Jumat, 02 Agustus 2013

Serba Serbi Lebaran


Serba Serbi Lebaran
By Nur Ida Zuhayanti







Lebaran sebentar lagi. Moment sakral ini akan lebih mengasyikkan bila segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang.

     Tanpa terasa Ramadhan akan segera berlalu, dan saatnya lebaran tiba. Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari besar bagi umat Islam ini memang menjadi saat yang dinantikan setiap tahun karena mampu membawa fenomena religi dan budaya. Setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa, berperang melawan hawa nafsu, maka lebaran adalah ungkapan kemenangan untuk kembali fitri ( baca: suci). Karena itu biasanya dirayakan dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan.

      Lebaran kini bahkan berkembang sebagai ajang silaturahmi nasional dan eksodus besar-besaran dari berbagai kota besar menuju tanah kelahiran untuk melepas kangen dan berharap maaf dari keluarga dan sanak saudara. Tak ayal berbagai kesibukan dan segala persiapan  perlu dilakukan untuk menyambut hari H. Berikut serba serbi  menjelang lebaran.

Mudik Lebaran
     Sudah merupakan tradisi bahwa lebaran menjadi saat yang tepat untuk mudik, dimana bisa berkumpul bersama saudara, orang tua dan kerabat. Saling mengunjungi, berbagi, maaf memaafkan dan halal bi halal. Bila Anda juga merencanakan untuk mudik lebaran, maka yang perlu dipersiapkan adalah: 
     
     Transportasi. Pastikan transportasi apa yang akan dipergunakan untuk perjalanan mudik. Apakah dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Bagi yang memilih angkutan umum seperti pesawat atau kereta api, ada baiknya memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan. Selain itu, bila mendekati lebaran biasanya harga tiket akan melambung. Sedangkan bagi yang ingin melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, sebaiknya persiapkan kendaraan Anda untuk perjalanan jauh.
-         Anggaran. Namanya juga mudik, pasti membutuhkan anggaran yang lebih dari biasanya. Meski ada tambahan dengan menerima THR, ada baiknya bila Anda tidak membelanjakan semua uang. Akan bijaksana bila membagi kebutuhan untuk keperluan mudik dan masih menyisakan anggaran hingga habis bulan sebelum gajian.
-         Keamanan. Pastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan. Kalau perlu, beritahu RT atau Satpam, sebab suasana lebaran seringkali juga dimanfaatkan  oleh para maling.

Belanja Buat hari H dan oleh-oleh
      Lebaran yang juga identik dengan saling berkunjung serta open house membuat Anda perlu menyediakan berbagai makanan, seperti kue-kue  kecil maupun masakan khusus untuk para tamu. Bila Anda tidak ingin membuat sendiri, kue lebaran kini bisa dipesan di toko kue dan banyak dijual di supermarket. Jangan ragu untuk mencoba lebih dahulu bila disediakan tester, dan belanja sesuai dengan selera dan kebutuhan. Selain untuk para tamu, kue ini juga dapat dipergunakan sebagai oleh-oleh khas lebaran.

      Di saat lebaran, tentu Anda ingin menghias rumah agar nampak lebih cantik, indah dan rapi. Untuk keperluan ini Anda bisa hunting belanja karena banyak tempat yang menawarkan seperti home decoration atau interior center. Buatlah agenda belanja sesuai skala prioritas dan budget. Jangan tergoda harga murah tapi kwalitas terabaikan.

Memilih Pakaian
     Yang tak kalah penting untuk lebaran adalah menyiapkan pakaian. Konon, lebaran akan lebih afdol dengan memakai baju baru. Dalam menyambut hari raya ini biasanya banyak produk pakaian, butik dan departement strore yang mengadakan saleSemakin dekat hari H akan semakin banyak diskon. Pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin, jangan lupa teliti sebelum membeli.

      Untuk pakaian ini Anda juga bisa berbagi dengan sanak saudara, terutama yang memiliki anak. Tak ada salahnya bila membelikan pakaian untuk anak-anak sebagai hadiah lebaran agar lebaran terasa lebih meriah dan berkesan. Karena nuansanya yang religi, sebaiknya pilih pakaian yang rapi, sopan dan nyaman untuk dipakai sholat Ied di lapangan. Begitu juga pakaian untuk berkunjung dan menerima tamu.

Persiapan Ditinggal Pembantu
      Seperti halnya karyawan di perkantoran, pembantu rumah tangga biasanya juga memanfaatkan lebaran untuk mengambil cuti panjang. Bila Anda tidak ingin pembantu pengganti karena berbagai alasan, maka ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan.

-         Tanyakan berapa lama pembantu Anda akan kembali bekerja. Hal ini penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
-         Pastikan sebelum pembantu pulang semua sudah beres, bersih dan rapi agar selama ditinggalkan Anda tidak terlalu kerepotan.
-         Atur waktu untuk mengerjakan setiap pekerjaan. Fokuskan pada tugas harian yang harus dilakukan seperti memasak dan mencuci pakaian. Bagi tugas dengan semua anggota keluarga agar tidak memberatkan.
-         Untuk memasak, pilih menu yang praktis dan mudah disajikan. Kalau mungkin, sebelum pulang, mintalah pembantu membuatkan bumbu inti dalam jumlah besar untuk disimpan di kulkas dan siap dipergunakan.
-         Buatlah semua menjadi gampang dan lakukan pekerjaan dengan tanpa beban, supaya tidak terasa sulit. Selamat berlebaran. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.***NZ
foto: istimewa

Senin, 22 Juli 2013

Women & Charity: Menyentuh Sejarah dan Akar Budaya

Nina Akbar Tanjung Bersama Yayasan Warna Warni Indonesia
By Nur Ida Zuhayanti 




Kemajemukan budaya memberikan banyak inspirasi untuk dipelajari. Warna warni negeri ini menambah cinta bangsa sendiri.


     Rasa nasionalisme yang tinggi membuat Krisnina Maharani Tandjung peduli terhadap persatuan dan kesatuan bangsa ini. Wanita yang suka kegiatan humanity sejak remaja itu kemudian mendirikan Yayasan Warna Warni Indonesia , yang mempunyai visi memperkuat wawasan kebhinnekaan dalam rangka pembentukan watak bangsa atau nation character building.

     “Masyarakat kita ini terdiri dari beraneka ragam budaya dan adat istiadat yang berbeda di setiap daerah. Karena itulah saya ingin agar bangsa ini melestarikan sejarah dan kebudayaan yang ada untuk kemudian terapresiasi dengan baik ,” terang lulusan Program Pasca Sarjana Kajian Wilayah Amerika, Universitas Indonesia saat saya temui di rumahnya yang asri, pagi itu.

     Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan ini lebih pada penanaman nilai sejarah dan budaya. Sejak berdirinya, tahun 1999, telah begitu banyak program yang dilakukan. Diantaranya : Pementasan wayang orang keturunan Tionghoa di gedung HAILAI Internasional Executive Club dan Gedung Kesenian Jakarta serta membuat modul mencintai sejarah bangsa.

     “Program ini mengarahkan siswa untuk mendiskusikan sejarah dan budaya setempat melalui kajian bangunan tua yang ada di sekitarnya. Dilaksanakan di SMA Negeri I sampai 8 Surakarta , dan melibatkan lebih dari 3000 siswa setiap tahunnya serta puluhan guru sejarah di Solo. Modul ke 2 dalam rangka revitalisasi pembelajaran sejarah di sekolah,” lanjut penulis buku  House of Solo yang diterbitkan oleh Times Publisher Singapura , yang kemudian diterjemahkan dengan judul “Rumah Solo”.

     Selain itu, Yayasan yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan ini juga memiliki program membina Kampung Batik Laweyan di kota Solo, Jawa Tengah.

     “Saya melihat kampung ini menyimpan sejarah dan memiliki budaya asli yang cukup unik. Daerah tua yang dulu pernah menjadi lokasi pergerakan rakyat dengan sebagian besar penduduknya bergantung pada batik. Dari saudagar, pedagang hingga pembatiknya. Di sini saya mencoba membenahi agar menjadi kampung batik yang rapi dan tetap terjaga keasliannya, terutama dari arsitektur rumah di sana ,” lanjut ibu empat anak kelahiran Solo, 5 April 1960 itu.


     “Keindahan arsitektur pada bentuk atap dan bangunan lainnya memperlihatkan betapa dalamnya akar sejarah dan budaya Solo,” ujarnya. “Saya beli rumah dan perabotan asli saudagar batik terkaya saat itu, dan bersama Pemda setempat berusaha memberdayakan lagi masyarakat di sekitarnya, sehingga menjadi semacam museum hidup, “ jelas istri Akbar Tandjung yang juga Ketua I Yayasan Jantung Indonesia serta Ketua Penasehat Masyarakat Sibolga ini. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mau mengerti dan memahami sejarah dan akar budayanya”. Tegas penerima penghargaan Bintang Jasa Adi Pradana dari Pemerintah Republik Indonesia itu. ***NZ
foto: istimewa

Kamis, 11 Juli 2013

Women & Charity: Ketulusan Hati dan Rasa Cinta Yessy Gusman


Peduli Bersama Yayasan Bunda Yessy
By Nur Ida Zuhayanti




Buku merupakan sumber ilmu dan jendela dunia. Menanamkan anak gemar membaca adalah perbuatan mulia.

     Naluri keibuan yang dimiliki Yasmine Yuliantina Yessy Gusman membuatnya selalu ingin dekat dengan anak-anak. Ketulusan hatinya untuk melakukan kegiatan kemanusiaan semata-mata tertuju pada keihlasannya beribadah kepada Tuhan. Begitupun ketika ia kemudian mendirikan Taman Bacaan Anak di bawah naungan Yayasan Bunda Yessy. Latar belakangnya adalah untuk memberikan sumber bacaan yang bermutu secara bebas biaya kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, dengan maksud menambah ilmu pengetahuan, mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas. Pencerahan diri serta pembetukan karakter dengan moral etika yang terpuji sejak usia dini.

     “Saya rasa keberadaan taman bacaan di perkampungan sangatlah dibutuhkan,” terang aktris cantik era 80an itu, ketika saya temui di rumahnya yang dilengkapi dengan taman bacaan, di kawasan Duren Tiga. “Sehingga pada awal berdirinya, tahun 1999 disambut gembira oleh anak-anak di lingkungannya,” lanjut pemeran "Gita Cinta Dari SMA" yang untuk pertama kali membuka Taman Bacaan Namira di wilayah Rawajati, Jakarta Selatan. 

     Aneka buku cerita, pengetahuan, agama, biografi dan pelajaran dapat dibaca oleh pengunjung secara gratis di sana . Buku-buku yang ada tidak terlepas dari bantuan suka rela dan peran serta para donatur baik masyarakat maupun instansi yang tidak mengikat.  “Alhamdulillah, selama ini tidak ada kendala yang berarti,” papar ibu dua anak yang kini telah mengikuti program S3 bidang Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Negeri Jakarta . Hingga kini telah terjalin sekitar 350 mitra Taman Bacaan yang tersebar di seluruh Nusantara.

     “Dalam perjalanannya, Taman Bacaan tidak hanya menjadi sarana membaca, tapi juga memotivsi anak dan lingkungan sekitar untuk dapat mengembangkan minat, bakat dan kemampuan diri mereka. Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, seperti pesanten kilat, pelatihan melukis, pelatihan musik, membuat karya sastra, lomba mengarang, baca puisi dan sebagainya, sehingga lebih berfungsi sebagai sanggar kreativitas,” terang penerima penghargaan Nugrah Jasadarma Pustaloka dari Pepustakaan Nasional RI.

     Bahkan untuk dapat saling berkomunikasi dan bersilaturrahmi antar taman bacaan sembari berbagi ilmu, diterbitkan pula Buletin Mutiara Nusantara. “Bagi saya, semua aktivitas dan pekerjaan yang kita lakukan hendaknya didasari dengan rasa cinta, agar dapat menjadi energi positif yang membawa kebaikan buat sesama.” ***NZ 
foto: Indonesian Film Centre

Book Review: Lima Mata Manusia


Antara Imajinasi dan Fantasi
By Nur Ida Zuhayanti









Judul Buku      : Lima Mata Manusia
Isi                    : 100 halaman
Penulis             : Vinca Callista
Penerbit           : Uderwater Imginarium, melalui www.nulisbuku.com

     
     Bila imajinasi kian membuncah, jadikan sebagai karya yang indah. Sehingga akan memberi arti pada diri sendiri serta siapapun yang menikmati. Seperti hadirnya buku berjudul Lima Mata manusia ini. Meramu cerita yang dibangun oleh penulisnya, Vinca Callista. Berisi lima kumpulan cerita pendek yang memaparkan imajinasi sebagai potongan-potongan kisah yang mengarah pada tema remaja dengan berbagai liku cintanya.

     Ada “Sebening Denting” yang mengisahkan romansa lewat alunan lagu antara sepasang anak manusia yang dituturkan dengan sentuhan kasih mengharukan. “Silly Jilly” dan “Sombong Tapi Bohong” yang meramu kehidupan anak muda dengan berbagai dinamika dalam pergaulannya. Serta “Suara Seorang Penyiar” yang menceritakan seputar dunia radio broadcasting disertai atmosphere yang sangat lekat dengan si penulis.

     Yang menarik pada kisah “Sang Puteri Mahkota”. Meski alur cerita sederhana, agaknya penulis muda ini mampu mengungkapkannya lewat penokohan yang berbeda. Mengajak pembaca kembali memaknai sebagai episode kerajaan aneka nama, semacam Negeri Bayang Air dan Negeri Botani Bening. Serta pemilihan lokasi, antara Kepulauan Bayanaka dan Kepulauan Griza, yang membawa lika-liku pada cinta Pangeran Alvias dengan Puteri Meriellen dan Puteri Angejoli  sebagai kiasan cerita yang dapat diabsorbsi pada jaman kini. Itulah hasil imajinasi yang menjelma menjadi cerita fiksi dengan genre fantasi.

     Buku cantik 100 halaman yang didesain oleh Rizki Nur Sidiq dan diterbitkan melalui www.nulisbuku.com, The first online publisher in Indonesia ini setidaknya layak dijadikan koleksi untuk memperkaya bacaan yang menghibur. ***NZ