Sabtu, 26 November 2022

Jangan Sepelekan Hal Kecil Ini

     Tanpa disadari, banyak hal-hal kecil yang berpengaruh besar terhadap hidup kita. Karenanya, jangan remehkan hal yang kecil ini ya.

By Nur Ida Zed


photo with canva @nuridazed

     Setiap hal besar seringkali diawali dengan yang kecil. Saya percaya perjalanan besar sejauh apapun itu dimulai dari langkah kecil kita. Sangat tidak mungkin kalau tiba-tiba langsung sebesar sekarang, kan, pasti ada proses dari kecil dan terus bertumbuh. Begitupun kehidupan besar di dunia ini pasti bermula dari hal-hal kecil. Namun karena dianggap kecil, kadang orang jadi tidak mempedulikan, bahkan cenderung meremehkan dan melupakan. Padahal sih sesuatu yang kecil, bisa saja memberi pengaruh kepada hal yang besar. 

     Tak hanya terhadap kehidupan itu sendiri, tapi juga berpengaruh pada diri kita, tubuh kita, dan cara pandang terhadap sesuatu hal. Seperti saat membuang sampah pada tempatnya, maka selain bisa menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar, secara tidak langsung kita sudah berkontribusi untuk bisa menyelamatkan bumi dan mencegah banjir, karena sampah yang menggunung bisanya akan mampet dan menjadi penyebab bencana alam itu.  

     Banyak sekali sebenarnya hal-hal kecil yang dapat mempengaruhi hal besar yang bisa kita pelajari dan terapkan. Lalu apa sajakah itu ?

     1. Disiplin waktu. 

     Kedengarannya hal yang gampang ya, gak masalah bila kita bisa membagi waktu. Tapi kerap karena waktu, semua rencana bisa jadi berantakan. Katakan saja seperti saat janjian, lalu kita tidak datang tepat waktu, alias terlambat. Bila itu dengan klien atau teman kerja, bahkan dosen, maka kita bisa kehilangan pekerjaan, atau setidaknya berkurangnya rasa simpati karena dianggap menyepelekan. Bila itu dosen maka kita rugi karena kehilangan ilmu yang akan diberikan.  Atau bila bertemu  nara sumber yang punya jadwal padat dan disiplin waktu karena sibuk, maka harus atur ulang untuk menunggu kesempatan mendatang. 

     Soal disiplin waktu ini sepertinya hal kecil yang bisa berpengaruh besar terhadap diri kita. Pernah kan mendengar ayat Al-Quran yang menyebut Demi Waktu, maka jangan sia-siakan itu agar tidak terjadi penyesalan karena tak lagi punya kesempatan. 

     2.Olah raga dan rekreasi

     Seringkali kita melupakan kegiatan yang satu ini karena banyak sekali alasan hingga terasa merepotkan, meski hanya jogging dan jalan santai saja. Hal kecil yang pasti akan sangat berpengaruh besar terhadap diri kita, yakni kesehatan dan kebugaran serta pikiran terbuka yang membuat awet muda. 

     Olah raga bisa menjaga stamina tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Dengan melakukan olahraga kecil saja di sela kesibukan kegiatan yang menggunung, maka akan dapat memperkuat otot  kita serta melancarkan peredaran darah sehingga investasi kesehatan pada diri kita tetap terjaga. Begitu juga dengan rekreasi, proses healing yang didapat akan membawa pada kebahagian lahir dan batin bisa terpenuhi.

      3. Minum air putih dan tidur yang cukup. 

     Ini hal kecil yang juga seringkali kita lewatkan, karena mengira mengkonsumsi minuman soda atau bahkan jus buah serta jamu-jamu tertentu lebih terasa enak dan  menyehatkan daripada sekedar minum air putih. Padahal sih, saat rutin minum air putih ketika bangun tidur terutama sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh kita. Kekurangan minum air putih bisa menyebabkan tubuh dehidrasi, bahkan jika berkepanjangan dapat memicu hipertensi dan kerusakan pada ginjal. Nah, untuk mencegah itu, biasakan hal kecil dengan minum air putih yang cukup agar tercukupi asupan kesegaran di dalam tubuh.

     Hal kecil lain yang tak boleh diremehkan tidur yang cukup. Sesibuk apapun kita bekerja, tubuh dan pikiran perlu istirahat yang cukup dan lebih rileks untuk kembali menormalkan sel-sel yang ada di dalam tubuh dan meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.  

     4. Membaca buku menambah ilmu. 

     Hal kecil lain yang akan berpengaruh besar pada diri kita termasuk membaca buku. Sebab di dalam buku biasanya akan didapatkan banyak ilmu yang akan membuka wawasan dan pengalaman baru yang dibutuhkan untuk tetap update terhadap perkembangan jaman dan pola pikir kita. Meluangkan sedikit waktu untuk membaca buku ibarat memberi asupan pada batin kita agar lebih mengerti dan memahami keberagaman yang ada di dunia. 

     Buku itu jendela dunia, banyak hal yang bisa didapatkan pada setiap lembar halamannya. Bila mudah menemukan buku secara fisik di jaman sekarang ini, e-book atau buku elektronik banyak yang bisa kita baca.    

     5. Berdoa dan selalu bersyukur. 

     Setiap hari, di saat bangun tidur dan membuka mata biasakan untuk berdoa dan selalu bersyukur. Mengucap alhamdulillah adalah hal kecil yang dapat memberi semangat untuk terus melanjutkan hidup, berjuang melawan tantangan dan kembali beraktivitas. Hal sepele yang kadang kita lupakan, adalah doa yang bisa menjadi booster sehingga kita tak lagi merasa lelah dan mudah pasrah. Kekuatan doa diyakini dapat menjadi obat yang paling ampuh tatkala jiwa dan raga mulai rapuh. 

     Termasuk juga selalu bersyukur atas rezeki yang telah kita dapatkan sampai saat ini, entah seberapapun besar atau kecil berkah yang telah diberikan. Sebab bila kita selalu bersyukur, maka Allah SWT akan menambah nikmatnya setiap hari.

     Salam sehat dan selalu semangat.***NZ









Rabu, 23 November 2022

Eksistensi Blogger di Era Literasi Digital

     Di era literasi digital sekarang ini, segala bentuk informasi begitu mudah untuk diakses dan didapatkan. Dan peran blogger tentu sangat diperlukan, terutama dalam hal positif dan bermanfaat. 

By Nur Ida Zed

                                                          picture by canva

     Ya, ketika budaya menggunakan internet kian marak di kalangan masyarakat sejak dekade lalu, semua orang terasa mendapatkan kemudahan dalam hal mencari informasi. Tak hanya melalui media massa mainstream yang telah lama dikenal, tapi juga berbagai website yang memiliki tujuan tertentu seperti pada instansi pemerintah dan swasta macam bidang pendidikan, ekonomi, pertanian, sosial budaya dan bidang lain, serta blog yang dibuat secara khusus dan personal. 

     Pada awal munculnya blog, seingat saya kebanyakan laman berisi curahan hati semacam diary atau buku harian seseorang yang dipublikasikan, kemudian berkembang dan semakin banyak ragam niche yang dihadirkan sehingga kadang bisa dijadikan referensi atau acuan informasi serta inspirasi yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat. Tak pelak karena banyak para tokoh dan orang penting yang memilih menggunakan laman blog sebagai sarana mengemukakan buah pikiran, pendapat dan masukan sesuai dengan aspirasi, perspektif serta kejujuran hati. Blog menjadi semacam karya yang tak sekedar "ecek-ecek" tapi juga memiliki "nilai" karena ditulis langsung oleh para blogger dari sumber akurat yang kadang beradasar pengalaman pribadi dengan menuangkan deep and interest.lewat gaya bahasa yang mudah dicerna.

     Blog merupakan aplikasi berbasis website yang menuangkan tulisan-tulisan disertai gambar berupa konten sebagai sumber informasi, opini, iklan maupun sebuah hiburan bagi pembacanya. Ada tiga jenis blog yang biasa didapati di dunia digital, yakni blog untuk bisnis, blog profesional dan blog personal yang semua itu membutuhkan kreator yang biasa dinamakan blogger.   


Kekuatan Blogger

     Nama besar seperti Raditya Dika dan Soleh Solihun, misalnya, mengakui bila blog menjadi sarana awal yang dapat membawa kariernya menjadi terkenal seperti sekarang. Para blogger kini juga sudah tidak segan lagi menunjukkan eksistensinya di era literasi digital ini, sebab pada kenyataannya blog dapat  berpengaruh terhadap cara pandang serta keputusan seseorang dalam bersikap dan beretika.

     Di negara-negara maju, blog mampu menjadi sarana kampanye untuk kebaikan seperti Green Peace yang melawan krisis iklim dalam melindungi lingkungan dan bumi ini. Blogger bahkan memiliki suara untuk kebijakan publik yang berkaitan dengan kebaikan bersama. Di Indonesia saya rasa tak jauh berbeda, sepanjang para blogger memberikan publikasi yang baik, akurat dan bertanggung jawab tanpa hoaks. 

     Hadirnya komunitas blogger seperti ISB- Indonesian Social Blogpreneur, BP-Blogger Perempuan, KEB dan yang lain membuat kekuatan yang berdampak positif bagi bangsa ini, terutama di bidang komunikasi dan bagaimana mengemukakan pendapat dengan sajian yang menarik. Tak heran bila para blogger juga memiliki pertimbangan tersendiri bagi para sponsorship dan pengiklan untuk mengenalkan produk dan jualannya. 


Tips Untuk Blogger 

     Menjadi seorang blogger kini patut diperhitungkan. Beberapa hal dibutuhkan agar tetap eksis di era literasi digital. Di antaranya adalah:

*Asah terus kemampuan menulis. Karena semua ide, karya dan gagasan yang dituang dalam laman blog melalui tulisan, maka kemampuan menulis dan mengolah kata menjadi mutlak dibutuhkan. Dari tatanan kalimat dan gaya bahasa serta teknik penuturan yang disajikan pada sebuah blog, acapkali membuat pembaca merasa lebih dekat dengan penulis sehingga muncul feedback yang baik dari sebuah artikel.

*Memilih Niche. Agar blog memiliki warna yang khas dan mudah dicari, sebaiknya pilih niche yang paling diminati, sehingga sumber pembahasan tidak akan pernah kering. Misalnya hal yang menjadi hobi atau kesenangan, maupun sesuatu yang membuat kita nyaman. Niche semacam tema yang akan terus digali sebagai sesuatu yang khusus yang akan menjadi selling point yang nantinya dapat membantu menciptakan inovasi baru. 

*Memahami SEO. Singkatan dari Search Engine Optimization atau mengoptimalkan mesin telusur, agar blog mudah dicari di mesin pencari sehingga bisa on page. Caranya seperti memakai permalink sederhana, memilih judul konten yang memikat atau yang sedang tranding dan viral, memanfaatkan internal link, tema responsif, menambahkan gambar atau video dan yang lainnya.

*Bergabung dengan komunitas blogger. Tak perlu ragu untuk membuka diri dan berkomunikasi dengan para blogger agar saling mendukung. Di komunitas biasanya memiliki visi berkembang dan maju  bersama untuk kebaikan. Di ISB misalnya, ada Teh Ani Berta, founder yang selalu memberi semangat dan terbuka terhadap seluruh member. 

*Konsisten. Hal lain yang tak kalah penting adalah konsistensi dalam membuat karya dengan rutin mengupload agar tetap ada keberlanjutan dari blog kita. Lupakan rasa malas untuk update blog karena khawatir tak ada pembaca yang tertarik,  sebab keberadaan blog tetap akan ditunggu manakala rutin dan konsisten menghadirkan tulisan yang mudah dicerna, mengalir serta bermanfaat bagi pembaca tanpa hoaks.  

     Sepanjang ini, orang yang mengerti dan memahami eksistensi blogger akan respek dengan kegiatan ngeblog yang seru ini. Karena selain menyalurkan kesenangan dengan hal yang positif, ngeblog juga bisa menjadi sarana healing, sharing, caring, berbagi dan menginspirasi untuk memberikan manfaat bagi para pembanca. Dan ini tentu  akan menjadi ladang pahala dan bentuk rasa syukur kepada  Allah SWT. Menjadi blogger dengan memberikan konten positif yang bermanfaat tanpa hoaks menjadi tujuan saya dalam berkarya, dan salah satu cara  berkontribusi untuk kemajuan bangsa ini.

     Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Senin, 05 September 2022

Kemerdekaan




                            foto: dvine adinda

Oleh Nur Ida Zed

Agustus tuh bulan bersejarah dan heroik bagi bangsa Indonesia ya, karena tanggal 17 Agustus itu hari lahirnya kemerdekaan kita: Independent Day gitu, yang pastinya sebagai bangsa bisa menjadi motivasi dan lebih semangat dalam mengisi Kemerdekaan ini.

Banyak sejarah sih yang perlu kita fahami sebagai bangsa, termasuk perjuangan para pahlawan yang telah dengan tulus berjuang dan titik darah penghabisan menjadikan negara Indonesia merdeka. Jangan lupa akan hal itu kan, karena kalau  tidak ada  keberanian, perjuangan dan upaya mereka, para pahlawan dan Sang Proklamator, Bapak Soekarno dan Bung Hatta pada waktu itu, di tahun 1945 untuk mengumumkan kemerdekaan, mungkin sampai saat ini kita masih dalam jajahan, alias dijajah oleh bangsa lain. 

Dan sekarang ini sudah 77 tahun kita merdeka, artinya sepanjang itu terbebas sebagai bangsa yg memiliki wilayah, tanah air, kebijakan dan pemerintahan sendiri, wajiblah rasanya untuk mengisi kemerdekaan itu dengan hal yang positif. Dan tentunya dengan tetap mengemukakan semangat nasionalisme. 

Bagi setiap generasi, arti kemerdekaan bisa jadi memiliki makna sendiri. Merdeka itu bebas melakukan sesuatu yang positif, seperti dalam berpendapat dan berekspresi ya. Seiring dengan berjalannya waktu, apalagi dengan adanya dunia medsos (baca: media sosial) seperti saat ini, siapapun sekarang bisa bersuara dan bisa didengarkan oleh siapapun. Karena itu ya bebas, tapi tetap harus bertanggung jawab, dan selalu bijak dengan kebebasan dan kemerdekaan itu.
 
Untuk tahun ini nih, di tahun 2022, merdeka juga berarti bebas dari pandemi covid kan, meski rasanya memang masih belum bisa seratus persen, sebab harus tetap waspada dan prokes alias protokol kesehatan, tapi setidaknya kita bisa lebih merdeka daripada dua tahun lalu yang sempat 'dijajah' oleh pandemi covid. 

Ya, karena sekarang semua tempat sudah dibuka bebas, seperti mall, pasar, perkantoran, tempat rekreasi, serta sekolah juga sudah offline alias tatap muka seratus persen. Karena itulah  tema yang diambil untuk perayaan kemerdekaan tahun ini adalah "Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat". 

Untuk bidang pendidikan, Pak Mentri Nadiem Makarim sudah memberikan akses Merdeka Belajar. Kebebasan bagi siapapun yang ingin belajar tanpa dibatasi oleh usia, strata sosial dan hal yang menghalanginya. Kolaborasi dalam bidang ekonomi, pendidikan dan yang lain sudah terbuka lebar. Dan tugas kita sekarang mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras, berprestasi, berkarya, serta tetap bersatu dalam membangun Indonesia maju.

Merdeka dalam berpikir, berkarya dan berekspresi tanpa dikekang dan dibatasi oleh hal yg sebenarnya tak perlu membatasi ya. Meski merdeka bukan berarti kebebasan tanpa kendali, namun tetap di koridor etika dan berdasar pada Pancasila dan UUD 45.

Merdeka secara finansial, pastinya sangat penting buat generasi ini. Kebebasan mengatur keuangan, pengahsilan cukup buat semua kebutuhan, investasi serta tabungan untuk masa depan, bahkan untuk bisa berbagi.

Kemerdekaan memang layak dimiliki oleh setiap manusia di bumi ini, karena Allah SWT juga telah memberikan itu dan wajib untuk disyukuri. So, mari kita isi dengan semua hal yang berarti. 

Salam sehat dan selalu semangat..!!🤩🙋‍♀️

Note: Bisa disimak di Podcast Morning Daughter, bincang ringan dua generasi, di @anchor.fm dan @spotify yaa💖

Jumat, 15 April 2022

Vaksin Booster Saat Puasa Ini Tipsnya!


        Sudah pada vaksin booster? Hari kedua puasa Ramadan saya baru dapat jadwal buat vaksin booster nih. Tak perlu cemas, perhatikan tips vaksin saat puasa ya.

by Nur Ida Zed

                                        Desain foto: dvine_adinda

        Sejak diumumkan mengenai vaksin booster yang harus dilakukan untuk melengkapi setelah vaksin dosis pertama dan kedua, saya langsung hunting di beberapa tempat. Rupanya tidak seperti sebelumnya ya, vaksin ini dibatasi hanya sekitar dua ratus orang saja setiap harinya. Karena itu ketika ada notifikasi di aplikasi peduli lindungi  sudah waktunya booster (yang tadinya jarak dengan vaksin kedua enam bulan, lalu dimajukan menjadi tiga bulan) mau tak mau harus antri dulu dan cari jadwal yang tepat agar tidak kehabisan. Apalagi vaksin booster ini lalu menjadi syarat wajib bagi yang mau mudik. Seminggu sebelum puasa makin banyak saja yang memburunya, termasuk saya, haha.

        Ada teman yang memberi info booster di beberapa mall, tapi kuotanya terbatas juga. Lagipula di mall pasti bakal rame banget, kurang nyaman sih menurut saya. Akhirnya dapat jadwal vaksin saat sudah Ramadan, di bulan puasa hari kedua. Yasudahlah, bismillah saja.       

         Awalnya mulai searching tuh mengenai vaksin kalau kita lagi menjalankan ibadah puasa ini, boleh atau tidak. Maksudnya bisa membatalkan puasa atau tidak, karena kan sayang ya, kalau gegara vaksin puasanya jadi batal. Alhamdulillah dapat pencerahan dari Fatwa MUI-Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kalau vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa.

      “Sama ya seperti sebelumnya, bahwa vaksin (dengan injeksi intramuscular atau suntik) tidak membatalkan puasa, “ kata Ketua MUI bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh yang dilansir dari detik.com, Kamis (24/3/2022). Ketentuan ini sudah dituang dalam Fatwa Nomor 13 tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada saat puasa.  Jadi hukumnya boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya atau dharar.

         Nah, tenanglah jadinya. Tapi yang perlu dipersiapkan sekarang adalah kondisi fisik kita. Di saat sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan tentunya berbeda treatment ya, terutama supaya kondisi tubuh tetap fit dan tanpa kendala. 

Berikut beberapa tipsnya:

1.       1. Istirahat yang cukup sebelum melakukan vaksin. Hal ini penting supaya tekanan darah tetap stabil. Seperti waktu tidur yang cukup dan tidak begadang.

2.       2. Konsumsi makanan bergizi di saat sahur untuk menambah kekuatan dan ketahanan tubuh. Kalau perlu minum susu serta vitamin.

3.       3. Tenangkan hati dan pikiran, serta hindari stres. Kadang karena besok pagi mau vaksin, pikiran bisa sedikit khawatir. Apalagi saat mendengar teman yang mengalami efek samping setelah booster. Don’t worry, serahkan saja pada Yang Maha Kuasa, dan semua akan baik-baik saja.

4.       4. Datang ke lokasi dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Meski covid sudah melandai, sebaiknya harus tetap waspada.

5.       5. Ikuti arahan dan petunjuk para petugas kesehatan yang ada di lokasi. Seperti harus antri untuk mendaftar, periksa kesehatan, vaksin dengan jenis yang sudah ditentukan dan yang lainnya.

6.              6. Setelah vaksin sebaiknya langsung pulang dan istirahat yang cukup hingga waktu berbuka.

7.       7. Bila merasakan efek samping atau reaksi KIPI- Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, seperti mual, lemas, demam atau sakit kepala, tak perlu cemas dan segera konsultasi ke dokter. Bila mungkin, menunggu minum obat setelah berbuka puasa. Tapi kalau tidak, boleh saja membatalkan puasa dan segera minum obat yang sudah dianjurkan oleh petugas kesehatan.


   

                                            Foto: dokpri
   

          Pengalaman vaksin booster saya tak merasakan efek samping yang berarti, hanya sedikit memar biasa di sekitar lokasi karena jarum suntik, itupun hanya sebentar. Jadi tak perlu khawatir buat yang sudah punya tiket untuk segera mengikuti vaksinasi booster karena akan mengurangi tingkat penyebaran Covid-19, termasuk varian Omicron. Dan yang penting bagi yang mau mudik bisa lebih aman.

        Hmm...Buat yang sudah booster, bagaimana pengalaman kalian?

        Salam sehat dan selalu semangat..!***NZ 

Minggu, 10 April 2022

Perlunya Belajar Dari Kesalahan Orang Lain


        Tak perlu jera saat terjatuh dari sepeda. Mulai berdiri dan mengayuh lagi, karena kesalahan bisa diperbaiki, hingga akan sampai pada tujuan nanti.

by Nur Ida Zed


                                            desain foto by dvine_adinda

        Ini nasehat ketika belajar naik sepeda ya, harus berani mencoba dan jangan takut terjatuh dengan kesalahan sedikit saja. Saat saya mencoba membuat kue, ternyata ada trial and errornya juga. Ceritanya waktu mau mencoba resep kestengel dari youtube, dan tertarik bikin sendiri lalu menyiapkan semua bahan serta peralatan, ternyata awalnya sedikit gosong, haha. Saya lupa membaca takaran catatan dari penulis resep yang telah berpengalaman itu sehingga terlalu lama dipanggang. Tapi kemudian jadi bisa belajar, berapa lama adonan dioven agar matang sempurna dan terlihat kuning merata.

        Belajar dari kesalahan membuat saya banyak mendapatkan pelajaran berharga, termasuk ketika ingin memutuskan sesuatu seperti untuk masa depan dan cita-cita. Ya, kesalahan memang bisa terjadi pada siapapun, bahkan setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan tergantung pada kadar besar kecilnya dan pada situasi apa. Tapi tak harus berhenti pada satu kesalahan saja, bukan? Karena hidup harus terus berjalan.

 

Belajar dari Kesalahan Orang Lain

        Jika takut membuat kesalahan, maka kita hanya diam dan tidak akan berbuat apa-apa. Kesalahan yang menyangkut tentang kehidupan, masalah pendidikan, pilihan terhadap karier, kesalahan dalam berbisnis, sampai dalam hubungan dengan orang lain termasuk keluarga, pertemanan, pasangan, anak dan yang lainnya.  

        Agar tidak mengalami kesalahan yang berakhir pada kegagalan kita bisa belajar dari kesalahan orang lain. Selayaknya bercermin manakala akan melangkah dan mengambil keputusan yang memiliki resiko. Saat mengetahui orang lain melakukan kesalahan yang merugikan bagi dirinya,  maka sebisa mungkin akan dihindari dan tidak lalu mengikutinya.  

        Belajar dari kesalahan orang lain kadang dibutuhkan agar bisa lebih berhati-hati dan waspada. Kesalahan orang lain menjadi warning supaya hal yang sama tidak akan menimpa diri kita. Seperti pada kasus trading binomo yang menimpa “crazy rich bohong” Indra Kenz serta Dony Salmanan yang lagi marak dibicarakan saat ini.  Orang lain bisa menjadi cermin manakala akan melangkah atau memutuskan sesuatu yang beresiko, tidak terjebak pada halusinasi dan kekayaan semu semata. 

       Perlunya belajar dari kesalahan orang lain ini membuat kita jadi lebih mengerti mana yang benar dan mana yang salah, sehingga mempunyai rambu-rambu agar bisa menolak dan tidak melakukannya. 

 

Pengalaman adalah Guru Terbaik

        Saya setuju dengan kalimat bijak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik, sebab dari pengalaman itu akan mendapatkan banyak pelajaran hidup yang kadang tak bisa didapatkan dari bangku kuliah saja. Semakin banyak pengalaman, seperti telah banyak memakan asam garam kehidupan sehingga akan lebih bijak melangkah dan menentukan pilihan untuk masa depan. Dari banyaknya pengalaman ini bisa jadi akan membentuk karakter seseorang menjadi lebih “matang” serta dewasa dalam bertindak dan cara berfikirnya.

        Pengalaman pahit yang kurang menyenangkan bisa dijadikan cambuk dan sebagai peringatan agar tidak diulang. Sebaliknya pengalaman manis yang menyenangkan dapat menjadi motivasi dan memacu diri terhadap langkah kita selanjutnya. Entah itu pengalaman yang dialami dan dicari sendiri, maupun pengalaman yang didapat dari orang lain. Dari apa yang dialami akan memberikaan banyak pelajaran yang bisa disaring sehingga akan memperkecil kesalahan dan kegagalan itu sendiri. Begitu juga dengan perjalanan hidup ini. Belajar dari pengalaman kita jadi bisa mengerti apa yang terjadi, lalu menata diri agar lebih baik lagi.

        Ya. Dalam menjalani kehidupan yang paling penting  jangan takut membuat kesalahan, di saat kita mau belajar, karena itu akan membuat lebih bijak dalam bertindak dan membuat keputusan, dan bisa menerima kesalahan orang lain. Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Bahwa hidup ini adalah proses belajar yang harus dilalui. Semoga kita bisa menjadi pemenang sejati.

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Rabu, 06 April 2022

Journaling Untuk Sehat Mental dan Kebahagiaan


        Hobi menulis jurnal pribadi tak hanya sebagai sarana curahan hati, tapi juga baik untuk menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan kita. Gak percaya?

by Nur Ida Zed


                                                    desain foto: dvine_adinda

        Coba diingat-ingat lagi, kapan kita mulai menulis di buku diary? Seingat saya, waktu sekolah dulu guru Bahasa Indonesia pernah memberi tugas untuk menulis semacam catatan harian tentang kegiatan apa saja yang telah dilakukan sehari- hari. Guru pelajaran agama juga begitu, tentang kegiatan harian selama bulan Ramadan, terutama ibadah sunnah yang telah dijalani setiap hari selama bulan suci. Kemudian dikumpulkan, lalu diceritakan kembali untuk refresh dan dievaluasi.

        Buku harian yang kita buat menjadi tempat curahan hati atau catatan harian yang dihadapi. Menuang tentang kejadian apa saja yang pernah dialami, baik yang biasa saja maupun yang tidak biasa. Bagi saya buku harian ini layaknya seorang teman yang bisa dipercaya. Menulis begitu saja, seperti curhat pada sebuah buku, yang bisa mengungkapkan mengenai apapun itu, entah kesenangan maupun kesedihan yang melibatkan perasaan. Kadang berupa cerita semacam paparan rasa untuk mengungkapkan segalanya, sesekali juga berupa sajak atau puisi manakala banyak hal yang dirasakan menyentuh hati. Ah, saya jadi ingat buku harian berwarna biru kado dari seorang teman ketika sweet seventeen dulu, yang masih tersimpan rapi karena ada kunci kecil dan kotaknya.

        Kini buku harian atau diary kerap disebut sebagai journal pribadi, dan kegiatan menuangkan pikiran dan perasaan lewat tulisan maupun gambar ini lebih tren dinamakan dengan journaling. Selain di atas kertas, journaling saat ini juga biasa dilakukan di laptop, komputer maupun hape. Karena itu kegiatan ini seringkali juga melibatkan kepiawaian kita menggunakan aplikasi, semacam canva, pic art, word, journey, memory dan yang lainnya untuk melengkapi apa yang akan diutarakan sebagai sebuah catatan pribadi yang menarik bila dibaca berulangkali.

        Biasanya menulis jurnal diawali dengan waktu kejadian. Kapan momen memulai sebuah perjalanan. Ketika saya dinyatakan positif hamil anak pertama, misalnya, saya ingin membuat jurnal mengenai perkembangan kesehatan saya agar lebih mengerti dan memberikan informasi dari hari ke hari. Tentang perasaan saya yang tiba-tiba saja harus menjadi seorang ibu setelah melalui tahapan sebagai perempuan dan istri yang sibuk bekerja.

        Saya menuang apa saja yang perlu dipersiapkan secara mental dan fisik agar semua rencana (baca: planning) dan goal yang diharapkan bisa berjalan dengan lancar. Mengenai bagaimana membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan sosialisasi dengan teman ketika sudah menjadi seorang ibu yang bekerja. Juga segala kendala yang dihadapi serta tantangan yang harus dilalui sehingga tidak ada lagi kekecewaan di kemudian hari. Ya, menuang perasaan sebagai catatan journaling ini sebenarnya banyak manfaatnya, antara lain untuk kesehatan mental dan kebahagiaan.

 

Sehat Mental dengan Journaling

        Disaat seseorang dapat mengungkapkan perasaan adalah bagian dari upaya untuk menjaga kesehatan mental kita. Dengan journaling, semua ganjalan yang ada di pikiran bisa diluapkan secara positif sehingga membuat hati menjadi tenang. Kebiasaan ini akan membuat habit yang baik karena akan memacu sel imun T-lymphocytes dalam tubuh menjadi lebih kuat sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan tingkat depresi.

        Menurut Maud Purcell, psikoterapis yang juga ahli journaling, kegiatan ini melibatkan penerapan dari dua belah otak kita sekaligus, sehingga akan cenderung rasional dan analitis karena selalu sibuk berfikir. Di waktu yang sama, otak kanan juga akan cenderung kreatif, intuitif dan sensitive sehingga dapat membantu menghilangkan hambatan mental pada diri seseorang.

        Journaling juga dapat menjadi hobi yang bermanfaat dan bisa digunakan sebagai terapi melepas penat serta menjadi sarana mengasah kreativitas. Betapa tidak, bila waktu senggang digunakan untuk kegiatan produktif dengan menulis dan berfikir positif, maka akan jauh dari kesenangan untuk bergosip dan memikirkan hal negatif yang dapat merusak mental kita juga.   

 

Membawa Kebahagiaan

        Dengan journaling, kita akan membiarkan pikiran kita bebas berekspresi lewat tulisan, menuang segala rencana, mengukur kemampuan kita menghadapi apa yang terjadi dan bakal dilakukan sebagai harapan besar dan cita-cita yang akan diraih nanti. Kadang melanglang buana mengikuti perasaan dan merajut emosi yang kadang naik turun disertai dengan solusi. Kadangkala disertai dengan desain maupun foto-foto yang akan mengungkap memori serta semua kenangan yang akan memicu hormon dopamin yang membawa pada kebahagiaan.

         Ketika pengalaman journaling ini dapat bermanfaat juga untuk orang lain, seperti pada beberapa hal yang dapat memberikan motivasi serta menginspirasi, maka tak jarang dapat dishare lewat media sosial atau bahkan dibuat sebuah buku. Dan ini tentu akan membahagiakan karena bisa berbagi.

         Nah, apa pengalaman menarik journalingmu?

         Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Minggu, 03 April 2022

Iklan Menyentuh Budaya Efektif Dicerna


        Bahasa iklan selalu menyimpan pesan di balik pemasaran produknya, namun ada makna yang ditinggalkan dan melekat di hati pemirsa juga ya.

by Nur Ida Zed



        Ketika sedang seru-serunya nonton acara kesayangan di televisi, tiba-tiba terputus oleh iklan. Hmm, pastinya jadi sedikit kesal ya, haha. Tapi inilah strategi marketing, agar penonton seperti kita-kita ini mau gak mau jadi ‘terpaksa’ nyimak juga pesan berbayarnya itu alias iklanya itu. Ya, iklan sendiri sebenarnya cara untuk mempromosikan produk, brand atau layanan kepada audience untuk mendorong ketertarikan, pelibatan dan penjualan. Dalam KBBI-Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut, bahwa iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.

        Iklan tuh dapat dibuat dalam berbagai bentuk, dari media cetak hingga video interaktif seperti yang biasa dinikmati di televisi serta channel youtube dan telah berevolusi menjadi fitur penting untuk marketplace aplikasi. Jadi kehadiran iklan ini sebenarnya sangat dibutuhkan, termasuk untuk berlangsungnya sebuah acara semacam program televisi yang kita suka. Semakin banyak iklan biasanya makin tinggi juga rating acaranya.

        Tapi terlepas dari itu semua, hadirnya sebuah iklan ini merupakan karya kreatif dan ide brilian dari para pekerja kreatif yang ada di balik layar. Untuk tayangan iklan dalam hitungan detik (baca: second) itu bisa saja melibatkan banyak orang di berbagai devisi, seperti riset, produksi, editing, auditing dan semua yang mendukung agar mengena pada sasaran audience dan lekat pada pemirsa.


Menyentuh Budaya

        Saya paling ingat dengan iklan Indomie yang dibuat berbagai versi dari jaman dahulu alias jadul hingga saat ini. Siapa sih yang tak kenal dengan produk mie instan yang pertama kali membuat iklan di antara nama mie lain yang kemudian bermunculan itu? Bahkan di luar negeri, nama mie instan apapun yang dibawa oleh orang Indonesia seringkali disebut dengan Indomie. Juga di Indonesia sendiri, di banyak kota seperti yang saya tahu di Jakarta, banyak Warmi yang disebut sebagai Warung Indomie meski kadang yang dijual bukan hanya mie instan produk ini, bisa saja Sarimie, Supermie, mie Sedaap atau yang lainnya. Ini berarti strategi marketingnya yang pandai membuat brand image sebuah produk, sehingga dapat melekat kepada seluruh pemirsa yang juga penikmat mie instan, seperti saya ya.



       Dari anak sekolah yang dibekali ibunya dengan mie instan, anak kost dan anak kuliahan yang identik dengan mie instan, konsumsi para pekerja kantoran yang mulai lapar, solusi para ibu yang kedatangan banyak tamu, hidangan praktis untuk para bapak yang sedang ditinggal rapat oleh ibu, bahkan mengena di seluruh lapisan masyarakat baik di desa maupun di kota. Di saat layanan iklan itu ditayangkan, serasa mewakili pesan untuk dirinya karena benar-benar pernah menikmati produknya.

        Untuk membuat iklan sukses seperti itu tentu tidaklah mudah. Saya sendiri menyukai iklan ini karena dibuat begitu natural dengan menyentuh berbagai budaya yang ada di Indonesia. Semacam versi “Dari Sabang Sampai Merauke” yang dibuat tahun 90an. Menyuguhkan kumpulan bermacam-macam daerah dengan aktivitas dan antusias bekerja lalu diberi klimaks dengan sajian mie instan. Pesan yang diberikan bisa saja mengenai rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang harus dimiliki oleh setiap warga negara ketika kita ingin maju bersama. Meski iklan mie instan, tapi semua proses harus dilalui karena tak ada kesuksesan yang instan.


Memanfaatkan Moment Besar

        Karena perusahaan besar, seringkali pembuat iklan memanfaatkan moment besar agar masyarakat tetap mengingat pada produknya. Saya juga suka menunggu versi moment besar ini, karena seringkali dibuat begitu menarik dan relate dengan situasi dan kondisi yang ada. Semacam peringatan Hari Kemerdekaan, Hari Ibu atau moment puasa Ramadan dan Lebaran seperti sekarang.



       Tak hanya iklan Indomie, tapi juga sirup Marjan. Seringkali memberi iklan dengan sebuah cerita yang berkesinambungan  dan dibuat serial. Menyentuh sisi kemanusiaan serta menumbuhkan jiwa sosial dengan semangat berbagi yang kerap ditampilkan dalam alur storyboard iklan. Akhirnya moment puasa Ramadhan serta Lebaran selalu terasa lebih afdol dengan sajian sirup Marjan yang dapat mebuat kebersamaan dan kebahagiaan.

        Moment besar ini kemudian akan melekat pada masyarakat hingga nama sirup ini akan selalu memberi solusi pada dahaga saat berbuka dan kemeriahan di hari kemenangan. Bahkan bentuk botolnya pun kini mulai diadopsi oleh jenis sirup dengan merk produk lain, sehingga image sebagai sirup yang manis dan segar telihat juga pada kemasan.

       Sebenarnya banyak iklan sebuah produk yang kini tak hanya mengandalkan public figure atau tokoh terkenal untuk menjadi brand produk, tapi lebih pada misi pesan yang ingin disampaikan. Kebersamaan, kebahagiaan dan kemanusiaan yang menyentuh hati serta dekat dengan keseharian kita. Mengangkat budaya, adat, kesenian serta mengekspose keindahan alam yang ada di negeri ini juga menjadi salah satu sisi iklan yang sangat diminati. Kadang saya juga menunggu tayangan iklan jenis ini, karena bisa memberikan insight yang bermanfaat untuk diri sendiri.

     Salam sehat dan selalu semangat..!***NZ  

Foto iklan: dari Youtube