Senin, 17 November 2014

Keep Healthy with Happy Soya Oil




Let’s “Start Soya Culture Today”
By Nur Ida Zuhayanti 


Tinggal di kota besar memang memiliki banyak pilihan. Karenanya, kita musti bijak dengan memulai gaya hidup sehat.  


     Ya, kesehatan itu mahal harganya lho. Bayangin aja, bila sedang tidak sehat, maka apapun yang dikerjakan tentu tidak maksimal. Apalagi bagi kita, kaum perempuan, terutama yang bekerja sekaligus ibu rumah tangga. Efek sehat tak sekedar kurang produktif, tapi juga bisa berpengaruh terhadap kecantikan jiwa dan raga. Sebab ketika sakit akan terlihat pucat dan tidak bergairah, sehingga perlu ke dokter dan butuh biaya ekstra. 

     Namun demikian, menjaga kesehatan memang tidak mudah. Berbagai penyakit bisa saja menghampiri tanpa disadari. Selain faktor resiko, banyak penyebab yang justru datang karena diri kita sendiri. Nah lho. Contoh kecilnya karena kebiasaan kita mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, semacam junk food, gorengan, juga mie instan. Jenis makanan ini begitu akrab ditemui sehari-hari karena terbilang enak dan praktis sebagai ‘pengganjal perut’ di saat lapar. 

     Padahal, bila keseringan bisa menimbulkan timbunan lemak jenuh yang akan mengganggu peredaran darah dan memacu penyakit  jantung, stroke, kardiovaskuler, bahkan kanker. Untuk itu kita perlu mencermati bahan baku makanan yang dikonsumsi, seperti dengan memakai Happy Soya Oil yang terbuat dari 100% kacang kedelai murni.


Mengapa Harus Soya? 

      Pada kenyataannya soya (baca: kacang soya) atau kedelai  mengandung senyawa yang disebut isoflavon yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan lho. Senyawa ini mampu berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah kerusakan sel dan memperbaikinya dari kejahatan polusi dan sinar matahari yang sering kita jumpai.

     Selain itu  protein dan isoflavon yang ada pada kedelai ini dapat mengurangi kolesterol jahat atau LDL di dalam tubuh dan menurunkan kemungkinan pembekuan darah, sehingga  mampu  mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke. Isoflavon juga bertindak sebagai agen anti kanker yang dapat melawan sel-sel kanker dan melindungi  tubuh kita dari  kanker hormon, seperti kanker rahim dan payudara yang menjadi momok bagi perempuan.

     Menurut penelitian para ahli, soya atau kedelai membantu menunda aksi estrogen alami tubuh, yang dapat mengurangi dan mencegah rasa sakit selama menstruasi. Dan isoflavon pada kedelai ini juga membantu mengatur estrogen tersebut sehingga dapat mengurangi hot flushes atau demam yang berlebihan pada perempuan di usia menapouse.

     Hebatnya lagi, protein kedelai berfungsi membantu penyerapan kalsium dalam tulang dengan lebih baik. Karenanya, isoflavon dalam makanan dari kedelai dapat memperlambat kehilangan tulang, menghambat kerusakan sehingga mampu mencegah osteoporosis yang seringkali dikeluhkan oleh perempuan. 

     Begitu banyak manfaat dan kegunaan dari soya atau kedelai ini, sehingga para ahli gizi dan nutrisi sering menyarankan diet sehat dengan menambah asupan protein nabati sebagai pengganti protein hewani yang cenderung mengandung lemak jahat. Salah satu caranya dengan mulai membudayakan makanan berbahan soya pada pola makan untuk keluarga. 


Soya Untuk Keluarga

     Sebenarnya banyak sekali jenis makanan berbahan soya yang dapat dinikmati.  Tak hanya susu, tempe dan tahu, kecap serta jenis makanan lain yang dibuat khusus dari kacang-kacangan yang berasal dari Asia Timur ini. Kini, hampir semua jenis makanan dapat dikreasikan dengan bahan baku soya. 

     PT.Indofood Tbk. bahkan sudah memproduksi Happy Soya Oil, yang terbuat dari 100% kacang kedelai murni yang dapat diaplikasikan untuk berbagai sajian masakan sehat bagi keluarga. Kaya akan vitamin E yang dibutuhkan dalam proses peremajaan kulit, antioksidan serta Omega 3 dan Omega 6 yang berfungsi mengurangi kadar kolesterol dalam darah, juga mencegah kanker. Memiliki kandungan asam lemak tak jenuh hingga 85% dan asam lemak tak jenuh ganda 62% yang sangat baik dan aman bagi tubuh kita. Diproses dengan tehnologi modern yang higienis sehingga tidak menghilangkan rasa maupun aroma alami pada masakan, dan yang jelas  akan menambah kelezatannya. 

     Happy Soya Oil ini mempunyai gerakan yang disebut “Start Soya Culture Today” yang bertujuan agar keluarga kita tetap terjaga kesehatannya. Antara lain,

·                Konsumsi Makanan Berbahan Dasar Soya. Pikirkan manfaatnya, sehingga kita tidak  ragu lagi   untuk menerapkan budaya ini bagi  keluarga.
·         Rencanakan Menu Soya Anda. Tak harus setiap hari, kok. Dua hingga empat porsi makanan berbahan dasar soya dalam seminggu cukup baik untuk konsumsi tubuh kita. Buatlah variasi menu agar tidak membosankan.
·         Masak Sehat dengan Happy Soya Oil. Menggoreng dan menumis dengan Happy Soya Oil membuat kita tidak khawatir. Tentu saja, karena selain sehat, Happy Soya Oil memberi rasa dan aroma alami pada semua jenis masakan yang kita suka.  
·         Kontrol Lemak Jenuh dengan Soya. Caranya: ganti mentega dan margarin biasa dengan Happy Soya Oil untuk makanan dan camilan favorit keluarga. Saya pun suka membuatkan salad buah kiwi kesukaan Puan, anak perempuan saya dengan Happy Soya Oil.

Nah, mudah kan. Menurut saya sih, menjalani pola hidup sehat merupakan investasi kita untuk masa depan. Jangan lupa selalu berfikir positif, dan seimbangkan dengan olah raga.   Mensana en corpore sano. So, Lets “Start Culture Soya Today”.***NZ   
foto-foto:Revin Ananda

Selasa, 11 November 2014

Weekend @Let's Eat Food Garden



Enjoy The Garden with Taste
By Nur Ida Zuhayanti
 


Berlokasi di Jalan Paso, Jakarta Selatan, tempat jajanan ini kental dengan suasana taman. Malam itu bersama Puan, saya menikmati beberapa menu yang disajikan.


     Sesuai dengan namanya: Let’s Eat Food Garden, tempat makan ini seakan mengajak pengunjung untuk menikmati aneka makanan dalam nuansa taman yang nyaman. Didesain terbuka layaknya cafeteria yang asyik, lahan seluas 4000m2 ini seperti  memadukan gaya retro  dengan tatanan lampu dan kursi warna-warni. Saat menjemput Puan, anak perempuanku dari latihan taekwondo sore itu, kuturuti saja usulannya untuk singgah di tempat ini sembari menunggu malam.
     Setelah memasuki area parkirnya yang lapang, kami lalu menyusuri deretan foodcourt yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman. Ada kudapan semacam bakso, somay, burger serta masakan tradisional seperti gudeg Yogya, soto lamongan, rujak cingur, cotto Makasar, lontong cap go meh hingga fast food dan Japanese food macam sushi, teriyaki serta steak. Minuman seperti aneka jus, es pisang ijo, selendang mayang, wedang ronde, angsle dan yang lainnya juga disediakan di sini.
     “Puan mau pesen apa?”tanyaku seraya meneliti satu demi satu menu yang ditawarkan. Ia menyebut es shanghai dan ifu mie, makanan favoritnya. Sementara saya memilih tahu campur dan soft drink saja. Saya sengaja ingin mencicipi taste masakan Jawa Timur ini, sesuaikah dengan lidah saya.Hm…
     Sembari menunggu pesanan, saya mencari posisi tempat duduk di sayap kanan. Dari situ mata saya dapat mencumbui pemandangan sunset lewat sela-sela pepohonanan,  juga lalu lintas yang tak pernah sepi dari kemacetan panjang di tikungan jalan. Sekaligus tetap dapat keep in touch Puan yang enjoy di playground dengan berbagai permainan.

Live Music No Wifi
     Di antara tempat duduk yang berderet panjang itu, saya menemukan sisi area yang didesain berbeda. Ada beberapa meja kayu yang menghadap tiang-tiang tinggi selayaknya area untuk presentasi. Atau bisa sebagai tempat ngumpul bareng teman arisan dan meet and great karena dapat dimanfaatkan untuk perangkat screen dan proyektornya.
     Di sisi kiri dekat counter Arabic Middle Easten yang dilengkapi shisha, terdapat  smallstage untuk pertunjukan live music yang digelar setiap Jumat malam dan weekend. Saya sempat menikmati beberapa lagu yang dimainkan cantik dari home band di sini sembari menghabiskan sajian tahu campur pesanan saya yang terasa standar saja. Ya, menurut saya petisnya tak begitu gurih dan sedikit encer, kurang sepadan dengan harganya.
    Namun demikian, kafeteria yang buka dari jam 10.00 pagi ini ternyata dilengkapi dengan fasilitas ATM centre dan tempat ibadah. So, rasanya pas juga ya, untuk tempat singgah melepas lelah dari kemacetan supaya tak kehilangan waktu menghadap Tuhan.  Sayangnya, di tempat ini tidak  tersedia area hot spot alias free wifi. Jadi, kalau ke sini harus bawa modem sendiri, ya.
     Tak apa. Sebelum pulangpun, saya sempat membeli kerak telur, kudapan khas Betawi yang enak itu untuk buah tangan. Dibuat langsung di atas angklo kecil oleh penjualnya di area teras paling depan yang didesain unik dengan sentuhan tradisional, dekat dengan parkiran.  Well, happy days and happy weekend.***NZ
foto-foto: Revin Ananda

Minggu, 21 September 2014

Blogging: Make Me Happy, Making Money ?




Catatan Female Daily Blogger Workshop and Conference
By Nur Ida Zuhayanti

Tak sekedar menuangkan buah pikiran ke dalam blog. Lebih dari itu, ngeblog akan membuat happy, bisa menginspirasi dan menghasilkan uang.

    Ya. Hampir semua orang suka narsis dan bisa jadi memiliki kegemaran menulis. Setidaknya ketika ingin curhat lewat diary, atau update status. Sejak membooming sekitar satu dekade lalu, blog tetap menjadi pilihan yang kian marak hingga kini. Apapun yang kita searching di internet, blog mampu memberikan informasi yang diinginkan dari berbagai sudut pandang. Tak heran bila kehadirannya mampu memberi market effect yang demikian hebat. Sehingga banyak figur yang mendulang kesuksesan berawal dari blogging

     Hanifa Ambadar,misalnya. CEO Female Daily Network ini memulai blogging sejak tahun 1999. Hani, begitu fashion&beauty blogger yang cantik ini biasa disapa kini memiliki komunitas perempuan terbesar di Indonesia dengan 170.000 member. Siang itu, saya menemuinya di sela acara Blogger Workshop and Conference di Hotel ArtOtel, Jakarta. 

     Banyak pembicara yang dihadirkan. Antara lain Fifi Alvianto, hijaber blogger yang juga Editor in Chief Laiqa Magazine, Saphira Zulfikar dan Marischka Pruedence, travel blogger serta Affi Assegaf yang story  sharing seputar dunia blog.   

Passion and Action
    
     Berbagai tips dan trik banyak diberikan mengenai bagaimana mengelola blog. Seperti pemilihan content, building relationship and creating partnership, learning blog analitics with google dan yang lainnya.

     Simon Toring, Head of Content Loxola serta Emily Quak, beauty blogger dari Malaysia juga membuka rahasia kesuksesannya. Kehadiran Ricky Tjok, Online Campaign Manager Google Indonesia pun melengkapi conference ini. Mereka berbagi passion melalui blog. “Blogging is a way to channel my passion that leads me to limitless opportunities,” terang Hanifa Ambadar. Selanjutnya, action dengan melakukan update secara continue, agar menambah performanya.

      Acara yang dipandu oleh Miund, Head of Communication Creative Hothouse dan disponsori oleh Lenovo @Lenovo_ID serta CommonwealthBank ini terasa seru dan menginsipasi. Dan pastinya akan memberi banyak manfaat buat para perempuan. So, Lets blogging. Make a happy, making money.***NZ
foto: female daily

Senin, 25 Agustus 2014

Parfum dan Karakter Perempuan



Feature: Antara Parfum dan Karakter Perempuan 
By Nur Ida Zuhayanti

Perempuan tak bisa dipisahkan dari wewangian. Kelembutan dan eksotis yang dimiliki dapat tercermin lewat pilihan aroma parfum yang dipakainya.

    Ya. Wewangian memang mempunyai kekuatan yang dapat membawa imajinasi seseorang. Dan itulah dahsatnya parfum. Wanginya sanggup menyusup membangkitkan imaji dan kenangan. Bahkan menurut Mietha, suatu ketika kekasihnya yang  sedang bertugas ke Surabaya itu tiba-tiba datang karena sedang berpapasan dengan orang yang memakai parfum sama seperti yang dipakainya. “Kangen,” begitu kata auditor sebuah bank pemerintah yang menyukai parfum bernuansa lembut serta feminim macam Kenzo dan Nina Ricci ini. Baginya, parfum merupakan pelengkap kosmetik yang keberadaannya seperti bedak dan lipstik saja.

     Begitu juga Anny. Bedanya, Public Relation ArtComm ini lebih suka nuansa spicy yang sedikit maskulin dengan aroma terapi. “Aku memang tidak terlalu fanatik dengan parfum tertentu. Kadang-kadang bahkan suka bereksperimen,” terang penyuka shopping yang selalu membawa parfum dalam tas kerjanya ini. Ia mengoleksi beberapa merek seperti Estee lauder, Nina Ricci hingga Odise keluaran Issey Miyake. Pada kesempatan tertentu, seperti ketika sedang bertemu klien atau berdua dengan pasangan, ibu muda ini mengaku selalu memakai parfum untuk menambah kenyamanan. Ia merasakan kehadiran parfum sebagai pelengkap yang berarti bagi dirinya. Namun lepas dari semua itu, adakah rahasia di balik parfum seorang  perempuan?

Cerminan Karakter
     Tak bisa dipungkiri bila kebanyakan perempuan memang menyukai parfum. Setidaknya wangi-wangian atau harum-haruman untuk kenyamanan dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari saja, misalnya, perempuan membersihkan badan dengan sabun wangi. Juga memakai pakaian yang dicuci dengan deterjen yang beraroma harum, dan terkadang masih ditambah pula dengan pewangi.

     Begitupun untuk perawatan tubuh seperti bedak, lulur, shampoo, pelembab, facial, hand and body lotion dan sebagainya yang mengandung unsur wewangian dengan berbagai macam pilihan aroma.  Bahkan pada dasarnya, tidak hanya perempuan, tapi semua orang tentu memilih bau harum dari pada sebaliknya. Sebab bau harum itu setidaknya dapat memberikan stimulasi pada seseorang, semacam kesegaran, ketenangan, kedamaian, dengan catatan apabila sesuai dengan indera penciuman masing-masing individu.
    
     “Khusus untuk parfum, bagi perempuan merupakan sesuatu yang sangat pribadi keberadaannya. Parfum bisa mencerminkan karakter pemakainya, “ terang Poppy Dharsono, desainer yang pernah meluncurkan produk parfum berlogo namanya itu ketika saya temui di rumahnya, siang itu. Misalnya: tipikal perempuan yang mempunyai pribadi yang classy dan elegant, biasanya cenderung memilih parfum dengan aroma spicy. Sedangkan yang sportif, akan cenderung memilih aroma lemon atau orange. Sementara yang maskulin, akan lebih berat pada aroma woody, atau sedikit tobacco. Dan bagi perempuan dengan tipe lembut, akan lebih nyaman dengan aroma mawar yang kental. Untuk aroma melati, biasanya banyak dipilih oleh perempuan yang romantis.

     Pada beberapa perempuan, memilih parfum bisa tergantung suasana dan kesempatan tertentu. Untuk pagi hari, misalnya, lebih cenderng ke aroma bunga-bungaan agar membawa kesan segar alami. Sedang untuk siang hari, biasanya dipilih yang tidak terlampau keras mengingat pengaruh udara yang panas. Sementara untuk suasana malam, biasanya lebih berani memilih yang eksperimental.

     Namun bagi beberapa perempuan lain, pertimbangan suasana dan kesempatan bisa saja tidak berlaku. Ia lebih nyaman dengan satu aroma, bahkan satu merek tertentu yang dirasa telah cocok dan menyatu dengan dirinya, hingga tidak mempertimbangkan lagi suasana dan acara apapun.

Sesuai  Nudge
     Memakai parfum  yang sama bagi masing-masing orang bisa saja berbeda harumnya. Artinya, meski dengan aroma yang sama, kalau sudah dipakai dapat saja berubah dan berbeda. Hal ini disebabkan karena pH kulit masing-masing orang serta unsur hormonal yang tidak sama. Dan ini dapat dipengaruhi oleh pola hidup serta makanan yang dikonsumsi, maupun mutu dan macam parfum itu sendiri.

     Mengenai mutu parfum, menurut Poppy sangat ditentukan oleh nudge, atau aroma yang ditebarkan. Dan ini dapat dibagi menjadi tiga tahapan terhitung sejak pertama parfum disemprotkan atau dipakai, yakni:

-         Top Nudge- aroma awal yang langsung menebar hingga 15 menit.
-         Body Nudge- aroma yang melekat setelah sekitar 2 sampai 5 jam dan telah menyatu dengan     aroma tubuh.
-         Bottom Nudge- sisa aroma yang tertinggal, yang sangat menentukan kwalitas sebuah parfum.

     Untuk standar parfum berkelas, biasanya melewati tiga tahapan nudge di atas, yakni top-body dan bottom nudge, sehingga sekali pemakaian bisa bertahan sampai seharian atau bahkan lebih. Namun ada beberapa parfum yang sengaja dibuat antara tahapan nudge yang memiliki tebaran aroma yang berlainan.  Nah, pilihlah  parfum  yang  sesuai  dengan  diri  kita.***NZ
foto: istimewa

Senin, 05 Mei 2014

Dewi Hughes, Memerangi Perdagangan Anak



Women Charity: Dewi Hughes International Foundation
By Nur Ida Zuhayanti

Perempuan dan anak-anak seringkali menjadi obyek eksploitasi. Inilah yang membuat  keprihatinan tiada henti. 


       
     Ya. Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini membuat miris suasana hati. Betapa tidak. Hampir setiap hari terjadi korban penganiayaan, pelecehan, pembunuhan, mutilasi, bahkan perdagangan anak, hingga oleh beberapa media sempat menyebut sebagai darurat perlindungan anak.

     Semakin maraknya kasus yang melibatkan anak-anak ini, terutama trafficking membuat rasa kepedulian Desak Made Hughesia Dewi tersentuh. Sosok yang lekat dengan dunia anak-anak dan tak henti memikirkan perkembangan generasi penerus bangsa itu lalu menambah kegiatan kemanusiaannya untuk masalah perdagangan perempuan dan anak-anak setelah ia terpilih menjadi Duta Anti Trafficking  untuk Indonesia oleh Unicef.

     “Dengan begitu banyaknya musibah yang datang bertubi-tubi di negeri ini, maka yang paling menderita adalah para perempuan dan anak-anak,” terang Dewi Hughes seolah menegaskan sore itu, saat saya temui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Dalam keadaan yang serba sulit, dengan kondisi yang terjepit, siapapun tentu membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Tapi sempatkah kita berfikir, bahwa ada saja para pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini? Seperti beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ternyata hanya diperjual belikan atau bahkan dilacurkan oleh PJTKI ‘nakal’. Belum lagi perdagangan anak dengan alasan akan diadopsi,” lanjut pemilik Sekolah Presenter Cilik yang menerapkan metode belajar learning by doing , yang kini juga menjadi Duta PAUD-Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan In Formal dan Non Formal ini.

     Lalu ia menceritakan pada saya, kenyataan yang pernah ditemui di lapangan. “Siapa sangka, ketika ada orang yang bermaksud mengadopsi anak dengan mempertimbangkan golongan darah, ternyata anak itu hanya akan diambil salah satu organ tubuhnya saja. Hm…betapa mirisnya. Tapi ini benar-benar ada,” cerita Hughes lagi.

     Menghadapi kenyataan yang seperti inilah, bersama Dewi Hughes International Foundation, perempuan kelahiran Tabanan, Bali, 2 Maret 1971 itu merasa perlu meminta pemerintah untuk segera membuat Undang-Undang yang melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari masalah tersebut. “ Rasanya sudah sangat mendesak. Apalagi bila melihat banyak daerah yang baru saja terkena bencana seperti banjir, tsunami, tanah longsor, gempa dan sebagainya yang dapat menjadi pemicu kaum perempuan dan para ibu semakin rapuh,” terangnya. Oleh karena itulah perlu adanya dorongan semangat bagi mereka ini agar tetap dapat berfikir jernih.

     Menurut Hughes, untuk mencegah terjadinya trafficking ini diperlukan tindakan preventif. Salah satunya dengan melakukan kampanye dan memberikan penyuluhan ke lokasi yang rawan menjadi sasaran mafia trafficking seperti daerah-daerah miskin dan pasca bencana. Ini tugas  kita semua, ya. Mari tumbuhkan rasa empati terhadap korban yang kian hari makin bertambah saja. Let’s  touch our heart. ***NZ
foto: istimewa