Senin, 10 Juni 2024

Mencicipi Mie Gacoan di Ampera Berasa Menjadi Anak Muda

        Seperti namanya yang makin menjulang, outlet Mie Gacoan kian marak saja. Mengolah mie dengan berbagai level kepedasan dan menamai menu dengan aneka permainan, mencerminkan kreativitas anak muda. Pantas tempat nongkrong ini selalu ramai pengunjungnya, hingga Pak Jokowi sempat singgah di salah satu outletnya.

by Nur Ida Zed

                                                    foto dok.pribadi

            "Sesekali nyobain Mie gacoan yuk, Ma," kata Puan putri saya waktu itu. Di kalangan anak muda, terutama gen Z dan kaum milenial seusia mereka memang nama Mie Gacoan sedang banyak dibicarakan. Meski belum lama hadir di kancah kuliner masa kini, resto yang menghadirkan berbagai menu dengan adonan mie yang disukai banyak orang ini telah ada dimana-mana. Bahkan seringkali #fyp dan selalu trending di berbagai platform media sosial seperti Tik Tok, YouTube dan lainnya. Sampai-sampai semua mejadi fomo dan ingin mencobanya, termasuk Bapak Presiden Jokowi, yang sempat singgah di salah satu outletnya.

        "Ayolah, gasskeun " jawab saya mengiyakan dengan bahasa mereka setelah anak-anak menceritakan keseruan nongkrong di tempat anak muda ini. Biar berasa menjadi anak muda juga ya, haha. 

                                            foto dok.pribadi

        Lalu sore itu kami meluncur di outlet Mie Gacoan Ampera Raya, Jakarta Selatan yang belum lama dibuka tapi sudah berjibun saja para pengunjungnya. Entah karena saat itu hari libur, tapi menurut pantauan dari banyak cerita, buat para pengunjung memang dibutuhkan kesabaran ekstra karena harus antri.

        Benar saja, saat memasuki outletnya yang didesain khas anak muda itu memang sudah banyak yang berdiri mengantri untuk mengambil nomer dan memesan menu yang diinginkan. Bahkan tempat dudukpun sudah ditentukan dari sini. Yoi, sementara saya duduk manis menunggu lebih dulu biar anak-anak yang mengantri. 

                                                foto dok.pribadi

        Sebentar kemudian, dapat nomor meja 20. Saya lalu diarahkan oleh pramusaji berseragam hitam, dengan gaya anak muda yang khas ke meja berpayung dengan empat kursi. Cukup nyaman sih, meski di tengah keramaian para pengunjung, tapi semua teratur dan tertata rapi. Maklumlah, komunitas anak muda ramai di sini, tapi ada beberapa orang tua juga nampak mendampingi anak remaja mereka. Mungkin penasaran juga seperti saya ya.


Nama Menu yang Unik

        Sajian utama mie di outlet ini memang menjual sensasi pedasnya. Saya pesan yang low level sedangkan anak-anak berselancar dengan level di atasnya. Menariknya di sini menamai menunya dengan nama-nama unik yang bertema permainan jaman baheula, seperti Mie Suit, salah satu varian mie gurih dan tidak pedas, Mie Hompimpa yang diramu dengan level kepedasan hingga  delapan dan seterusnya, serta Mie Gacoan, yang terkenal manis dan lebih spicy yang menjadi andalan dengan tingkat level 0-8. 

                                                    foto dok.pribadi

        Sementara baverage atau minumannya juga dibuat varian nama permainan. Ada Es Gobak Sodor yang paling favorit, no debat, paduan tai morita de coco, dengan jelly bubble dan jelly mie irisan strawberry, dan belimbing buat mood jadi makin baik. Es Petak Umpet, dengan rasa segar karena adanya topping jelly bubble dan irisan strawberry dan jeruk nipis yang makin strong. Serta Es Teklek, versi mini Es Gobak Sodor dan Es Sluku Bathok , perpaduan susu segar dan mocca yang membuat makin semangat. Selain itu juga tersedia aneka dimsum aneka varian seperti lumpia udang, somai ayam, udang rambutan, pangsit goreng dan udang keju yang melengkapi jajanan saat nongkrong di sana.

        Nama aneka permainan ini sontak membuat saya jadi mengingat masa kecil dulu. Jaman generasi saya pasti mengenal dan pernah memainkannya bareng teman di halaman, sehingga benar-benar menikmati keseruannya. Permainan Gobak Sodor, Engkek dan Sluku Bathok akrab dengan anak-anak kecil yang berkumpul dan beraktivitas di daerah Jawa. Keseruan bermain ini menumbuhkan rasa kebersamaan, sportifitas dan persaudaraan yang kental antar mereka. Entah ini dimunculkan di era sekarang yang bisa jadi banyak anak muda yang tak mengenal permainan ini, dan hanya tahu lewat nama yang diabadikan menjadi menu di Mie Gacoan dengan pangsa pasar mayoritas anak muda jaman sekarang. 

                                                        Foto dok. pribadi

        Tak apa, saya menikmati sajian dan mencoba beberapa menu dari mie, minuman dan dimsum yang menjadi andalan, tentu saja sesuai selera tingkat kepedasan. Soal harga memang tidak mengecewakan. Menurut saya paslah di kantong anak muda dan sesuai dengan berbagai sajian rasa yang ada. Lebih dari itu, sebenarnya saya salut dengan keberadaan Mie Gacoan ini, karena selain para pramusaji yang baik, ramah dan akomodatif, tempatnya juga cukup nyaman dan  terasa ambience anak mudanya. 


Dilengkapi Mushola Cantik

        Satu yang memberi kesan juga karena di sini tersedia mushola yang cantik, rapi dan bersih di salah satu sisinya. Sehingga meski berlama-lama nongkrong sambil jajan atau melakukan aktivitas bahkan sembari break time, meeting dan bekerja buat anak muda juga tidak melupakan sholat di saat waktunya tiba.

                                                        foto dok.pribadi

        Konon, Mie Gacoan yang kini sudah tersebar di banyak kota di Indonesia ini diinisiasi oleh ide anak muda dengan UMKM yang ada. Harapannya sih terus berkembang dan membawa nuansa baru di dunia kuliner Indonesia.

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ  


Kamis, 06 Juni 2024

Perjalanan dari Bandara ke Raudhah

         Menuju bandara Soetta kali ini terasa berbeda. Bukan wisata bisnis atau traveling seperti biasa, tapi kerinduan teramat kepada Rasul, untuk ibadah dan ziarah ke Raudhah.

by Nur Ida Zed


                                                    foto dok.pribadi

        Satu demi satu perlengkapan sudah saya siapkan. Koper besar dari biro travel sudah penuh dengan apa-apa yang harus dibawa sesuai arahan petunjuk untuk umroh. Ada gamis, mukena, pakaian ganti, jilbab hingga kaos kaki, serta pernak-pernik lain yang diperlukan selama sepuluh hari. Lalu tinggal berangkat saja menuju Bandara Soekarno Hatta.

        Saya ulang lagi membaca roundown dan jadwal keberangkatan, masih beberapa jam lagi dari schedule yang direncanakan. Sengaja, memang, karena saya ingin menikmati suasana bandara lebih lama sebelum meninggalkan Indonesia, dan jauh dari keluarga.

        Benar saja, suasana di area bandara selalu membuat saya terkesima. Meski sudah berkali-kali datang ke sini untuk berbagai keperluan penerbangan, entah itu karena liputan seperti undangan tugas ke Lombok dan Makasar saat itu, juga gathering kantor ke Bali yang waktu itu bareng teman-teman, atau hanya menjemput anak juga saudara yang baru datang. Saya suka dengan aura ini mulai dari memasuki gapura dan jalanan menuju lokasi. Saya cermati dengan seksama agar jangan sampai salah jalan masuk terminal berapa karena bisa-bisa puter baliknya jadi agak lama.

        "Nanti kumpul dulu dan makan siang di Hotel Anara Terminal 3 buat cek n ricek paspor serta visa," saya kembali membaca info yang diberikan di grup WA. Bisa masuk dari terminal tiga kedatangan, atau dari tempat parkir internasional langsung ke lantai tiga saja supaya tidak terlalu jauh dari lobby, begitu notice yang diberikan. Kemudian saya mulai menapaki koridor bandara sesuai dengan petunjuk yang ada. Di sini memang banyak sekali petunjuk yang diberikan di setiap sisinya. Kalau masih belum jelas, banyak petugas jaga yang bisa menjadi tempat bertanya. Rata-rata mereka baik dan ramah, sehingga meski berada di tempat yang begitu luas seperti itu kita tidak perlu takut tersesat. Asal jangan malu untuk bertanya ya, hehe.


Kemegahan Karya Arsitek dari Perancis

        Aura kemegahan bandara internasional Soekarno Hatta ini begitu terasa saat kita menjelajahi di setiap bagiannya. Desain tropis dengan sentuhan karya seni yang dibuat terbuka oleh Sang arsitek dari Perancis,  Paul Andreu ini memang mengadopsi keunikan budaya Nusantara. Langit-langit yang dibuat tinggi dengan berbagai sentuhan ornamen kaca memberikan nuansa yang nyaman penuh kemewahan. 

    Seperti yang ditulis dalam bukunya Arsitektur di Luar Jangkauan Arsitektur, Paul memang mendesain Bandara Soetta ini memiliki konsep menyediakan fasilitas anjungan bagi pengunjung untuk berkumpul dan berkontemplasi, baik perorangan maupun kelompok. Hal ini diwujudkan melalui courtyard yang dibentuk dari beberapa anjungan dengan sentuhan lanskap seperti pepohonan dan tanaman tropis yang begitu indah bak lukisan yang menyegarkan mata.

                                                                foto dok.pribadi

    Lalu lalang para pengunjung yang berjalan tergesa-gesa sambil membawa koper beroda seolah melengkapi suasana dan kesibukannya. Beberapa tenant makanan yang berjajar membuat lidah kita ingin mencicipinya. Saya menyempatkan sarapan bersama anak-anak di sana sembari bercanda dan memuaskan kerinduan karena akan ditinggal cukup lama. Sepuluh hari, pasti membuat kangen akan sangat terasa, apalagi perjalanan antar negara yang juga berbeda waktunya. Saya berjanji akan videocall begitu sampai di sana, dan berdoa di Raudhah agar bisa segera berangkat bersama-sama. 

        Sampai saatnya boarding, lalu kami harus berpisah, begitupun dengan para pengantar lainnya. Ada rasa berat meninggalkan anak-anak, tapi lebih berat keinginan dan niat untuk beribadah dan memenuhi panggilan ke rumahNya.


Bandara Madinah Prince Muhammad bin Abdul Aziz

        Setelah terbang sekitar hampir sepuluh jam di pesawat Garuda Indonesia, akhirnya sampai di bandara internasional  Madinah, Prince Muhammad bin Abdul Aziz. Tak kalah megah dan modern, bandara ini masih sangat ramai meski saat itu menjelang fajar. Rata-rata para jamaah umroh yang datang dari berbagai negara di dunia dan beberapa daerah di Indonesia. Saya sempat bertegur sapa dengan jamaah dari Malaysia ketika sama-sama sedang menunggu teman lain menyelesaikan pemeriksaan kelengkapan identitas seperti paspor, visa dan sidik jari dari imigrasi.  

        Bandara ini terlihat modern dengan sentuhan material metal yang kental dengan nuansa putih, serta beberapa ornamen yang menunjukkan ciri khas Saudi Arabia. Yang menarik, entah bagaimana di bandara ini saya ketinggalan saputangan handuk berwarna biru yang waktu itu saya bawa dari Jakarta. Saya baru menyadari ketika sudah duduk di bus menuju hotel di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Roundown ibadah umroh saya kali ini memang dari Jakarta menuju Madinah lebih dulu baru kemudian ke Mekkah Al-Mukaromah. Ingin khusuk bertawaduk dan beribadah di Masjid Nabawi dan ziarah ke makam Nabi di Raudhah baru ke Masjidil Haram untuk Thawaf, Sai dan Tahallul. Alhamdulillah.

       Sungguh saya mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan dapat mengunjungi makam Rasul di Raudhah. Aura bandara yang megah, nyaman, terang dan bersih menambah energi positif dan semangat untuk lebih khusuk lagi dalam beribadah. Sepanjang perjalanan ini, keberadaan bandara atau bandar udara bisa menjadi cerminan kebanggaan sebuah negeri.

        

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ   



Minggu, 02 Juni 2024

Wellness dan Hidup Seimbang

        Kehidupan yang seimbang tentu didambakan oleh setiap orang. Mari memahami makna wellness ini untuk mencapai kesehatan fisik dan mental.

by Nur Ida Zed


                                                             pic by pinterest


        Mungkin saya termasuk salah satu orang yang segan untuk rutin berolah raga. Jika banyak dari kalian yang mempunyai agenda olah raga setiap hari, tentu saya merasa harus angkat topi. Padahal sih ngerti, kalau olah raga itu banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Tapi kalau direncanakan secara khusus, atau bahkan diprogramkan dan diatur begitu, sampai saat ini saya belum mampu, dan itu masih menjadi mimpi.

        Bukan apa-apa sih, saya masih suka angot-angotan, alias moody kalau soal ini. Terakhir ikut kelas yoga juga tak bertahan lama. Belajar sedikit ilmunya dan dipraktekkan sendiri saja ketika ingin dan sempat, tidak rutin dan harus. Padahal waktu muda dulu aktif olah raga beladiri  pencak silat, dan kini punya anak atlet Taekwondo peraih medali emas di berbagai kejuaraan tingkat nasional dan internasional. Tapi kalau lagi mendampingi program latihan, saya lebih suka jadi penyemangat saja. Supporting system, begitu, hehe.


        Kembali pada kehidupan yang seimbang, akan selalu berkaitan dengan wellness. Arti kata wellness yang merupakan harmonisasi antara tubuh, jiwa dan pikiran dengan memperhatikan kondisi fisik, mental dan emosional yang menjadi elemen dasar untuk kesehatan yang lebih baik. Masalah  kesehatan ini pastinya berpengaruh pada kepedulian kita terhadap hidup sehat itu sendiri. Karena kini kenyataannya tak dibatasi usia, anak muda juga banyak yang mengeluh soal kolesterol, obesitas, diabetes, darah tinggi, berat badan berlebih dan seabrek istilah lain yang muncul dan berawal dari gaya hidupnya.


Memahami Wellness

        Di lain sisi, keinginan untuk menjadi lebih baik merupakan harapan yang harus selalu dipupuk, dan semacam mimpi yang harus diraih. Memahami program wellness yang merupakan proses aktif untuk menjadi sadar dan mengerti terhadap pilihan hidup agar lebih baik dan bermutu. Tak hanya sadar pada kondisi fisik kita saja, tapi juga mental, emosional dan kesejahteraan sosial tentunya. 

        Bertolak dari semua itu, banyak hal yang bakal menjadi perhatian. Pentingnya menyadari dan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dengan memilih gaya hidup sehat merupakan prioritas utama. Membangun wellness untuk diri kita sendiri, dimulai dari hal kecil, di antaranya:


* Rutin melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga. Berolah raga secara rutin tentu memiliki banyak manfaat ya. Jauhkan mindset bahwa olahraga itu berat. Saya yang segan terus berusaha melakukan olahraga ini, meski tidak harus melalui program seperti di gym atau mengikuti kelas, tapi lebih rileks dan santai dengan jalan kaki di halaman atau di taman saja. Juga jogging dan senam-senam kecil di pagi hari sembari menikmati ruang terbuka hijau untuk menghirup udara segar yang alami. 

Ini tentu sangatlah mudah, tidak perlu banyak biaya, hanya butuh niat dan kemauan saja. Aktivitas fisik juga bisa dengan melakukan kegiatan sehari-hari seperti menyapu, mengepel atau menyiram tanaman di taman. Dengan begitu tubuh akan merasa segar dan pikiran menjadi tenang. 

*Mulai menjaga makan sehat dengan memilih asupan nutrisi yang seimbang. Filosofi makan yang penting kenyang sudah harus ditinggalkan. Tapi lebih pada nilai gizi pada makanan dan konsumsi minuman sehat serta buah segar. Mencoba makanan viral yang kadang kurang bermanfaat karena terlalu pedas atau asam sebaiknya tidak diteruskan. Perhatikan konsumsi air putih yang cukup agar tubuh tidak kekurangan cairan. Begitupun supaya menjaga kulit agar tidak kering dan selalu terlihat segar.

*Selalu berfikir positif dan pandai mengelola stres. Percaya atau tidak 70% penyakit berawal dari pikiran atau stres, selebihnya dari makanan dan faktor lain. Nah, sebisa mungkin jauhi masalah yang dapat menimbulkan stres dengan selalu berfikir positif. Belajar mengatur emosi dengan baik, agar tidak menumbuhkan energi negatif untuk diri sendiri. 

*Tinggalkan kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan, seperti banyak begadang, suka minuman bersoda dan sering mengkonsumsi junk food. Kadang tanpa sengaja hal itu menjadi kebiasaan karena alasan tertentu seperti deadline atau semacamnya. Mulai atur waktu dengan baik, dan perlahan kurangi kebiasaan buruk ini dengan mencari alternatif lain sehingga terhindar dari penyakit yang merugikan. 

*Timbulkan rasa cinta pada diri sendiri dan selalu mensyukuri apa yang kita miliki. Tidak berusaha membandingkan dengan orang lain, tapi tanamkan niat untuk saling berbagi. 

*Lakukan hobi dan kegiatan yang membuat hati senang. Seperti membaca, menulis atau berkreativitas yang dapat membangun mental positif. Menambah rasa percaya diri, menumbuhkan imunitas tubuh dari dalam hati. 


Bulatkan Tekad Menuju Sehat

        Prinsip bahwa kesehatan itu hal utama sebaiknya ditanamkan dalam-dalam pada diri kita. Pahami jika kita sakit siapa yang akan rugi, pasti diri kita sendiri. 

        Kesehatan adalah salah satu investasi yang akan kita rasakan di kemudian hari. So bulatkan tekad untuk hidup sehat sebaiknya mulai menjadi slogan yang patut dijadikan pilihan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menyayangi diri sendiri. Hidup seimbang akan memberikan banyak manfaat sepanjang usia yang kita punya. Dan ini bukan lagi sekadar mimpi. 

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ



Rabu, 29 Mei 2024

Refleksi Diri dengan Belajar dari Kesalahan

        Saya sepakat dengan kalimat bijak yang menyebut: Tak ada kata terlambat untuk belajar. Bahwa dalam kehidupan ini merupakan proses belajar saat kita ingin menjadi besar.

by Nur Ida Zed 

                                                            pic by pinterest


        Bahkan pada anak kecil sekalipun kita bisa belajar. Dari seorang bayi yang awalnya hanya bisa menangis, tengkurap, selanjutnya merangkak dan berdiri. Lalu berjalan, kemudian berlari, adalah proses yang harus dilalui tahap demi tahap. Kadang terjatuh dan berdiri lagi, sampai akhirnya terbiasa dengan semua yang terjadi. Begitulah semestinya memahami kehidupan ini.

        Lalu ketika seorang teman bertanya, apa bisa kita belajar dari kesalahan? Saya memaknai bahwa tak ada manusia yang sempurna, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan bisa belajar dari kesalahan itu. Mengapa? Karena dari kesalahan dapat membantu kita untuk tumbuh, meningkatkan kualitas dan kemauan untuk terus belajar. Kesalahan, apapun itu akan menjadi cambuk dan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

        Teman saya ini cerita jika pernah melakukan kesalahan dalam bisnisnya, terlalu percaya dengan rekan kerja sehingga ia banyak merugi. Dan ini membuatnya tak mau berbisnis lagi. Olala. Padahal menurut John C Maxwell: Jika kamu ingin tumbuh, maka kamu harus mengatasi rasa takut yang kamu miliki untuk membuat kesalahan. Sementara Elbert Hubbert mengatakan bahwa kesalahan terbesar yang dapat kamu buat dalam hidup adalah karena terus menerus takut akan membuatnya.

        Nah, bahkan di dalam hadist menyebut bahwa "Seorang mukmin tidak boleh jatuh ke satu lubang dua kali" (HR. Bukhari Muslim) yang mengandung pesan perlunya seorang muslim untuk belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya karena dapat dijadikan sebagai pelajaran yang berharga. 

 

Cara Belajar dari Kesalahan.

        Kesalahan memang sering terjadi tanpa kita sadari. Melakukan kesalahan bisa saja tanpa sengaja atau tidak direncanakan sebelumnya. Seringkali datang tiba-tiba dan pasti akan membuat kita kecewa. Lalu ketika mengalami itu, kita bisa merubah mindset dengan belajar dari kesalahan itu sendiri. Caranya antara lain: 

*Terimalah kesalahanmu dengan lapang dada. Langkah pertama ini akan membuatmu tak lagi terbebani dengan semua yang pernah terjadi. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tinggal bagaimana menyikapi dan mencari solusi. Dengan menerima kesalahan sebagai bagian dari proses kehidupan yang wajar, maka diri kita akan lebih siap untuk melakukan rencana berikutnya.

*Cobalah mengevaluasi dan menganalisa penyebab kesalahan. Tentu ada tahapan saat kesalahan itu sampai terjadi. Evaluasi dengan refleksi diri, dan analisa mengapa sampai terjadi agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Dengan begitu maka sesak di dada karena kesalahan kita akan berkurang hingga tidak terasakan. 

* Mengambil pelajaran dari kesalahan itu dan jangan sampai membuatmu menjadi trauma. Pengalaman dengan kesalahan yang terus membekas memang bisa membuat luka. Tapi jika itu terpendam lama, maka akan menghambat kemajuanmu selanjutnya. Kesalahan justru bisa dijadikan motivasi dan memacu agar dapat membuat kita lebih berhati-hati lagi sehingga tidak akan mengalami kesalahan serupa. Lebih lagi bisa merubah strategi dan ide kreatif lain sehingga akan memperkaya wawasan kita. 

*Nikmati sebagai proses yang nyata dan syukuri sebagai hikmah dari kesuksesan yang tertunda. Kesalahan, meski bukan kegagalan akan bisa menjadi jalan menuju sukses selanjutnya, ketika tidak dihadapi dengan kemarahan dan kekecewaan yang berlebihan. Tapi dinikmati sebagai anugrah yang patut disyukuri karena bisa jadi dari kesalahan ini akan membuka kesempatan lain yang tak terduga.

 

Saatnya Refleksi Diri

        Menerima kesalahan menjadi bagian dari refleksi diri merupakan salah satu cara untuk berserah diri. Refleksi yang memiliki makna bercermin dan bergerak mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi patut dilakukan agar tidak menjadi beban di dalam hati. 

    Pentingnya melakukan refleksi akan membantu memahami kapasitas diri sendiri untuk mengembangkan potensi dengan maksimal tanpa membandingkan dengan orang lain. Proses memahami dan mengevaluasi diri ini akan dapat mengurangi rasa cemas, khawatir dan stres yang berlebihan. Saya sering melakukan refleksi ini dalam perenungan dan doa di sepertiga malam. 

         Belajar dari kesalahan dengan refleksi diri tentu akan membuat seseorang mampu mengatasi segala hal yang berkaitan dengan akal sehatnya untuk menjadi besar dan lebih berarti lagi. Ya. Karena: "Orang cerdas belajar dari kesalahannya, orang bijak tidak mengulangi kesalahannya.


        Salam sehat dan srlalu semangat.***NZ


Sabtu, 25 Mei 2024

Healthy Boundaries Dalam Pertemanan

        Menjaga kesehatan mental sangatlah diperlukan di zaman sekarang, apalagi bagi saya yang sudah fortyone plus. Ada batasan yang sebaiknya diperhatikan supaya tetap waras, sehat dan selalu bahagia.

by Nur Ida Zed

                                                        pic by pinterest

        Di setiap pertemuan bareng teman-teman, seringkali eksekusinya diadakan di tempat makan. Entah itu di restoran, coffee shop atau  warung pinggir jalan yang lagi banyak dibicarakan. Namanya juga ibu-ibu, soal makanan bisa jadi nomor satu selain agenda utama untuk meet up buat ngomongin banyak hal.

        "Enaknya ketemu dimana ini kita?" tanya salah satu teman di WA grup ketika sudah saatnya ketemu secara tatap muka dan tidak cukup lewat zoom saja. Yang lain membalas dengan menyebut nama restoran dengan makanan khas Timur Tengah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. "Nasi Mandinya enak tuh, dagingnya empuk banget" timpa yang lain. Lalu sekejap sudah asyik membicarakan tentang resto yang memang cukup terkenal itu, sebelum akhirnya ada yang komentar: 

 " Tenang aja Mbak Nurida, ada menu ayam juga selain daging kambing, kok, " lanjutnya.

          Saya menimpali dengan hanya satu kata: "Siip..." sembari menambahkan emotikon jempol. Artinya teman-teman memang sudah mengerti kalau saya mulai mengurangi mengkonsumsi daging merah, apalagi daging domba (baca: kambing) yang biasanya disertakan pada menu Nasi Mandi. Begitupun saat kami memilih restoran steak Abuba yang ada di Cipete di pertemuan berikutnya. Saya lebih memilih chicken steak well done daripada yang lainnya. Bukannya sok gaya, tapi ini sekadar bentuk kesadaran saya "membatasi" untuk kesehatan diri sendiri. Menjaga agar tidak kolesterol tinggi, hihihi...


Healthy Boundaries

    `    Memang sih, pada beberapa situasi dan kondisi kita perlu mengerti batasan untuk diri sendiri. Apalagi jika itu berkaitan dengan masalah kesehatan. Tak hanya soal konsumsi makanan saja, tapi juga banyak hal lain menyangkut healthy boundaries ini. Ya, healthy boundaries yang merupakan batasan yang dimiliki oleh seseorang untuk memastikan tetap merasa stabil secara mental maupun emosional. 

        Istilah boundaries yang berarti batasan ini merupakan limit yang menandakan hal-hal mana yang dapat diterima atau tidak, serta apa yang bisa ditolerir atau tidak untuk diri kita maupun orang lain. Menurut para ahli, batasan ini bisa secara fisik, emosional bahkan seksual yang ditentukan serta diterapkan oleh diri sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain. Manfaatnya tentu agar tetap menjaga kesehatan mental, spiritual serta fisik kita sendiri. 

        Ketika suatu ketika kita merasa tidak nyaman dengan satu pertemanan karena khawatir akan terbawa pada kebiasaan yang menurut kita kurang berkenan, lalu memberikan batasan untuk diri sendiri, ini juga implementasi dari healthy boundaries.  


Membangun Healthy Boundaries

        Setiap orang tentu memiliki batasan masing-masing untuk dirinya. Tergantung bagaimana menempatkan itu sebagai bentuk dalam pertemanan atau hubungan yang lainnya agar menjadi harmonis karena saling menghargai dan menghormati perasaan satu dengan yang lain. 

        Sebelum membangun self boundaries ada urutan yang perlu difahami, antara lain:

*Mengenali nilai dan prioritas pribadi. Perlunya mengenali diri sendiri serta batasan nilai dan prioritas yang ingin diterapkan menjadi urutan yang pertama. Misalnya karena saya komit dengan kesehatan yang menyangkut makanan non kolesterol, saya mulai membatasi dengan menghindari ini sebab saya sering membaca artikel betapa jahatnya kolesterol tinggi.

Tak hanya soal makanan, batasan yang menyangkut prinsip dalam pertemanan juga perlu diperhatikan. Seperti menghindari teman toxic, agar tidak lalu terjebak di lingkaran yang kurang sehat demi kesehatan mental sendiri. 

*Komunikasikan batasan dengan jelas. Pastinya ada cara yang pas untuk menyampaikan batasan yang kita miliki. Saya sering mengawali soal membatasi ini dengan kebiasaan yang saya perlihatkan pada teman-teman. Seperti saat mulai mengurangi daging merah, saya menunjukkan dengan pilihan menu lain sehingga mereka memahami.

Komunikasi mengenai batasan dengan jelas ini perlu disampaikan agar tidak membuat salah mengerti. Kalau kita memang tidak sedang ingin, maka sampaikan dengan signal yang baik agar bisa dimengerti.

*Berani berkata "tidak" untuk hal yang menyangkut batas toleransi. Ini penting agar kita tidak terjebak pada situasi yang terpaksa sehingga membuat mental jadi tertekan. 

*Terbuka menerima kondisi apapun saat membuat batasan yang disepakati, termasuk dampak secara fisik dan emosi. 

*Berusaha konsisten dan komit terhadap batasan meski kadang tidaklah gampang. Tanamkan dalam diri kita bahwa menetapkan batasan yang sehat merupakan proses berkelanjutan dan sangat bermanfaat untuk kebahagiaan diri kita sendiri. 

        Pada dasarnya, sebagai makhluk sosial kita memang tidak bisa lepas dari interaksi dengan orang lain, denganteman, dengan lingkungan sekitar dan alam semesta yang menjadi bagian dari kehidupan ini. Tapi perlu diingat bahwa ada batasan yang dapat diterapkan agar kita dapat menjalani dalam hubungan interpersonal dan aktivitas sehari-hari.

    Batasan yang sehat ini membantu untuk tetap menjaga keseimbangan, menghindari stres yang berlebihan dalam memelihara hubungan baik dengan orang lain. 

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ  



Rabu, 22 Mei 2024

Small Collaborations to A Big Positive Vibes

        Seseorang tak bisa hidup sendiri, selalu butuh orang lain untuk saling mengisi. Semacam kolaborasi agar lebih kreatif dan berkembang lagi untuk hidup yang semakin berarti.

by Nur Ida Zed

                                                            pic by pinterest

        Cerita mengenai kolaborasi yang kini semakin marak di berbagai generasi membuat saya tergelitik untuk sedikit menguliknya. Berbagai sebutan generasi yang menyangkut masanya tidak hanya soal usia, tapi juga menandai sebuah era dengan budayanya. Seperti Genenrasi Milenial yang ada di era milenial, Gen Alfa, Gen- X, GenMom, Gen-Y hingga GenZ yang masing-masing memiliki ciri khas yang menandai jati dirinya. Tak bisa dipungkiri karena jaman semakin maju maka tehnologi juga kian berkembang sehingga setiap saat dituntut untuk selalu update supaya tidak terlalu tertinggal dan bisa terus mengikuti jaman.

        Saya sendiri mengakui kurang begitu faham dengan tehnologi masa kini yang terus diperbaharui sehingga perlu berkolaborasi dengan orang lain yang lebih mengerti tentang itu. Kemudian di dalam Podcast Morning Daughter, saya berkolaborasi dengan putri saya Puan. Begitupun di Youtube Channel saya. 

        Tak ada kendala berarti ketika harus terbuka menerima ide dan masukan serta saran dari orang lain meski beda generasi sepanjang itu untuk kebaikan dan kemajuan sebuah karya. Gen Mom seperti saya tak lagi ibu yang harus dipatuhi dan diikuti segala aturannya ketika Gen Z seperti putri saya memberikan gagasan yang lebih baik dan bisa diterima. Ya. karena akhirnya kita akan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang, tak hanya di dua generasi ini.

       Di dunia media sosial, seperti TikTok dan yang lainnya bahkan membutuhkan kolaborasi untuk menjadi kian besar dan berkembang. Di banyak karya besar yang kita kenal saat ini juga kerap lahir dari kolabarasi yang apik dari para ahli di bidangnya. Paduan dari berbagai ide gagasan yang membuat banyak orang terkesima. Ya. Kolaborasi memang menjadi tren di dunia kreatif saat ini.  


Apa itu Kolaborasi?

        Kata kolabari secara umum adalah bentuk hubungan yang dilakukan antar individu maupun kelompok atau organisasi yang berkeinginan untuk saling berbagi, saling berpartisipasi secara penuh dan saling bersepakat melakukan tindakan bersama. Jadi semacam kerjasama saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak untuk mendapatkan manfaatnya bersama. 

        Bagi para kreator, penulis maupun blogger, istilah "Collab" ini biasanya akan menelurkan ide kreatif dan menyelesaikan masalah rumit menuju visi bersama. Bentuk kolaborasi ini merupakan proses yang lebih formal dimana antar individu yang memiliki keahlian berbeda bisa berkumpul untuk memecahkan suatu masalah atau menciptakan sesuatu karya spektakuler yang baru.

        Pernah dengar para kreator seperti youtuber. podcaster atau blogger berkolaborasi dan berkumpul untuk membuat karya? Mereka membawa misi masing-masing untuk mewujudkan visi bersama. Kolaborasi dari berbagai tokoh yang akan membentuk sinergi dengan menyatukan gagasan sesuai dengan dirinya. 

        Ajakan untuk kolaborasi ini sebaiknya jangan sampai dilewatkan, karena akan mengasah kita dan membawa pada peluang kebaikan yang tak disangka. Seperti di youtube saya sering terima email untuk kolaborasi.  Ini menambah wawasan untuk mengembangkan diri.  Nurida Zuhayanti


Manfaat Kolaborasi

        Istilah yang sering kita dengar bahwa pemikiran banyak kepala akan lebih baik daripada ketika dipikir sendiri sangatlah relate dengan manfaat kolaborasi ini. Maksudnya karena dilakukan bersama-sama,  maka segala ide dan gagasan akan lebih mudah dilaksanakan dan efisien untuk tujuan akhirnya. Kolaborasi akan menjadi katalis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam perusahaan, karena setiap individu akan berkontribusi dengan memaksimalkan potensi mereka. Semacam simbiosis mutualisme yang masing-masing individu akan mendapatkan manfaat sesuai dengan keinginannya.

        Untuk mendapatkan manfaat dan meningkatkan kolaborasi, ada beberapa hal yang perlu dicermati, antara lain:

* Bersikap terbuka terhadap segala bentuk ide dan gagasan dari semua anggota, atau pihak yang diajak berkolaborasi. Sebab setiap gagasan yang diberikan tentu sudah merupakan pemikiran yang matang menyangkut konsep yang ada pada mereka.

*Aktif mendengar apa saja yang disampaikan oleh rekan kolaborasi karena ini akan meningkatkan kemampuan kita dalam menahami konsep kolaborasi baik itu berupa ide, saran atau pendapat yang kadang berbeda dengan pemikiran kita.

*Menjaga komunikasi saat berkolaborasi akan memberi dampak positif bagi semua pihak. Tak perlu merasa ego dan mau menang sendiri saat harus menerima orang lain memunculkan pemikirannya. 

*Kerjakan proyek-proyek baru dengan menyenangkan tanpa didasari paksaan. Karena itu diskusikan dengan baik apa semua konsep dan tujuan yang akan dicapai dari proyek kolaborasi ini. Pastikan semua pihak saling menguntungkan dan memberi nilai lebih hingga tidak ada yang merasa dirugikan sama sekali. 


Bisa Cuan dan Tambah Relasi

        Dengan berkolaborasi tentu akan memudahkan kita menambah relasi dan hubungan baik dengan orang lain atau komunitas lain. Saling berbagi, mendukung dan mengisi satu sama lain akan memberi kontribusi yang baik bagi yang lain. Bila demikian, maka kolaborasi juga akan bisa menambah cuan.

        Banyak relasi, banyak silaturahmi, banyak rezeki yang bakal datang. Terbuka berkolaborasi juga akan membuka wawasan baru,  bertambah ide kreatif,  pengalaman serta jam terbang. 

       So, jangan segan untuk berkolaborasi ya. Dari hal yang kecil tak mengapa, karena siapa tahu akan menjadi besar dan memberikan dampak buat banyak orang. Tanamkan di pikiran bahwa kita layak untuk berkolaborasi dengan apa yang dimiliki. Teruslah mengasah diri, dengan menghasilkan karya-karya yang pantas untuk sebuah kualitas dan jati diri. Meski demikian, saat menentukan rekan kolaborasi sebaiknya pilih yang memiliki persamaan visi misi agar dapat terus memberikan manfaat dan impact positif sebagai energi untuk saling mengisi.        

        Selamat berkolaborasi yaa. Tunjukkan karyamu sekarang juga.

        Salam sehat dan selalu semangat.**NZ 


   

Minggu, 19 Mei 2024

Mengatasi Prokrastinasi Agar Lebih Produktif Lagi

         Kebiasaan menunda pekerjaan kerap disebut dengan prokrastinasi. Keenakan main hape sampai lupa menyelesaikan tugas utama. Bagaimana mengatasi hal ini agar semua bisa diselesaikan sesuai rencana dengan schedule yang  sudah ditentukan?

by Nur Ida Zed  


                                                pic by pinterest

        

        "Ah, nanti dulu, deh. Sedikit lagi." Begitu seringkali saat keasyikan melakukan sesuatu yang menyenangkan meski menyadari ada pekerjaan utama yang sedang menunggu untuk diselesaikan. Deadline, misalnya, atau tugas lain yang semestinya menjadi prioritas. Sering menunda-nunda untuk mengerjakan atau menyelesaikan tugas ini bisa disebut dengan prokrastinasi

        Istilah prokrastinasi ini merupakan serapan bahasa latin, dari "pro" yang artinya maju dan "crastinus" yang berarti besok. Jadi maksudnya semacam "tarsok" alias sebentar dan besok, atau lebih suka melakukan tugasnya besok saja. Selalu menunda dengan berbagai alasan dengan mendahulukan kesenangan meski menyadari ada hal yang seharusnya diutamakan.

 

Prilaku Prokrastinasi

        Berbagai alasan mengapa perilaku prokrastinasi ini begitu mendominasi saat dihadapkan pada setiap tugas yang ada, seringkali dialami ketika dekat-dekat deadline ya. Mulai ada rasa tidak mood untuk mengerjakan, bingung tidak tahu mana yang harus dikerjakan lebih dahulu, bournout atau bahkan meremehkan pekerjaan itu dan mungkin merasa stres serta putus asa ketika sedang menyelesaikan pekerjaan karena dibatasi waktu.

        Ya, perilaku ini bisa terjadi pada siapapun termasuk saya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini ternyata memiliki dampak buruk karena menunda hanya akan membuat pekerjaan menjadi sulit. Percaya atau tidak, sebuah studi menunjukkan bahwa menunda ini juga dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular. Terang saja, karena menunda pekerjaan penting akhirnya dapat menimbulkan kecemasan berlebihan hingga stres.

 

        Ada beberapa ciri yang menyebut soal prokrastinasi ini, antara lain:

* Rasa khawatir yang berlebihan mengenai tugas atau pekerjaan yang akan dihasilkan. Ekspektasi yang terlalu tinggi membuat keraguan untuk bisa segera menyelesaikan tugas sehingga butuh jeda waktu agar memberikan ketenangan.

* Cenderung memilih untuk mengerjakan kegiatan yang menyenangkan daripada menyelesaikan pekerjaan utama ketika masih memiliki tenggat waktu yang ditentukan. Misalnya deadline masih seminggu lagi nih, lalu boleh santai saja memilih menyelesaikan episode drakor yang masih panjang,

* Akhirnya merasa stres dan frustasi ketika harus segera menyelesaikan pekerjaan karena tiba-tiba sudah mendekati tenggat waktu yang ditentukan. Nah lho.


Cara Mengatasi Prokrastinasi

Agar tidak mengalami efek negatif dari prokrastinasi ini sebaiknya kita dapat mengatasi bahkan menghilangkan kebiasaan kurang baik yakni menunda pekerjaan ini dengan beberapa cara, antara lain: 

* Tuliskan rencana dengan skala prioritas dan selalu berusaha untuk menepatinya. List satu persatu secara teratur dan terperinci mengenai apa saja yang akan dikerjakan serta kapan diselesaikan dengan ditandai agar tidak ada yang terlewatkan lagi.

*Pilih mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana pekerjaan yang dapat diselesaikan selanjutnya. Meski masih ada kesempatan hingga tenggang waktu, pastikan semua sudah disiapkan sehingga tidak keteteran pada saat dibutuhkan. 

* Buatlah komitmen pada diri sendiri agar tidak tergoda dengan kesenangan yang kadang membuat kendala waktu menjadi tertunda. Misalnya main hape atau nonton serial drama korea yang kadang membius untuk terus mengikuti ceritanya hingga lupa waktu.

* Tetap fokus pada tujuan awal, kalau perlu minta bantuan orang lain seperti teman ketika mengalami kesulitan. Ada baiknya dekat dengan teman yang punya vibe positif dan memiliki tujuan yang sama sehingga bisa saling membantu dan mengingatkan, bukan sebaliknya.

*Jangan membiasakan diri untuk menunda pekerjaan, dan menyelesaikan di saat-saat terakhir dengan alasan menunggu mood atau lainnya. Langsung kerjakan apa yang dapat dikerjakan, tanpa berpikir untuk menunda sekejap karena akhirnya hanya akan menyulitkan diri kita.  Lebih dari itu, pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru tentu hasilnya kurang sempurna.  Tidak mengapa jika pekerjaan telah selesai lebih dulu dan masih punya waktu, sehingga bisa mengulang dari awal agar lebih perfect lagi.

*Ada baiknya tentukan target pekerjaan setiap harinya. Tak apa sedikit memaksa diri untuk segera menyelesaikan tugas dan menjauhkan diri dari berbagai gangguan seperti ponsel dan televisi.

*Sesekali berikan apresiasi terhadap diri sendiri ketika tugas dan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana tanpa sedikitpun menunda. Saat merasa bahagia dengan kebiasaan ini, maka motivasi untuk tepat waktu akan terus muncul dan menjadi habit yang baik dan menyenangkan. 

Ketika satu pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, maka akan segera disusul dengan pekerjaan yang lain, sehingga akan menguntungkan diri kita sendiri juga.

        Nah sebaiknya jangan menunda pekerjaan ya, agar rezeki tidak dipatok ayam.

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ