Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri lombok. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri lombok. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2024

Perjalanan dari Bandara ke Raudhah

         Menuju bandara Soetta kali ini terasa berbeda. Bukan wisata bisnis atau traveling seperti biasa, tapi kerinduan teramat kepada Rasul, untuk ibadah umroh dan ziarah ke Raudhah.

by Nur Ida Zed


                                                    foto dok.pribadi

        Satu demi satu perlengkapan sudah saya siapkan. Koper besar dari biro travel sudah penuh dengan apa-apa yang harus dibawa sesuai arahan petunjuk untuk umroh. Ada gamis, mukena, pakaian ganti, jilbab hingga kaos kaki, serta pernak-pernik lain yang diperlukan selama sepuluh hari. Lalu tinggal berangkat saja menuju Bandara Soekarno Hatta.

        Saya ulang lagi membaca roundown dan jadwal keberangkatan, masih beberapa jam lagi dari schedule yang direncanakan. Sengaja, memang, karena saya ingin menikmati suasana bandara lebih lama sebelum meninggalkan Indonesia, dan jauh dari keluarga.

        Benar saja, suasana di area bandara selalu membuat saya terkesima. Meski sudah berkali-kali datang ke sini untuk berbagai keperluan penerbangan, entah itu karena liputan seperti undangan tugas ke Lombok dan Makasar saat itu, juga gathering kantor ke Bali yang waktu itu bareng teman-teman, atau hanya menjemput anak juga saudara yang baru datang. Saya suka dengan aura ini mulai dari memasuki gapura dan jalanan menuju lokasi. Saya cermati dengan seksama agar jangan sampai salah jalan masuk terminal berapa karena bisa-bisa puter baliknya jadi agak lama.

        "Nanti kumpul dulu dan makan siang di Hotel Anara Terminal 3 buat cek n ricek paspor serta visa," saya kembali membaca info yang diberikan di grup WA. Bisa masuk dari terminal tiga kedatangan, atau dari tempat parkir internasional langsung ke lantai tiga saja supaya tidak terlalu jauh dari lobby, begitu notice yang diberikan. Kemudian saya mulai menapaki koridor bandara sesuai dengan petunjuk yang ada. Di sini memang banyak sekali petunjuk yang diberikan di setiap sisinya. Kalau masih belum jelas, banyak petugas jaga yang bisa menjadi tempat bertanya. Rata-rata mereka baik dan ramah, sehingga meski berada di tempat yang begitu luas seperti itu kita tidak perlu takut tersesat. Asal jangan malu untuk bertanya ya, hehe.


Kemegahan Karya Arsitek dari Perancis

        Aura kemegahan bandara internasional Soekarno Hatta ini begitu terasa saat kita menjelajahi di setiap bagiannya. Desain tropis dengan sentuhan karya seni yang dibuat terbuka oleh Sang arsitek dari Perancis,  Paul Andreu ini memang mengadopsi keunikan budaya Nusantara. Langit-langit yang dibuat tinggi dengan berbagai sentuhan ornamen kaca memberikan nuansa yang nyaman penuh kemewahan. 

    Seperti yang ditulis dalam bukunya Arsitektur di Luar Jangkauan Arsitektur, Paul memang mendesain Bandara Soetta ini memiliki konsep menyediakan fasilitas anjungan bagi pengunjung untuk berkumpul dan berkontemplasi, baik perorangan maupun kelompok. Hal ini diwujudkan melalui courtyard yang dibentuk dari beberapa anjungan dengan sentuhan lanskap seperti pepohonan dan tanaman tropis yang begitu indah bak lukisan yang menyegarkan mata.

                                                                foto dok.pribadi

    Lalu lalang para pengunjung yang berjalan tergesa-gesa sambil membawa koper beroda seolah melengkapi suasana dan kesibukannya. Beberapa tenant makanan yang berjajar membuat lidah kita ingin mencicipinya. Saya menyempatkan sarapan bersama anak-anak di sana sembari bercanda dan memuaskan kerinduan karena akan ditinggal cukup lama. Sepuluh hari, pasti membuat kangen akan sangat terasa, apalagi perjalanan antar negara yang juga berbeda waktunya. Saya berjanji akan videocall begitu sampai di sana, dan berdoa di Raudhah agar bisa segera berangkat bersama-sama. 

        Sampai saatnya boarding, lalu kami harus berpisah, begitupun dengan para pengantar lainnya. Ada rasa berat meninggalkan anak-anak, tapi lebih berat keinginan dan niat untuk beribadah dan memenuhi panggilan ke rumahNya.


Bandara Madinah Prince Muhammad bin Abdul Aziz

        Setelah terbang sekitar hampir sepuluh jam di pesawat Garuda Indonesia, akhirnya sampai di bandara internasional  Madinah, Prince Muhammad bin Abdul Aziz. Tak kalah megah dan modern, bandara ini masih sangat ramai meski saat itu menjelang fajar. Rata-rata para jamaah umroh yang datang dari berbagai negara di dunia dan beberapa daerah di Indonesia. Saya sempat bertegur sapa dengan jamaah dari Malaysia ketika sama-sama sedang menunggu teman lain menyelesaikan pemeriksaan kelengkapan identitas seperti paspor, visa dan sidik jari dari imigrasi.  

        Bandara ini terlihat modern dengan sentuhan material metal yang kental dengan nuansa putih, serta beberapa ornamen yang menunjukkan ciri khas Saudi Arabia. Yang menarik, entah bagaimana di bandara ini saya ketinggalan saputangan handuk berwarna biru yang waktu itu saya bawa dari Jakarta. Saya baru menyadari ketika sudah duduk di bus menuju hotel di Madinah, dekat Masjid Nabawi. Roundown ibadah umroh saya kali ini memang dari Jakarta menuju Madinah lebih dulu baru kemudian ke Mekkah Al-Mukaromah. Ingin khusuk bertawaduk dan beribadah di Masjid Nabawi dan ziarah ke makam Nabi di Raudhah baru ke Masjidil Haram untuk Thawaf, Sai dan Tahallul. Alhamdulillah.

       Sungguh saya mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan dapat mengunjungi makam Rasul di Raudhah. Aura bandara yang megah, nyaman, terang dan bersih menambah energi positif dan semangat untuk lebih khusuk lagi dalam beribadah. Sepanjang perjalanan ini, keberadaan bandara atau bandar udara bisa menjadi cerminan kebanggaan sebuah negeri.

        

        Salam sehat dan selalu semangat.***NZ   



Rabu, 04 Agustus 2021

Menuai Jariah Dengan Berbagi Konten Bermanfaat


         Lewat tulisan kita bisa menggerakkan hati setiap orang. Karenanya sejak awal menulis, saya niatkan untuk berbagi kebaikan. 

By Nur Ida Zed



         Jika ada pepatah yang mengatakan, penamu lebih tajam daripada pedang, saya setuju dengan itu dan merasakan kebenarannya. Karena lewat pena, maksudnya karya kita berupa tulisan akan mampu menghujam kepada banyak orang melebihi tajamnya sebilah pedang. Dengan tulisan yang dibagi, kemudian dibaca dan dimengerti bahkan dapat menggerakkan hati untuk merubah cara pandang dan pola pikir seseorang sehingga dengan sadar akan membawa pada kebaikan.

         Menyadari akan pengaruh dari sebuah tulisan, dan dampak dari apa yang dihasilkan itulah maka sejak awal menulis saya niatkan untuk berbagi kebaikan.  Kemudian mulai menulis di blog pribadi menjadi perlu sebagai salah satu media berkarya, berekpresi dan bereksplorasi serta sarana untuk berbagi. Karena itulah tagline yang saya pilih: sharing, inspiring, positive thinking. Saya ingin berbagi inspirasi melalui konten yang bermanfaat agar dapat menuai jariah dunia dan akhirat. 

   

Pengalaman Sebagai Inspirasi

          Banyak hal yang telah saya tuang melalui blog ini. Awalnya modifikasi berbagai artikel yang pernah saya tulis di majalah dan media masa tempat saya bekerja, agar dapat memberi informasi lebih banyak dan menambah inspirasi setelah membacanya. Seperti Pesona Laut di Pulau Lombok ketika di Majalah Hongshui Living Harmony, yang membagi keindahan pulau kecil dengan wisata alam sempurna. Respon pembaca yang mengucapkan terimakasih dengan tulisan ini karena menginspirasi sehingga ingin juga berkunjung ke sana membuat saya bahagia. Ada yang tanya di mana tempat yang recommended untuk bisa membeli mutiara air laut asli di daerah asalnya, Lombok, Nusa Tenggara Barat, juga toko perhiasan yang bagus bila di Jakarta. Untuk tulisan ini bahkan ada perusahaan travel wisata yang mengajak kerjasama dengan menawarkan berbagai paketnya. 

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=lombok

          Lalu saat mengunjungi Rumah Classic Mediterania milik politikus Ingrid Kansil, inspirasi desain Nuansa Cozy and Elegant di rumah penyanyi Memes, konsep Tropical Country saat menyambangi rumah maestro seni keramik F.Widayanti, serta tokoh yang lain agar membuka wawasan seputar Living ketika di Majalah Herworld Indonesia https://www.herworld.co.id/. Saya yakin tulisan ini akan bermanfaat bagi pembaca.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=classic+mediterania

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=memes

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=f%2Cwidayanto

         Begitu juga liputan utama seputar anak dan perempuan, seperti Warning Human Trafficking ketika di Majalah Herworld Indonsia yang menguak betapa pentingnya mengenali serta memerangi masalah perdagangan perempuan yang masih saja ada, serta liputan utama mengenai Peduli Pendidikan Anak Bangsa yang menyentuh langsung kepedulian anak negeri untuk berbagi bersama beberapa perusahaan nirlaba. Saya rasa semua itu perlu dibagi agar kita menjadi aware dengan masalah ini.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=women+trafficking

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=pendidikan+anak+bangsa

         Selanjutnya liputan khusus mengenai Empowering Women ketika di Majalah Female juga saya bagi di blog pribadi ini, yang mengungkap tentang beberapa perempuan hebat di balik pria sukses sebagai pasangannya. Termasuk Socio Culture saat di Majalah Male Emporium yang mengulik budaya para perempuan di berbagai daerah dan suatu negara yang konon menyimpan filosofi dengan kepercayaannya. Serta berbagai artikel seputar tips dan solusi  yang berkaitan dengan gaya hidup dan patut diketahui sebagai informasi positif.

http://nuridazuhayanti.blogspot.com/search?q=empowering+women

         Kemudian seiring berjalannya waktu, blog juga menjadi semacam tempat saya berbincang dan menuang berbagai pengalaman, sharing konten dengan masalah yang lagi hangat, termasuk pandemi yang harus dijalani sepanjang ini. Saya merasa lebih dekat dengan kalian sehingga lebih enak untuk bertutur secara ringan dan intimate supaya lekat tanpa sekat tapi tetap bermanfaat. Beberapa teman bahkan ada yang respect dan meminta untuk membahas tema tertentu serta memberi dukungan dengan mengikuti dan berlangganan. Saya sangat senang jika semua ini lalu menjadi sebuah harapan, motivasi  dan inspirasi.

  

Motivasi Untuk Berfikir Positif

         Dalam mengelola blog, memperbarui konten dengan konsisten menjadi hal yang utama. Memberikan tulisan yang menarik dan bersifat positif sangatlah penting agar tetap melekat pada traffic kunjungan bertambah dan selalu ada. Untuk itu tetap update semua hal baru dengan memperhatikan trend pembaca dan mengikuti komunitas serta saling backlink akan sangat membantu.

         Kerjasama dengan review produk atau endorse juga perlu untuk memperkaya konten yang bermutu.  Suatu kali saat menerima undangan untuk launching product, advertorial atau semacam iklan, berikan nilai lebih dengan profesional dan kejujuran yang dirasakan. Tetap mengemukakan hal positif yang menjadi selling point akan lebih berguna untuk diketahui oleh banyak orang dan pembacamu. Karena itu akan menjadi nilai ibadah bagi amalanmu.

         Blog buat saya adalah rumah maya yang harus dijaga keindahan dan kenyamanannya. Dengan selalu memberi konten yang bermanfaat untuk berbagi, memberikan motivasi dan menginspirasi saya akan selalu memberikan kebaikan juga untuk diri sendiri maupun bangsa ini. Saya ingin siapapun yang berkunjung akan merasa senang dan mendapat manfaat dari apa yang disampaikan, layaknya memasuki bangunan rumah yang dapat membawa kebahagiaan. Di dalamnya ada bermacam karakter, ayah, ibu, anak-anak dalam dinamika kehidupan sebuah keluarga yang akan menciptakan kedamaian. Akhirnya berbagi konten yang bermanfaat akan menjadi jariah dunia akhirat.

         Salam sehat dan selalu semangaatt..**NZ

Minggu, 18 Oktober 2020

Usai Pandemi Traveling Kamana?


 Tahun ini tentu banyak agenda traveling yang tertunda. Meski new normal, tapi rasa khawatir tetap saja ada buat jalan bareng keluarga.

By Nur Ida Zed

 


Siapa sangka pandemi bisa sepanjang ini. Begitu banyak rencana yang sudah dibuat harus  ditunda karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, termasuk keinginan jalan-jalan atau traveling karena belum secure sepenuhnya. Memang sih, di era new normal beberapa tempat wisata dan hotel sudah mulai banyak dibuka, tapi entah kenapa kalau tidak terlalu penting banget rasanya enggan untuk jalan karena harus melalui prosedur protokol kesehatan seperti menunjukkan hasil rapid test negative terbaru atau persyaratan lain di tempat yang dituju sehingga  lebih baik menunda sampai normal sebenarnya.

 Kalau dulu saya suka jalan sendiri saja, backpacker bareng teman ke tempat yang ada tantangan sebagai seorang petualang. Sesekali memenuhi undangan bersama para jurnalis seperti ketika di Lombok, Nusa Tenggara Barat waktu itu untuk meliput serangkaian acara Festival Maritim dari Dirjen Pariwisata. Tapi sekarang lebih banyak jalan bersama keluarga kecil saya. Tujuan utama tentu membuat semua anggota keluarga senang dan bahagia.

 Memang kebutuhan untuk rekreasi seperti traveling sebaiknya disempatkan karena bermanfaat menjaga keseimbangan antara hati dan pikiran. Kegiatan rutin yang biasa dilakukan sehari-hari seringkali menimbulkan kejenuhan, sehingga refreshing sejenak dengan suasana baru bisa memberi kesegaran dan semangat lagi dalam menjalankan aktivitas. Ibarat handphone tentu perlu nge-charge batere supaya bisa lebih on, kan ?

 

Mudik Yang Tertunda

 Kalau ditanya kemana rencana traveling setelah pandemi, anak-anak saya sudah menunjuk mudik yang tertunda. Hahaha… Sejak pandemi melanda negeri kita hingga saat ini, kami belum bisa  pulang kampung untuk silaturahmi kepada orang tua. Alasannya saling  menjaga agar tidak tertular dan menularkan corona kepada mereka, karena usianya sudah sepuh dan takutnya ada penyakit penyerta.  Jadi saat Iedul Fitri, juga ketika Iedul Adha tahun 2020 ini harus puas hanya dengan komunikasi lewat telepon dan video call saja.

 Mudik sudah seperti ritual tahunan yang biasa kami lakukan bersama keluarga. Entah kenapa moment lebaran yang berbarengan dengan liburan dan cuti bersama seringkali dimanfaatkan sebagai sarana berkumpul bareng keluarga besar juga. Semua saudara, terutama adik-adik, sepupu, ipar, anak dan menantu biasanya menyempatkan waktu untuk bertemu meski hanya sebentar buat saling sapa secara langsung  dan maaf memafkan antara keluarga satu dengan lainnya. Dan perjalanan dalam suasana mudik dan balik lebaran itu yang selalu bikin kangen. Meski bermacet ria di tol Cipali, tapi keseruan di jalan, berhenti di pom bensin dan bersantai sejenak di rest area sembari makan atau antri sholat di masjid membawa kesan tersendiri di setiap tahunnya. Hal Ini terasa  lebih merekatkan kebersamaan  antar setiap anggota keluarga.

 Selain silaturahmi, bagi kami pulang kampung juga menjadi event untuk berwisata. Biasanya kami singgah di kota Solo, Jawa Tengah, menikmati wisata kuliner yang memanjakan lidah. Seperti Selat Solo, Nasi Liwet, Serabi Notosuman dan jajanan lainnya. Lalu lanjut ke Yogyakarta, yang jadi destinasi sembari mengenang masa kuliah dulu.

 Yogya menjadi tujuan wisata yang tak pernah membuat bosan. Meski dulu menghabiskan waktu sepanjang kuliah di kota pelajar dan mahasiswa ini, rasanya seneng aja kalau bisa kembali menikmatinya bersama keluarga. Jalan-jalan di sepanjang Malioboro, singgah di Keraton, Taman Sari, Siti Hinggil alun-alun Utara. Saya ingin mengenalkan anak-anak dengan suasana dimana ayah dan ibunya pernah menuntut ilmu di sana. Mencicipi kulinernya seperti gudeg, bakpia dan yangko, hingga esgepece alias nasi pecel di dekat Balairung kampus yang biasa didatangi para mahasiswa dan dosen waktu itu.  Semacam napak tilas, begitulah, karena anak-anak saya lebih mengenal Jakarta daripada daerah orang tuanya.

 

                                                                    foto: dokpri Dvine Adinda

 Beberapa tahun belakangan ini setiap menjelang tahun baru kami biasa menyisakan waktu untuk traveling  bareng keluarga kecil saya dengan menginap di hotel yang tak jauh dari Jakarta. Mencari suasana nyaman dalam nuansa alam yang masih sejuk dan asri untuk ketenangan serta refleksi diri dan rasa syukur dengan berenang sepuasnya.

 Entahlah tahun ini apakah juga bisa, atau harus dipending dulu karena pandemi masih ada? Tak apa, yang terpenting bagi kami adalah kesehatan dan bisa terus berkumpul bersama keluarga. Kalau mungkin dan bila diberikan banyak rezeki, sungguh kami ingin bisa beribadah umroh bareng keluarga kecil saya. Semoga keinginan ini dapat diijabah oleh Allah SWT, aamiin..

 Terimakasih sudah singgah di blog saya

 Salam sehat dan selalu semnagaatt..!***NZ

Senin, 25 Maret 2013

Pesona Laut Di Pulau Lombok


PESONA LAUT DI PULAU LOMBOK
Oleh: Nur Ida Zuhayanti






Harmonisasi alam yang sempurna dapat dinikmati setiap hari di pulau kecil ini. Birunya laut dengan tarian ombak serta indahnya pantai bersama hamparan pasir putihnya merupakan panorama yang penuh pesona. Bak mutiara dari selatan, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ini memang menyimpan nuansa eksotis tersendiri.

     Ya, begitu menapaki Bandara Internasional Selaparang - salah satu akses dari udara menuju Pulau Lombok yang terletak di sebelah utara Kota Mataram siang itu, suasana alam pedesaan  demikian terasa. Kenyamanan kota yang jauh dari polusi,  serta budaya masyarakatnya yang ramah dan peduli. Sehingga kebersamaan seolah menentramkan hati siapapun yang datang ke pulau kecil seluas 5.180 km2 , yang tak jauh dari Pulau Dewata ini.

Kekuatan Laut

     Sisi geografis yang demikian strategis membawa pulau yang berada di antara beberapa pulau kecil lain, ini memiliki banyak tempat eksotis benuansa laut. Menurut Ahmad JD, pemerhati budaya Lombok yang telah lama tinggal di pulau itu, laut yang mendominasi pulau ini telah melahirkan kebudayaan celah yang kuat mempengaruhi masyarakat aslinya, yakni Suku Sasak. Perpaduan itu menjadikan masyarakat di pulau kecil bagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), ini telah bercampur dengan budaya yang dibawa masyarakat pendatang dari Bali, Bugis,Jawa, Flores dan yang lainnya. Sehingga, daerah budaya itu dasarnya terbagi menjadi dua bagian besar, yakni masyarakat pedesaan dengan mata pencaharian petani sawah dan nelayan, serta masyarakat perkotaan sebagai penjual jasa dan barang.

     Pengaruh laut juga mengakibatkan adanya toleransi beragama di masyarakat yang sebagian besar pemeluk Islam. Sebab, di sebelah timur pulau itu terdapat Pulau Sumbawa yang didominasi masyarakat beragama Nasrani, sementara di sebelah selatan Pulau Bali yang beragama Hindu. Ketiga masyarakat di pulau itu senantiasa berdampingan dengan rukun dan damai tanpa ada yang saling menyakiti.
Wisata bahari yang bernuansa air memang begitu identik dengan Pulau Lombok ini. Beberapa ritual untuk mengabadikan kekuatan samudera secara berkala dilakukan di situ. Adanya Festival Maritim, misalnya, atau ritual lain sebagai upaya memperkenalkan pesona keindahan dan aneka budaya yang berasal dari laut di daerah itu.

     Banyak tempat dengan panorama laut yang dapat dinikmati. Pantai Ampenan, misalnya, yang biasa dipergunakan sebagai tempat festival ngulek bebek yang unik, serta festival perahu hias yang seru. Ada juga Pantai Seger Kuta, yang sering disebut sebagai Pantai Mandalika, sebagai tempat pelaksanaan tradisi Pesta Bau Nyale yang sangat ditunggu wisatawan, termasuk saya.  Konon,  pantai  ini memiliki cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun sejak abad 16M dari suku Sasak tentang Putri Mandalika.  Putri bangsawan Sasak yang akhirnya menceburkan diri ke laut dan berubah menjadi Nyale atau cacing palolo yang indah warna-warni, karena tidak ingin diperebutkan oleh para pangeran.  Bau Nyale artinya menangkap nyale.  “Upacara tahunan ini diyakini memiliki tuah dapat mendatangkan kesejahteraan serta membangun rasa persatuan  masyarakat setempat,” terang  Ahmad JD lagi saat ditemui waktu itu. 

     Tempat lain yang menarik tentu di Pantai Senggigi. Lokasinya yang menghadap selat Lombok dan berbatasan dengan Pulau Bali membuat area ini memiliki pemandangan laut dengan pesona pantai yang menyimpan banyak misteri. Berlatar Gunung Agung, Bali, panorama alam terasa lebih indah dengan hamparan laut biru kehijauan yang dilengkapi nyiur menjulang di beberapa bibir pantainya. Dengan ombak yang tak terlalu besar, kita dapat bermain air di pinggir pantai sepuasnya, sembari menikmati aneka ikan yang berkejaran di antara batu karang yang terlihat lewat pantulan air beningnya. Atau bila mungkin, dapat melakukan aktivitas snorkeling di bawah laut maupun sekadar berjemur menghangatkan tubuh di pinggir pantainya yang nyaman. Dapat juga menyewa perahu bermotor untuk menyusuri pantai sambil memanjakan mata menikmati keindahan alamnya.

    Ketika hari menjelang senja, panorama sunset yang memukau seolah membawa pada romansa yang terlukis lewat nuansa semesta.  Manakala bulan purnama tiba, suasana biasanya ramai oleh wisatawan  serta warga sekitar yang ingin memanfaatkan hangatnya pasir untuk terapi kesehatan. Caranya dengan  mengubur sebagian atau seluruh tubuh hingga  leher selama 2 – 3 jam. Aktivitas ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tulang, seperti pegel linu hingga kelumpuhan.

     Tempat lain yang menawan dan tak boleh terlewatkan adalah Gili, atau pulau kecil yang letaknya tak jauh dari Lombok. Ada tiga gili, yakni Gili Air, Gili Mino dan Gili Trawangan. Panorama laut terindah dapat ditemui di gili terbesar, yakni Gili Trawangan. Dari Pelabuhan Bangsal menuju lokasi ini membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Tak hanya dapat menikmati sunset di antara pasir putihnya, di gili seluas sekitar 6 km2 ini kita juga dapat melakukan aktivitas mengasyikkan  yang menguji adrenalin seperti berselancar, main jet sky, banana boat dan bermain kayak. Atau menyusuri kedalaman laut dengan snorkeling dan scuba diving, serta wisata bawah laut bersama glass buttom boat.  

     Bila ingin mengelilingi pulau kita bisa menyewa sepeda atau cidomo. Karena di gili ini ada aturan adat bernama awig-awig, yang melarang orang mengendarai kendaraan bermotor, sehingga area ini benar-benar bebas polusi dan sangat nyaman. Tak hanya itu, pada saat tertentu kita dapat mengikuti acara melepas  tukik - anak penyu ke lautan bebas, serta melihat dari dekat budidaya penengkaran mutiara.

Mutiara Terpendam
     Karena lokasinya berada di selat Bali, maka Lombok memiliki banyak sekali kekayaan alam yang berasal dari lautan. Selain terkenal dengan ikan dan rumput lautnya, pulau yang menyimpan banyak keindahan itu juga merupakan penghasil mutiara dengan kualitas terbaik. Mutiara Lombok dikenal dengan nama mutiara laut selatan (South Sea Pearl),serta dijuluki sebagai The Queen of Pearls, yang saat ini menempati posisi tertinggi sebagai mutiara kualitas terbaik, mengalahkan mutiara Akoya, Tahiti, dan air tawar. Karena selain memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan jenis lainnya,  kilau mutiara dari Lombok ini pun lebih cemerlang.

     Aneka macam mutiara yang berasal dari laut Lombok sebenarnya dibudidayakan oleh penduduknya.  Produk ini  sudah diakui oleh masyarakat dunia dan telah diekspor serta dijadikan salah satu komoditi unggulan Indonesia.  Ada mutiara asli dari laut asin serta mutiara buatan hasil budidaya air tawar.  Bentuknya sangat beragam, mulai dari bulat sempurna, tidak beraturan, hingga semi mutiara atau mabe. Warna mutiara tidak hanya putih, namun ada yang kuning, krem, keemasan, peach, lavender serta mutiara hitam yang terkenal keindahannya. Bahkan, hasil laut yang bernuansa hitam ini ada yang memiliki kilau kehijauan dan kemerahan layaknya burung merak. Tak heran, bila banyak wisatawan asing maupun lokal yang suka berburu butiran bernilai investasi ini untuk melengkapi koleksi perhiasan mereka. So, lets go to Lombok !***NZ



Tips Memilih Mutiara

     Tak bisa dipungkiri, mutiara merupakan salah satu jenis perhiasan yang disukai perempuan selain berlian. Bentuknya yang indah dengan kilaunya yang khas membuat butiran ini kerap identik dengan prestise pemakainya karena memiliki nilai investasi tinggi. Untuk hiasan kalung yang melingkar di leher jenjang, gelang, hiasan cincin serta asesoris seperti bros, desain mutiara akan menyempurnakan penampilan. Kini, aneka bentuk dan warna mutiara juga dapat menambah pilihan.
     
     Di Lombok, mutiara memang sengaja dibudidayakan. Tak hanya mutiara asli dari air asin, namun juga mutiara buatan dari air tawar. Mutiara asli tentu memiliki nilai investasi lebih tinggi dari mutiara air tawar  karena memiliki kematangan dan proses yang alami. Berikut tips memilih mutiara:  

-          Bentuk mutiara asli tidak identik satu dengan yang lain. Warnanya antara lain putih, kuning keemasan, hitam, peach, lavender.
-          Berat mutiara asli seimbang, tidak mudah tergores dan tidak mudah terbakar
-          Apabila dilihat di bawah cahaya, mutiara yang asli akan merefleksikan cahaya sampai ke dalam, sedangkan mutiara imitasi hanya pada permukaan saja. Jika posisi senter atau penlight ke badan mutiara,maka akan terlihat bayangan kecil gelap di dalamnya, karena budidaya mutiara asli diimplant dengan nucleus, sedangkan yang imitasi tidak ada.
-          Lakukan tes dengan gigi. Mutiara asli akan terasa gritty atau berpasir sedangkan yang sintetis akan terasa glossy atau halus.
-          Mutiara asli yang berkualitas bagus memiliki luster atau kemilau yang baik, surface atau permukaan yang mulus tidak cacat serta drilling atau pengeboran yang rapi.  
-          Jangan lupa mintalah sertifikat keaslian dari penjual atau toko tempat  membeli, karena  setiap toko atau galeri mutiara akan mengeluarkan Certificate of Authencity sebagai jaminan keaslian perhiasan mutiara yang diperjual belikan.  Nah, Selamat berbelanja.***NZ
foto-foto: istimewa