosial dan literasi digital. Beberapa majalah yang pernah saya gawangi membuat waktu tak bisa membagi untuk aktif di dunia literasi digital karena ini butuh perhatian khusus. Tapi seiring perkembangan jaman, semua majalah juga dibuat versi digital (baca: E-Magazine) sehingga mau tak mau membuat perubahan, termasuk ketika masa pandemi ini. Pola pikir lalu berubah,  tak ada kata terlambat untuk mengejar yang ketinggalan. Asyiknya dunia online yang serba digital membawa saya tak berhenti belajar agar bisa terus update dan bermanfaat, walaupun belum sepenuhnya sempurna.

         Semangat yang saya rasakan merupakan pencapaian yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Bisa belajar dengan mereka yang lebih muda tanpa melihat rentang usia, berkolaborasi dan saling support untuk maju dan berkembang bersama. Dan yang pasti, saya yang masih baru di dunia digital jadi lebih tau betapa pentingnya ketrampilan ini untuk menuangkan ide dan kreativitas menjadi konten kreatif yang bermanfaat untuk berbagi. Salah satunya dengan blog ini, yang sempat fakum sekian lama dan kemudian kembali menggeliat saat pandemi.

         Beberapa  webinar, zoom meet maupun google meet yang saya ikuti tak pelak membawa pada beberapa komunitas yang dapat mengembangkan diri lagi. Seperti komunitas ISB, Blogger Perempuan, Upload Kompakan serta Komunitas Podcast semacam The Podcaster Indonesia dan Podcast Populer. Dengan ngeblog dan ngepodcast, saya merasa ini sebuah pencapaian yang didapatkan, setidaknya untuk kesenangan diri, bereksplorasi dan berbagi.

         Podcast Morning Daughter yang telah running dan dapat dinikmati secara berkala di aplikasi Anchor FM dan dan Spotify, membawa saya pada dunia lama, dunia penyiaran dengan menuang kata: Berbagi inspirasi dari dua generasi, saya dan putri saya Puan sebagai taglinenya. Beberapa episodenya mulai diperhatikan oleh produk sponsor untuk ikut berpartisipasi. (baca cerita saya mengawali podcast di  tulisan sebelumnya yaa:   http://nuridazuhayanti.blogspot.com/2020/08/a-podcast-by-nurida-muncul-dari.html  


 

Jalur Prestasi Di Masa Pandemi

           Sesunguhnya pandemi tak membuat semua menjadi mati suri. Banyak kreativitas yang membuahkan karya yang menuntut kita untuk tetap berprestasi.  Walaupun sepanjang pandemi ini pembelajaran anak sekolah hanya dilakukan dengan daring, dalam jaringan alias online tanpa tatap muka, namun prestasi tetap dapat diraih dan diupayakan buat mereka yang pandai menciptakan peluang.

         Alhamdulillah tahun ini Puan putri saya masuk di SMAN 34 Jakarta lewat jalur prestasi Taekwondo Changmookwan Internasional yang diraihnya di masa pandemi. (Seperti yang pernah saya di ceritakan sebelumnya yaa  http://nuridazuhayanti.blogspot.com/2021/01/kaledoskop-2020-prestasi-di-tengah.html ) Juara pertama dan berhasil meraih medali emas membawanya berlenggang lewat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di sekolah favorit ini. Sebagai ibu yang mengerti betul kerja kerasnya, tentu ini merupakan sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Dari awal dia memilih sekolah yang ada di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan ini untuk menuntut ilmu dan jalan meraih cita-citanya.

         Seperti diketahui, PPDB 2021 ini memberikan kesempatan untuk generasi muda berprestasi yang tak hanya piawai bidang akademik dan non akademik semata, tapi juga lengkap dengan skill mereka dalam kepengurusan dan berorganisasi. Dan Puan, D’vine Adinda Nizbach putri saya melewati tantangan ini sehingga lolos sesuai dengan rencana dalam meraih mimpi.  Dia tidak saja sebagai ketua ekstra kurikuler Taekwondo di sekolah sebelumnya, SMPN 41 Jakarta, tapi juga aktif di berbagai kegiatan seperti FORCA-Forty One Cup, dan memperkuat team Color Guard Drumband Bahana 41, yang juga pernah juara.       

         Tak ada yang tak mungkin saat kita yakin dan percaya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta Alam Semesta. Ketika dalam surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 menyebut  Fainnamaal usri yusro, inna maal usri yusro yang artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu  ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka tak perlu menyerah saat menerima segala ujian dari Nya.  

         Nah, dari sini ada hal yang perlu menjadi catatan, bahwa sekecil apapun pencapaian yang telah diraih patut disyukuri dan dibanggakan, supaya Dia melimpahkan keberkahan yang lebih besar lagi.

         Salam sehat dan selalu semangaatt.***NZ