Kamis, 21 Agustus 2025

Hal Kecil yang Sangat Penting

     Kehilangan peniti ketika sedang berada di sebuah acara bisa bikin panik juga. Sepertinya tak berharga, tapi sangat penting waktu itu untuk saya. Pernah punya cerita yang sama? 

By Nur Ida Zed


                                       Pic. Dokpri @nuridazed


    Peniti. Biasanya barang kecil dengan bentuk khusus dan unik ini selalu ada di tas saya. Setidaknya karena lebih nyaman memakai hijab ( baca: kerudung) segitiga yang butuh peniti untuk mengaitkan kain di bawah dagu dan mengunci lipatan hijab agar pas di kepala serta rapi. Sehingga saya selalu menyiapkan beberapa sebagai cadangan, selain satu yang dipakai saat itu. Tapi entah kenapa setelah break makan siang dan sholat di mushola siang itu, barang kecil ini hilang entah kemana. Mungkin terjatuh ketika dipakai berwudhu tadi, atau terselip di kamar mandi karena memang saya ke toilet lebih dulu. Jelasnya saat saya mau memakai hijab kembali, barang kecil itu tidak lagi saya temui. 

    Saya cari di ujung jilbab yang biasa saya kaitkan juga tidak ada. Nah sialnya, ketika saya mencari cadangan di tas juga tidak ketemu. Padahal acara sebentar lagi dimulai, dan saya harus memberikan sepatah dua patah kata. 

    Ups, saya mencari-cari lagi tetap tidak ketemu. Mau beli di toko atau warung juga tanggung. Saya kurang tahu situasi dekat gedung yang sebesar ini. Kalau memakai jilbab segitiga tanpa peniti tentu rasanya tidak nyaman sekali. 

    Ditengah kebingungan ini, kemudian saya menengok ke kanan dan ke kiri. Rupanya ada office girl yang sedang berdiri di ujung sembari membersihkan wastafel.

    "Mbak.." saya mulai menyapa perempuan setengah baya, petugas kebersihan itu sembari mendekat. " Punya peniti, nggak? Boleh dong minta satu. Peniti saya hilang ini." Kata saya lagi. 

    Tanpa pikir panjang dia mencopot peniti yang dipakai di jilbabnya. "Ini, ibu, pakai saja gapapa" katanya sembari menyerahkan benda kecil itu kepada saya. 

    "Lha trus mbaknya gimana?" Langsung saya tanya. 

    " Gak apa-apa, ibu. Sepertinya di loker saya, di lantai bawah, ada," jawabnya. 

    "Owh, terima kasih ya,"

    " Sama-sama, Ibu," 

    Akhirnya saya bisa memakai jilbab dengan nyaman. Inilah hal kecil yang selalu saya ingat. Ternyata pertolongan bisa datang dari mana saja, dan dari siapa saja, bahkan orang yang baru kita temui tanpa kita kenal sebelumnya. Ya, mungkin ini salah satu dari sekian banyak cerita kebaikan yang saya terima.


Selalu Berfikir Positif

    Saya selalu yakin dan percaya dengan kalimat bijak yang mengatakan bahwa: ketika kita selalu berusaha berbuat baik, niscaya kebaikan itu akan kembali untuk diri kita. 

    Berbuat baik dan berfikir positif adalah kunci. Dan Mbak petugas kebersihan yang saya ceritakan telah berbuat baik kepada saya, dengan memberikan penitinya tadi menjadi solusi untuk jilbab saya saat itu. Saya yakin dia juga berfikir positif ketika melakukannya. Hal kecil yang dilakukan sangat penting untuk membentuk lingkungan yang positif juga. Karena interaksi dengan orang-orang yang positif, yang selalu optimis dan saling mendukung tanpa memandang status sosial akan menumbuhkan energi positif yang dapat membantu menularkan pada orang lain.

    Hal kecil yang penting dan sebaiknya ditanamkan di dalam diri sendiri adalah mengubah self talk negatif menjadi positif. Melihat sisi baik dari suatu masalah sehingga bisa membuat cara pandang dan perilaku menjadi lebih baik. 


Hal Kecil yang Sangat Penting

    Terkadang hal kecil seringkali terlupakan oleh kita, padahal itu sangat penting untuk membentuk karakter diri kita dan anak-anak menjadi lebih baik. Dalam berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, ada baiknya memperhatikan hal kecil dan sederhana yang akhirnya menjadi penting untuk berfikir positif.

    Seperti melakukan self talk positif dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik untuk diri sendiri dan orang lain, termasuk ketika memberikan komentar. Membiasakan diri untuk selalu mensyukuri hal-hal baik, sekecil apapun itu sebagai bentuk penerimaan terhadap kehidupan, serta mencari sisi baik dari setiap masalah.

    Mengganti respon negatif dengan respon positif, baik terhadap seseorang maupun situasi tertentu agar menjadi lebih baik dan konstruktif, bukan sebaliknya. Bergaul dengan orang-orang yang positif dan lingkungan sosial yang mendukung untuk saling menghargai tanpa merendahkan. Hal kecil yang sangat penting menjadi pengingat adalah ingatlah kebaikan untuk menyebarkan kebaikan selanjutnya.


    Salam sehat dan selalu semangat.*** NZ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar