Minggu, 28 Februari 2021

Tips Survive Hidup Di Perantauan


        Saat memutuskan untuk merantau, banyak yang harus diperhatikan. Selain biaya hidup yang cukup, juga kesiapan mental saat menemui berbagai tantangan agar tetap survive.

By. Nur Ida Zed

  

                                            Foto: dokpri @nuridazed

        Setiap orang tentu memiliki alasan masing-masing ketika memutuskan untuk merantau. Pergi dari kampung halaman tempat ia dibesakan dan menimba pengalaman di daerah lain, entah itu ke luar kota, ke luar pulau atau ke luar negeri. Di beberapa daerah seperti Padang, Madura, Bugis Makassar dan daerah lain, merantau konon bahkan menjadi semacam tradisi bagi sebuah keluarga untuk menunjukkan eksistensinya. Ketika memiliki anak yang sudah cukup dewasa, orang tua biasanya membiarkan mereka untuk merantau agar mendapatkan pengalaman hidup lebih luas sebagai bekal dalam menjalani masa depannya.

        Banyak cerita hidup di perantauan yang mengungkap bagaimana mengahadapi tantangan yang terkadang tidaklah gampang. Dari masalah keuangan, pertemanan hingga tuntutan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya sekitar yang membuat kehidupan di tempat baru juga butuh kesiapan mental. Karena itulah perantau biasanya memiliki keberanian yang lebih besar, cara berpikir matang dalam memutuskan sesuatu serta mandiri.

        Beberapa hal perlu diperhatikan di saat merantau supaya bisa menyiapkan diri dan mengantisipasi serta meminimalisir kendala sehingga tetap survive di tanah orang.  Berikut THP alias tips bertahan hidup di perantauan dan tetap survive:


1.       1. Tentukan tujuan dan alasan mengapa harus merantau.

    Sebelum memutuskan untuk merantau, sebaiknya tentukan dulu tujuanmu mau kemana. Hal ini penting agar punya gambaran bagaimana nanti menjalani kehidupan di tempat baru. Begitu juga alasan kenapa harus merantau, apakah karena akan melanjutkan sekolah, kuliah, kerja atau merantau untuk mencari pengalaman baru dalam jangka waktu tertentu.

    Awal merantau dulu saya memilih Yogyakarta sebagai tujuan untuk melanjutkan kuliah. Saya ingin membuka wawasan dan bertemu dengan orang-orang yang berkompeten dengan pendidikan yang saya tekuni di kota pelajar itu. Setelah lulus, masih juga merantau untuk bekerja di Jakarta, kemudian berkeluarga.

    Selain itu karena Yogya tidak terlalu jauh dari kampung halaman saya, Blora, masih sama-sama di Jawa Tengah sehingga tidak terlalu sulit untuk beradaptasi karena latar belakang budaya yang hampir sama. Begitupun dari bahasa daerah dan budaya masyarakatnya.

 

2.       2. Persiapkan fisik dan mental.

    Sebelum pergi merantau sebaiknya tanyakan pada diri sendiri apakah sudah siap secara fisik dan mental. Karena harus hidup jauh dari orang tua dan keluarga, sebaiknya kesehatan fisik harus dijaga dan diperhatikan. Seperti ketika memiliki riwayat penyakit yang akut, sebaiknya dipikirkan untuk keputusan merantau, kecuali sudah disiapkan antisipasinya.  Teman saya waktu itu ada yang punya riwayat sakit asma akut, seringkali kambuh di tempat kost sehingga kami harus membawanya ke rumah sakit untuk dirawat sebelum kemudian balik ke daerahnya.

    Selain itu persiapan mental juga diperlukan ya. Di tempat baru tentu dituntut untuk lebih pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar karena budaya dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda. Apalagi bila di luar pulau atau luar negeri yang memiliki kultur dan pola hidup yang berbeda.

 

3.       3. Kenali tempat yang dituju sebagai lokasi perantauan.

    Mengenali daerah atau lokasi tempat perantauan ini penting juga ya. Sebab di tempat baru tentu akan berbeda dengan di daerah yang sudah kita kenal. Di banyak tempat biasanya memiliki aturan atau tata karma, budaya dan kebiasaan masyarakatnya. Sebagai pendatang baru, sebaiknya kita menghomati dan mengenalinya agar tak terjadi konflik atau hal yang tidak diinginkan. Untuk ini ada baiknya searching info agar mengetahui sebelumnya, atau tanya teman yang sudah lama tinggal di sana.

    Tata karma di suatu daerah dengan daerah lain bisa saja berbeda. Hal kecil yang dianggap biasa kadang dianggap tabu di daerah tertentu. Seperti budaya “nuwun sewu” atau permisi di Jawa Tengah, saat melintas di depan orang yang lebih tua sembari sedikit menunduk, jika lupa bisa dibilang kurang sopan. Sementara di daerah lain, mungkin ini tidak masalah.

 

4.       4. Pilih tempat tinggal yang nyaman.

    Setelah memutuskan untuk merantau, pastikan mendapatkan tempat tinggal yang baru agar lebih nyaman. Pilih lokasi yang dekat dengan kampus atau tempat kerja agar memudahkan akomodasi dan transportasinya. Atau setidaknya yang tidak terlalu jauh dengan sarana transportasi umum yang ada, supaya ketika sewaktu-waktu ada keperluan mendadak dan kendaraan pribadi sedang bermasalah, tetap tersedia alternatif lain yang lebih mudah.

    Ini bisa dilakukan dengan mencari lebih dulu, atau setelah sampai di tempat rantau. Sesuaikan dengan budget yang dimiliki dan pilihlah lingkungan tempat tinggal yang sehat serta teman yang sefrekwensi.


5.       5. Selektif memilih teman di perantauan.

    Hidup diperantauan tentu tidak bisa sendirian, pasti ada banyak teman di sekitar kita yang juga sama sebagai anak rantau. Meski demikian, sebaiknya jangan terlalu mudah percaya pada teman walau sudah saling kenal, apalagi jika baru ketemu, termasuk  saat home sick dan harus curhat. Ada banyak teman yang terkadang hanya memanfaatkan saja tanpa kita sadari, bahkan teman yang merugikan. Namun juga tidak perlu parno, jadilah diri sendiri. Pahami bahwa di perantauan, kita jauh dari keluarga dan kerabat sehingga kalau terjadi apa-apa tentu akan lebih sulit.

    Ada baiknya mencari teman yang memiliki visi dan misi yang sama, atau satu frekwensi agar lebih mudah mengerti dan memahami. Biasanya di tempat perantauan ada paguyuban dari daerah asal. Mungkin bisa ikut gabung di grup ini. Atau dengan teman yang sehobi sehingga dapat saling mendukung dan memberi energy positif untuk maju bersama, bukan sebaliknya. Meski begitu tak perlu kelewat parno. Pilih teman yang benar-benar baik dan mau mengerti dan memahami kita. Jika punya visi dan misi yang sama sehingga bisa saling percaya.

 

6.       6. Pandai mengatur keuangan.  

    Ini hal yang penting diperhatikan ketika merantau. Saat masih menerima kiriman uang dari orang tua atau bahkan bekerja, atur jangan sampai besar pasak daripada tiang. Artinya pengeluaran tidak boleh lebih besar daripada pendapatan. Segala kebiasaan yang seringkali berkaitan dengan masalah keuangan hendaknya diatur dengan benar supaya tidak habis sebelum waktunya. Kalau mungkin sisihkan sebagian uang  untuk ditabung.

    Kurangi hang out dan belanja sesuatu yang kurang begitu perlu. Bila masih ada uang sisa sebaiknya disimpan atau ditambahkan untuk ditabung, sehingga tidak khawatir apabila ada keperluan mendadak yang membutuhkan uang lebih banyak.

 

7.       7. Tetap berhubungan dengan keluarga sebagai kekuatan.

    Meski merantau, sebaiknya tetap berhubungan dengan keluarga agar tetap merasa dekat. Tak perlu bersedih saat homesick atau merasa kangen. Jadikan sebagai kekuatan yang menjadi penyemangat untuk meraih tujuanmu ketika memutuskan untuk merantau.

    Ketika merasa ingin pulang sebelum waktunya, obati dengan menikmati foto-foto atau video saat kebersamaan dengan mereka. Bila mungkin bisa juga videocall atau zoom meet agar dapat mengurangi kangen yang dirasa.

 

8.       8. Buka relasi yang baik dengan banyak orang.

    Saat hidup di perantauan tentu akan mengenal berbagai macam orang yang dapat membuka wawasan serta memperluas pergaulan. Di satu sisi, saring mana yang baik dan buka relasi serta networking agar terkoneksi saat membutuhkan pertolongan.

    Seringkali pengalaman hidup di perantauan dapat menjadi referensi yang baik saat seseorang menghadapi tantangan dan kendala.  Karena pernah sama-sama hidup di rantau, ikatan senasib bisa jadi sangat kuat di saat sudah sukses untuk saling support dan bekerja sama.

 

 Nah, begitulah. Ketika merantau sudah menjadi bagian dari proses kehidupan yang harus dijalani, maka kuatkan niat hanya untuk kebaikan. Berbagai tantangan yang harus dihadapi dan kadang tak dapat dihindari jadikan sebagai tahapan menuju kesuksesan di kemudian hari. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Kuasa, agar selalu dijaga dari semua kesulitan dan bahaya sehingga tetap survive hidup di perantauan.

 Semoga bermanfaat. Salam sehat dan selalu semangaatt..!***NZ

Sabtu, 06 Februari 2021

KUIS: Seberapa Kenal Pada Dirimu Sendiri ?


          Kata orang sih, kenali diri sendiri sebelum mengenali orang lain. Intinya mengenal diri sendiri itu perlu lho, karena akan lebih mudah buat kita untuk menjalani kehidupan ini.

By. Nur Ida Zed

 

                                                    desain by Dvine Adinda @dvine_adinda

          Tak kenal maka tak sayang. Ya. Kenal tidak hanya saat kita bercermin di depan kaca saja ya, saat  sadar dan tau kalau kita punya rambut yang hitam panjang, misalnya,  mata indah, hidung mancung dan semua kelebihan serta kekurangan yang terlihat di depan mata. Tapi lebih dari itu juga mengenali karakter kita, kebiasaan, kekurangan, kelemahan bahkan potensi dan keinginan atau passion terhadap suatu hal.

        Banyak banget siih manfaat kita mengenali diri sendiri. Karena dengan begitu akan lebih mudah beradaptasi,  memanage diri dan menentukan apa yang sebaiknya dilakukan saat menghadapi semua tantangan untuk  langkah kita mencapai tujuan hidup dan kebahagiaan.  

        Lalu, sejauh mana kita sudah mengenali diri sendiri ? Yuk, coba jawab pertanyaan kuis berikut ini yaa..

 

1.       1. Apakah kamu punya hobi atau kesukaan  semacam kegiatan dan aktivitas yang sudah ditekuni sejak kecil ?   A. Punya dan sampai saat ini masih suka bahkan ikut dalam komunitas.  B. Punya, tapi sekarang sudah tidak lagi.  C. Yang suka banget sih gak punya, kecuali diajak teman ya ikut aja.

 

2.       2. Apa alasanmu aktif dan menekuni suatu bidang, misalnya di dunia tulis menulis atau apapun, termasuk ngeblog, podcast, masak, fotografi atau yang lainnya ?  A. Awalnya tertarik karena memang suka, terus nyari platform yang pas untuk menuangkan karya.  B. Sepertinya asyik aja, siapa tahu punya keberuntungan di bidang ini, kalaulah tidak,  juga gak masalah.  C. Banyak teman yang punya blog, jadi pingin bikin biar terlihat eksis.

 

 

3.       3. Menurut teman dekat atau keluargamu, sebenarnya tipe seperti apakah dirimu ?  A. Baik dan menyenangkan  B. Biasa aja, gak pernah ada yang komentar  C. Gak pernah tanya tuh, biar sajalah.

 

4.       4. Setiap orang memiliki potensi yang dominan pada dirinya. Menurutmu, apakah sudah menemukan  potensi yang ada pada dirimu, apa sajakah ?  A. Sudah. Ada beberapa sih, tapi masih berusaha untuk lebih fokus.  B. Ada sih, tapi banyak banget karena sering tertarik pada sesuatu yang baru.  C. Gak ada yang spesifik, mengalir aja sesuai dengan situasinya.

 

5.       5. Ketika pendapatmu tidak disetujui oleh sebagian besar teman-temanmu, apa yang bisa kamu lakukan ?  A. Meyakinkan pada mereka tentang kebenaran dan alasan mengenai pendapatmu itu  B. Ikuti saja suara terbanyak supaya gak banyak masalah. C. Gak pedulilah, jarang punya pendapat sendiri juga.

 

 

6.       6. Menurutmu,  seberapa pentingkah menyisakan waktu untuk Me Time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri saja di tengah kesibukan atau aktivitas sehari-hari ?  A. Perlu banget sih  B. Perlu gak perlu sih  C. Gak perlulah.

 

7.       7. Saat Me Time , apa yang biasanya kamu lakukan?  A. Olah raga seperti yoga, jogging atau melakukan hobi sendirian seperti menulis dan bikin puisi dan yang lain.  B. Hang out bareng temen-temen, ngopi dan belanja.  C. Gak tau sih, sesuai moodnya aja yang penting bareng teman gak sendirian.

 

 

8.       8. Apa arti teman dekat  menurut versimu ?  A. Teman itu harus saling mendukung dan  mengingatkan  B. Teman yang baik susah banget didapatkan.  C.  Segalanya, karena gak bisa hidup tanpa teman pokoknya.

 

9.       9. Saat menemukan atau mengetahui  memiliki kekurangan atau kelemahan, apa yang kamu lakukan? A. Biasa saja, menyadari bahwa semua orang pasti gak sempurna, punya kelemahan dan kelebihan. B. Sedih sih, berusaha menutupi dan melakukan yang terbaik. C. Tak peduli, bodo amat dengan kekurangan.

 

 

10.   10. Bagaimana kamu mengahadapi sebuah kritikan dari orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal ? A. Gak masalah sepanjang itu membangun dan memberi solusi.   B. Suka sebel karena khawatir  bisa menjatuhkan. C. Protektif dan marah gak mau terima.

 

Penilaian :

         Jika kebanyakan pilihamu A, kamu termasuk yang sudah mengenal dirimu sendiri. Tau apa yang menjadi kelebihan dan kelemahanmu sehingga mudah untuk beradaptasi dan menentukan pilihan hidupmu. Ini dapat menguntungkan ya, tinggal bagaimana menyikapi hal ini dengan bijak. Ikuti kata hatimu untuk menemukan jati diri yang sebenarnya.

 

        Jika pilihanmu lebih banyak B, kamu termasuk orang yang cukup mengenali diri sendiri, tapi kadang masih belum mengerti dengan apa yang menjadi kemauanmu yang sebenarnya. Coba sesekali bertanya pada dirimu apa yang menjadi keinginanmu.

 

        Jika pilihanmu lebih banyak C, sebaiknya  kamu lebih banyak introspeksi diri ya, karena termasuk orang yang cuek dan kurang peduli terhadap diri sendiri. Lebih suka tergantung pada orang lain dan terpengaruh dengan pendapat orang lain. Jadi kurang mengenali diri sendiri. Sebaiknya mulai sekarang tanyakan pada dirimu apa yang menjadi keinginanmu. Coba lebih fokus dan memperhatikan keinginan diri sendiri.

        Nah, apapun yang menjadi pilihanmu hanyalah sebagai gambaran yang dapat memberi masukan buat kebaikan depannya yaa. Sebenarnya ketika kita sudah bisa  mengenal diri sendiri, maka akan lebih mudah melanjutkan langkah dan dan menentukan apa yang terbaik.  Sekali lagi tak ada manusia yang sempurna. So, sayangi dirimu apa adanya dan temukan jati diri agar dapat menikmati kehidupan ini dengan segala rasa syukur dan bahagia.

        Salam sehat dan selalu semangaatt..!***NZ

 

Selasa, 02 Februari 2021

Eksekusi Masak Bareng Anak


        Saya selalu mengambil sisi positif dari situasi pandemi yang harus dihadapi sepanjang ini. Salah satunya karena bisa mengeksekusi project memasak bareng anak.

By. Nur Ida Zed

                                            Foto: dvine adinda.dokpri @nuridazed

        Kata orang jadi perempuan tuh harus bisa masak ya. Meski pendapat ini tidak sepenuhnya sepakat, tapi bisa masak sebenarnya sudah menjadi keniscayaan buat setiap orang di jaman sekarang, baik laki-laki maupun perempuan. Kalau dulu saya belajar masak dari Ibu, sekarang setelah punya anak perempuan, saya pun ingin mengajarinya memasak. Apalagi saat pembelajaran jarak jauh seperti ini, Puan, putri saya harus menyelesaikan project memasak dengan bahan dasar daging menjadi menu olahan siap santap yang ditugaskan oleh guru untuk mata pelajaran prakarya.

        Memasak bareng anak sebenarnya dapat menjadi media komunikasi efektif antara orang tua dan anak lho. Karena kedekatan dan keterlibatan keduanya sehingga muncul keakraban hingga saling mengerti antara satu dengan yang lain. Terlebih dalam situasi pandemi sekarang ini, masak bareng anak dapat menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan supaya menghindari rasa bosan dan kejenuhan yang rentan dihadapi saat pembelajaran jarak jauh alias PJJ dan semua kegiatan lebih banyak dilakukan dari rumah. Mengenai hal ini sudah pernah saya tuang di podcast Morning daughter, episode Tips Dampingi Anak Pembelajaran Jarak Jauh di @anchor.fm dan @spotify Juga di channel YouTube saya: Nurida Zuhayanti. Cek yaa.

       

         Nah, pilot project ditentukan berdua nih, dari awal memilih menu masakan, apa saja bahan yang diperlukan, dimana mau belanja, membutuhkan budget berapa hingga masalah teknis dan tahapan yang harus dilalui karena project ini nanti akan dividiokan sebagai dokumentasi dan dipresentasikan di depan teman-teman sekelas serta guru secara virtual untuk mendapatkan penilaian.

        Puan mengusulkan untuk membuat olahan daging ayam teriyaki yang menjadi favorit di keluarga kami, karena selain enak juga mudah membuatnya. Saya sih setuju saja, dan hanya mendukung serta memberi sedikit arahan saat dibutuhkan, sebab semua itu harus dikerjakan sendiri dari eksekusi hingga penyajian setelah jadi.

                                            Ayam Teriyaki buatan Puan (foto by Puan)

 

Membuat Anak Lebih Mandiri.

        Meski sebelumnya jarang sekali turun ke dapur, project memasak ini juga membuat anak jadi lebih mandiri. Saat dia menyodorkan rincian awal untuk belanja pengeluaran saja, saya merasa cara ini dapat menjadi ajang latihan bagaimana mengatur dan memanage kebutuhan. Begitupun ketika dia memberi alasan untuk mencari bahan pengganti yang sudah direncanakan karena di supermarket tidak ditemukan. Secara tidak langsung melatih anak agar segera mencari solusi saat menghadapi kendala dan berbagai kesulitan.

        Ketika memilih ayam dan meminta tolong keeper untuk memotong, kemudian menentukan merek saos teriyaki dan kecap manis yang diperlukan, serta menimbang bawang bomay, kentang dan segala bumbu menunjukkan  kecermatannya saat dihadapkan pada beberapa kemungkinan dan tetap fokus pada perencanaan.

        Kemudian ketika mulai meracik, menyiapkan semua bahan, mengiris kentang dengan pisau spiral, menentukan seberapa banyak bumbu yang dipergunakan hingga memasukkan ke dalam  panci presto yang biasa kami pergunakan. Ternyata terlihat begitu terampil meski awalnya tak pernah terbayangkan. Saya biarkan dia bereksplorasi, menikmati rangkaian proses ini dan hanya menjawab ketika dia menanyakan berapa lama biasanya mengukus setelah kepala presto disematkan agar daging lebih empuk dan tulang lunak sehingga menjadi sajian yang enak dimakan.       

        Mungkin buat sebagian orang kegiatan semacam ini  dilihat sebagai sesuatu hal yang biasa saja ya, tetapi saya merasa banyak bermanfaat untuk membentuk karakter anak. Melatih leadershipnya dan mengajarkan pada mereka bahwa ada proses yang mengasyikkan saat ingin mendapatkan hal yang diinginkan. Memasak juga perlu mengolah rasa, hati dan pikiran serta kesabaran dan keikhlasan agar menjadi sajian yang lezat dan menyehatkan.

 

Mengolah Skill Anak

        Setelah masakan matang dan tersaji, tugas selanjutnya adalah mengedit foto dan video yang sudah direkam dari berbagai angle serta menentukan hal apa saja sebagaimana sebuah project yang layak untuk dipresentasikan. Di sini anak dituntut untuk mengolah skill mereka hingga dapat menjadi sajian visual yang enak dinikmati dan mudah diterangkan. Sepertinya Puan memadukan beberapa aplikasi dengan alight motion.

       Akhirnya project selasai dan dikumpulkan.

        Tiba giliran presentasi, anak begitu antusias menerangkan apa yang telah dikerjakan layaknya chef dan ahli gizi yang menuang hasil karya yang patut dibanggakan. Apalagi ketika teman-teman dan guru memberikan apresiasi dengan beberapa pertanyaan seperti sebuah event yang sering ditonton di televisi yang bisa memberikan edukasi dan hiburan, meski di lingkup kecil setingkat sekolah SMP. Semua itu membuat anak menjadi puas dan senang sehingga dapat menambah rasa percaya dirinya.

 

        Demikianlah. Awal proyek besar bisa saja berasal dari hal yang kecil, bukan? Terkadang, bahkan dari sesuatu yang tak diduga bisa menjadi karya brilian yang menakjubkan. Ya, menurut saya kegiatan seperti ini memang  perlu diberikan kepada anak agar dapat membuka ruang untuk mengasah skill mereka dalam berekpresi dan berekplorasi dengan senang hati, termasuk di masa pandemi sekarang ini. Selain itu juga melatih rasa tanggung jawab dan kemandirian yang diperlukan saat menghadapi kemajuan jaman yang kian cepat berkembang.

        Bagaimana menurut kalian? Ceritakan yaa.

        Salam sehat dan selalu semangaatt.***NZ

Jumat, 29 Januari 2021

Merubah Kelemahan Menjadi Kekuatanmu


        Mentalist Deddy Corbuzier seringkali mengatakan bahwa dia dan anaknya menderita disleksia. Tapi dengan itu mereka mampu membawa kesuksesan.

By Nur Ida Zed

                                                                Foto: DvineAdinda

        Memiliki kelemahan bukanlah hal yang memalukan ya. Selain kelebihan, setiap orang pasti mempunyai kekurangan atau kelemahan. Sebab tak ada manusia yang sempurna, bukan?  Karena itu tak perlu berkecil hati ketika menemukan kekurangan atau kelemahan pada diri kita. Bila mungkin justru dapat menjadi kekuatan ketika bisa dengan bijak menerima dan memahaminya sebagai anugrah yang diberikan oleh Tuhan.

        Saya pernah membaca biografi tentang Thomas Alva Edison, penemu listrik yang juga seorang ilmuan kondang dari Amerika Serikat yang menciptakan berbagai tehnologi. Siapa sangka saat masuk sekolah dasar dulu dikatakan  sebagai anak idiot yang tidak pintar karena dianggap kurang berbakat dan seringkali tertinggal oleh pihak sekolah sehingga dikembalikan kepada orang tuanya. Tapi sang ibu justru membalikkan opini bahwa putranya adalah seorang jenius yang sangat pintar sampai guru sekolah tak sanggup mengajarinya. Dan ternyata, berkat ketekunan sang Ibu yang begitu mengerti dan mengenal putranya,  Thomas  benar-benar seperti yang dikatakan, menjadi ilmuan yang punya nama besar, kepandaian di atas rata-rata hingga sukses dengan banyak hak cipta dan memiliki beberapa perusahaan.

        Tak hanya Thomas Alva Edison, juga Deddy Corbuzier, tapi banyak banget nama yang dapat dikatakan mampu merubah kelemahan menjadi kekuatan.  Tapi tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan ya. Semua itu butuh tahapan dan usaha serta kerja keras yang muncul dari dalam diri kita sendiri. Tak cukup dengan hanya mengeluh dan menyesali, apalagi menutupi kekurangan atau kelemahan itu dengan mencoba untuk acuh dan melupakannya.

        Ada beberapa cara agar dapat mermbuat kelemahan menjadi kekuatanmu, antara lain:

        Kenali Diri Sendiri. Mengenali diri sendiri sangatlah penting. Dengan begitu kita akan tau apa saja kelebihan yang dimiliki, begitupun kekurangan dan kelemahan yang ada. Semacam menjadi introspeksi diri, kemudian dapat menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk semua kekurangan dan kelemahan yang dipunyai.

        Ini bisa ditanyakan pada diri sendiri, secara jujur mencoba berkaca bagaimana sebenarnya diri kita. Apa saja yang kita sukai dan yang tidak kita sukai. Seperti soal kegiatan, pekerjaan atau dalam berteman. Apakah ada hal yang membuat teman merasa tidak nyaman, seperti dianggap kurang pintar, tak pandai bergaul dan lebih pendiam atau hal lain yang membuat kurang percaya diri.

       

        Terima Apa Adanya. Setelah menyadari apa yang menjadi kekurangan atau kelemahan yang dimiliki, terima itu sebagai hal yang bisa diperbaiki. Bila itu tidak mungkin, maka tak perlu dipikirkan apalagi disesali, tapi anggap sebagai anugrah yang patut disyukuri dan pasti ada hikmah di baliknya.

        Kemudian cari solusi yang terbaik, bagaimana mengatasi kekurangan atau kelemahan menjadi hal yang istimewa sehingga akan memberikan manfaat bagi kita. Yati pesek, misalnya, kondisi kekurangan dengan hidung pesek yang dimiliki justru menjadi brand atau trademark yang dapat dikenal di belakang namanya. Atau kondisi miskin dan serba kekurangan yang waktu itu dihadapi Marchell, komika berambut kriting bakmi bertubuh gempal yang lagi naik daun, dapat menjadi sumber ide kreatif yang bisa menjadi konten dan menaikkan namanya.  

        Terus Berusaha dan Pantang Menyerah. Saat kekurangan atau kelemahan belum membuat satu pengakuan yang dapat diperhitungkan, maka teruslah berusaha dan pantang menyerah. Tak perlu bersusah payah menutupi kelemahan dengan berbagai cara agar dapat diterima sehingga membuat capek hati dan pikiran yang hanya membuang waktu saja. Belajar untuk tegar dan tanamkan dalam hati bahwa tak ada manusia yang sempurna. Bahwa semua orang pasti punya kelemahan, tergantung bagaimana dia mengatasinya. Jadi, kelemahan itu bukan milik kita sendiri.

        Ketika bertemu orang yang tidak bisa menerima kekurangan atau kelemahan kita, maka lebih baik tak usah peduli dan dapatkan orang yang dapat menghargai apa adanya. Tidak masalah dengan penilaian orang yang merendahkan, karena lebih penting membangun rasa percaya diri dengan menggali potensi.

        Bila kelemahan itu menyangkut ketrampilan atau kepiawaian berkaitan dengan karya dan pekerjaan, sebaiknya kolaborasi agar bisa saling melengkapi dengan yang lain. Tetaplah confidence membawa diri dengan semua yang dimiliki, baik kelebihan dan kekurangan atau kelemahan. Sebab pemilik kesempurnaan hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

        Tidak perlu minder dan menarik diri, apalagi menutup diri dari orang lain karena kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Yakinlah bahwa sebenarnya kelemahan adalah kekuatan yang tersembunyi. Tetap cermat mencari peluang dan terus bersyukur dengan apa yang dimiliki. Karena bisa jadi, orang tak melihat itu sebagai  kelemahan, tapi justru kekuatan yang akan memberikan kesuksesan di kemudian hari.

        Yap.  Semoga bermanfaat.

        Salam sehat dan selalu semangaatt…!***NZ

Selasa, 26 Januari 2021

Konsep Ikigai Membawa Pada Kebahagiaan


        Di negara Jepang, sebagian besar orang menerapkan konsep ikigai untuk hidup mereka. Semangat ini akan dapat membawa pada kebahagiaan. Bagaimana dengan kalian?

By Nur Ida Zed

 

                                             Foto:Dvine Adinda

        Setiap manusia tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam menjalani kehidupan. Entah itu untuk dirinya sendiri, keluarga maupun orang lain. Di Jepang, sebagian besar orang suka bekerja keras di masa muda agar kelak bisa mendapatkan kebahagiaan sebagai tujuan mereka, dan menerapkan konsep ikigai untuk melewati proses kehidupan yang diinginkan.

        Lalu, apa itu ikigai ?

        Istilah Ikigai berasal dari Bahasa Jepang, paduan dari kata “Iki” yang artinya kehidupan dan “Gai” yang berarti nilai. Jadi ikigai adalah nilai kehidupan, atau nilai hidup yang lahir dari kebiasaan orang Jepang, yang membuat mereka lebih semangat menjalani hari-harinya. Semacam konsep dan cara memaknai kehidupan di tengah tekanan pekerjaan yang cukup tinggi hingga mampu mengatasinya dengan baik.

        Dulu banget sih, orang mengenal cerita Oshin yang melegenda, juga kisah yang seringkali dilukiskan lewat film dari Negeri Sakura ini ya. Semua menggambarkan bahwa Jepang  itu negara maju yang tertata rapi, bersih dan teratur, serta budaya masyarakatnya yang mengutamakan kerja keras dan disiplin tinggi sebagai motivasi untuk menjalani hidup. Ini yang dinamakan dengan ikigai, yang memiliki filosofi bagaimana kita menghidupi hidup dengan terminologi Passion, Profession, Vocation dan Mission.

        Diawali dengan rencana untuk pekerjaan ataupun kegiatan  yang ditekuni, proses yang harus dilewati, hingga pencapaian yang diharapkan dapat menjadi tujuan hidup menuju pada kebahagiaan. Ikigai menjadi konsep dasar kehidupan yang selalu memiliki dua sisi mata uang  berlainan antara hitam dan putih, susah dan senang. Namun bagaimana menyiasati itu untuk mewujudkan apa yang diharapkan.

 

Berawal Dari Passion Hingga Mission

        Segala sesuatu yang dilakukan dengan passion tentu akan memberikan hasil yang maksimal. Untuk memilih pekerjaan, misalnya,  passion  atau minat  sangatlah penting supaya menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan yang  dilakukan dengan sepenuh hati.  Seperti ketika sedang menulis, apapun itu, karena suka melakukannya saya akan mengerjakan dengan senang hati. Segala ide dan kreatifitas yang ada di kepala seolah ingin dituang menjadi karya agar dapat dinikmati oleh orang lain.  

        Awal dari passion ini lalu akan menjadi profession yang membuat karya dan kreatifitas kita dihargai dengan bayaran yang sesuai. Bermula dari reporter, lalu redaktur sebuah majalah yang digaji, misalnya, atau contributor yang artikel dan tulisannya dihargai. Juga menyelenggarakan event atau  melakukan kegiatan lain yang disukai dan mendapatkan royalti serta kompensasi. Semua tahapan dijalani dengan senang hati.

        Setelah sekian lama berkecimpung di bidang ini, kesempatan untuk berbagi juga menjadi pemikiran tersendiri. Waktu itu diajak nulisbuku.com membuat antologi Cerita Ramadhan dengan hasil royati penjualan disumbangkan buat panti asuhan. Seringkali juga diminta sharing pengalaman di beberapa perkumpulan ibu-ibu serta orang tua murid mengenai hal yang berkaitan dengan pendidikan anak, serta motivasi  seorang ibu dalam membentuk keluarga sakinah. Atau sharing mengenai profesi, karena pernah menulis buku serial profesi di penerbit Dinastindo Adiperkasa Internasional. Semua dijalani dan mengalir saja tanpa memikirkan pasang surutnya sebagaimana dinamika kehidupan ini.

        Banyak pengalaman yang membuat kita menjadi bijak dan dikenal. Kadang dimintai pendapat mengenai solusi tentang berbagai masalah yang seringkali membuat galau. Karena itu buat saya mission atau misi untuk berbagi lebih utama agar apa yang dimiliki menjadi bermanfaat dan berguna bagi masyarakat. Termasuk dengan tulisan dan karya lain seperti podcast, saya ingin berbagi kebaikan dengan konten yang memberikan energi positif, sehingga akan berpengaruh positif juga pada pembaca dan penikmatnya.

   

Nikmati Kebahagiaan

         Sejauh ini saya merasa telah melalui semua  tahapan itu dan menemukan ikigai sebagai makna kehidupan yang menjadi tujuan hidup. Setidaknya bebagai hal, seperti kegiatan, pekerjaan dan aktivitas lain selalu saya lakukan dengan senang hati karena ingin melakukannya, tanpa ada paksaan. Tak lagi peduli dengan apa kata orang ketika yakin melakukan kebenaran.

        Menghalau semua kendala dengan rasa optimis, serta melihat kesulitan sebagai tantangan yang harus ditaklukan dengan hati yang lapang. Apapun yang ada di depan adalah jalan yang harus dilewati dengan rasa syukur pada Tuhan. Dengan begitu, kita akan bergerak maju dan jauh dari kata stess apalagi depresi dalam menghadapi tekanan hidup yang ada. Semua masalah dianggap biasa dan dijalani dengan semangat dan senang hati.

        Ya. Itulah kunci dari ikigai ini bahwa apapun yang menjadi pilihan kita akan dilalui dengan rasa senang, semangat dan tanggung jawab dengan segala konsekwensinya untuk membawa pada tujuan hidup yaitu  kebahagiaan. Bagaimana menurut kalian?

        Salam sehat dan selalu semangaatt..***NZ

Jumat, 22 Januari 2021

Tips Dampingi Pembejaran Jarak Jauh On Youtube


        Salah satu dampak dari situasi pandemi sampai saat ini adalah semua siswa masih harus belajar dari rumah. Lalu bagaimana sebaiknya mendampingi mereka agar tetap semangat dan tidak merasa bosan?

By Nur Ida Zed

 

                                            desain foto:dvine adinda @dvine_adinda

         Upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 serta mencegah terkena pada generasi muda dan anak-anak, sejak bulan Maret tahun lalu semua siswa diharapkan belajar dari rumah lewat online alias daring. Kondisi seperti ini mau gak mau  harus dihadapi dan dinikmati meski banyak juga tangtangannya. Ya, karena itu kali ini saya mau berbagi tips mengenai bagaimana mendampingi anak saat pembelajaran jarak jauh.

         Memang bukan masalah gampang ya, apalagi bagi yang work from home (WFH) atau yang sudah mulai kerja work from office (WFO) di era new normal ini. Tapi sebagai orang tua yang baik, kita perlu bijak mendampingi mereka. Nah, tipsnya antara lain:

1.       1. Beri pengertian pada anak harus menikmati pembelajaran jarak jauh ini karena pandemic belum berakhir. Ajari mereka beradaptasi dengan situasi ini.

 

2.       2. Meski PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) tetap terapkan pendidikan disiplin diri. Seperti harus bangun pagi, mandi supaya badan segar, sarapan pagi agar tetap sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan semangat belajarnya.

 

 

3.       3. Ingatkan jadwal sekolah, karena biasanya ada pertemuan via daring seperti zoom meet, google meet dan semacamnya. Sesekali cek dan lihat tugasnya apa saja, jangan sampai terlewat untuk dikumpulkan.

 

4.      4, Ada baiknya koordinasi dengan guru sekolah atau guru mata pelajaran, juga sharing antar orang tua murid lewat grup, seperti grup whatsapp dan yang lainnya.

 

5.       5.Jaga mood anak jangan sampai boring.  Selalu ciptakan suasana nyaman. Karena belajar di rumah pasti berbeda dengan di sekolah yang bisa bertemu, bermain dan sharing langsung dengan teman-teman yang lain sehingga rentan dengan kejenuhan dan kebosanan.

 

6.       6. Ingatkan untuk membagi waktu antara belajar dan istirahat. Seringkali kalau sudah asyik dengan gadget dan laptop, anak suka lupa waktu ya. Nah, istirahat yang cukup juga perlu supaya imunitas tubuh tetap terjaga.

 

7.       7. Dukung kegiatan pembelajaran jarak jauh ini dengan keep in touch dan penghargaan kecil. Seperti kalau sudah mengerjakan tugas dengan baik, bilang kepadanya: Bagus, Nak, mantap. Atau goodjob dear. Hal ini mungkin sepele ya, tapi ini penting agar anak tambah semangat dan makin percaya diri.

        Nah, mungkin ini dulu tips saya kali ini, semoga bermanfaat. Ditunggu tips-tips yang lainnya yaa.

        Oya, versi video dan audio dari artikel tips ini sudah didesain oleh Puan, putri saya lho, dan dapat dinikmati juga di channel Youtube saya: Nurida Zuhayanti 

7 Tips Dampingi Anak PJJ #belajardarirumah

Selain itu juga sudah dituang di podcast Morning Daungter di Anchor.fm dan Spotify



        Mari berdoa bersama semoga pandemi ini segera berlalu yaa, aamiin.

        Salam sehat dan selalu semangaatt..!***NZ

Senin, 18 Januari 2021

Perkuat Jati Diri Dengan Optimalkan Potensi


        Pernahkah merasa kecewa dengan apa yang menjadi kekurangan kita sebagai manusia?  Temukan jati diri dengan mengoptimalkan potensi yang kita punya.

By Nur Ida Zed

                                            Foto: dokpri @nuridazed


        Suatu hari seorang teman datang dan mengeluh karena berat badannya tak juga turun meski sudah menjalani program diet  serta olah raga yang disarankan oleh Personal Trainer di Club yang diikutinya. Bahkan sudah mencoba minum obat pelangsing semacam teh herbal yang dapat mengurangi nafsu makan hingga  hampir  dirawat di rumah sakit,  terkena maag karena keterusan menahan lapar. Saya sarankan, sudahlah tak perlu banyak dipikirkan soal bentuk tubuh dan berat badan. Yang penting saat ini adalah sehat dan bahagia.

         Dia malah bertanya, apa resepnya menjaga bentuk tubuh dan kebugaran.  Terus terang, saya gak punya rahasia khusus yang dapat dibagikan soal ini, karena memang selama ini tidak ada treatment, apalagi pantang pada jenis makanan tertentu dan ikutan program diet segala macam.  Saya hanya menyampaikan, soal bentuk tubuh ini mungkin ada pengaruh juga dengan bawaan lahir, kami sekeluarga tak ada masalah dengan berat badan yang berlebihan.

        Ya, Marie teman saya ini begitu keukeuh untuk tampil sempurna karena merasa teman-teman lain yang tak seperti dirinya. Padahal sih, saya tidak melihat itu  menjadi sebuah kendala. Karena dia adalah teman yang baik, humble, ramah dan pandai bergaul serta pintar.  Lalu, kenapa harus mempersoalkan hal yang tak begitu perlu yaa.

 

Cintai Dirimu Apa Adanya

         Seringkali kita melihat orang lain tanpa lebih dulu mengenali diri sendiri. Serta merta sosok yang ada di depan mata selalu nampak lebih baik dari apa yang kita punya. Tak hanya bentuk tubuh, kecantikan atau ketampanan, tapi juga kesuksesan, kekayaan dan kemapanan, bahkan kebahagiaan. Semua yang ada pada orang lain terlihat seolah  lebih baik dari apa yang sudah kita miliki. Padahal tidak semuanya benar ya, Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

        Saat menemukan kekurangan yang kita punya, pasti ada kelebihan yang tersimpan di dalamnya. Kehidupan ini sendiri tak hanya apa yang terlihat di depan mata, lebih dari itu banyak hal lain yang ada di baliknya. Seperti potensi yang ada dalam diri kita dan belum tentu dimiliki oleh orang lain.

 

        Saya sendiri percaya takdir telah ditentukan oleh Tuhan sebelum kita dilahirkan. Tapi banyak cara untuk menggali potensi diri melalui proses yang menemukan jati diri menjadi sebuah kesuksesan di masa mendatang. Semua dapat ditempuh dengan upaya dan ikhtiar yang  ditentukan oleh waktu. Ketika sudah menemukan itu, maka tak peduli apapun yang dapat mempengaruhi diri kita, semua akan menjadi biasa, berjalan tanpa beban dan apa adanya.

        Mulailah dengan mencintai apa adanya yang kita punya, tanpa menoleh apalagi membandingkan. Bahwa hidup ini adalah perjalanan, bukan kompetisi yang butuh pemenang. Dengan begitu maka akan terasa nikmat menjalani hari dengan penuh kebahagiaan.  

         Sekecil apapun potensi yang kita punya merupakan kelebihan yang dapat dimaksimalkan bila disadari dan dicintai. Kelembutan dan kebaikan hati, rasa empati dan kesungguhan dalam bekerja serta semangat dan cinta kasih yang dimiliki menjadi sesuatu yang berharga dalam menjalani kehidupan ini. Lebih baik mensyukuri apa yang kita punya daripada mengeluhkan kekurangan yang akan membawa energi negative dan merusak semangat hidup kita.

 

Tak Perlu Jadi Sempurna.

        Kita selalu  mendengar kata bijak yang menyebutkan bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Karenanya, disaat menemukan sedikit kekurangan pada diri kita, jangan jadikan sebagai fokus perhatian yang akan mengabaikan hal lain yang lebih penting untuk dikembangkan. Pikirkan bahwa kita pasti punya potensi lain yang dapat diolah untuk menguatkan jati diri sehingga tidak membuat rendah diri dan apatis terhadap keadaan.

        Bahwa semua orang pasti tidak ada yang sempurna, tergantung bagaimana menyikapi kekurangan yang dimiliki. Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca menuliskan tentang:  Jadikan Kekuranganmu Sebagai Kelebihanmu. Ada baiknya kita merenungkan tentang ini, karena setiap manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling istimewa.

        Jika sempurna hanya milik Tuhan, bukan berarti pasrah pada keadaan ya, namun sebagai manusia tetap harus mengupayakan dan berusaha melakukan yang terbaik agar hasilnya maksimal. Tapi dengan catatan, tak perlu menghalalkan segala cara untuk menjadi sempurna karena yang hakiki hanya milikNya. Ya, karena hasil akhir adalah ketentuan dari Yang Maha Kuasa.

 

Berbagi Lebih Utama

        Saat kita telah menemukan jati diri dengan mengembangkan potensi yang diberikan sebagai kelebihan, ada baiknya berpikir untuk berbagi kepada sesama.

        Kelebihan yang dimiliki tak hanya berupa harta benda semata, atau kesuksesan yang menghadirkan kemewahan dengan segala hal berlimpah. Tapi ilmu yang bermanfaat serta perilaku dan akhlak yang baik juga memperkuat jati diri dan membentuk rasa percaya diri. Setelah mengenal diri kita yang sebenarnya dan mensyukuri apa yang kita punya, sebaiknya berbagi lebih utama. Meratapi kekurangan dan membandingkan dengan orang lain rasanya tak akan ada habisnya.

        Ya, point dari semua ini adalah rasa syukur terhadap apapun yang kita punya, tak perlu mengeluh apalagi kecewa. Bahwa setiap manusia telah diberikan yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Mennggali kelebihan yang kita miliki untuk menjadi  selling point dalam menemukan jati diri yang sebenarnya. Tak perlu terlalu melihat pada pencapaian orang lain untuk dapat menyamai, apalagi  melebihinya. Bahwa kita adalah yang terbaik untuk diri kita. Bisa jadi, orang melihat kita dengan kelebihan yang ada tanpa terpengaruh dengan apa yang menurut kita sebuah kekurangan.

        OK, semoga bermanfaat ya.

        Salam sehat dan selalau semangaatt..!***NZ