Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan anak bangsa. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri pendidikan anak bangsa. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2024

Peduli Kaum Remaja Mencegah Upaya Bunuh Diri


        Banyak peristiwa dapat diungkap di era digital yang serba cepat saat ini. Berbagai informasi serta ilmu pengetahuan seolah hanya berbatas di ujung jari. Tinggal klik, semua akan terbuka di depan mata, termasuk semua kejadian yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya. 

by Nur Ida Zed


                                                foto by nuridazed

        Prihatin dengan kasus bunuh diri anak muda yang kian meningkat akhir-akhir ini. Dari data Pusat Informasi Kriminal Nasional atau Pusiknas Kepolisian Republik Indonesia yang mencatat di sepanjang tahun 2024 sekitar seribu kasus yang sebagian dialami oleh remaja, anak muda, anak-anak kita di usia produktif. Mereka sepertinya rentan secara psikis dan mental sehingga tanpa pikir panjang memutuskan hal yang fatal untuk dirinya dan masa depannya.

        Seperti kasus di Surabaya beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa sebuah Universitas ditemukan bunuh diri dengan melonpat dari atas gedung di kampusnya. Tak berapa lama juga di Jakarta, mahasiswa Universitas Tarumanegara mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama, melompat dari atas gedung kampusnya. Bahkan yang sempat hangat dan viral, mahasiswa kedokteran Undip Semarang yang sedang mengambil spesialis PPDS ditemukan di kamar kos terindikasi mengakhiri hidupnya dengan menyuntikkan obat anestesi melebihi dosis di tubuhnya. Saya tidak ingin menyoroti dari setiap kasus, namun keprihatinan terhadap degradasi mental yang dimiliki anak-anak muda penerus bangsa ini.

        Tentu banyak hal yang melatar belakangi keputusan mereka ini,  di saat mengalami permasalahan yang begitu kompleks. Pengaruh berbagai hal termasuk faktor lingkungan, pergaulan, support system serta yang mendasar dalam dirinya dengan mental yang rapuh. Sebagai seorang ibu yang memiliki anak remaja tentu saya merasa prihatin dan sedih melihat kenyataan ini. 

       

        Tidak bisa dipungkiri peran media, baik offline maupun online, termasuk media sosial yang kian terbuka lebar dan mudah diakses setidaknya mempengaruhi kondisi ini. Tak hanya terjadi di kota besar, tapi juga di berbagai daerah. Miris rasanya, bahkan karena masalah sepele saja, semacam putus cinta sampai mengambil solusi dengan mengorbankan nyawa.

        Dan inilah kenapa saya seringkali menyinggung tentang empati dan motivasi dalam tulisan di blog dan artikel, serta Podcast Morning Daughter di Spotify dan Youtube Channel. Setidaknya saya ingin berkontribusi mengisi blank spot untuk memberi nuansa berbeda dengan menguatkan mental dan menambah semangat anak muda agar tak rentan dengan pengaruh sosial di sekitarnya. Supaya menjadi lebih kuat menghadapi berbagai tantangan buat masa depannya. Saya rasa mereka tidak hanya sekadar membutuhkan tempat curhat yang tepat, namun juga obat mujarab untuk kesehatan mentalnya.


        Meski pemerintah telah menyediakan kontak khusus untuk saluran pencegahan bunuh diri nasional di  1-800-273-TALK (8255) serta telepon 911,  juga menciptakan berbagai sarana dan mengadakan semacam seminar dan diskusi yang memberikan pengertian untuk pencegahan masalah bunuh diri ini, namun agaknya sentuhan lain juga perlu diperhatikan.

        Support system menurut saya adalah salah satu hal terpenting yang menjadi penjaga mental anak-anak kita. Dukungan dari orang tua, saudara dan teman yang baik diperlukan untuk membuatnya tetap bahagia.  Bahkan pelukan tulus seorang ibu yang selalu ada dan mengerti segala keadaan dan kondisi mereka. Ya. peran ibu sangat membantu menguatkan mental anaknya.

        Saya prihatin ketika ada orang tua yang justru memberikan beban pada anak demi ambisi pribadi untuk reputasi keluarga. Misalnya dalam memilih jurusan pendidikan untuk cita-cita dan mimpinya. Juga kegiatan yang harus ditekuninya sehingga membuat mereka frustasi dan putus asa. Ujung-ujungnya bunuh diri dengan meninggalkan surat permintaan maaf karena tidak dapat membahagiakan orang tua. 

        Berbagai motif dari banyak kasus semacam ini semoga memberikan  pesan tersendiri yang perlu diperhatikan. Namun demikian, bekal agama merupakan dasar terpenting sebagai kendali seseorang terhindar dari masalah ini. Karena esensi dari agama yang mengajarkan nilai moral akan menjadi kendali untuk tidak melakukan hal nekat dan senaif ini. Terapi terbaik untuk mencegah rasa putus asa, kecewa dan tidak berguna adalah dengan sholat dan doa. Sebab sholat merupakan sarana yang tepat untuk mencurahkan segala isi hati dan berserah kepada Sang Pencipta.

        Setiap kali, ketika ada pertemuan dengan para ibu pun saya selalu mengingatkan rasa kepedulian dan kepekaan terhadap anak remaja kita sehingga mereka mau terbuka dan menceritakan masalah yang sedang dihadapi. Karenanya kita harus bisa berperan sebagai teman diskusi, sahabat yang paling mengerti dan memahami tentang semua yang dibutuhkan di masa pencarian jati dirinya saat ini.

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ .


 

Jumat, 29 Desember 2023

Apresiasi untuk Progres Kecil Dalam Hidup

     Setiap hal kecil yang menjadi progres untuk hidup ini menurut saya patut disyukuri. Tentang apapun itu, termasuk ketika ngeblog serta bisa belajar menjadi kreator dan podcaster.

by Nur Ida Zed


                                                Foto: dokpro @nuridazed


    Kalau boleh dibilang saya ini termasuk orang yang tidak bisa diam. Di saat menjelang liburan saja sudah banyak yang direncanakan, seperti mengikuti kegiatan komunitas ISB dengan agenda One Day One Post atau ODOP yang sangat bermanfaat agar pikiran tetap fresh dengan menulis di blog masing-masing sesuai tema yang ditentukan. Saya sudah tag anak-anak, sehingga mereka tahu di sela liburan keluarga nanti mama akan sempatkan space untuk menulis blog agar bisa tepat waktu, hehe. Maklumlah, namanya ibu-ibu, kadang suka lupa diri kalau sudah keasyikan ya, apalagi di suasana liburan yang berbarengan dengan banyaknya acara keluarga. Untung saja Teh Ani Berta bisa mengerti ini, yang penting point semua tema bisa terpenuhi, dan blog tetap produktif untuk menuangkan ide kreatif. 

   Di sela kesibukan lainnya, saya juga mulai rajin membuat konten untuk YouTube. Sejak shorts-video tayangan pendek yang saya posting di akun YouTube saya: Nurida banyak dilihat orang, membuat saya jadi ingin terus belajar di dunia kreator ini. Awalnya iseng saja membuat video sederhana, semacam aktivitas hari-hari bareng anak-anak, seperti saat berbelanja, jalan-jalan, makan atau kegiatan lain lalu dipost di shorts. Sederhana dan apa adanya, karena belum pandai mengedit nih, tapi ternyata asyik juga.

        Lalu saya tertarik untuk belajar lagi, bagaimana membuat konten yang menarik dari sisi tampilan dan isinya.  Tak segan meminta bantuan Puan, putri saya karena memang konten ini dibuat bersama, tetap mengusung tema Kolaborasi Dua Generasi antara GenMom dan GenZ. Rasanya image ini memang sudah melekat pada kami, saya; Nurida  dan Puan. Karena banyak hal yang membuat kita bisa sharing di seputar itu. 

        Saya sendiri merasa aktivitas ini sangat menyenangkan. Terlebih sebagai pemula sering mendapat informasi penting dan pencerahan dari pihak YouTube melalui e-mail secara berkala yang sangat bermanfaat. 

        Sebelumnya memang saya juga berkreasi lewat Podcast Morning Daughter yang dapat disimak di anchor.fm dan spotify. Bincang ringan dua generasi ini dapat dinikmati dan didengarkan lewat suara atau voice melalui dua aplikasi itu. Alhamdulillah sampai saat ini banyak juga atensi dari para pendengar, karena bermanfaat, menghibur dan relate dengan kehidupan mereka sehari-hari. Podcast Morning Daughter ini bahkan pernah mendapat achivement sebagai juara favorit di BicMac Award 2022, Bicara Macroprudensial dari Bank Indonesia. Dan tentu momen ini menjadi motivasi dan menambah semangat untuk terus berkarya dan tidak mungkin bisa dilupakan begitu saja. Simak di YouTube DKMP Bank Indonesia

    Untuk podcast ini juga telah mendapatkan atensi dari beberapa produk serta komunitas yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda dan perempuan yang concern terhadap pendidikan, motivasi serta pembangunan generasi bangsa ini. Harapannya progres ini bisa terus berlanjut dan akan lebih baik lagi. Karena itulah saya mulai mengembangkannya ke konten youtube, agar inspirasi dan manfaatnya lebih banyak menjangkau ke semua pihak. Saya memakai istilah: sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dengan membuat konsep untuk konten, saya bisa menuangkan lewat podcast, juga YouTube channel maupun blog. Karena ketiga platform ini bisa saling terkait.


Jangan Ragu Apresiasi Progresmu

     Ya. Ketika melakukan sebuah kegiatan dan aktivitas tertentu, kadang kita merasakan stag dan hanya berdiri di situ-situ saja, diam di tempat dan tak mau maju lagi. Awalnya saya juga seperti itu, karena banyak hal yang dapat mempengaruhi dinamika dalam hidup ini. Tentang tujuan hidup, target masa depan dan harapan yang lebih baik untuk kebahagiaan dan pencapaian di masa mendatang. Segala upaya mungkin sudah dilakukan, namun perasaan kok masih belum berubah juga. 

     Namun apapun yang menjadi progres dalam hidupmu, sekecil apapun itu sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi setidaknya dari dirimu sendiri. Hal ini sangat penting agar tetap menjaga semangat dan motivasi untuk lebih berkembang lagi. 


Lalu bagaimana caranya mengembangkan progres kecil dalam hidup ini, tipsnya antara lain:


* Lakukan kegiatan apapun itu dengan menyenangkan. Tak peduli akan menghasilkan sesuai apa yang diharapkan ataupun tidak, setidaknya hatimu sudah merasa senang. Yang penting terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Ketika konsisten, bukan tidak mungkin lama kelamaan akan membuahkan hasil. Tapi jangan lupa terus berusaha dan bekerja keras agar tercapai tujuan utama. 

* Jangan ragu memberi apresiasi untuk semua progres kecil yang dialami dalam hidup. Semacam selebrasi atau penghargaan ini akan memotivasi diri dan berdapak positif serta memberikan semangat. Contoh kecil saat mendapat like atau komentar pasti akan merasa senang.

* Bergerak terus, meski jalan di tempat, asal tidak berhenti dan patah semangat. Ketika jatuh, bangkit kembali dan berdiri. Tak apa jalan perlahan supaya bisa berlari. Ibarat berenang di kolam, kita harus mengerakkan semua badan agar terus mengambang, jika hanya diam maka akan tenggelam.

* Pikirkan semua demi kebaikan, tentang kebaikan saja. Bahwa berkarya itu untuk upgrade diri dan up date agar tidak merasa tertinggal, karena hal ini sangat baik untuk kesehatan mental.   

* Syukuri semua yang sudah ada di depan mata, percayalah bahwa sesuatu pasti ada waktunya. Terus berproses, untuk progres sekecil apapun terima dengan senang hati dan rasa cinta. Jangan lupa berbagi ilmu agar senantiasa mendapat limpahan berkahNya.

    Salam sehat dan selalu semangat.**NZ

 

Rabu, 04 Agustus 2021

Menuai Jariah Dengan Berbagi Konten Bermanfaat


         Lewat tulisan kita bisa menggerakkan hati setiap orang. Karenanya sejak awal menulis, saya niatkan untuk berbagi kebaikan. 

By Nur Ida Zed



         Jika ada pepatah yang mengatakan, penamu lebih tajam daripada pedang, saya setuju dengan itu dan merasakan kebenarannya. Karena lewat pena, maksudnya karya kita berupa tulisan akan mampu menghujam kepada banyak orang melebihi tajamnya sebilah pedang. Dengan tulisan yang dibagi, kemudian dibaca dan dimengerti bahkan dapat menggerakkan hati untuk merubah cara pandang dan pola pikir seseorang sehingga dengan sadar akan membawa pada kebaikan.

         Menyadari akan pengaruh dari sebuah tulisan, dan dampak dari apa yang dihasilkan itulah maka sejak awal menulis saya niatkan untuk berbagi kebaikan.  Kemudian mulai menulis di blog pribadi menjadi perlu sebagai salah satu media berkarya, berekpresi dan bereksplorasi serta sarana untuk berbagi. Karena itulah tagline yang saya pilih: sharing, inspiring, positive thinking. Saya ingin berbagi inspirasi melalui konten yang bermanfaat agar dapat menuai jariah dunia dan akhirat. 

   

Pengalaman Sebagai Inspirasi

          Banyak hal yang telah saya tuang melalui blog ini. Awalnya modifikasi berbagai artikel yang pernah saya tulis di majalah dan media masa tempat saya bekerja, agar dapat memberi informasi lebih banyak dan menambah inspirasi setelah membacanya. Seperti Pesona Laut di Pulau Lombok ketika di Majalah Hongshui Living Harmony, yang membagi keindahan pulau kecil dengan wisata alam sempurna. Respon pembaca yang mengucapkan terimakasih dengan tulisan ini karena menginspirasi sehingga ingin juga berkunjung ke sana membuat saya bahagia. Ada yang tanya di mana tempat yang recommended untuk bisa membeli mutiara air laut asli di daerah asalnya, Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga toko perhiasan yang bagus bila di Jakarta. Untuk tulisan ini bahkan ada perusahaan travel wisata yang mengajak kerjasama dengan menawarkan berbagai paketnya. 

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=lombok

          Lalu saat mengunjungi Rumah Classic Mediterania milik politikus Ingrid Kansil, inspirasi desain Nuansa Cozy and Elegant di rumah penyanyi Memes, konsep Tropical Country saat menyambangi rumah maestro seni keramik F.Widayanti, serta tokoh yang lain agar membuka wawasan seputar Living ketika di Majalah Herworld Indonesia https://www.herworld.co.id/. Saya yakin tulisan ini akan bermanfaat bagi pembaca.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=classic+mediterania

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=memes

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=f%2Cwidayanto

         Begitu juga liputan utama seputar anak dan perempuan, seperti Warning Human Trafficking ketika di Majalah Herworld Indonsia yang menguak betapa pentingnya mengenali serta memerangi masalah perdagangan perempuan yang masih saja ada, serta liputan utama mengenai Peduli Pendidikan Anak Bangsa yang menyentuh langsung kepedulian anak negeri untuk berbagi bersama beberapa perusahaan nirlaba. Saya rasa semua itu perlu dibagi agar kita menjadi aware dengan masalah ini.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=women+trafficking

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=pendidikan+anak+bangsa

         Selanjutnya liputan khusus mengenai Empowering Women ketika di Majalah Female juga saya bagi di blog pribadi ini, yang mengungkap tentang beberapa perempuan hebat di balik pria sukses sebagai pasangannya. Termasuk Socio Culture saat di Majalah Male Emporium yang mengulik budaya para perempuan di berbagai daerah dan suatu negara yang konon menyimpan filosofi dengan kepercayaannya. Serta berbagai artikel seputar tips dan solusi  yang berkaitan dengan gaya hidup dan patut diketahui sebagai informasi positif.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=empowering+women

         Kemudian seiring berjalannya waktu, blog juga menjadi semacam tempat saya berbincang dan menuang berbagai pengalaman, sharing konten dengan masalah yang lagi hangat, termasuk pandemi yang harus dijalani sepanjang ini. Saya merasa lebih dekat dengan kalian sehingga lebih enak untuk bertutur secara ringan dan intimate supaya lekat tanpa sekat tapi tetap bermanfaat. Beberapa teman bahkan ada yang respect dan meminta untuk membahas tema tertentu serta memberi dukungan dengan mengikuti dan berlangganan. Saya sangat senang jika semua ini lalu menjadi sebuah harapan, motivasi  dan inspirasi.

  

Motivasi Untuk Berfikir Positif

         Dalam mengelola blog, memperbarui konten dengan konsisten menjadi hal yang utama. Memberikan tulisan yang menarik dan bersifat positif sangatlah penting agar tetap melekat pada traffic kunjungan bertambah dan selalu ada. Untuk itu tetap update semua hal baru dengan memperhatikan trend pembaca dan mengikuti komunitas serta saling backlink akan sangat membantu.

         Kerjasama dengan review produk atau endorse juga perlu untuk memperkaya konten yang bermutu.  Suatu kali saat menerima undangan untuk launching product, advertorial atau semacam iklan, berikan nilai lebih dengan profesional dan kejujuran yang dirasakan. Tetap mengemukakan hal positif yang menjadi selling point akan lebih berguna untuk diketahui oleh banyak orang dan pembacamu. Karena itu akan menjadi nilai ibadah bagi amalanmu.

         Blog buat saya adalah rumah maya yang harus dijaga keindahan dan kenyamanannya. Dengan selalu memberi konten yang bermanfaat untuk berbagi, memberikan motivasi dan menginspirasi saya akan selalu memberikan kebaikan juga untuk diri sendiri maupun bangsa ini. Saya ingin siapapun yang berkunjung akan merasa senang dan mendapat manfaat dari apa yang disampaikan, layaknya memasuki bangunan rumah yang dapat membawa kebahagiaan. Di dalamnya ada bermacam karakter, ayah, ibu, anak-anak dalam dinamika kehidupan sebuah keluarga yang akan menciptakan kedamaian. Akhirnya berbagi konten yang bermanfaat akan menjadi jariah dunia akhirat.

         Salam sehat dan selalu semangaatt..**NZ

Senin, 05 Mei 2014

Dewi Hughes, Memerangi Perdagangan Anak



Women Charity: Dewi Hughes International Foundation
By Nur Ida Zuhayanti

Perempuan dan anak-anak seringkali menjadi obyek eksploitasi. Inilah yang membuat  keprihatinan tiada henti. 


       
     Ya. Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini membuat miris suasana hati. Betapa tidak. Hampir setiap hari terjadi korban penganiayaan, pelecehan, pembunuhan, mutilasi, bahkan perdagangan anak, hingga oleh beberapa media sempat menyebut sebagai darurat perlindungan anak.

     Semakin maraknya kasus yang melibatkan anak-anak ini, terutama trafficking membuat rasa kepedulian Desak Made Hughesia Dewi tersentuh. Sosok yang lekat dengan dunia anak-anak dan tak henti memikirkan perkembangan generasi penerus bangsa itu lalu menambah kegiatan kemanusiaannya untuk masalah perdagangan perempuan dan anak-anak setelah ia terpilih menjadi Duta Anti Trafficking  untuk Indonesia oleh Unicef.

     “Dengan begitu banyaknya musibah yang datang bertubi-tubi di negeri ini, maka yang paling menderita adalah para perempuan dan anak-anak,” terang Dewi Hughes seolah menegaskan sore itu, saat saya temui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Dalam keadaan yang serba sulit, dengan kondisi yang terjepit, siapapun tentu membutuhkan uluran tangan dari orang lain. Tapi sempatkah kita berfikir, bahwa ada saja para pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ini? Seperti beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ternyata hanya diperjual belikan atau bahkan dilacurkan oleh PJTKI ‘nakal’. Belum lagi perdagangan anak dengan alasan akan diadopsi,” lanjut pemilik Sekolah Presenter Cilik yang menerapkan metode belajar learning by doing , yang kini juga menjadi Duta PAUD-Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan In Formal dan Non Formal ini.

     Lalu ia menceritakan pada saya, kenyataan yang pernah ditemui di lapangan. “Siapa sangka, ketika ada orang yang bermaksud mengadopsi anak dengan mempertimbangkan golongan darah, ternyata anak itu hanya akan diambil salah satu organ tubuhnya saja. Hm…betapa mirisnya. Tapi ini benar-benar ada,” cerita Hughes lagi.

     Menghadapi kenyataan yang seperti inilah, bersama Dewi Hughes International Foundation, perempuan kelahiran Tabanan, Bali, 2 Maret 1971 itu merasa perlu meminta pemerintah untuk segera membuat Undang-Undang yang melindungi kaum perempuan dan anak-anak dari masalah tersebut. “ Rasanya sudah sangat mendesak. Apalagi bila melihat banyak daerah yang baru saja terkena bencana seperti banjir, tsunami, tanah longsor, gempa dan sebagainya yang dapat menjadi pemicu kaum perempuan dan para ibu semakin rapuh,” terangnya. Oleh karena itulah perlu adanya dorongan semangat bagi mereka ini agar tetap dapat berfikir jernih.

     Menurut Hughes, untuk mencegah terjadinya trafficking ini diperlukan tindakan preventif. Salah satunya dengan melakukan kampanye dan memberikan penyuluhan ke lokasi yang rawan menjadi sasaran mafia trafficking seperti daerah-daerah miskin dan pasca bencana. Ini tugas  kita semua, ya. Mari tumbuhkan rasa empati terhadap korban yang kian hari makin bertambah saja. Let’s  touch our heart. ***NZ
foto: istimewa

Minggu, 05 Mei 2013

Peduli Pendidikan Anak Bangsa



Peduli Pendidikan Anak Bangsa
Oleh Nur Ida Zuhayanti


 



  Ketika tangan kanan memberi bantuan, sebaiknya tangan kiri janganlah sampai mendengar. Begitulah  hakekat sebuah pemberian. Tulus dan ikhlas hanya
karena Tuhan. Bagaimana dengan Anda ?

     Suatu pagi di Kecamatan Kertopati, Palembang , Sumatera Selatan. Seorang  gadis kecil bernama Syalsa Dilla kembali melangkahkan kakinya ke sekolah. Bersama teman lainnya, siswa kelas IA SD 220 itu nampak berbinar menenteng tas baru dengan seragam putih merahnya. Tak bisa ditutupi, bahwa kebahagiaan begitu memancar dari sudut matanya yang polos, bening tanpa dosa.
     “Akhirnya aku bisa sekolah,” ujarnya dalam hati. Bapaknya yang sudah meninggal tentu juga akan merasa senang, karena putri kecilnya itu ada yang menyantuni, setidaknya untuk satu tahun ini. “Terimakasih GN-OTA,” demikian tulisnya pada sebuah lembaga yang menyalurkan bantuan kepadanya. “Semoga ini akan berkelanjutan, sampai tercapai cita-cita, “ ungkapnya lagi. Dan kebahagiaan ini ternyata membawa pada sepasang mata lain ikut berkaca-kaca. Sosok tanpa nama yang dengan tulus ikhlas mengulurkan tangannya. Tak seberapa, memang, menurutnya. Tapi sangat berarti bagi Dilla, juga bagi Rahma Amrita, Retno Wahyuningsih, Danang Suripto, Suparno dan yang lainnya.


     Di sisi lain, seorang ibu muda sedang menasehati anaknya. “Kita harus berbagi,” katanya pada si buah hati. Hal itulah yang selalu diajarkan kepada putranya agar bisa saling membantu. Karena itu manakala seseorang menawarkan brosur untuk menjadi orang tua asuh pada pameran kepedulian di sebuah Mall beberapa waktu lalu, sang ibu menjelaskan kepada si anak.
     “Kalau begitu, sisihkan sebagian uang jajan Nanda, Mama,” kata si anak kepada ibunya. Lalu mereka mengisi formulir, dan menyerahkan kepada petugas setelah mentransfer uang via sebuah bank. Pemandangan seperti ini membuat hati merasa bangga, betapa anak-anak itu telah mengerti bahwa dalam hidup hendaknya saling membahu dan membantu sesamanya.
     “Banyak juga lho, generasi muda yang peduli dan mau menjadi orang tua asuh,” terang Aurina Setyawitta, Pengurus Pusat Yayasan Lembaga GN-OTA ketika saya temui di kantornya, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Sebuah lembaga yang mempunyai fokus utama mengupayakan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat untuk  berperan serta sebagai orang tua asuh dalam memperjuangkan anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu agar dapat menamatkan pendidikan dasar.

Orang Tua Asuh
     Yayasan Lembaga GN-OTA yang merupakan organisasi sosial, independen, koordinatif dan transparan dibentuk sebagai wadah kepedulian dan partisipasi masyarakat yang mengacu pada pengertian  atas wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Program nasional yang berhubungan dengan pemberian hak, kewajiban dan kesempatan bagi setiap anak usia sekolah, yakni 7-15 tahun. Memiliki visi mewujudkan pemerataan kesempatan pendidikan bagi setiap anak bangsa melalui pembudayaan tradisi masyarakat sebagai orang tua asuh demi masa depan bangsa ini.
     Yang termasuk orang tua asuh ini adalah warga masyarakat, perorangan dan kelompok, seperti lembaga, organisasi, instansi pemerintah atau korporasi yang secara sukarela memberi bantuan pendidikan kepada anak asuh yang membutuhkan. Bantuan itu berupa uang yang dapat dipergunakan untuk membeli ubo rampe alias perlengkapan sekolah seperti buku-buku, sepatu, tas, seragam sekolah dan sebagainya.
     Mengingat semakin banyaknya anak Indonesia usia sekolah yang belum tersentuh, maka peran orang tua asuh ini sangat dibutuhkan. Tak hanya sekedar memberikan bantuan, orang tua asuh juga dapat memilih dan menentukan sendiri jumlah anak asuh yang akan dibantu, tingkat pendidikan, daerah asal, dan berapa lama akan membantu calon anak asuh.
     Pada dasarnya, semua lapisan masyarakat dapat menjadi orang tua asuh. Dalam hal ini, lembaga yang telah berdiri sejak tahun 1996 ini menetapkan bantuan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) sebesar 198.000 per tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 258.000,- per tahun.  Sumbangan dari orang tua asuh ini disalurkan kepada anak asuh dalam bentuk dana bantuan melaui kepala sekolah. Penyaluran dilaksanakan sesuai dengan permintaan orang tua asuh, dan akan dikirimkan melalui Bank BRI atau PT. Pos Indonesia.

Terdata dan Transparan
     Dalam menyalurkan dana bantuan, yayasan yang memiliki cabang hampir di seluruh pelosok tanah air ini mempunyai mekanisme pendataan tersendiri. Kepala sekolah SD atau SMP setara, guru kelas dan komite sekolah melakukan seleksi serta pendataan terhadap siswa yang layak menjadi calon anak asuh, dengan kriteria tergolong anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu. Tentu saja tidak mampu menurut data kondisi keluarga yang ada di kantor kelurahan  atau desa, dan tercatat sebagai siswa atau calon siswa di suatu sekolah serta membutuhkan biaya sekolah.
     Data calon anak asuh yang telah disahkan oleh kepala sekolah bersama wakil  aparat desa  dan unsur masyarakat setempat lalu dikirimkan ke kantor pusat YLGN-OTA. Selanjutnya akan dicatat dan diolah oleh kantor pusat untuk menghindari duplikasi data. Nantinya, kepala sekolah bertugas mencairkan dana bantuan, dan memberikan kepada anak asuh yang dimaksud, kemudian menandatangani formulir bukti penerimaan bantuan, lalu mengirimnya kepada kantor pusat YLGN-OTA. Kemudian yayasan akan menyampaikan identitas anak asuh dan bukti penerimaan bantuan kepada orang tua asuh yang bersangkutan.
     Setiap penerimaan sumbangan, yayasan ini akan mengirimkan kwitansi tanda terima dana serta surat ucapan terima kasih kepada orang tua asuh. Juga salinan dari bukti penerimaan bantuan yang telah ditanda tangani oleh anak asuh, kepala sekolah, wakil aparat desa dan unsur masyarakat. Untuk akurasi data, setiap saat dapat dimonitor melalui webside GN-OTA.

Beasiswa Sampoerna Foundation
     Tak hanya GN-OTA, Putra Sampoerna Foundation (PSF) juga peduli terhadap kelanjutan nasib bangsa lewat jalur pendidikan. Memang, ada banyak hal yang dapat dilakukan, namun lembaga yang didirikan di Jakarta pada 1 Maret 2001 ini lebih mengutamakan program beasiswa. Organisasi filantropi yang memperoleh ISO 9001:2008 ini yakin bahwa program beasiswa adalah program yang sangat penting untuk menghasilkan calon-calon pemimpin yang berkualitas. Hingga saat ini, jumlah penerima beasiswa yang telah dibantu sebanyak lebih dari 34 600.
     Program beasiswa terbesar yang dimiliki oleh PSF ini adalah beasiswa pendidikan tingkat sekolah dasar dan menengah. Program ini membantu para siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang berprestasi. Untuk program ini PSF bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional.
     Bagi para donatur yang ingin membantu mengulurkan tangan, lembaga ini menetapkan jumlah tertentu per bulan untuk siswa SD, SMP dan SMA.  Bantuan ini akan disalurkan setiap semester atau tiap enam bulan sekali. Selain merekrut siswa untuk program beasiswa, SF juga telah memilih murid berprestasi dari beberapa  SMA  untuk menimba ilmu di Kanada, Amerika Serikat, Italia dan Inggris. Begitu juga untuk Olimpiade Sains Nasional.
     Tak hanya itu, dalam meningkatkan kualitas pendidikan, institusi bisnis sosial yang berkantor di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat ini memberikan akses pendidikan kepada generasi muda yang kurang mampu secara finansial dan memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan masa depan bangsa melalui pengembangan sistem pendidikan. Antara lain menyediakan program beasiswa kepada guru, program beasiswa S1 dalam negeri dan luar negeri serta program beasiswa S2 dalam negeri dan luar negeri. Untuk program ini, calon penerima beasiswa hendaknya mendaftarkan diri. Karena komitnya terhadap pendidikan bangsa, yayasan yang didirikan oleh Putera Sampoerna ini senantiasa berusaha memperbanyak penerima beasiswa setiap tahunnya. 

     Ya. Pendidikan memang merupakan salah satu kebutuhan anak bangsa. Namun situasi ekonomi yang memprihatinkan saat ini menuntut kita membuka mata demi berlangsungnya satu generasi. Kini, banyak juga yayasan serta lembaga nirlaba yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dengan menyalurkan beasiswa kepada mereka yang membutuhkan. Seperti Supersemar, Dompet Dhuafa, MNC Foundation, Sinar Mas Foundation, Bakrie Foundation, dan yang lainnya.  Karena itu, apapun bentuknya, bagaimanapun caranya, mari ulurkan tangan untuk ikut serta membangun masa depan bangsa dengan peduli terhadap pendidikan. ***NZ
Foto-foto: Revin Ananda