Sabtu, 01 Agustus 2020

Kompak Bareng Generasi Z


Saling melengkapi menjadi kunci saat melakukan kerjasama bareng generasi ini. Semua bisa  lancar apabila kita mengetahui triknya.

By Nur Ida Zed

 

                                                                                         

        “Anterin mama beli matras yoga yuk, Mas,”

        “Bentar. Lagi naggung, nih.” Lalu,

       “Mama mau yang mana ? Ini, ini, atau yang ini aja...” kata sulungku sembari menunjukkan aplikasi belanja online di gadged-nya. Akhirnya aku milih juga. Dan alhamdulillah, pesanan datang tepat pada waktunya, sesuai keinginan dan tanpa kendala. Begitulah. Seringkali kalau ngobrol sama jagoanku ini berasa dicuekin aja. Dipanggilpun seolah gak denger karena earphone ada di telinga. Baru nyaut kalau di WA- Whats App. Karena itu kami sekeluarga bikin WAG my family, supaya bisa saling tegur sapa.

     Ya. Bisa dibilang kedua anakku terlahir sebagai generasi Z, di mana lahir langsung kenal dengan internet. Tak lagi harus diajari memakai perangkat tehnologi karena sudah otomatis update tanpa menunggu lagi. Dunia maya sudah menjadi bagian dari hidupnya. Inilah yang membuat generasi sebelumnya, seperti saya harus beradaptasi dengan pola pikir, perilaku dan karakternya sebagai generasi yang hiper kognitif, yang lebih nyaman mengumpulkan referensi silang dari banyak sumber informasi dan mengintegrasikan pengalaman virtual dengan kehidupan nyata.

 

     Gak salah sih sebenarnya, karena kemajuan jaman dan tehnologi membuat semua bisa diakses  hanya lewat ujung jari. Tinggal klik, apapun yang diinginkan bisa dipenuhi tanpa melalui proses panjang lagi. Segala aplikasi, informasi, belajar mandiri, hiburan, layanan, bahkan kencan, kerjaan dan pergaulan tersedia di banyak laman.  Sehingga generasi ini lebih menyukai hal-hal yang simpel, praktis dan instan.  

 

Ambil Positifnya

     Generasi Z, yang kerap disebut sebagai Gen Z atau Gen Net, Gen Tech  serta i-Generation alias digital natives ini biasanya memiliki rasa percaya diri tinggi dan menyukai hal yang detail. Berkeinginan besar untuk mencapai kesuksesan dan menyukai  kebebasan, baik dalam berpendapat, berekspresi, berkreasi dan bereksplorasi.

    Lahir di tengah dunia modern yang serba digital, membuat generasi  ini lebih mahir dalam mengakses  tekhnologi  dan tidak gaptek sehingga banyak yang faham cara meraih keuntungan lewat internet. Tak heran jika  sebagian bisa mandiri secara finansial dengan menjadi selebgram, selebtwit, vloger, influencer,  youtuber dan semacamnya hanya  dengan mengunggah foto dan video di media sosialnya.

     Memang sih, generasi ini cenderung terkesan susah diatur. Mereka tidak suka diperintah tanpa penjelasan yang logis, termasuk aturan yang menurutnya tidak masuk akal. Sisi baiknya mampu menunjukkan sikap optimis dalam menghadapi banyak hal, cepat move on ketika mengalami kegagalan dan lebih bisa memandang segala sesuatu dari sisi positif.

     Generasi yang lebih pragmatis dan analitis ini cenderung toleran dan bisa menghargai perbedaan. Tidak menyukai perdebatan berkepanjangan karena percaya setiap permasalahan pasti memiliki solusi yang menyenangkan.

 

Berikan  Pengakuan

     Saya sendiri  tidak masalah ketika harus bekerjasama dengan generasi multitasking ini. Meski kadang kurang fokus  karena selalu berinovasi dengan pembaharuan terus menerus, namun pada dasarnya mereka ingin mendapat pengakuan atas kerja keras dan usaha yang telah dilakukan. Sesekali memberi pujian dan penghargaan tak ada salahnya.  Apalagi ketika mau membagi ilmu dan menorehkan prestasi.

     Sebagai generasi sebelumnya, ada baiknya selalu memberi motivasi dan mengingatkan agar tidak melupakan interaksi sosial yang sebenarnya. Sebab dunia nyata akan  terus tumbuh dan berkembang dengan kehidupan yang  berjalan seiring dan seimbang.

    Cobalah menjadi rule model yang baik  dan berakhlak mulia untuk saling melengkapi. Juga kompak dengan generasi ini dalam komunitas yang cenderung memiliki pola pikir realistis.

   Begitulah.  Mari terbuka dengan  Generasi  Z  yang kini mulai merambah pada dunia kerja yang nyata. ***NZ

Foto: Revin Ananda-Komunitas Kejar Mimpi Jakarta

Jumat, 31 Juli 2020

Wedang Uwuh Minuman Favorit Saat Pandemi


     Saya suka warnanya, nuansa jingga nan mempesona. Dan hangatnya itu mampu menjadi minuman favorit keluarga di saat pandemi seperti ini.

By Nur Ida Zed


                           foto Nur Ida Zed


     Sebenarnya sudah lama saya mengenal minuman tradisional ini. Waktu kuliah di Yogyakarta dulu, ibu kost pernah menyajikannya, dan bilang kalau ini salah satu minuman khas keluarga Keraton. Jadi, ceritanya waktu Sultan Agung, Raja Mataram yang berkuasa pada jaman itu sedang mencari tempat untuk pemakaman keluarga bersama para pengawalnya di dataran tinggi Bukit Imogiri, Bantul melakukan semedi dan memantapkan hati. Nah, pada malam saat cuaca teramat dingin, Raja meminta pengawal dibuatkan wedang secang agar bisa menghangatkan badan. 

     Sembari menunggu, diletakkanlah  gelas itu di bawah pohon yang berdekatan dengan tempat semedi Sang Raja. Ternyata, tanpa disengaja kejatuhan “uwuh” atau sampah daun dan ranting yang tertiup angin dan bercampur ke dalam gelas. Tapi rupanya  justru menambah rasa nikmat dari “Si Wedang”. Buktinya,  Raja ingin dibuatkan lagi ramuan yang sama seperti malam itu. Karena itulah minuman tadi dimanakan wedang uwuh, yang bisa berarti minuman sampah, atau minuman yang kejatuhan sampah ya, haha..

    Wedang uwuh, sajian aneka rempah yang diseduh dan bisa menghangatkan tubuh itu, ternyata banyak juga khasiatnya karena dibuat dari aneka ramuan herbal warisan leluhur yang sangat menyehatkan.  Ada jahe, sereh, cengkeh, kapulaga, pala, kayumanis, kayu secang  dan gula batu. Sensasi rasa pedas manis dan aromanya yang harum begitu menyegarkan di tenggorokan. Menurut saya sih, lebih enak bila dinikmati ketika masih hangat di saat pagi, sore hari maupun malam.   

    Dalam takaran yang pas, wedang uwuh memiliki banyak manfaat seperti menyembuhkan batuk ringan, pegal-pegal, perut kembung dan masuk angin. Bahkan bisa menurunkan kolesterol, melancarkan aliran darah dan sebagai antioksidan yang baik sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

   Ketika virus Covid-19 mulai mewabah di banyak negara, termasuk Indonesia, banyak yang menyarankan agar kita mengkonsumsi minuman herbal seperti jamu, dan semacamnya untuk menambah imunitas tubuh agar tidak mudah terkena virus. Dan wedang uwuh menjadi minuman favorit keluarga saya juga  karena selain murah, mudah didapat dan bisa diracik sendiri.  

 

     Coba saja sekali-sekali dan rasakan. Yakin deh, pasti bakal ketagihan..***NZ


Selasa, 28 Juli 2020

Tips New Normal Buat Kesayangan


Pemahaman New Normal tak hanya buat orang dewasa saja ya, anak kitapun perlu tahu tentang pelonggaran aturan di kenormalan baru ini.

By Nur Ida Zed


                                            Foto: Dvine Adinda with Canva


     Dampak pandemi yang sudah dijalani selama lebih dari lima bulan ini membuat kecemasan semua orang. Betapa tidak ? Sejak virus Corona dinyatakan mewabah di negeri ini, bahkan di banyak negara di dunia, tatanan kehidupan seolah harus dirubah agar dapat mencegah penularannya. Kalau dulu sekolah bisa tatap muka, bertemu teman-teman dan semua orang dengan leluasa, jalan-jalan ke mall, belajar bersama dan melakukan banyak aktivitas lain, kini harus dibatasi. Tak hanya pada orang tua, anak-anakpun mengalaminya.

     Namanya juga anak-anak, tentu membutuhkan pemahaman yang berbeda. Karena itu ada tips bagaimana memberikan edukasi New Normal buat kesayangan.

1.             1. Adaptasi dan Transisi. Beri pengertian pada anak mengenai kelonggaran kenormalan baru sebagai masa transisi yang belum normal sepenuhnya. Saat ini masih pandemi, sebaiknya kita beradaptasi dengan situasi ini. Ceritakan bahwa kondisi ini juga dialami oleh semua orang, bahkan di banyak negara. Anggap saja ini sebagai fase kepompong untuk menjadi kupu-kupu, sehingga kita harus bisa melewatinya dengan senang hati.

2.                2. Beri Contoh dan Disiplin Diri. Anak biasanya meniru perbuatan dan kebiasaan orang tua. Untuk itu sebaiknya tidak hanya memberi tahu saja, tapi juga melakukannya. Orang tua memberi contoh sebagai rule model. Seperti tetap di rumah saja bila tidak ada keperluan mendesak. Jika harus pergi, tanamkan disiplin diri dan patuhi peraturan yang ada dengan wajib memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun serta membawa handsanitizer, dan juga jaga jarak aman atau social distancing. Beritahu mengapa kita harus melakukan itu.

3.                 3. Saling Support dan Dampingi Untuk Mandiri. Terutama buat anak yang sudah sekolah, karena di masa transisi normal baru ini masih diberlakukan pembelajaran jarak jauh alias PJJ sampai kondisi memungkinkan untuk tatap muka. Dampingi agar anak tidak merasa terbebani, tanpa intervensi. Meski sedang work from home maupun work from office sekarang ini, sesekali ingatkan anak apakah semua tugas sudah dikumpulkan, agar mereka merasa tetap diperhatikan. Berikan pengertian bahwa pada dasarnya pembelajaran jarak jauh lewat daring ini juga mengajarkan anak untuk mandiri.

4.               4. Perlunya Olahraga Ringan dan Jaga Nutrisi. Meski harus mengurangi kegiatan dan banyak di rumah saja, jangan lupa melakukan olahraga ringan untuk menjaga kondisi badan supaya tetap sehat dan pikiran fresh. Belum boleh berkumpul dengan banyak orang karena khawatir terpapar, mungkin bisa yoga atau gerak badan pagi di halaman rumah saja sembari berjemur. Selain itu jaga asupan nutrisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Ini penting untuk membentengi tubuh kita agar virus tidak mudah masuk. 

5.               5. Tetap kreatif dengan sesuatu yang ada agar tidak jenuh. Ya, kejenuhan yang terjadi adalah hal yang wajar. Lakukan kegiatan bersama yang menyenangkan sembari bereksplorasi dan bertukar pikiran seperti memasak, berkebun atau melukis agar anak tidak terlalu merasakan dampaknya. Dengan begitu, anak juga akan mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat. Ciptakan suasana yang nyaman supaya tetap menjaga mood anak jangan sampai stres.

6.         6. Kurangi nonton berita yang berkaitan dengan virus Covid-19. Terutama berita tentang kematian dan hal lain yang belum bisa dicerna oleh anak seusianya. Meski tidak bisa mengelak dan harus dijelaskan kenyataan yang sebenarnya, namun usahakan supaya tidak menambah kecemasannya. Lebih baik nonton channel yang menyenangkan dan mebuat bahagia agar menambah daya imunitas dan pengaruh positif bagi anak.

7.              7. Banyak berdoa agar situasi ini segera berlalu. Kekuatan doa akan bisa mengalahkan segalanya. Percayalah pada Kuasa Sang Pencipta, bahwa setiap manusia akan diuji tidak melebihi dengan kemampuannya. Ajari mereka berserah diri dengan memperbanyak ibadah. Mungkin dengan sering sholat berjamaah, atau doa bersama setiap saat. Hal ini akan membawa ketenangan lahir dan batin yang dibutuhkan dalam situasi pandemi seperti sekarang.

 

Nah, mari bersama-sama dampingi anak kita di saat pandemi ini ya, beri edukasi sesuai dengan cara berfikirnya. Ambil saja himah dari semua kondisi ini. Semoga badai Corona cepat berlalu. ***NZ

 


Minggu, 26 Juli 2020

Ilmu Akan Menuntun Jalanmu


     Ibaratnya sebagai cahaya, ilmu akan menerangi jalan membawa langkah ke tujuan. Bekal ilmu akan menuntun ke arah yang benar.

By Nur Ida Zed


                                                            foto: Dvine Adinda

     Masih ingatkah nasehat orang tua kita dulu, sekolah yang benar agar mendapat ilmu. Karena ilmu sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan. Berbagai ilmu yang dipelajari akan membuat kita mengerti mana yang benar dan mana yang salah, sehingga tidak mudah tersesat, bahkan terperosok dan jatuh. Dan ilmu membawa pikiran kita untuk terus berkembang dan semakin maju.

     Seiring dengan kebutuhan manusia, muncul berbagai macam ide dan gagasan sebagai ilmu baru yang sesuai dengan perubahan zaman. Perkembangan ini tentu saja membuat kehidupan jadi semakin mudah. Kalau dulu mau baca berita atau artikel gaya hidup dan hiburan harus mencari koran dan majalah, kini semua bisa didapat lewat genggaman alias gadget atau handphone. Dulu pesawat televisi hanya memiliki beberapa channel saja, tapi dengan perkembangan ilmu dan tehnologi, kita sekarang tak susah jika mau menonton channel sesuai dengan genre yang kita ingini. Dengan ilmu segala hal banyak yang bisa diwujudkan. Karena itulah sebagai orang tua, warisan ilmu lebih berharga daripada harta benda semata.

     Adanya orang berilmu akan bisa menjaga hartanya. Sebaliknya jika tidak mau menambah ilmu sebagaimana gelas kosong layaknya hanya pantas menjadi pajangan saja. 

 

Tak Akan Pernah Habis

     Selain itu, berbeda dengan harta benda yang bisa habis setelah dibelanjakan, ilmu yang dipakai dan diamalkan tak pernah habis, malah akan bertambah manfaatnya. Semakin banyak berbagi ilmu yang bermanfaat, maka semakin terang dunia karena pengaruhnya. Sebagai ibu yang pernah kuliah di fakultas komunikasi, saya suka sharing dan berbagi. Setiap bertemu dengan nara sumber untuk interview, atau siapapun seperti teman, kolega dan lainnya, saya berusaha menyampaikan komunikasi positif agar tidak terjadi salah persepsi. Ini bagian dari aplikasi ilmu yang saya pelajari.

     Tak hanya itu, terhadap keluarga dan anak-anak, hal ini juga diterapkan sehingga bisa terjalin hubungan yang harmonis antara personal dengan saling mengisi, mendukung dan melengkapi. Ilmu itu memang tidak selalu saklek seperti teori, banyak yang mengalir mengikuti situasi dan kondisi.

 

Ilmu Dibarengi Dengan Akhlak.

     Apa jadinya bila berilmu tidak berakhak ? Ibarat orang buta, dia akan bingung dan meraba-raba. Sebaliknya berakhlak tapi tak berilmu seperti orang lumpuh yang tak bisa kemana-mana. Nah, untuk menjadi sempurna ilmu saja tidaklah cukup, harus dibarengi dengan akhlak yang baik dan mulia. Ada beberapa tips bagi penuntut ilmu sebagai bekal yang perlu disiapkan menurut Imam Syafii. Pertama kecerdasan. Kecerdasan pada diri manusia ada dua, yakni kecerdasan sejak lahir dan kecerdasan yang diperoleh lewat usaha seperti suka membaca, menyimak diskusi dan lainnya.

   Kemudian semangat, rasa antusias dan optimis saat menuntut ilmu. Lalu sungguh-sungguh, termotivasi dan tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan. Selanjutnya berkecukupan, bekal ini berkaitan dengan harta dan biaya saat menuntut ilmu. Setelah itu bersahabat dengan guru, bertemu langsung supaya dapat memiliki dasar yang kuat. Keberadaan guru penting sebagai sumber ilmu. Dan terkhir membutuhkan waktu yang lama. Waktu yang panjang dalam mencari ilmu yang tak akan ada habisnya hingga akhir usia.

     Demikianlah  pentingnya memahami ilmu. Bahkan ilmu dapat mengangkat derajad seseorang, seperti yang tertuang dalam Al-Quran surat Al-Mujadalah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.  Dan Allah Maha mengetahui yang kamu kerjakan.”

      Semoga kita menjadi salah satu di antaranya yaa.***NZ


Kamis, 23 Juli 2020

Gelas itu Kamu, Kosongkan Sebelum Menimba Ilmu


Mengosongkan pikiran sebelum belajar memang perlu ya, apapun itu. Bersiap menerima ilmu dari siapapun agar lebih bijak langkah hidupmu.

By Nur Ida Zed


                                                               foto. Dvine Adinda  

     Apa jadinya jika kita menuangkan air ke dalam gelas yang sudah penuh? Pasti akan tumpah, dan percuma alias sia-sia saja. Tapi jika gelas itu kosong, atau sudah dikosongkan, maka dengan mudah air segar yang akan tertuang memenuhi gelas yang disiapkan. Begitupun jika ingin belajar sesuatu. Kosongkan dulu pikiranmu, baru terima apa yang ingin didapat dari sebuah ilmu.

   Penyair legendaris Chairil Anwar pernah menulis dalam salah satu puisinya: Jadi, isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan. Tembus jelajah dunia ini dan balikkan. Terlintas seorang pengembara yang selalu haus akan ilmu, pengetahuan, perjalanan, pengalaman dan selalu ingin mendapatkan hal baru, suasana berbeda, sensasi berwarna untuk memenuhi gelasnya. Menyerap sebanyak mungkin dan rasakan hingga penuh, lalu ketika ingin bereksplorasi dengan pengalaman yang baru, kosongkan. Begitulah sehingga kita bisa memaknai setiap perjalanan.

     Lalu perjalanan apa yang kita inginkan ? Tentu saja, hidup ini adalah perjalanan. Setiap hari banyak hal yang dapat dipelajari, bahkan disaat kita bertemu setiap orang. Suatu kali ketika harus menemui seorang tokoh untuk diinterview, misalnya, saya selalu mendapatkan pelajaran baru. Ilmu yang tak sekedar dipelajari di bangku kuliah, tapi lebih dari pengajaran yang dituang lewat kehidupan. Harapannya tentu agar semakin bijak dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ya, ilmu itu bisa didapat dari segala penjuru. Bahkan dari seekor semut kecil yang berjalan beriringan membawa sebutir sagu. Kerja keras dan kebersamaannya dapat menjadi semangat agar tetap berjuang dan terus maju.

     Seorang pemulung yang ditemui di jalanan dengan kondisi tak sempurna, ia mengajarkan pada kita untuk senantiasa bersyukur, memahami kebesaran Sang Pencipta dan memberi kesempatan untuk berbagi. Ilmu kehidupan bisa didapatkan saat kita peka terhadap semesta dan lingkungan di sekitarnya. Berbagai ilmu itu bisa diperoleh bila kita tak berhenti untuk belajar dan terus mencarinya. Sesuai kata Hadist Nabi, carilah ilmu sampai ke negeri China.

 

Gelas Itu Kamu

     Ketika ingin belajar sesuatu untuk mencari ilmu, anggaplah gelas itu kamu. Aku dan kamu. Mengosongkan pikiran saat ingin belajar supaya dapat mencerna dan meresapi dengan benar. Kuncinya hanya butuh berpikiran positif dan terbuka untuk menerima ilmu, sehingga mudah menampung semua masukan tanpa merasa diri paling tahu. Nikmati saja sajian ilmu yang diberikan dengan menempatkan diri sebagai gelas kosong, dan siap menerima kucurannya dengan sempurna.

     Seringkali seseorang merasa sudah puas dengan ilmu yang didapat tanpa mau belajar lagi. Males, capek, juga alasan usia. Padahal belajar sebenarnya tak dibatasi oleh usia. Di era milenial seperti sekarang ini, sebaiknya kita harus update sesuai perkembangan jaman agar tidak ketinggalan. Apalagi pada situasi pandemi saat ini. Semua serba daring dan bisa dilakukan lewat internet. Bila tidak mau belajar apa jadinya.

    Ya. Berburu ilmu tak perlu ragu. Isilah gelasmu dengan berbagai ilmu hingga terus bertambah. Pastikan hati dan pikiran bersih saat menimba ilmu. Maka ketika gelas itu penuh, tuangkanlah, dan berbagilah supaya mendapat manfaat berlipat ganda. Semoga yaa. ***NZ    


Sabtu, 13 Juni 2015

Berbuka dengan Buah Naga: Dapat Kesegarannya, Banyak Manfaatnya



Buah Naga di Bulan Puasa
By  Nur Ida Zuhayanti


Tak hanya membawa kesegaran, buah naga menyimpan manfaat untuk kecantikan, stamina dan anti kanker



     Kini buah naga tak lagi asing di telinga kita, dan mudah didapatkan di mana-mana. Keberadaannya tak hanya di supermarket, swalayan atau pasar modern saja, namun buah berkulit merah dan bersisik yang menyerupai tekstur kepala naga itu juga dapat ditemui di pasar tradisional serta di toko buah pinggir jalan. Ya. Budidayanya yang tidak terlalu sulit dan sesuai dengan struktur tanah di daerah tropis di negeri ini membuat buah yang  termasuk dalam keluarga kaktus dan memiliki nama latin Hylocereus polyrsihizus ini mulai digemari dan banyak penikmatnya.  

     Bagi masyarakat keturunan tionghua, buah naga yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan  telah merambah hingga kawasan Asia ini identik dengan buah pembawa berkah. Seringkali dijumpai pada saat upacara ritual perayaan adat seperti  Tahun Baru Imlek serta Cap Go Meh, Waisak maupun persembahan lain karena biasa diletakkan di antara dua patung naga pada altar tempat peribadatan untuk melengkapi  setiap doa. Konon karena keberadaan buah ini merupakan simbol kewibawaan, kemakmuran dan kekuatan. Namun buah ini ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan, lho, karena mengandung berbagai zat  dan vitamin yang sangat baik bagi tubuh. Seperti kalori, protein, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, Vitamin B1, B3 dan B12. Serta niasin, ribovlavin, tiamin dan lain-lain, sehingga cocok dikonsumsi pada saat berbuka puasa.


Kaya Serat untuk Stamina dan Energi

     Buah naga ini termasuk jenis buah yang kaya akan serat yang dibutuhkan oleh tubuh.  Serat yang terdapat dalam buah naga mampu melancarkan sistem pencernaan sehingga membantu menjaga kesehatan usus. Pada beberapa penelitian menemukan bahwa pola makan tinggi serat dapat menurunkan  penanda biologi resistensi insulin, karena serat memiliki efek anti inflamasi. 

     Serat mampu memperlambat karbohidrat yang kita konsumsi  menjadi glukosa dalam darah sehingga mampu mencegah kenaikan gula dalam darah, yang mengacu pada penyakit diabetes serta stoke. Selain itu, serat ini juga sangat baik untuk diet karena dapat memperlambat perjalanan makanan menuju saluran pencernaan sehingga nutrisi diserap lebih lambat yang membuat perasaan kenyang lebih lama. Dan efeknya, kita dapat menjaga berat badan dan lemak tubuh yang seringkali membahayakan kesehatan. Dengan menkonsumsi buah naga pada saat berbuka puasa, maka stamina dan energi akan tetap terjaga.


Antiksidan untuk Kecantikan dan Anti kanker

     Selain itu, buah naga ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, lho.  Sangat baik bagi perempuan, karena antioksidan ini diperlukan untuk melindungi kulit dari radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Jika dikonsumsi secara rutin, mampu menetralkan racun seperti merkuri dan arsen yang dapat  membahayakan tubuh.

     Vitamin C yang terdapat dalam buah naga ini juga dibutuhkan untuk membantu system kekebalan tubuh sehingga baik bagi anak pada masa pertumbuhan. Apalagi disaat berpuasa, dimana kondisi tubuh rentan terhadap kuman dan penyakit. 

     Buah naga banyak mengandung air yang diperlukan sebagai pengganti cairan yang hilang saat melakukan ibadah puasa. Memiliki kandungan betakaroten yang baik untuk menjaga kesehatan mata, fosfor dan kalsium yang dibutuhkan untuk kekuatan tulang dan gigi. 

     Terlebih lagi, kandungan zat dan vitamin yang ada pada buah naga ini mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah dan mengatur kadar gula darah, sehingga selain dapat mencegah diabetes, stroke juga anti kanker. 


Cara Penyajian

    Sebenarnya ada beberapa jenis buah naga yang biasa dijumpai di pasaran. Antara lain buah naga putih yang memiliki daging buah berwarna putih serta buah naga merah yang mempunyai daging buah berwarna merah. Keduanya sama-sama berkhasiat dan enak dikonsumsi. Biasa dibuat untuk campuran sup buah bersama irisan buah segar lainya, seperti apel, anggur,  mangga, strawberry dan lainnya, juga sangat lezat bila dibuat salat buah naga dengan mayonaise

     Selain itu, buah yang banyak mengandung kadar air ini juga cocok bila disajikan sebagai  jus buah.  Buah naga merah memiliki rasa yang lebih manis dari pada buah naga putih. Karena itu bila ingin menyajikan sebagai jus, sebaiknya tidak mencampur dengan gula, karena dapat merusak rasa dan kandungan gizinya. Akan lebih baik bila pemanis diganti dengan madu saja.  

     Sebagai menu kudapan, buah naga ini dapat dimanfaatkan melengkapi sandwich untuk pengganti selai bersama roti gandum. Rasanya yang manis dan segar akan menjadi sajian yang sesuai untuk berbuka puasa atau bahkan saat sahur. Sebaiknya, buah naga ini dikonsumsi ketika masih segar, ya, dan tidak disimpan di dalam kulkas terlalu lama karena akan mengurangi kandungan gizinya. Nah, tunggu apa lagi. Buah unik berbiji banyak ini tentu dapat menjadi pilihan untuk dikonsumsi pada saat berbuka puasa. Agar kondisi tubuh tetap fit, cantik  dan ibadah pun menjadi lancar.   So, Happy  fasting ! ***NZ   
foto-foto: Nur Ida Zed