Rabu, 06 Agustus 2025

Saat Memberi dan Menerima Rezeki

     Bersyukur dengan rezeki yang ada maka akan ditambah lagi dan lagi. Ketika menerima rezeki, sisihkan untuk memberi dan berbagi agar menjadi lebih berkah lagi.

By Nur Ida Zed


                                                            desain by Dvine Adinda

   

    Istilah rezeki tidak akan tertukar sudah tertanam di dalam diri saya. Bahwa apa yang kita dapatkan sekarang ini merupakan "jatah" yang telah ditentukan untuk kita miliki. Karena itu pula saya tidak lagi merasa khawatir mengenai rezeki yang sudah ditakar ini.

    Di saat masa produktif yang sibuk dengan pekerjaan menumpuk dan berbagai acara serta kegiatan yang sangat menyita waktu, di situ Allah sedang memberi rezeki dengan mendapatkan penghasilan berupa materi. Di sisi lain, Allah kemudian memberi rejeki lain berupa kreativitas agar lebih bermanfaat lagi. Dia yang memiliki time line atau waktu yang tepat kapan kita mendapatkan rezeki.


    Dari awal mulai bisa dapat kerja ketika masih kuliah di Yogya dulu, lalu merantau ke Jakarta karena mendapat tawaran dari Majalah Indonesia Indah, majalah budaya dan wisata TMII, kemudian punya acara Kuis Citra Rasa di TPI adalah bagian dari perjalanan yang harus dilalui. Selanjutnya karena krisis moneter saat itu sehingga harus kembali ke dunia tulis menulis dengan mengasah diri di berbagai majalah gaya hidup hingga saat ini saya jalani dengan senang hati.

    Dari sini saya banyak bertemu dengan banyak orang penting dan berpengaruh baik sebagai nara sumber atau klien yang memberikan pelajaran bahwa rezeki tidak hanya berupa materi. Sebab ketika kita berserah, berusaha dan melakukan yang terbaik sesuai passion, dengan sendirinya materi akan mengikuti.


Menerima dan Memberi

    Ketika menerima rezeki maka sisihkan sebagian juga untuk memberi kepada yang lain, termasuk kepada mereka yang membutuhkan. Filosofi rezeki ibarat air yang mengalir, ketika menerima sesuai porsi, lalu menyisihkan untuk berbagi, maka berkahnya akan terus mengalir dan diganti dengan yang baru, begitu seterusnya. Sehingga apa yang didapat akan semakin mudah dan lancar. 

    Memahami konsep rezeki saat menerima dan memberi membawa saya pada ketenangan hati. Bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki untuk setiap makhlukNya. Manakala rezeki berupa materi datang lebih banyak, seperti ada tambahan bonus dan penghasilan yang lebih besar, rupanya ada juga kebutuhan mendesak dan tak terduga yang harus diselesaikan. Ketika mengecek saldo tabungan yang bertambah, kata teman saya:"Alhamdulillah, UKT anak sudah tertutupi, jadi jatah keperluan bulanan tidak berkurang," Ya. Tidak ada hitung-hitungan pasti soal rezeki ini, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran karena semua pasti sudah dicukupkan.

    Ketika sedang diuji dengan sedikit kesulitan dalam mendapatkan rezeki, maka tak perlu disikapi dengan mengeluh dan putus asa. Tetap berusaha dan berdoa dengan menikmati semua prosesnya. Karena pasti ada hikmah dibalik itu semua, untuk tetap bersabar dalam ketakwaan. Perbanyak sedekah dan memberi untuk jalan menuju kebaikan.


Tingkatan Rezeki

    Segala keberkahan yang didapatkan adalah bentuk rezeki yang bisa dinikmati. Ada beberapa ulama yang membagi rezeki ini dalam beberapa tingkatan, yang agaknya patut juga dimengerti supaya kita menjadi paham.

    Pertama rezeki yang paling rendah berupa harta benda yang bisa didapatkan dengan cara yang halal maupun haram. Sementara rezeki yang paling tinggi adalah harta benda yang didapatkan dengan cara yang halal dan dipergunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan. Dua hal yang seringkali ditemui ketika kita mencari rezeki di tengah gemerlapnya dunia ini.  

    Kemudian rezeki yang paling utama adalah ilmu pengetahuan dan amal saleh, sedangkan rezeki yang paling sempurna adalah ketenangan hati, kebahagiaan dan kebaikan di dunia dan akhirat. Maka ketika kita diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan seperti sekolah, kuliah dan memperoleh ilmu baru berkaitan dengan kemajuan tehnologi dan perkembangan jaman di era digital ini, merupakan rezeki yang paling utama untuk dapat diamalkan bagi kemaslahatan. 

    Sebagai blogger, ilmu yang didapat akan terus mengalir lewat tulisan-tulisan yang memberikan inspirasi dalam blog. Begitu juga sebagai podcaster dan kreator yang selalu membagi insight yang bermanfaat agar memberikan kebaikan untuk menabung amal di akhirat. Hal-hal kecil dan sederhana yang kadang tak  terpikirkan bisa membawa kebahagiaan lahir dan batin. 


Jangan Berhenti Bersyukur

    Meyakini Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita menjadi pegangan yang harus saya yakini. Anak sudah besar dan saya ingin bisa mendampinginya hingga mereka tua nanti, merupakan semangat agar tetap sehat dan terus bisa berkarya lagi.

    Mungkin prioritas rezeki saya sekarang ini bukan sekadar harta benda dan materi, tapi lebih dari itu, kesehatan lahir batin, kebersamaan waktu bersama keluarga, anak-anak yang beranjak dewasa dan berbagi kebaikan untuk sesama.

    Pengalaman hidup dan perjalanan yang sudah saya lalui menjadi bagian dari rezeki yang harus saya syukuri. Beberapa teman bahkan ada yang mengeluh dengan berbagai alasan kenapa begini dan begitu, menyesal dengan segala yang dihadapi saat ini. Kalau saya sudah tidak lagi. Biarkan semua mengalir karena takdir Tuhan tak pernah keliru. 

    Bersyukur dan menikmati apa yang ada adalah hal utama saya sekarang ini. Bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat dan dapat saling berbagi. Tidak lupa untuk terus berdoa, beribadah semampunya, meminta dan berusaha, maka semua akan berjalan dengan baik baik saja. Masalah rezeki, seberapapun sebaiknya dimaknai sebagai anugerah agar nantinya akan ditambah dan ditambah lebih banyak lagi. Seperti janji Allah SWT yang artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti akan Aku tambah nikmatKu kepadamu.." (QS. Ibrahim ayat 7)


    Salam sehat dan selalu semangat. ***NZ

Senin, 04 Agustus 2025

Mengelola Emosi Secara Sehat

    Emosi menjadi bagian dari perasaan yang kadang tidak bisa dikendalikan. Di saat sedang erosi, terpuruk dan tertekan, mengelola emosi dengan baik menjadi penting. Bila tidak, emosi bisa saja berakibat fatal.

by Nur Ida Zed

 

                                                                                       Ilustrasi by pinterest


    Gara-gara emosi sebuah hubungan yang sudah terjalin baik sekian lama bisa saja bubar. Entah itu hubungan pertemanan, di dunia pekerjaan, persaudaraan bahkan relationship dengan pasangan.

    Teman saya pernah cerita, karena emosi yang tak terkendali jadinya salah mengambil keputusan. Tidak lagi bisa berpikir jernih, apalagi mempertimbangkan dampak jangka panjang. Emosi ibarat api yang perlu dikelola agar tetap hangat dan bermanfaat, tidak menjalar kemana-mana, membakar dan menghancurkan.

    Tapi bagaimana ketika kita sedang berada di titik terendah seperti terpuruk dan merasa tersisih karena kurang bersinar, sehingga sering dipojokkan? Emosi bisa tiba-tiba meledak. Mudah tersinggung, marah berlebihan dan tidak enakan. Orang di sekitar seolah hanya melihat dengan sebelah mata. Terpecik sedikit saja sudah meluapkan emosi jiwa. Nah ini yang bahaya. 

    Padahal emosi sangat berkaitan dengan perasaan, yang menyangkut masalah hati dan pikiran. Bila terlalu dipendam dan tidak dapat dikelola dengan baik, maka akan berpengaruh dengan kesehatan mental. Dan ketika ini terjadi, pasti akan mengganggu kesehatan fisik juga. Sebuah penelitian bahkan menyebut bila berbagai penyakit kronis dan penyakit berat yang timbul bisa jadi berawal dari bagaimana mengelola emosi ini. Karena emosi sangat berkaitan erat dengan timbulnya stes dan tekanan jiwa.

    Mengelola emosi sangat diperlukan agar tetap stabil dan wise menghadapi segala situasi dan keadaan.  Ini memang membutuhkan latihan dan pembiasaan. Di saat sedang kesal dan seringkali emosi memuncak, maka hal sepele bisa menjadi kemarahan besar. Namun jika sudah terlatih dan terbiasa, maka segala pemicu emosi yang mampu menguras energi akan dihadapi dengan senyum, ikhlas dan sabar.


Lalu bagaimana mengelola emosi secara sehat agar tetap bahagia?

1. Selalu berpikir positif. Ini penting untuk menghadirkan energi baik dalam diri kita. Buang semua pikiran yang buruk karena semua itu tidak ada gunanya. Misalnya kita sedang terpuruk dan labil dengan naik turunnya emosi, maka tetaplah berpikir positif. Ambil hal yang baik saja mengenai pandangan orang terhadap kita. Tidak perlu diambil hati agar tidak menimbulkan emosi.

2. Berpikir sebelum bicara. Disaat sedang emosi seringkali kita tidak bisa mengontrol diri, termasuk dalam berbicara. Mengomentari hal yang tidak seharusnya di media sosial, misalnya, atau mengeluarkan kekesalan sebagai sarana membela diri sehingga terkesan meluapkan emosi. Tunggu dulu, jangan terburu buru. Sadari bahwa tidak semua orang akan mengerti tentang diri kita apalagi disaat disulut emosi. Berpikir sebelum berkata-kata dan berkomentar mengenai sesuatu yang bertentangan dengan hati kita agar tidak memacu emosi selanjutnya.

3. Buat jurnal untuk pelampiasan dan menghasilkan karya. Memendam emosi memang tidak baik juga, terutama bagi keseimbangan hidup dan kesehatan mental kita. Dari pada merancu tak terarah, ada baiknya melampiaskan emosi dengan sesuatu yang bermanfaat, seperti membuat jurnal, menulis apa yang dirasakan dalam karya, salah satunya juga ngeblog. Di saat lagi emosi biasanya malah dapat memberikan kontribusi yang out of the box, lho, di luar ide yang biasa-biasa saja. Beberapa seniman terkenal bahkan ada yang sengaja menyulutkan emosi untuk memantikkan karya yang spektakuler. Karena konon, di saat sedang emosi itulah seseorang sebenarnya sedang jujur terhadap dirinya.

4. Perbanyak Olah Raga. Melakukan olahraga juga bisa menjadi pelampiasan emosi jiwa. Tapi ingat ya,  jangan sering sering mengkondisikan seperti ini, karena berolah raga dalam situsai emosi kadang tidak terkontrol dan malah membahayakan kesehatan kita. Di saat emosi otak kita dipaksa menahan amarah sehingga pembuluh darah bisa saja pecah. Berolah raga yang teratur dengan porsi yang sesuai usia akan bisa mengatasi emosi yang timbul. Take it easy, santai saja dulu.

5. Alihkan dengan humor dan bercanda. Di saat sedang emosi, ada baiknya mengalihkan dengan humor dan bercanda. Menanggapi orang yang sedang emosi dengan emosi juga pasti tidak akan ada habisnya. Bersikap santai dengan humor dan tidak usah dibawa ke hati agar tidak merusak diri sendiri. Lakukan ini agar tidak membebabi pikiran.

6. Pelajari teknik pernapasan. Ada baiknya mempelajari teknik pernapasan untuk megatasi emosi dengan cara yang sehat dan bahagia. Beberapa contoh teknik pernapasan bisa didapatkan di berbagai literasi dan didapat di media sosial. Seperti tarik nafas panjang dari hidung, tahan sebentar lalu keluarkan lewat mulut secara perlahan akan membantu menenangkan hati dan mencegah emosi. Kosongkan pikiran dan lakukan beberapa kali.

7. Jangan pendam emosi, menangis dari cari solusi, mengadu pada Illahi Robbi. Emosi yang dipendam akan merusak jiwa dan raga kita. Tidak salah sih jika kita merasa disakiti, didholimi dan diremehkan akan timbul emosi yang tak tertahankan. Kemarahan dan dan gejolak jiwa yang meletup-letup seolah ingin ditumpahkan. Ini wajar saja, dan bisa dimengerti. Jika itu terjadi, maka luapkan dengan menangis dan cari solusi. 

    Menangis merupakan salah satu cara release dari masalah serta perasaan yang membebani seperti kemarahan dan emosi. Karena dengan begitu maka tekanan yang menghimpit dada akan sirna seiring hilangnya air mata. Terlebih bagi para perempuan yang kadang pandai menyimpan kemarahan dan rasa. Namun ada baiknya menangislah di atas sajadah sembari kita mengadu kepada Sang Pencipta. Sebab Dialah yang bisa membolak-balikkan hati, yang memiliki semua solusi yang kita cari.

    Mengadulah padaNya, ceritakan semua kegundahan dan amarahmu dalam tawadhuk dan rasa pasrah kepaNya. Niscaya semua akan baik-baik saja. Percayalah.

    Salam sehat dan selalu semangat.***NZ


Kado Unik Penuh Makna


    Kado bisa menjadi pengingat bagi pemberi maupun penerima. Kado spesial biasanya dibuat unik dan penuh makna sehingga menyiratkan personal dan menyimpan kenangan mendalam.

by Nur Ida Zed


                                                        foto: dokpri 

    Siapa yang suka ketika diberi kado? Di setiap momen indah, bersejarah dan berkesan seperti saat ulang tahun, perayaan keberhasilan, pernikahan, momen jadian hingga pertemuan penting seringkali menyiapkan kado untuk diberikan.  Kado bisa menjadi ungkapan kasih sayang dan perhatian untuk orang yang spesial. 

    Menerima kado berupa barang yang disukai dan diharapkan dari orang yang spesial tentu menjadi kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan. Seperti ketika kecil dulu menerima kado atau hadiah sepeda dari orang tua, rasanya senang sekali karena itu berarti sudah diijinkan membawa sepeda sendiri saat pergi ke sekolah. Seingat saya ketika naik kelas tiga atau empat SD begitu, saya diajak Bapak ke toko sepeda yang juga milik temannya, lalu disuruh memilih mana yang disuka. Sengaja memilih sepeda Benny warna hijau cerah karena terlihat bagus dan lucu dilengkapi pompa kecil yang menempel di plang penghubung roda sebagai ciri khasnya. Sepeda keren pada masanya, haha. Otomatis kado ini menjadi hak milik yang harus dirawat dan dijaga.  Hingga sampai saat ini pun, sepertinya sepeda itu masih ada di gudang rumah orang tua di Blora meski sudah tidak ada lagi yang memakainya.  Suatu ketika, di saat pulang kampung bersama anak-anak, sepeda ini bisa menjadi cerita panjang yang penuh kenangan. Bahkan saat Bapak sudah tiada seperti sekarang.

    Kado memang bisa menyimpan kesan dan kenangan. Juga memberikan nasehat, pesan dan pelajaran. Masih tentang Bapak yang menyayangi cucu-cucunya, yakni anak-anak saya, beliau seringkali menyiapkan kado unik untuk mereka. Contohnya memberi anak ayam yang lucu dan sehat ketika mereka masih kecil karena bapak tahu anak-anak suka binatang peliharaan, seperti Bapak. Katanya untuk menumbuhkan empati pada anak-anak terhadap sesama makhluk hidup. Begitu juga bibit tanaman seperti mangga harum manis yang dicangkok sendiri oleh beliau dari pohon mangga di halaman. Juga tanaman aglonema dan gelombang cinta yang dulu pernah mahal dan jaya. Bapak sengaja menitipkan bibit tanaman itu untuk dibawa ke Jakarta agar dirawat dan dipelihara. 

    Benar saja, anak-anak kini jadi tumbuh rasa tanggung jawab dan empati, dengan rajin menyiram tiap hari juga membersihkan setiap lembar daunnya agar selalu tampak indah sehat segar berseri. Setiap kali telepon waktu itu, anak-anak seolah memberikan laporan mengenai perkembangan tanaman yang dibawanya. Berdiskusi asik sekali sembari menunjukkan rimbunnya dedaunan yang kian bertambah saja. Seperti memiliki energi, tanaman itu membuat anak-anak bergairah dan selalu menjaganya hingga saat ini. Mereka tetap mengingat bahwa ini kado spesial dari Eyang Kakungnya.


Kado Unik dan Menarik

    Kado memang seharusnya diberikan dengan penuh cinta. Kado yang unik seringkali memiliki makna menarik bisa berupa barang-barang yang personal, pengalaman berkesan atau sesuatu yang menjadi kesukaan bagi penerima. Kado lukisan wajah yang dibuat sketsa black and white akan memberi kesan personal yang bisa menyentuh rasa. Apalagi bila lukisan itu dibuat sendiri dengan tahapan proses yang melibatkan kedekatan hati. 

    Kado unik juga bisa berupa tiket nonton film atau konser yang lagi hipe. Ketika kemarin sedang booming film Jumbo, Puan minta kado dibelikan tiket nonton bareng temen-temennya usai praktikum hari terakhir. Saya menyetujui karena film ini menyimpan narasi tentang persahabatan, kehilangan dan keberanian yang perlu dimengerti oleh anak-anak Gen Z. Selain juga berhasil mengaduk hati dengan cerita hangat yang memantik tawa, haru dan penuh makna. Di sini menyentuh pesan agar membuka mata dalam berteman, saling mengerti dan tidak membully. Semangat meraih sukses ketika berprestasi.

    Tak hanya barang yang harus dibeli, kado unik juga dapat berupa hasil karya seperti masakan kesukaan yang dibuat sendiri. Dilengkapi menu dan cara membuat, kado semacam ini pernah diberikan oleh teman saya untuk anaknya yang sekarang tinggal di tempat kos karena sudah menjadi mahasiswa di Yogyakarta. Maksudnya agar sang anak bisa mempraktekkan sendiri makanan kesukaan yang biasa dibuatnya sembari mengingat masakan ibunya. Konon kado ini bermanfaat karena membuat sang anak yang sedang belajar mandiri jadi suka memasak setiap kali kangen sama mamanya. 


Berarti dan Bermakna

    Setiap kado yang disampaikan selalu memiliki arti bagi yang menerima maupun yang memberi. Kado berupa puisi sangat berarti bagi penikmat sastra dan literasi karena sanggup menyentuh hati. Seperti juga lagu yang dinyanyikan dengan sepenuh jiwa akan menjadi kado yang indah karena dapat mewakili perasaan dan suasana hati yang ingin tersampaikan.  

    Namun sebenarnya kado yang sangat berarti dan bermakna adalah waktu yang diberikan untuk kita. Setiap detik, setiap menit adalah kado terindah yang diberikan Allah SWT kepada kita. Waktu kebersamaan dengan keluarga, dengan teman-teman dan semua yang menjadi bagian dari proses dalam kehidupan ini. 

    Ya. Cara terbaik untuk memaknai kado terbesar ini tentu dengan bersyukur dan menikmati apa yang ada tanpa mengeluh sama sekali. Menjaga dan merawat kado ini dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif, sehingga dapat menjadi berkah bagi sesama.

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ  






 

Rabu, 23 Juli 2025

Cerita dari Ruang Setara dan Lestari

    Setiap perempuan dibekali multitalenta dan kegigihan yang patut dihargai. Karena itu bersyukurlah dengan apa yang dimiliki sebagai sumber kebahagiaan sejati. 

by Nur Ida Zed

                                                            foto: dokpri @nuridazed


    Ini cerita dari Ruang Setara dan Lestari. Kebetulan beberapa waktu lalu saya menghadiri acara yang diinisiasi oleh komunitas Humanis ini di Taman Ismail Marzuki. Mengangkat peran perempuan untuk lingkungan serta perubahan iklim yang kerap terjadi. Keterlibatan perempuan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, gagasan inovatif, dan pendekatan berbasis kebutuhan nyata. 

    Di jalin kolaborasi saya bertemu dengan para perempuan yang gigih berkomitmen pada krisis iklim dan memainkan peran krusial dalam mendorong keadilan gender dan keadilan iklim itu sendiri. Di antaranya: Puspa Iklim dari Kohati Solo, Jawa Tengah, Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YKBB) dari Bandung, Jawa Barat, Jaringan Perempuan Muda Sumba-NTT, Ruang Kolaborasi Perempuan dari Kolaka, Sulawesi Tenggara, serta Eco Warrior-Inspiring Generation dari Kabupaten Kuningan.


                                                            foto: dokpri @nuridazed


    Mereka ini sering menjadi penggerak utama dalam perlindungan lingkungan dan memiliki peran penting dalam menjaga alam. Ada yang melalui edukasi dan aksi nyata seperti pembuatan lubang resapan biopori untuk mencegah banjir, juga melalui karya yang mendorong pemberdayaan perempuaan dalam menghadapai krisis iklim dengan pengembangan wirausaha lestari seperti produksi totebag eco-print, tenun ikat, olahan ikan serta pengelolaan sampah yang akhirnya mampu memberi nilai ekonomi dan dapat membantu kelangsungan hidup. 

    Para perempuan ini begitu gigih meningkatkan kemandirian mereka di tengah krisis iklim dan isu gender di daerah masing-masing. Tak pelak, seringkali menghadapi berbagai tantangan, yang meliputi keterbatasan akses, bias gender dalam pola pikir serta beban domestik dalam keluarga. Ya, keluarga. 


Penyintas Kawin Paksa

    Kemudian saya tertarik dengan pembuatan tenun ikat menggunakan kapas dan pewarna alam tradisional melawan krisis iklim bagi penyintas kawin paksa. Saya bertanya pada Tanamakka, perempuan yang juga inisiator Jaringan Perempuan Muda Sumba-NTT yang kala itu menunjukkan karya sebentuk tenun ikat tradisional nan cantik. Konon berbagai cerita tersimpan dalam selembar kain tenun ini dari setiap perempuan yang menyelesaikannya.


    "Ceritanya sangat panjang" begitu tuturnya. Karena banyak perempuan di Sumba ini ternyata masih terikat dengan budaya kawin paksa sehingga mau tak mau harus menerima takdirnya. 

    Namun demikian, para perempuan penyintas kawin paksa ini lalu dilibatkan dalam proses produksi tenun sebagai pemulihan, pemberdayaan ekonomi serta penguatan identitas budaya sehingga mendorong kemandirian dan membangun kembali rasa percaya dirinya. Perempuan dengan multitalenta dan kegigihan merupakan salah satu bekal untuk tetap berdaya.


Bersyukur dengan apa yang kita punya

    Cerita saya, tentang cerita dari ruang setara dan lestari ini setidaknya membuka wawasan dan pikiran untuk terus bersyukur dan menghargai apa yang kita punya. Merasa cukup dengan apa yang kita miliki, menikmati semua proses yang dilalui, bahagia dengan menerima diri kita sendiri.

    Apapun yang didapatkan dalam hidup ini, baik itu berupa materi, hubungan, pengalaman serta pencapaian yang ada hendaknya menjadi sarana untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Tak perlu membandingkan dengan orang lain, karena setiap manusia memiliki porsinya sendiri. 

Kepada anak-anak saya juga senantiasa berharap untuk bisa menghargai diri sendiri tanpa melihat kelebihan orang lain. Dengan menghargai dan mensyukuri yang kita miliki, maka akan menciptakan kebahagiaan yang lebih dalam dan berkelanjutan dalam hidup.

 

                                            foto: dokpri @nuridazed

   

        Akhirnya dari ruang setara dan serasi akan muncul generasi penerus bangsa, terutama para perempuan berdaya memunculkan karya-karya berharga yang memberikan kontribusi positif untuk kemajuan negeri ini.


                                                            foto: dokpri @nuridazed    


Selanjutnya tentu akan menumbuhkan generasi peduli lingkungan yang mampu melakukan aksi sederhana dan berdampak pada perubahan iklim sehingga akan menciptakan bumi tanpa polusi. 


        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ


Sabtu, 19 Juli 2025

Detoks Digital Agar Sehat Mental

    Banyak banget informasi yang mengganggu akhir-akhir ini. Bagaimana melindungi mental kita agar tetap sehat dan tidak terpengaruh bahkan menjadikan fobia.

by Nur Ida Zed

                                                                pic by pinterest


       Tak bisa dipungkiri bila setiap hari di era dunia digital telah mempengaruhi kehidupan kita di berbagai sisi. Dari bangun tidur saja sudah membuka gadged untuk mengecek notifikasi. Kemudian berseliweran berbagai informasi di media sosial berbagai platform  lewat fyp - for your page, ditambah berita di televisi, semua seolah tak berhenti membuat penuh memori di dalam pikiran dan otak kita yang berpengaruh terhatap kondisi mental. 

     Lagi-lagi berita mengenai kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan dan hal negatif lain yang memenuhi informsi setiap hari. Baru saja kemarin viral tentang penemuan jasad yang dimutilasi, lalu pelecehan pada anak di bawah umur dari seorang guru ngaji, kini sudah ada lagi segala informasi mengenai perbuatan keji. Manusia kini seakan sudah tidak punya hati, sehingga dengan mudahnya mencelakai dan melenyapkan nyawa orang lain, bahkan orang terdekat sendiri. Belum lagi tentang perampokan, penipuan juga bencana alam yang kian marak saja.

    Ya, dan ketika berita semacam itu mampir di beranda, mau tidak mau kita jadi tergerak juga untuk membacanya, mengetahui kelanjutannya. Paling tidak kalau sudah terlanjur lewat, kemudian di  scroll dan berlalu, setidaknya mata ini sudah melihat juga.

    Di tempat arisan kemarin sempat jadi bahan perbincangan dan sharing pengalaman. Karena bagi para ibu, yang kebetulan mempunyai anak remaja alias Gen Z ini tentu sedikit khawatir bila setiap hari, bahkan setiap saat menemukan informasi dengan tema negatif yang dapat meresahkan.  

    "Astaghfirlah, itu teman dekatnya yang dimutilasi ya, kejam banget," kata salah satu teman saya ketika ada yang menyinggung soal berita yang ada. Lalu ditambahkan yang lainnya sembari menyebut asal berita. 

    Dan yang terakhir ini, tentang diplomat yang ditemukan meninggal di tempat kosnya dengan muka dibalut lakban. Oh, Tuhan, sungguh mengerikan. Kejahatan dan bencana dimana-mana. Berita politik, ekonomi yang tidak lagi baik. Lalu bagaimana cara bijak menghadapi ini, sementara mental health kita harus tetap terjaga.


Membatasi Penggunaan Media Sosial

    Mengatasi paparan informasi dengan membatasi penggunaan media sosial merupakan salah satu cara bijak agar dapat mengurangi disrupsi informasi yang kita terima. Sesekali memang kita ini perlu terbebas dari  gadged dan televisi agar membuat pikiran tidak dipusingkan oleh "huru-hara" yang kerap terjadi. 

    Ibaratnya tubuh dan pikiran kita butuh refresh sejenak agar bisa segar kembali. Kadang saya juga melakukan ini, bahkan tidak membuka media sosial beberapa waktu agar tetap fokus kepada hal yang kita tuju. Bukan tak ingin mendapat informasi, tapi lebih kepada menjaga memori tak dipenuhi oleh hal yang tak berarti.   

    Melakukan detoks digital secara berkala seperti ini penting dilakukan agar membuat kesehatan mental tetap terjaga. Cobalah menambah waktu untuk berinteraksi dengan dunia nyata dan jadwalkan untuk jeda tanpa tehnologi. sesekali dengan beraktivitas positif seperti olah raga atau memasak untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.


Memilih Sumber Informasi yang Terpercaya

    Banyaknya platform media mainsteam dan media sosial yang ada kerap membuat pembaca seperti kita seolah terkena magnet untuk selalu mengikuti informasi yang di up date setiap hari. Cobalah mengerti bahwa ini merupakan salah satu strategi agar kita terikat untuk selalu mengikuti dan mengikuti. 

    Pilih sumber informasi yang terpercaya dan akurat agar tidak terjebak pada berita hoax. Setiap platform mempunyai ciri khas masing-masing, dan cara bagaimana meramu informasi sebagai sajian yang menarik. Kurangi mengkonsumsi informasi dari sumber yang kurang jelas atau berita yang mengedepankan sensasi semata. Pahami bahwa berita sensasional selalu memiliki tujuan sebagai marketing semata. Artinya menguntungkan bagi pengunggah berita dan merugikan kita. 


Melatih Berfikir Positif

    Setiap informasi yang diterima sebaiknya jangan ditelan begitu saja. Melatih berfikir positif dengan kesadaran penuh sehingga tidak asal menyimpulkan apalagi memberikan komentar yang kadang memperkeruh suasana. 

      Bersihkan pikiran dengan menjaga pola hidup sehat, seperti dengan olah raga atau aktifitas lain yang membuat relaks dan menyenangkan hati supaya tetap produktif dan bahagia. Menjalin komunikasi bersama teman-teman yang satu visi dan tujuan untuk kebaikan juga perlu dilakukan agar tetap berpijak pada dunia nyata.  

    Ketika terbelenggu informasi yang mengganggu, saran saya sebaiknya tidak perlu banyak mencari tahu. Stop. Pikirkan kesehatan mental kita lebih penting dari semua berita yang berseliweran di beranda dan di luar sana. 


    Ya. Detoks digital bukan berarti tidak mengikuti perkembangan informasi lewat dunia digital ya, tapi tetap menjaga keseimbangan agar tidak terjebak pada disrupsi informasi yang seringkali mengotori mental kita dengan hal yang kurang berisi. 

    Manakala sudah merasa terdistraksi, maka segera lakukan yang membuat pikiran lebih nyaman. Kalau perlu, jangan menunggu hingga merasa terganggu, tapi mencegah dengan bijak mengelola apa yang sebaiknya diserap oleh hati dan pikiran supaya kesehatan mental tetap terjaga.

    Salam sehat dan selalu semangat.***NZ


Rabu, 16 Juli 2025

Tentang Balas Budi

     Tindakan membalas kebaikan merupakan cerminan rasa syukur yang layak diajarkan pada anak sejak dini. Balas budi akan membantu menjaga hubungan baik dan menciptakan lingkungan yang positif.

by Nur Ida Zed


                                            pict. by Dvine Adinda


    "Jadi dibelikan apa buat ulang tahun Vea?" tanyaku pada Puan saat kami sedang mengitari Miniso untuk mencari kado buat temennya, Vea yang dua hari lagi akan berulang tahun. Putri saya lalu memilihkan barang yang sekiranya disukai oleh temannya itu. Tepatnya salah satu sahabatnya sejak SMA dulu, yang kini sama-sama sudah menjadi mahasiswa meski beda fakultas. Beberapa bulan lalu, ketika dia ulang tahun, temennya ini juga memberi hadiah spesial, sehingga ia ingin membalasnya. Kado kecil, sebagai bentuk perhatian karena temannya itupun telah memberikan perhatian.

    Begitulah, dalam berteman adakalanya perlu membalas kebaikan agar  menjaga silaturahmi tetap aman. Tak hanya sebentuk kado, tapi juga kebaikan lain seperti suport dan dukungan disaat kita sedang membutuhkan. Seperti ketika sedang terpuruk dan butuh pertolongan meski sekadar nasehat yang menenangkan. Atau pelukan dan tempat curhat di saat sedang memerlukan sandaran bahkan teman untuk mendengar.

    Berbalas menjadi kata yang menyejukkan untuk sebuah hubungan, tak hanya pada teman, sahabat, tetangga bahkan saudara dan orang tua. Pada tetangga kadang kita suka membalas saat menerima hantaran pada perayaan hari raya, begitu juga pada saudara. Pada orang tua, kebaikan yang tak kan terbalas karena telah memberikan kasih sayang yang utuh dari kita lahir sampai sekarang.

    

Balas Budi Tak Harus Materi

    Pentingnya membalas budi tidak semata-mata untuk menjaga hubungan baik, silaturahmi yang sudah terjalin sekian lama dan menciptakan lingkungan yang positif. Tapi lebih dari itu, balas budi selalu dilakukan oleh orang yang mengerti akan makna menghargai dan dihargai. Ketika seseorang merasa dihargai atas kebaikannya, mereka cenderung akan lebih termotivasi untuk terus berbuat baik. 

    Membalas budi tidak harus selalu berupa materi ya, tapi bisa dengan cara sederhana seperti mengucapkan terimakasih yang tulus dari dalam hati, atau sekedar memberikan perhatian. Kepada orang tua misalnya, salah satu cara membalas budi bisa dengan menuruti segala nasehat yang baik, menghormati dan menjaga nama baik keluarga, juga mendoakan di setiap kesempatan untuk mereka.

    Dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh serta menjadi anak yang baik dan berprestasi juga salah satu upaya balas budi. Seorang Christiano Ronaldo, atlet sepak bola terkenal dan kaya raya itu lebih memilih berbakti kepada ibunya untuk balas budi. Karena ibu telah berjuang dan berdoa sejak ia kecil hingga sukses sekarang ini. "Jika dihitung dengan kebaikannya, rasanya tak sebanding balasan yang kuberi," begitu kata Sang Superstar. Sungguh seperti pepatah yang mengatakan: hutang uang bisa dibayar kontan, hutang budi dibawa mati.  


Mengingat Budi Untuk Tahu Diri

    Tentang balas budi, selalu dikaitkan dengan kebaikan dan pertolongan. Kebaikan yang diberikan seseorang membuat kita merasa perlu membalasnya dengan kebaikan pula. Dan hal baik ini akan menebar kebaikan dimana-mana. Begitu juga pertolongan yang diulurkan untuk membantu sesama yang membutuhkan, akan berdampak pada hal positif yang berpengaruh pada lingkungan yang baik juga. Kebaikan membantu menjadikan dunia tempat yang lebih bahagia. 

    Sebuah penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa melakukan tindakan kebaikan dapat meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres sehingga dapat meningkatkan kepuasan hidup  (Lyubomirsky & Layous, 2013). Kebaikan sesungguhnya menumbuhkan kesejahteraan emosional bagi penerima maupun pemberi.

   Ketika seseorang menerima kebaikan dan membalasnya dengan kebaikan, maka akan semakin besar kebaikan yang diciptakan. Kebaikan yang ditanamkan pada anak akhirnya dapat menjadi pemicu untuk selalu menumbuhkan budi pekerti yang baik dan karakter positif di kemudian hari.

    Pernah mendengar cerita tentang seekor singa, Si Raja Hutan yang berbuat kebaikan dengan membiarkan seekor tikus bebas tidak jadi dimangsa? Kemudian di lain kesempatan, tikus membalas budi singa dengan membebaskannya dari jaring pemburu dengan menggigiti jaring itu dengan gigi kecilnya. Sungguh, binatang pun seolah mengerti tentang konsep balas budi. Kalau bisa, jangan sampai melupakan kebaikan sehingga menjadi orang yang tidak tahu diri. 

    Bagaimana menurut kalian?

    Salam sehat dan selalu semangat.***NZ



Minggu, 13 Juli 2025

Berteman dengan Hewan Peliharaan

    Ibarat teman, binatang peliharaan bisa menjadi tempat curhat dan self healing yang bermanfaat. Gak percaya? Coba, deh.

by Nur Ida Zed

                                            foto by pinterest


    Ketika memutuskan untuk memelihara Onny, si hamster kecil berbulu putih yang lucu waktu itu, kami punya kesepakatan dengan anak-anak untuk selalu menjaga dan merawat dengan baik. Mereka setuju, lalu bergantian membuat jadwal kapan harus memberi makan, memandikan, menyiapkan minuman, membersihkan kandang, mengganti pasir wangi dan serbuk kayu serta segala mainannya. Maklumlah, hewan peliharaan satu ini memang butuh perhatian dan tempat khusus yang nyaman agar selalu lincah, sehat dan bahagia. 
    "Minggu ini Puan, minggu besok Mas Revin, ya," kata putri saya yang ketika itu masih kelas empat  SD, kompromi dengan kakaknya. Sebagai ibu, saya sih senang saja, karena dengan begitu keduanya jadi terlihat rukun. 

    Selanjutnya, saya sering melihat mereka bercanda dengan "mainan"nya itu. Bergantian  menjemur di halaman setiap hari Minggu sembari menikmati kelucuan binatang pengerat itu. Mencermati anabul yang mulai  berlari-lari di gerigi roda yang ada di kandang dan terowongan yang dibuat melingkar, sungguh asik betul. Sesekali diajak  bicara dan seolah  mengerti apa yang sedang dibicarakan. Setiap kali sepulang  sekolah bahkan Onny yang ditemui lebih  dulu sebelum meletakkan tas dan ganti baju. Pernah beberapa temennya datang dan dikenalkan dengan anabul itu. "Iih,lucuu," begitu komentarnya. Ya, kebetulan anak-anak memang  suka dengan hewan peliharaan. Karenaya ketika Onny akhirnya mati karena sudah usia, terlihat kesedihan mendalam menyelimuti hatinya. Sampai begitu lama masih dijaga juga kuburannya. Ditaburi bunga-bunga, dan didoakan agar bahagia di alam sana. Hmm.

                                            foto by Revin Ananda


    Tak hanya itu, beberapa ikan hias pernah juga dipelihara di akuarium yang diletakkan di ruang tamu, sesuai permintaan mereka. Setiap hari diperhatikan dan dirawat dengan kasih sayang. Diberi beberapa rumput laut, karang dan bebatuan serta selang oksigen dan pencahayaan yang cukup agar ikan hias itu lebih leluasa berenang- renang sehingga indah dipandang mata. "Lihat tuh, dia sembunyi di antara batu," katanya begitu senang, seolah menikmati liukan ikan yang sedang berenang dengann indahnya. Suatu ketika juga terlihat diam memandangi makhluk air itu dengan perasaan tenang. Sampai sekian lama akhirnya ada yang mati juga, karena konon kebanyakan diberi makan. Tak apa, setidaknya mereka punya teman makhluk hidup lain yang bisa diajak bicara dan menemani pertumbuhan pribadinya. Anak-anak ini jadi peka terhadap  lingkungan sekitar,  tidak egois serta arogan. 

    Berteman dengan hewan peliharaan membuatnya lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, termasuk dengan para penyuka hewan peliharaan untuk saling sharing dan bertukar pengalaman. Misalnya bagaimana membuat hewan kesayangannya ini tetap merasa nyaman. Sebab menurut banyak pengalaman, dibutuhkan ketrampilan ekstra agar bisa dekat dengan binatang itu. Cocok-cocokan, begitulah. Dan yang jelas memang perlu sabar dalam memahami setiap karakter hewan peliharaan ini karena setiap jenis memiliki karakter yang berbeda-beda. Jadi seperti manusia juga ya, hewan peliharaan bisa menjadi teman dan sahabat ketika pemiliknya perlu curhat. Karena itu tidak heran saya sering menemui anak-anak seperti sedang mengobrol dengan hewan peliharaannya itu.



    Ya, hobi memelihara binatang ini mungkin menurun dari bapak saya, kakeknya anak-anak yang dari dulu suka memelihara binatang, seperti ayam, burung dan kucing. Kalau kebetulan kami mudik  atau pulang  kampung ke Blora, salah satu yang dikangeni dan disukai oleh mereka karena  bisa bermain dengan "klangenan" Bapak ini, binatang-binatang peliharaannya itu. Bisa ngobrol sembari memberi makan ayam, mendengar suara burung dan bermain dengan kucing kesayangan. Dari Jakarta bahkan mereka sudah mennyiapkan oleh-oleh khusus buat hewan peliharaan Eyang Kakungnya, seperti makanan atau vitamin khusus yang dibeli di petshop. Di sana, tak  jarang sampai begitu lama bercengkrama antara kakek dengan cucunya bersama hewan peliharaan. Entah apa seperti ada ikatan batin yang terasa lekat manakala bisa take care dengan sesama makhluk hidup ciptaan Allah ini. Terlihat senang dan bahagia dari sorot mata mereka. 

  
                                            foto by Revin Ananda

    Memiliki hewan peliharaann memang mempunyai banyak manfaat, terutama bagi anak-anak. Antara lain jadi bisa belajar tanggung jawab. Mengurus hewan peliharan seperti memberi makan, membersihkan kandang dan mengajaknnya bermain mengajarkan anak tentang  rasa tanggunng jawab dan kepeduliannnya terhadap makhluk hidup lainnya. Ketika hewan peliharaan sakit atau terluka, bahkan bisa merasakannya, begitu juga sebaliknya.

    Mengembangkan empati dan menumbuhkan rasa setia kawan. Interaksi dengan hewan peliharaan dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa empati dan kepedulian terhadap orang lain yang menjadi bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional mereka. 

       Meningkatkan ketrampilan sosial dengan memahami perasaan dan keberadaan  orang lain. Hewan peliharaan dapat menjadi teman bermain dan belajar yang baik bagi anak-anak. Membantu mereka mengembangkan ketrampilan sosial dan interaksi dengan orang lain. 

    Menambah rasa percaya diri dan meningkatkan suasana hati. Merawat dan melihat binatang peliharaan tumbuh dengan sehat, lincah dan lucu memberikan rasa percaya diri dan meningkatkan harga diri anak bahwa dia merasa mampu melakukan sesuatu yang hebat dan menyenangkan. 

     Merasa memiliki teman dan dukungan emosional. Hewan peliharaan dapat menjadi teman setia yang memberikan dukungan emosional bagi pemiliknya. Seekor kucing yang selalu menunggu kedatangan pemiliknya di dekat gerbang adalah nyata. Seekor anjing yang menemani jalan-jalan pagi, membantu mengambilkan kaos kaki sebagaimana teman yang memberikan dukungan emosional tanpa basa basi. 

     Merawat hewan peliharaan dapat menjadi self healing dan berdampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental. Menurut beberapa penelitian bahkan memiliki hewan peliharaan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta menyehatkan jantung. Membuat hati menjadi senang karena selalu menemukan tingkah lucu dan menggemaskan dari binatang peliharaan. Bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang memiliki hewan peliharaan cenderung mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan lebih kecil kemungkinan untuk terkena alergi dan asma. Bagi orang tua, termasuk lansia memiliki hewan peliharaan dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan memberikan tujuan hidup karena terdorong untuk aktif bergerak hingga bisa mengurangi stres dan kecemasan. 

       Nah, apapun itu, disaat memutuskan memiliki hewan peliharaan hendaknya selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya ya, bila perlu memeriksakan secara rutin ke dokter hewan yang terpercaya. Selain itu juga kesehatan diri sendiri setelah berinteraksi dengan binatang peliharaan, agar menjaga hal yang tidak diinginkan. Menyayangi binatang sama seperti menyayangi makhluk ciptaan Tuhan. 

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ