Sabtu, 04 Februari 2023

Kebaikan dan Kejujuran Mata Uang Dimana-Mana

      Apa yang akan kau berikan pada anak cucu, karena harta benda bukan segalanya. Kebaikan dan kejujuran adalah mata uang dimana-mana.

by. Nur Ida Zed

                        design by Canva @nuridazed

     Pernah nonton film yang membahas tentang warisan? Gara-Gara Warisan, judul sebuah film yang disutradarai Muhadkly Acho yang saya tonton di channel Disney Hotstar ini tak hanya menarik karena pemainnya aktris dan aktor piawai macam Oka Antara dan Ira Wibowo, serta kocak karena ada beberapa komika, tapi setidaknya menyisakan nasehat dalam kehidupan nyata. Drama keluarga dengan konflik yang dihadapi orang tua terhadap anak-anaknya berkaitan dengan harta peninggalan sebelum dia dipanggil kembali ke hadiratNya. Adanya sebuah guest house yang menjadi rebutan pengelolaan di antara ketiga anak yang memiliki karakter berbeda.

     Tema yang mengadopsi dari realitas kehidupan ini bisa terjadi pada siapapun lho, sehingga perlu diingat bahwa warisan berupa harta benda sebenarnya bukan segala-galanya, bahkan bisa membuat saling sengketa dan penuh prasangka antar saudara. Cerita lain yang sejenis juga kerap ditemui pada kisah keluarga besar yang konon karena harta dapat menghancurkan semua nilai persaudaraan yang telah dibangun sekian lama. Karena itu selain harta, ada hal yang lebih penting untuk diberikan pada anak cucu, salah satunya mengenai pemahaman tentang kebaikan dan kejujuran.

     Kedengarannya mungkin klise ya, atau bahkan ada yang berpendapat: Hari gini gitu lho, bicara tentang kebaikan dan kejujuran. Rasanya hanya bull shit saja. Banyak contoh nyata ketika memegang pada dua hal tadi malah membuat sengsara. Namun bagi saya kebaikan dan kejujuran ini adalah modal yang harus diberikan pada generasi muda supaya teguh pada prinsip dan dedikasinya.

    Memang sih, berbuat kebaikan dan melakukan kejujuran itu akan banyak tantangannya. Tapi setidaknya bila ini diajarkan sejak dini, maka akan tertanam dalam diri seseorang sehingga tak akan lagi mengingkari hati kecil dan nuraninya. 


Hakikat Kebaikan dan Kejujuran   

     Kebaikan dan kejujuran merupakan sikap dan perilaku seseorang yang akan menjadi karakter dan pribadinya. Kebaikan menunjukkan segala sesuatu yang bersifat positif dan akan berdampak juga pada kebaikan lainnya. Sementara kejujuran menyangkut pada sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya dan tidak berbohong tapi berkata sesuai dengan hal yang terjadi. 

     Jujur itu merupakan sifat yang membutuhkan kesesuaian antara perkataan yang diucapkan serta perbuatan yang dilakukan. Artinya seorang yang jujur itu ketika mengucapkan sesuatu akan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Jujur mengatakan apa adanya, tanpa mengingkari fakta dan selaras dengan hati nuraninya. Bukan jujur kacang ijo ya, haha.

     Membangun kekuatan pada karakter ini akan membuat seseorang melakukan kebaikan dengan setulus hati dan bersikap jujur karena kebenaran yang tak bisa diingkari. Melatih diri untuk mengatakan kebenaran meskipun kadang sulit dan beresiko ketika disampaikan. Semua itu saya yakin akan membawa pada sikap terpuji yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan kepercayaan orang lain sebagai modal besar untuk masa depannya. 


Manfaat kebaikan dan kejujuran 

     Tak hanya hikmah yang didapat ketika sudah ditanamkan mengenai kebaikan dan kejujuran, tapi juga banyak manfaatnya. Antara lain: 

     *Hidup akan menjadi lebih tenang. Terang saja ya, karena bila menyimpan kebohongan biasanya selalu diikuti dengan kebohongan selanjutnya, sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran. 

   *Membuka pintu kesuksesan. Dengan kebaikan dan kejujuran biasanya akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, seperti teman, sahabat bahkan atasan dan orang penting lainnya. Kalau sudah demikian, maka pintu kesuksesan akan terbuka lebar. 

     *Disenangi banyak orang.  Dalam berteman kita selalu mencari orang yang baik dan jujur. Ketika menemukan kebohongan dan kejahatan, sebaiknya segeralah menghindar. 

     *Selalu mendapat kasih sayang dan bimbingan dari Allah SWT. Kejujuran merupakan nilai tertinggi dan fondasi utama tegaknya nilai kebenaran dalam kehidupan. Ini merupakan sifat Nabi yang diajarkan pada ummatNya, yakni sidiq atau orang yang jujur dan dapat dipercaya. 


Ciri Orang Jujur 

     - Tidak suka basa-basi dan selalu mengatakan apa adanya.

    - Tidak suka membohongi diri sendiri.

    - Mempunyai pikiran dan kepribadian yang tenang dan meyakinkan.

    - Memahami cara membangun hubungan yang berarti dengan orang lain.

    - Tidak merasa harus menyenangkan semua orang.


      Arti penting dari kebaikan dan kejujuran ini memang tak akan bisa dipisahkan ya. Karena dalam hadist Nabi juga disebutkan bahwa kejujuran akan membawa pada kebaikan, semetara kebaikan akan dibalas dengan surga. Nah, menurut saya dua hal ini perlu juga diwariskan kepada anak cucu agar generasi penerus bangsa tetap membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat. Sebab kebaikan dan kejujuran itu adalah mata uang dimana-mana.

     Salam sehat dan selalu semangatt!!***NZ


Kamis, 02 Februari 2023

Petjahh!! Syukuran 11 Tahun Kumpulan Emak Blogger

      Hari itu para emak pada ngumpul. Seseruan merayakan ulang tahun, di syukuran 11 tahun Kumpulan Emak Blogger. Berjejak dan Berbagi. Petjahh..!! 

by. Nur Ida Zed

                    Syukuran 11 Tahun KEB. Makpon, Makpuh, Maketu, Makmin. (dok.pri)

     Kata"Emak" yang sering kita dengar seolah memberi arti pada seorang perempuan yang mengayomi. Sebagai ibu dan perempuan yang selalu ada dengan jati dirinya yang multi talenta. Dari semua hal deh pokoknya. Untuk urusan apapun itu, emak seringkali meninggalkan logika karena lebih "patuh" pada insting dan perasaannya. Hingga anekdot yang sempat viral menyebut emak-emak identik dengan: Ngesein kanan belok kiri, atau Jangan berani lawan emak-emak karena mereka gak pernah salah, alias Emak selalu benar. Hahaa. Tapi jangan ditanya ya, kenekadan emak yang  sesungguhnya ini bisa merubah dunia, sebab di tangan emaklah generasi itu lahir dan berada. 

      Masih menyebut kata Emak, kali ini untuk sebuah komunitas yang menamai Kumpulan Emak-Emak Blogger , ketika sama-sama memiliki visi positif dan saling mendukung satu sama lain, ternyata bisa berdaya dalam karya untuk mewujudkan jati diri yang sesungguhnya. Kiprah kreatifnya sudah tak diragukan lagi, bahkan di era lierasi digital sekarang ini. Mereka bersuara, mencurahkan isi hati, mengungkap cara pandang dan pola pikir serta berbagi mengenai segala hal ala emak lewat blogging yang mampu menginspirasi.

     Lalu kemarin itu, tepatnya di hari Sabtu, 28 Januari 2023 di Bali Notes Terrace,  Jakarta Selatan, Kumpulan Emak-Emak Blogger atau KEB merayakan hari jadinya yang ke-11. Hebat, kan. Sejauh ini komunitas yang digawangi oleh Mak Mira Sahid sebagai Founder serta Mak Indah Juli Sibarani sebagai co-Founder tetap eksis dan selalu menginspirasi para emak yang menjadi member dan semua emak di negeri ini dengan memberikan dukungan terhadap Gerakan Nasional Literasi Digital-Siberkreasi.

                                    Sambutan Founder KEB, Mira Sahid (dok.pri)


     "Sebenarnya birth day-nya tuh tanggal 18 Januari, tapi syukurannya dirayain hari ini," begitu ungkap Mak Mira, panggilan perempuan cantik penyuka kopi itu memulai sambutannya. Karena terkendala pandemi yang panjang kemarin itu, maka baru kali ini diadakan pertemuan secara on side lagi, sekalian saja sebagai puncak acara unniversary KEB 11 Tahun yang kebetulan di wilayah Jabodetabek. 

     Untuk menyambut ulang tahun yang ke-11, sebelumnya KEB mempunyai rangkaian kampanye seperti #KEBCharity11KRun yang merupakan charity dan donasi dengan cara berlari sejauh 11 kilometer, sesuai dengan usianya kini. Jadi para member bisa berdonasi dan berlari kemudian diupload di sosial media dengan aplikasi Strava. Menurut Mak Elly Nurul, ketua umum KEB saat ini, agar keseruan acaranya bisa dirasakan juga oleh semua member baik di Indonesia maupun di luar negeri.   

     Emang sih, kegiatan ini dimaksudkan agar para emak tetap bergerak dan menjaga kesehatan serta kebugarannya. Emak juga kudu tetap fit dan selalu gembira serta bahagia dengan berolah raga. Wah, keren banget ini konsepnya. Jadi para emak juga bisa saling intip dan menyemangati meski tak berada di satu lokasi. Sejauh ini member KEB memang sudah menyebar di berbagai kota ya, dan tagline di ulang tahun ke sebelas kali ini adalah:  Berjejak dan Berbagi. 

     Rangkaian keseruan juga dirasakan saat fun walk atau jalan sehat yang dilakukan di area Carfreeday Sudirman Thamrin bersama komunitas PPBN, Perempuan Pelestari Budaya Nasional. Berbaur dengan para member yang datang, semangat para emak ini mampu memantikkan energi positif untuk selalu berdaya dan berkarya di ruang digital serta menyebarkan informasi kebaikan mengenai kain dan kebaya kepada masyarakat luas melalui media sosial.


Keseruan Acara di Venue

     Meski diliputi dengan suasana gerimis mengundang siang itu, tapi tak menyurutkan semua tamu yang hadir untuk menyemarakkan acaranya, termasuk saya. Dengan dresscode bernuansa kain dan kebaya, saya menyusuri jalan menuju venue yang sudah terasakan semaraknya ketika sampai di gerbang Bali Notes Terrace, di Jl. Prof. Joko Sutono SH no. 15, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

                                Bali Notes Terrace (dok.Ig @balinotes)


     Nuansa Bali terlihat lewat payung-payung yang ditata di outdoor sebagai ciri khas, memberi kesan etnik yang ditunjukkan melalui ornamen untuk konsep caffee resto ini. Masih di suasana imlek, ada beberapa lampion merah yang seolah menayambut kedatangan para tamu ketika memasuki area. 

     "Langsung masuk saja di sebelah kiri, ya. Silakan.." Sapa Mak Gusti Yeni yang bertugas di depan dengan ramah setelah menyodorkan buku list kedatangan di mejanya. Saya lalu menuju venue bersama para member lainnya, dan menikmati sajian lunch lebih dulu sebelum acara syukuran dimulai. 

                                        Lunch dish at Bali Notes Terrace (dik.pri)


     Beberapa menu andalan di Bali Notes Terrace yang tersaji sudah saya cicipi. Ada Nasi Mandhi dengan beras brasmati yang lembut sekali, Grilled Chicken - ayam yang dipanggang dari Chicking berbumbu Dubai serta sambal dengan racikan khusus dilengkapi capcay dengan paduan sayur, bakso dan jamur yang enak sekali. Hmm.

     Pada jam satu siang lebih sedikit, puncak acara Syukuran 11 Tahun Kumpulan Emak Blogger ini  mulai dibuka oleh Mas Abi Satria sebagai MC. Setelah sambutan dari Founder, Co-Founder dan Ketua Umum, dilanjutkan dengan mini workshop seputar dunia literasi digital oleh nara sumber.

                MC Abi Satria dan nara sumber Ali Muakhir, Oktora Irahadi (dok.pri)


     Arti pentingnya peran para emak blogger yang diharapkan dapat memberikan informasi kebaikan dan kebenaran tanpa hoaks disampaikan oleh Donny BU sebagai Ketua Umum Siberkreasi. Para emak adalah ujung tombak yang bisa memberikan informasi positif dan bermanfaat buat masyarakat luas lewat dunia literasi digital seperti media sosial dan blog. Arahan ini tentu penting banget buat para emak blogger dalam kiprah dan karyanya sebagai konten kreator yang terus berdampak, berjejak dan berbagi.

                                    Tora Irahadi CEO INFINA @infina.id (dok.pri)


     Selanjutnya Oktora Irahadi @oktorairahadi, yang memberikan materi seputar Cari Cuan Lewat Dunia Digital yang relate dengan emak-emak masa kini. Beberapa tips dan trik yang dipaparkan seperti pemahaman mengenai konsep COST, yakni Consistency, Objective, Socialize serta Time bagi seorang creator digital. CEO Infina.id yang lekat dengan semangat #MulaiAjaDulu ini juga membuka wawasan mengenai banyaknya peluang pekerjaan serta bisnis di era digital sekarang ini. 

     Kemudian materi mengenai Menulis Inspiratif Tanpa Fiktif yang disampaikan oleh Ali Muakhir @alimuakhir untuk menambah potensi para emak blogger dengan metode EMAK. Yakni Endapkan rasa, Mulailah dengan membuat struktur, Apa pesan yang akan disampaikan dan Kapan tulisan dituntaskan. Semua memberi manfaat dan menambah ilmu buat para emak blogger. 

                                        Style kebaya modern dari PPBN (dok.pri) 


     Di sela acara siang itu juga ditampilkan kolaborasi fashion show dari PPBN yang  menyuguhkan aneka kebaya nasional yang dapat diaplikasikan untuk kegiatan sehari-hari. Style berkebaya modern dapat dikenalkan juga buat perempuan lintas generasi. Wah, bisa juga nih ditularkan untuk putri saya yang generasi Z ya.  Keren deh pokoknya. 


Peluncuran e-book KEB dan Charity

     Dan puncak acara yang ditunggu dan tak kalah seru adalah pemotongan tumpeng oleh Mak Mira Sahid selaku Founder beserta jajaran pengurus KEB yang menggawangi komunitas ini dari tahun ke tahun. Potongan demi potongan disampaikan untuk para emak yang pernah mengukir sejarah bagi komunitas ini, disertai bongkahan doa terbaik buat perjalanan selanjutnya. Saya terharu ketika Mak Yati, salah satu blogger senior yang usianya sudah sepuh ikut hadir menyemangati, menerima potongan tumpeng yang entah ke berapa kali. Mengucap doa dan harapan agar tahun depan bisa berkumpul lagi. Rasa optimis perempuan ini masih terpancar lewat celah matanya yang sudah tidak muda lagi. So deep, Mak. Sehat terus ya.

           Untuk tetap eksis dan terus menginspirasi hingga perjalanan sepanjang sebelas tahun, lebih dari satu dekade tentu bukanlah hal yang mudah bagi sebuah komunitas. Pasti ada banyak kisah yang tersimpan dalam cerita sebagai proses yang menarik untuk dikupas dan dijadikan perjalanan penuh makna. Karena itulah di moment baik pada syukuran 11 Tahun KEB akan diluncurkan e-book yang ditulis oleh para makmin Kumpulan Emak Blogger dengan judul "Warna-warni Dunia Blogging dan Cerita di Balik Dapur Komunitas."

     "Selamaat yaa..!"

   Di session ini juga disampaikan mengenai penyerahan secara simbolis #KEBPeduli melalui kampanye #KEBCharity11KRun dalam rangka KEB 11 Tahun sebesar Rp.2.500.000 kepada RA Miftahul Jannah, Noborejo, Salatiga. Diwakili oleh Maketu Elly Nurul kepada Maketu Solo Ranny Afandy. Barakallah. 

        Penyerahan donasi charity oleh Maketu Elly Nurul kepada Maketu Solo, Ranny Afandy (dok.pri)


     Keseruan ini dilengkapi juga dengan games dan bagi-bagi hadiah serta e-money buat para member yang beruntung, lho. Seperti Emak Berkain Kebaya terbaik, Emak yang paling aktif serta permainan lain yang tentu menambah semarak dan menyenangkan. Kalo saya sih cukup beruntung juga karena duduk di kursi yang di bawahnya ternyata ada label hoki, hihi. Makasiih ya, Mak.

            I'am Hoki, Maak! (foto dok.pri @nuridazed)


     Menutup rangkaian acara, diakhiri dengan sesi foto bersama. Di sini para emak terasa jadi lebih akrab. Saling sapa, saling kenal, berbagi energi positif dengan networking dan silaturahmi. Berkomitmen untuk terus menebarkan inspirasi kebaikan lewat dunia digital. Selalu mendukung, berkolaborasi juga memberi manfaat buat masyarakat dan bertekad membawa suara perempuan layak dipertimbangkan sebagai sumbangsih serta kontribusi untuk kemajuan negeri tercinta ini dengan karya kreatifnya.   

     "Petjahh..!!"


      Keseruan acara Syukuran KEB 11 Tahun ini didukung oleh Siberkreasi, Kominfo RI, INFINA dan Bali Notes Terrace.


      "Hepi Milad KEB yang ke-11. Stay stunning for Emak-Emak. Luv.."


                                    design by CapCut @nuridazed

          Salam sehat dan selalu semangaatt..!!***NZ

Senin, 30 Januari 2023

Belajar dari Pengalaman Orang Tak Ada Salahnya

    Pengalaman kurang baik yang dihadapi orang lain bisa menjadi pelajaran buat kita juga. Karenanya harus pandai memilah saat memilih agar tak membuat kesalahan yang sama, termasuk soal menjaga kesehatan. 

by. Nur Ida Zed

                                            Foto:design by Canva @nuridazed


     Masih menjadi perbincangan panjang meski sudah dua hari lalu kami menengok seorang teman di rumah sakit karena terkena maag akut. Awalnya tak dirasakan, hanya seringkali mual dan nyeri lambung biasa, nanti setelah diberi obat hisap yang dijual di pasaran juga sudah mendingan. Tapi karena terus dibiarkan, sampai menyebabkan radang dan melukai dinding lambung hingga infeksi. Sedih banget melihatnya waktu itu. Kondisinya terlihat semakin parah, wajahnya begitu pucat dan badannya lemas sekali. Nampak jarum infus dan selang di sana sini. Kata dokter salah satu penyebab sakitnya itu karena banyak pikiran dan terlambat makan. 

     Saya kenal teman saya ini seorang yang rajin dan pekerja keras. Punya dedikasi dan jarang mengeluh. Setiap tugas yang diberikan selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Katanya bila sudah sibuk bekerja begitu, apalagi bila sedang deadline seringkali lupa mengisi perut, karena tak sempat terpikirkan bahkan tidak merasa lapar. 

     Rasanya kebiasaan seperti teman saya ini banyak juga yang mengalami, ya, termasuk saya. Seringkali ketika sudah keasyikan melakukan sesuatu, seperti menyelesaikan tugas yang sedang ditunggu atau lagi mood menulis, bahkan saat menonton serial kesayangan di Hotstar Disney atau Netflix sampai lupa kalau perut kosong dan waktunya minta diisi. Tahu-tahu aja berasa kenyang lagi (kenyang karena udara maksudnya, haha). Kalau sudah khusuk begitu, bawaannya gak kepikiran makan, selalu menunda dan menunda lagi. Nanggung deh, paling kelar nanti dikit lagi. Tapi demi melihat pengalaman teman saya ini rasanya jadi kayak ditampar, diingatkan, dengan suatu pesan yang sebenarnya gampang: Jangan telat makan.


Belajar dari Pengalaman Orang 

     Kalimat bijak mengatakan, selalu belajarlah dari pengalaman. Saya setuju banget dengan ini. Sebab dari pengalaman membuat kita mengerti dan mengalami sehingga dapat menjadi pembelajaran yang berarti. Namun pengalaman itu, pada beberapa kasus tentu tak harus dialami sendiri ya, terutama untuk pengalaman yang kurang baik, seperti kesalahan dan kebiasaan buruk. 

     Di banyak berita yang kita baca dan siaran di televisi seringkali menyiarkan hal yang bisa dipelajari termasuk dari pengalaman orang lain. Kasus-kasus yang menyedihkan, yang menimpa orang lain hendaknya bisa disaring agar tidak kita alami. Seperti kasus penipuan berkedok ibadah umroh dulu itu, penipuan dengan iming-iming bisa masuk PNS, pembobolan mobile banking, juga penculikan anak yang kini lagi marak bisa menjadi warning agar tetap waspada terhadap kemungkinan kejadian ini. Bagi saya ini merupakan cara belajar dari pengalaman orang lain, yang dapat mebuat kita lebih berhati-hati agar tidak mengalami hal yang sama. 

     Begitupun pengalaman orang lain mengenai kesehatannya, seperti pada teman saya tadi. Jika tidak mau terkena maag akut hingga harus opname di rumah sakit, sebaiknya tetaplah menjaga kesehatan dengan memperbaiki pola makan dan memperhatikan gaya hidup sehat. Boleh saja fokus dan loyal terhadap tugas dan pekerjaan, tapi tetap selalu ingat jangan lupa makan. Sebab kalau sudah drop dan tepar begitu, kita sendiri yang merasakan. 

     Saya sering bawel terhadap anak-anak dan bapaknya mengenai hal ini. Setidaknya mengingatkan waktu makan di grup whatsapp my family. Kalau ada yang belum merespon, saya akan tanya dan tanya lagi. Sesibuk apapun itu, tak boleh meremehkan masalah yang sepele ini karena bisa berakibat fatal. 

     Ya. Pengalaman orang bisa menjadi cermin yang mengingatkan agar tidak mengalami kesalahan serupa yang  merugikan. Semacam alarm begitulah, ya, sehingga mencegah terjadi kesalahan itu pada kita. Ibaratnya kalau diberi tahu di depan ada lubang, sebaiknya dihindari dan jangan ditabrak juga, sebab  pasti ada resikonya.  Kejebuur, haha. 

     Lepas dari itu, belajar dari pengalaman orang lain membuat kita bisa lebih bijak melakukan sesuatu untuk kebaikan bagi diri sendiri. Meluaskan pandangan agar terbuka dengan kenyataan lalu mencermati dalam bertindak dan bersikap lebih teliti. Menurutmu bagaimana? Pasti ada pengalaman buruk orang lain yang bisa dijadikan pembelajaran juga, kan? Belajar dari pengalaman orang lain memang tak ada salahnya.

      Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Kamis, 26 Januari 2023

Perjalanan Akhir Tahun untuk Refleksi dan Relaksasi

     Setiap libur akhir tahun bagi saya saatnya "menyepi" bareng keluarga kecil untuk refleksi sekaligus relaksasi. Mengingat perjalanan yang sudah dilalui dan membuat resolusi sendiri.

by. Nur Ida Zed

                                                            Foto: dok.pribadi @nuridazed

     Ketika banyak orang sibuk mencari tempat dan merencanakan perjalanan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri untuk liburan tahun baru di holiday season, saya tak pernah gundah karena cukup puas dengan perjalanan kecil yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Kebiasaan ini sudah dilakukan dari anak-anak masih kecil dulu hingga saat ini. Sengaja melewatkan waktu untuk "menyepi" dengan mencari destination yang akan membuat kami lebih dekat satu dengan lainnya.

     Selain itu karena di setiap akhir tahun biasanya kami sama-sama tak cukup memiliki waktu libur juga ya, sebab di momen itu malah sibuk dengan pekerjaan, deadline menumpuk dan rekap tahunan. Sementara  bapaknya, maksudnya suami juga paling bisa libur beberapa hari saja. Begitupun anak-anak, hari kedua tahun baru sudah masuk sekolah lagi. Kata Puan malah biasanya awal masuk gitu pasti diabsen dan takut kena poin, hehe, dia kan memang murid yang rajin dan patuh sama peraturan sekolah. Karena itu supaya win win solution, kita check in saja di hotel agar terasa benar suasana family time. Dan pilihannya tentu yang ada fasilitas kolam renang sehingga bisa bermain air sepuasnya sambil melepas kepenatan. Sekalian numpang mandi saat mengakhiri dan mengawali tahun baru nanti, hihi.

                                                        Foto: dok. pribadi

     Sebenarnya sih perjalanan kecil di akhir tahun ini tujuannya untuk refleksi dan relaksasi. Mengenai sebuah perjalanan keluarga kecil yang tentu memiliki banyak kisah sebagai proses pembelajaran dalam melalui kehidupan ini agar bisa saling bersinergi, berbagi tugas dan saling mendukung. Ibarat sebuah perahu, bapak bertindak sebagai nahkoda, saya navigatornya dan anak-anak para penumpang yang dibawa mengarungi lautan kehidupan ini. Jadi tugas saya sedikit berat, menyelaraskan arah jalan yang ada di depan, mengingatkan jika sedikit lengah atau membahayakan dan meyakinkan agar para penumpang tetap nyaman sampai tujuan. 

     Di saat ada gelombang yang bisa membuat perahu bergoyang, bahkan terkendala untuk melaju kencang, sebagai navigator harus sigap dengan alternatif jalan keluar yang membuat semua tetap merasa tenang. Pada perjalanan di setiap tahun akan memberikan pembelajaran dengan segala pengalaman yang berbeda. Oleh karenanya harus selalu siap manakala menghadapi situasi dan kondisi yang seringkali tak terkendali, tanpa diprediksi.


Yuk simak Podcast Morning Daughter episode Akhir Tahun: 

https://anchor.fm/nuridazed/episodes/Akhir-Tahun-e1spmqt


Masalah Anak Remaja

     Permasalahan yang muncul pada setiap anak sepertinya sama ya, sedikit ketegangan antara satu dengan lainnya dan  harus diselesaikan dengan bijaksana. Mungkin ketika masih pada kecil dulu, semua bisa cepat diatasi karena tak banyak kompromi dan bisa diselesaikan dengan mengatakan: Ayo saling memaafkan. Tapi menghadapi anak remaja tentu akan berbeda. Masing-masing memiliki cara pandang dan argumentasi yang kadang butuh pembuktian serta paparan idealismenya, sehingga sebagai orang tua harus bisa lebih bijaksana menghadapinya. Karena itulah menurut saya perlu family time dengan menyisihkan waktu bersama dalam kondisi rileks dan santai, alias healing time bareng sebagai sarana refleksi diri, saling terbuka apa maunya supaya lebih memahami sebagai satu keluarga. 

                                            foto: dok.pribadi @nuridazed

     Masalah kecil kadang bisa membuat kesal seperti ketika sang kakak bermaksud bercanda dengan keisengan  khasnya terhadap adik, tapi kemudian malah berbuntut pertengkaran yang harus didamaikan karena sama-sama ngeyel. Lucu juga ya. Dinamika anak laki-laki dan perempuan memang butuh penanganan tidak sama. Hal ini  kadang perlu sinkronisasi untuk kemudian menambah hangatnya kebersamaan. 

     Saya tentu tidak ingin menjadi orang tua yang egois dengan memaksakan kehendak kepada anak, terutama yang menyangkut masa depan dan cita-citanya. Ketika sang kakak lebih memilih jurusan IPS sewaktu di SMA dulu, saya tak bisa komplain karena memang sudah menjadi tujuan dan keinginannya, meski guru BK menyarankan mengambil eksakta. Begitu juga dengan si adik, Puan yang lebih memilih jurusan  IPA di SMA sekarang ini, saya hanya mendukung sepenuhnya dengan keputusannya itu. Bagi saya apapun itu hendaknya saling menghargai dengan passion masing-masing.

     Untung saja keduanya sama-sama suka olah raga, sehingga bisa saling kompak saat latihan atau berkegiatan yang melibatkan olah tubuh dan pikiran ini. Mereka bisa berdiskusi panjang lebar hingga lupa waktu, terutama saat menghadapi kejuaraan, karena sang kakak juga merupakan coach yang bisa mendampingi adiknya.  

     Saya selalu berpesan, bahwa adik harus menghormati sang kakak, sedangkan kakak musti menyayangi adiknya, sehingga eksistensi sebuah keluarga seperti bagian tubuh yang berbeda tempat dan posisi tapi tak bisa dipisahkan untuk tetap saling mendukung serta mengasihi dalam keadaan apapun. 

                                                            foto: dok.pribadi

      Ya. Perjalanan keluarga kecil ini dimulai dari sebuah komitmen antara saya dan suami yang kemudian bagaimana mendampingi anak-anak sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri. Sepanjang ini tentu tidak selalu mulus dan lancar seperti jalan tol yang bebas hambatan sampai tujuan ya, namun penuh liku dan up and down juga. Hanya setiap kali nyaris berhenti, selalu saling mengingatkan tujuan sebelum mengawali perjalanan ini. Barangkali inilah perlunya refleksi dan relaksasi. 

       Bahwa setiap perjalanan memiliki dua konsekwensi. Ketika berhasil dan menyenangkan, lanjutkan dengan tetap berserah diri, di saat menemukan kegagalan tak harus putus asa dan coba lagi. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, bila dilengkapi dengan kuah kare, taburan kacang, bawang goreng dan seledri, lalu dilengkapi dengan suwiran ayam goreng dan kerupuk pasti akan jadi bubur ayam yang rasanya enak sekali. Begitupun dengan perjalanan hidup ini, tentu tak ada yang sempurna, tapi setidaknya menjadi resolusi untuk lebih baik lagi. Selamat Tahun Baru yaa.


                                                dok.pribadi @nuridazed

           Salam sehat dan selalu semangat. ***NZ  

Selasa, 24 Januari 2023

Memahami Stoikisme Agar Lebih Bijak dan Bahagia

     Mengenal filosofi stoikisme akan membantu kita untuk selalu mensyukuri apa yang dimiliki dan mengontrol emosi negatif. So, hidup tentu akan menjadi lebih indah. 

by. Nur Ida Zed

                                                    foto: dok.pribadi

     Terhadap sesuatu yang tak bisa dikendalikan seringkali hati ini menjadi kesal. Saat menemukan kemacetan yang panjang di jalanan, sementara sudah berusaha untuk bangun pagi agar tidak terlambat datang, ternyata di depan ada kecelakaan sehingga terjebak di tengah jalan. Apa yang bisa dilakukan selain bersabar menerima keadaan, dan mengubah kondisi yang menyebalkan itu dengan mendengarkan musik lewat listing lagu kesayangan agar sedikit terlarut dengan kesenangan. Setidaknya mengurangi kejenuhan sementara menunggu situasi kembali lancar.

     Atau ketika pekerjaan sedang menumpuk, tiba- tiba ada urusan keluarga yang harus diselesaikan, sementara kondisi sedang tidak enak badan, semua terasa overload dan memusingkan. Juga di saat mendapati kenyataan bahwa apa yang selama ini diperjuangkan ternyata tega melakukan penghianatan. Yang dapat dilakukan hanyalah menenangkan hati, lalu bersyukur saja dengan semua yang dialami tanpa kemarahan dan kekecewaan sebab semua itu pasti bisa kita lalui.  

     Ya, kondisi seperti itu seringkali ditemui pada hampir setiap orang dengan bermacam situasi dan keadaan. Namun bila kita lalu terjebak dengan kekesalan yang panjang, apalagi hingga menimbulkan kemarahan, maka energi negatif yang akan menguasai pikiran. Dan ini hanya akan menghancurkan energi positif yang sudah dibangun dari awal seperti mood dan kebahagiaan.

     Konsep bahagia pada dasarnya bisa diciptakan lewat pola pikir dari apa yang diinginkan, dan apa yang dapat dikendalikan. Karena itu ketika pikiran terganggu dengan sesuatu yang membuat rasa resah, gundah, kesal serta marah karena emosi yang tak terkendali, akibatnya bisa membuat kita merugi.  


Teori Stoikisme dan Mengelola Emosi

     Di dalam kehidupan, antara manusia dengan alam semesta ini sebenarnya ada banyak hal yang saling mempengaruhi. Hal yang ada dalam diri kita dan yang di luar kendali kita, seperti situasi yang tak bisa dirubah dan diberdayakan. Karena itu ketika mengalami situasi yang mau tak mau harus dihadapi, atau yang kadang membuat kita terkaget-kaget karena tidak menyangka akan terjadi, yang paling benar adalah mengendalikan diri dan menyelaraskan emosi. 

     Ada teori stoikisme yang merupakan aliran filsafat dari Yunani kuno menyebut tentang bagaimana membantu mengontrol emosi negatif dan mensyukuri segala sesuatu yang dimiliki saat ini. Cakupan ini mengenai penerimaan keadaan yang tidak bisa dirubah dengan mengubah apa yang bisa dirubah, serta kebijaksanaan untuk tahu perbedaan antara keduanya. Prinsipnya tentu pada pola pikir dan bagaimana sikap kita menghadapi situasi yang tidak terkendali ini.

     Nah, bagaimana cara membentuk pola pikir a la stoikisme ini tergantung pada diri kita sendiri. Pertama tentu dengan menyadari bahwa ada hal yang bisa dirubah dan yang tidak bisa dirubah, alias hal yang di luar kendali. Daripada kehilangan energi untuk merubah sesuatu di luar kendali, sebaiknya  mengendalikan emosi diri dengan mensyukuri apa yang dimiliki. 

     Dalam menghadapi masalah yang tak bisa dihindari, selesaikan dengan sabar dan tawakal, tanpa rasa kekesalan. Ketika sedang terpuruk atau terjatuh, pikirkan bahwa hidup seperti roda berputar dan tidak selalu di zona nyaman, Biasakan diri dengan tetap kuat dan optimis karena Tuhan pasti memberikan hikmah terbaik di baliknya. Percayalah bahwa setiap hal buruk yang dihadapi merupakan sumber kebahagiaan manakala dengan ikhlas kita bisa menjalaninya.

     Menyadari bahwa alam semesta ini adalah milik Yang Maha Kuasa, dan kita manusia hanyalah makhluk kecil di dalamnya akan memunculkan rasa syukur terhadap apa yang telah kita punya. Tak ada iri, dengki dan kecewa terhadap semua yang telah ditakdirkan sebagai garis hidup kita. Kalau mungkin, biasakan menyusun jurnal harian, atau catatan kejadian yang pernah dilalui sehingga kita bisa bercermin dan belajar mengenai kehidupan ini dengan bijaksana.

      Memang bukan hal yang mudah untuk memahami ini ya. Melihat sesuatu yang tidak sesuai harapan, pasti bisa dengan mudah membangkitkan emosi untuk melawan. Namun ketika bisa berdamai dengan emosi ini, maka akan memberikan dampak positif dan merasakan hidup lebih tenang.

     Lepas dari semua itu, mengelola emosi merupakan hal penting disaat menghadapi situasi tak terkedali. Kuncinya adalah fokus pada apa yang dapat dikendalikan, yakni hati dan pikiran. Tips sederhana saya ketika menghadapi ini biasanya dengan menarik nafas panjang lalu menghempaskan secara perlahan, kemudian pikirkan hanya pada hal yang baik-baik saja, dan serahkan pada Tuhan. Maka ini akan membantu membangun kebahagiaan lahir dan batin kita. 

      Salam sehat dan selalu semangat.***NZ 

Jumat, 20 Januari 2023

Berbagi Kasih dengan Anabul

      Menularkan kebiasaan baik dimulai dari hal yang kecil dan sederhana. Seperti berbagi kasih dengan anabul, anak berbulu alias binatang peliharaan yang diajarkan oleh Revin dan Puan.

by. Nur Ida Zed

                                                    foto: pinterest


     Sebagai ibu saya mengerti saat anak-anak mulai menyukai hewan peliharaan sebagai teman. Sejak masih kecil dulu mereka pernah meminta ijin untuk memelihara kucing tapi saya belum mengabulkannya karena banyak pertimbangan. Salah satunya karena waktu itu saya merasa mereka masih belum bisa diberi tanggung jawab terhadap binatang peliharaan.

     Lalu ketika kami kebetulan sedang jalan-jalan ke Pejaten Village, dan melewati area pet shop, anak-anak saya, Revin dan Puan terlihat antusias dan anteng memperhatikan aneka binatang peliharaan yang dijual di sana. Sampai sewaktu saya ajak untuk bergegas belanja bulanan, mereka bilang:"Nanti dulu, lihat itu hamsternya lucu-lucu", katanya sembari menunjuk binatang kecil berbulu itu bermain di kandangnya. Apalagi saat keeper (baca: penjaga binatang peliharaan) memperbolehkan memegang dan menaruh salah satu hamster itu di tangannya sambil mengelus bulu halus di kepala kecilnya, jelas terlihat betapa senangnya.

     Setelah itu, mereka pun kembali meminta ijin untuk memelihara binatang itu. Dan saya mengiyakan, dengan catatan harus rajin merawat dan membersihkan kandangnya.

     "Setujuu...!" 

    Kemudian kami membelikan dua hamster berwarna putih dengan kandang yang ada mainan di dalamnya, lengkap dengan makanan, pasir wangi, serutan kayu dan vitamin agar tetap sehat dan terjaga kebersihannya. Terus terang, saya sebenarnya kurang begitu suka dengan bau khas anabul, anak bulu alias binatang peliharaan yang berbulu karena sedikit alergi. Tapi ini demi anak-anak. Kata bapaknya tak apalah, sekalian ingin  mengajarkan rasa tanggung jawab terhadap mereka.

     Benar saja, sejak ada Mamori, nama hamster pertama dulu itu, membuat mereka berdua semakin akur, berbagi tugas kapan harus memberi makan, membersihkan kandang, memandikan hingga mengajaknya bermain. Kelucuan binatang kecil pengerat ini memang terlihat ketika bermain dan berputar-putar di rollercoster dan terowongan aneka warna. Tak jarang diajak ngobrol juga selayaknya teman bercanda. Setiap pulang sekolah, bahkan yang ditemui pertama selalu teman kecil di kandangnya itu. Rasanya memiliki binatang peliharaan memang bisa menjadi sarana healing dan penghilang stres juga. 

    Suatu ketika, saat salah satu hamsternya meninggal, mereka sepertinya sedih juga. Karena hamster tak bisa berumur panjang hingga tahunan, maka sepanjang itu sudah berkali-kali membeli untuk menukar yang sudah tiada. Sampai beberapa tahun belakangan, sejak Oni, hamster yang terakhir tiba-tiba hilang dan ditemukan kandangnya kosong, maka diputuskan untuk tidak memelihara lagi.

     Namun kesukaan terhadap binatang tak berhenti sampai disitu saja. Berbagi kasih dengan anabul, anak binatang berbulu seperti kucing rupanya tak membuatnya berkecil hati. Saya bahkan menemukan mereka sering menyisihkan uang jajan untuk membeli wishkas, makanan kucing buat beberapa kucing yang sering singgah di depan rumah, entah kucing siapa. Pantas saja setiap mereka datang suka disambut dari membuka pagar dan terus mengikuti dari belakang. Untunglah tidak sampai masuk rumah dan hanya di teras saja. 

     Saya sudah pernah menawarkan untuk memelihara, tapi mereka tidak mau. Tak apa, berbagi kasih dengan anabul tak harus memiliki dan memeliharanya namun dengan peduli seperti  memberi makanan akan menjadi kebaikan juga. Saya sendiri merasa mendapat pelajaran berharga, untuk berbuat kebaikan bisa dilakukan bagi siapa saja, pun terhadap binatang yang mendekati kita. 

     Salam sehat dan selalu semangat.***NZ 

Rabu, 18 Januari 2023

Performa Tulus Membius Closing Forca 5.0

     Lirik lagu bertutur seringkali tak sekadar menghibur. Terasa seolah larut di dalamnya dan mewakili cerita nyata. Seperti penyanyi Tulus yang mampu membius dengan performanya di Forca 5.0. 

by Nur Ida Zed

                                                    Foto: dok. pribadi @nuridazed

     Tak pelak masih saja mengular panjang antrian menuju gerbang ticketing yang sudah dibuka sejak jelang tengah hari di Gedung Bapra-Balai Prajurit waktu itu. Beberapa anak berkaos seragam crew, tepatnya para panitia di bagian tiket terlihat sibuk menangani barkot bagi yang ingin masuk, sebagian memeriksa tas pengnjung dan barang bawaan yang memang tidak diperbolehkan dibawa ke venue karena khawatir bisa membahayakan. Lalu beberapa lagi menyita (baca: menyimpan) benda seperti parfum, korek api, botol minuman kemasan serta ikat pinggang dan yang lain ke dalam kotak dengan ditandai nomor tiket pemilik supaya setelah usai acara nanti bisa diambil lagi. 

     Di halaman dalam, terdapat area bazaar dengan aneka booth  makanan, minuman serta marchandise yang ditata dan disediakan beberapa kursi, lalu booth untuk foto-foto dan games yang menambah semaraknya suasana menjelang konser musik hingga malam. Begitulah gambaran hiruk pikuknya suasana closing Forca- Forty One Club, event tahunan yang diselenggarakan SMPN 41 Jakarta untuk merayakan ulang tahunnya.

     Keseruan semacam itu sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir, dengan tujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan enterpreuneur anak muda, remaja belasan tahun setingkat sekolah menengah pertama ini dalam berorganisasi, saling mendukung dan mensukseskan sebuah event dengan berbagai lomba seni budaya seperti tari Saman dan modern dance serta beberapa cabang olah raga tingkat DKI Jakarta. Kemudian ditutup dengan puncak acara sebagai Closing Forca untuk pengumuman pemenang yang dimeriahkan dengan konser musik  dan aneka bazaar dalam satu venue dari siang hingga malam hari. 

                            Puan saat di venue. (foto: dok.pribadi )

      Ketika itu memang sebelum pandemi ya, di November 2019, sehingga pelaksanaanya bisa di dalam Gedung Balai Prajurit (Bapra) Cilandak Marinir, Jakarta Selatan karena lebih representative dan nyaman. Kebetulan Puan, putri saya ikut menjadi salah satu panitia, di seksi keamanan sehingga para orang tua pun ikut mendampingi sebagai pengurusnya. 

    Setelah berdiskusi panjang dan menimbang-nimbang, akhirnya untuk Closing Forca 5.0 saat itu panitia mengundang beberapa artis penyanyi ibukota seperti grup musik Maliq & D'Essensial, Yovie n Nuno, Payung Teduh, Rahmania dan Tulus. Konser ini dekemas dengan menyatukan beberapa aliran musik yang masing-masing telah memiliki penikmat tersendiri. Dari musik pop, jazz dan soul yang memiliki ciri khas dengan gaya bertutur.


    
    
                 Suasana Closing Forca di Bapra (foto:dokpri)                                               

     

      Nama Tulus menjadi penyanyi favorit yang banyak ditunggu penampilannya malam itu selain Yovie and Nuno. Penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus, S.Ars ini juga penulis dan pecipta lagu serta merilis karya musik yang ia ciptakan sendiri,  sehingga kekuatan di setiap kata dalam bait liriknya begitu terasa. Seperti Monokrom yang bercerita tentang kenangan bersama teman yang diungkap dalam detail sajak yang dinyanyikan dengan penuh rasa. Lalu Pamit, yang mengungkap sebuah perpisahan terindah karena saling mengerti untuk menjadi teman baik. Dalam alunan denting piano dan paduan biola yang membawa pada suasana syahdu lewat kekuatan lirik yang bertutur.

                                       Menikmati lirik lagu Tulus (foto: dok pri)

     Kemudian Manusia Kuat yang memberikan semangat bagi setiap generasi untuk tetap bermimpi dan  berjuang untuk meraihnya meski banyak kendala. "Manusia-manusia kuat, itu kita. Jiwa-jiwa yang kuat, itu kita", begitu tuturnya. "Kau bisa hitamkan putihku, kau takkan gelapkan apapun. Kau bisa runtuhkan jalanku, kan kutemukan jalan yang lain", tegasnya.

       Bila bukan kehendak-Nya,

       Tidak satupun culasmu 

        Akan bawa bahagia. 

     Kau bisa patahkan kakiku, patah tanganku rebut senyumku. Hitamkan putihnya hatiku, tapi tidak mimpi-mimpiku...

     Ya. Penuturan lirik dalam musik sanggup menyentuh hati yang paling dalam bagi setiap penikmatnya, bahkan membius dan menumbuhkan motivasi. Karena musik merupakan bahasa universal yang dapat dicerna oleh berbagai kalangan. Lewat musik hidup ini jadi lebih berwarna. 

      Salam sehat dan selalu semangat. ***NZ