Rabu, 26 Juli 2023

Perempuan Perlu Waktu Sendiri

     Haii. Buat perempuan, me time itu perlu lho. Selain bisa rileks, pikiran butuh refresh supaya sehat secara fisik dan mental untuk kemudian siap bekerja dan berkarya lagi.


                                                    Foto: dokpri @nuridazed

     Ada penelitian yang mengatakan kalau kadar stres perempuan lebih rentan daripada laki-laki. Mungkin indikasi utama kaum kita, para perempuan ini lebih banyak menggunakan perasaan selain pikiran dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Ketemu apa sedikit dibawa keki, gak sesuai dengan keinginan keselnya sampai ke hati. Kebanyakan baper ( baca: bawa perasaan) katanya. 

   Selain itu, makhluk yang benama perempuan ini sepertinya diciptakan dengan bakat yang multitasking ya. Artinya dia biasa mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Contohnya para ibu yang bisa berperan sebagai ibu rumah tangga, pekerja, pebisnis yang seringkali dituntut menyelesaikan segala sesuatu dalam satu waktu. Saat sedang memasak, bisa sambil menerima telepon dari klien, ngecek tukang servis AC yang datang ke rumah, memastikan urusan anak-anak beres, menyiapkan kebutuhan suami dan semacamnya. Terang saja semua itu butuh effort lebih sehingga rentan dengan stres. Karenanya, me time itu perlu.


Sendiri Sejenak

     Menurut Collins Dictionary, istilah me time atau waktu untuk diri sendiri merupakan kesempatan yang diluangkan oleh seseorang untuk diri sendiri dengan melakukan hal yang menyenangkan dirinya, tanpa intervensi dan kehadiran orang lain. Sendiri sejenak, di situ bisa merenung dan introspeksi tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dikerjakan. Atau sekedar bersenang-senang saja, santai tanpa beban dan memanjakan diri untuk memunculkan hormon endoprin yang ada dalam tubuh kita.

     Di kota besar seperti Jakarta, banyak tempat yang biasa dipergunakan untuk me time ini. Sarana umum seperti mall, tempat hiburan, cafe and resto serta taman dan perpustakaan kini sudah menjamur si setiap sisi kota. Teman saya pernah cerita, jika ingin me time ia akan pergi ke mall saja karena di sana tak hanya surga belanja, tapi juga bisa ke salon yang memiliki spa, klinik kecantikan, arena yoga dan gedung bioskop yang bisa dimanfaatkan untuk melepas penat, sendiri sejenak. 

      Ah, kalau yang itu sih, me time butuh banyak cuan ya, haha. Padahal untuk me time sebenarnya tak harus selalu mengeluarkan banyak uang. Dilakukan di rumah pun juga bisa, Saya nih kalau mau me time kadang bisa melakukannya di rumah dan tidak mengeluarkan banyak biaya. Misalnya nonton serial korea atau film secara maraton di channel kesayangan Prime Video atau Netflix, kan tinggal duduk manis di depan televisi atau laptop saja. Paling ditemani cemilan atau makanan kecil yang sudah ada. Kadang juga baca buku atau novel sembari mendengarkan musik kesayangan. Begitupun ngeteh di teras sambil menikmati gemericiknya air dari kolam depan, sudah menjadi me time yang menyenangkan.

     Hal sederhana lain biasanya dengan merawat diri seperti maskeran atau creambath di rumah saja, bisa dilakukan sambil selonjoran di sofa. Bagi saya yang penting esensinya bisa menyenangkan diri sendiri dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Kalau perlu, sedikit waktu tanpa diganggu dengan urusan apapun, termasuk dering telepon dan notifikasi medsos sehingga jauh dari gadget alias hape. Ini penting sih agar pikiran mejadi benar-benar refresh.


Mengenali Diri Sendiri

     Di saat meluangkan waktu sendirian, di situ bisa merasakan apa yang sebenarnya kita inginkan. Makin mengerti mengenai suasana hati, dan menyadari tentang apa yang dimiliki. Manfaat me time yang bisa dirasakan adalah: lebih mengenali diri sendiri, termasuk suasana hati dan perasaan kita. Ketika sedang sendirian, yang ada di pikiran tentu bagaimana membuat hati kita bahagia dan lebih mencintai diri sendiri (self love) dengan segala kelebihan dan kekurangannya.   

    Dengan me time membuat hati menjadi lebih tenang. Setidaknya dari situ kita belajar mengerti bagaimana ketika mengalami sesuatu diluar dugaan yang membuat khawatir dan panik.    

     Sewaktu mempunyai banyak masalah atau harus menentukan pilihan, biasanya dibutuhkan waktu sendirian. Ibarat sedang menyepi, kita perlu menetapkan hati, menyendiri dan sholat istikharoh agar mendapatkan pilihan dan keputusan yang tepat.

     Me time akan membuat pikiran menjadi lebih fokus dalam melihat sesuatu. Melatih otak kita untuk memberikan mood yang baik sehingga akan memotivasi diri untuk kembali produktif dalam berkarya. Menyusun goal-goal kecil yang diniatkan untuk dicapai setiap hari. Dengan meluangkan waktu me time setiap hari, tak sekedar meningkatkan rasa percaya diri, tapi juga membatu meraih tujuan yang diinginkan. 

     Dan yang terpenting, me time mampu memunculkan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa dengan apa yang sudah kita miliki. Ibarat jeda, ini saatnya berkaca dan merasakan kebesaran Tuhan yang telah begitu banyak diberikan kepada kita sebagai berkahNya. Biasanya sekitar tiga puluh menit saja, saya berdzikir usai sholat subuh sebagai me time yang mampu memberikan kekuatan dan semangat agar dapat kembali menghadapi hari dengan hati yang lapang dan bahagia. 

     Bagaimana me time kalian? Lakukan dengan senang hati ya, agar manfaatnya bisa terasakan.     

     Salam sehat dan selalu semangat. **NZ


 

Kamis, 20 Juli 2023

Menjaga Self Esteem Agar Tetap Positif

     Kadangkala ada yang merasa terusik ketika melihat pencapaian orang lain. Eit, tunggu dulu. Setiap manusia punya kompetensi pada porsinya ya. Jaga self esteem agar merasa tetap positif dan berdaya.


                                                Foto: dokpri @nuridazed

     Di era literasi digital sekarang ini setiap orang bisa mengintip aktivitas orang lain, setidaknya melalui media sosialnya. Meski kadang tak semua bisa terekspose, atau tak ingin diekspose, tapi tidak bisa dipungkiri bila medsos dapat menjadi sarana efektif untuk memperlihatkan perjalanan hidup seseorang termasuk pencapaiannya. Sebagai contoh kecil saja lewat aplikasi WhatsApp (WA), yang hampir setiap orang memiliki di ponselnya. Di situ ada story yang seringkali dipergunakan untuk menunjukkan aktivitas harian hingga dapat dilihat oleh orang lain di circlenya. Seperti saat jalan-jalan, makan-makan, kumpul-kumpul atau aktivitas bisnis dan pekerjaan, serta kegiatan lain yang bisa membuat banyak orang melihat bahkan mengikutinya. Begitu juga dari medsos lain seperti instagram, facebook dan yang semacamnya.

     "Wah, dia sudah sukses sekarang," begitu kata seorang teman mengomentari teman lainnya. Saat saya tanya bagimana dia bisa tahu padahal sudah lama banget tidak ketemu, teman ini bilang kalau dia mengikuti sosmednya. Setiap posting menurutnya seringkali menunjukkan indikasi kesuksesan yang bisa membuatnya terusik dan rendah diri di saat membandingkan dengan posisinya saat ini.

     Ah, sebegitunya ya. Padahal sih hal ini tak perlu terjadi ketika kita bisa menjaga self esteem positif yang akan memberikan rasa percaya diri sehingga tidak lagi merasa terusik dengan kesuksesan dan pencapaian orang lain. Self esteem yang menyangkut masalah harga diri seseorang ini memang bisa saja terganggu saat kita tidak bisa menjaganya agar tetap positif. Berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar dapat mendominasi kendali diri sehingga akan berpengaruh terhadap sikap dan cara pandang kita kepada sesuatu hal secara obyektif.

     

     Ada beberapa cara menjaga self esteem agar tetap positif, antara lain:

     *Pahami diri sendiri karena hanya kita yang mengerti dan mengenali diri kita ini. Apa yang menjadi kelebihan kita, seperti potensi, passion, kesukaan dan semua yang bisa membuat semangat dalam menjalani hidup. Begitupun tentang kekurangan sendiri, misalnya tak suka basa basi, lebih senang menyendiri, kurang bisa berdiplomasi, sedikit pemarah dan hal lain yang kadang membuat diri kita merasa tak nyaman.

     * Fokus pada tujuan hidup, dan tak perlu mempedulikan orang lain yang kadang membully, meragukan kemampuan kita dan membuat insecure sehingga pemikiran akan terbagi. Anggap biasa saja apabila orang lain mendapatkan pencapain tertinggi dan menunjukkannya sebagai penambah motivasi. Ada kesuksesan dan kegagalan, keduanya akan datang dan pergi bagai roda yang berputar.

     * Berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, terhadap apapun yang bisa membuat hati dan pikiran tersiksa. Bahwa semua orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Bila terlihat hebat di medsos, misalnya, belum tentu tidak ada sisi buruknya, karena tak ada manusia yang sempurna. Lebih baik bersyukur dengan apapun yang dimiliki dan memberdayakan diri dengan kreatifitas dan karya.

     Perlu dipahami bahwa kesuksesan dan kehebatan tak hanya datang dalam sekejap saja, tapi pasti ada effort dan butuh perjuangan yang tidak gampang. Lebih baik gali prestasi dan kelebihan yang kita punyai. Orang lain bukanlah kita, kalau saat ini merasa biasa-biasa, saatnya perlu kerja dan usaha lebih baik lagi agar bisa makin berjaya. 

     *Ketika sudah berusaha keras dan berjuang dengan tujuan, maka belajar menerima keadaan dengan rasa syukur dan baik-baik saja. Percaya bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah yang terbaik menurut Yang Maha Kuasa sehingga tak perlu merasa cemas apalagi depresi menghadapinya.

     *Kalau mungkin, jalin relasi yang positif dengan berkolaborasi dan saling sharing dengan teman lain yang memiliki visi misi sama. Atau dengan orang yang dirasa lebih sukses agar dapat mengambil pelajaran yang baik demi kemajuan kita. Tak perlu merasa rendah diri, apalagi sakit hati karena masing-masing orang memiliki kelebihan dan kekurangan.  Jangan pelit ilmu agar berkahnya tak akan hilang dan  bisa terasakan.

   *Selalu berfikir positif terhadap segala sesuatu yang berkembang. Hindari rasa pesimis dan merasa disepelekan manakala orang lain menerima kesuksesan. Tetap jaga self esteem agar tetap positif supaya berpengaruh positif juga terhadap lingkungan sekitar.


     Self esteem terbentuk melalui interaksi individu dengan lingkungan. Ketika hubungan memberikan sesuatu yang menyenangkan, maka self esteem menjadi positif. Begitupun sebaliknya, ketika lingkungan memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka self esteem akan menjadi negatif. Menurut Coopersmith dan Walgito, self esteem ini merupakan proses penilaian yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri. Self esteem yang menyangkut harga diri ini mengarah pada hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya. 

     Nah, untuk menjaga self esteem agar tetap positif, sebaiknya selalu ditimbulkan dari pikiran yang positif juga ya. Tak perlu khawatir terhadap pikiran orang mengenai diri kita, serta penilaian orang lain terhadap kita. Bagaimana nih menurut teman-teman? Kalau saya sih, ambil yang menguntungkan dan bermanfaat buat diri kita, yang merugikan dibuang saja.  

     Salam sehat dan selalu semangat!***NZ




Senin, 17 Juli 2023

Anakmu Juga Sahabatmu

     Anak adalah amanah. Sejak dia dititipkan di rahimmu, lalu dilahirkan, maka bimbing dan didiklah sebisamu. Berikan yang terbaik sesuai jamannya, sebagai ibadah. 

                                                foto: dokpri @nuridazed

     Sebelum menjadi manusia dewasa, bahkan orang tua, setiap kita merupakan seorang anak yang dilahirkan oleh ibunya. Karena itulah ketika kemudian dipercaya menjadi orang tua, menjadi ibu dan memiliki anak, tentunya harus ada rasa tanggung jawab dan kasih sayang, setidaknya seperti yang telah kita terima dahulu. Serta memastikan anak selalu bahagia.

    Pada setiap keluarga tentunya memiliki cara masing-masing ya, untuk membuat anak bahagia. Kenapa musti bahagia, karena dari rasa bahagia ini akan menghadirkan energi positif yang dapat memantikkan keinginan baik yang dibutuhkan oleh semua anak. Bahagia anak akan hadir pada keluarga yang bahagia, terutama pada seorang ibu. Karena bahagia itu sifatnya menular ya, seringkali auranya memberikan impact pada orang-orang di sekitarnya, termasuk anak kita. Saat merasa bahagia dan sehat, anak akan bisa lebih mudah berekspresi dan bereksplorasi dengan apa yang sudah dimiliki, lebih percaya diri serta dapat menyiapkan diri untuk masa depan yang baik demi kesuksesan dalam hidupnya. 

     Membuat anak bahagia bukan tentang memberikan kesenangan dengan apapun yang diinginkan, lho, seperti membelikan barang-barang mahal kesukaan yang langsung bisa membuatnya berhenti merengek dan menangis karena merasa puas meski hanya sesaat. Tapi justru sebaliknya, memberikan kebahagiaan yang hakiki dari dalam hati, seperti perhatian dan kasih sayang tulus sehingga manfaatnya akan melekat sepanjang masa. Tak hanya dimanja dan dibekali sebongkah materi, tapi lebih kepada bagaimana kita mendidik dan membimbing mereka dengan hal yang semestinya.


Anak Juga Sahabat

     Belum lama ini saya pernah membaca sebuah buku yang menuliskan nasehat dari Ali bin Abi Thalib mengenai bagaimana mendidik anak. Di situ dituliskan bahwa didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu. Artinya sebagai orang tua, apalagi seorang ibu, hendaklah mengetahui, mengerti dan memahami dunia anak masa kini, dengan mengikuti perkembangan anak di jamannya. 

     Kalau jaman dulu mungkin hirarki antara orang tua dan anak begitu jauh terasa bedanya ya. Orang tua seolah memiliki hak otoriter terhadap anak, termasuk soal perintah boleh atau tidak boleh. Hal yang sudah diputuskan oleh orang tua yang tidak boleh ditolak dengan alasan anak harus patuh terhadap orang tua, maka bila tidak mengikuti perintah akan menjadi anak durhaka. Sehingga anak tidak punya kesempatan untuk memberikan alasan dan argumentasi jawaban yang dia yakini. Bahkan apapun yang menjadi keputusan orang tua seperti peraturan yang mengikat dan tak boleh dilanggar meski tidak sesuai dengan keinginan. Hmm, terpaksa seperti jaman Siti Nurbaya saja. Hal yang membuat anak sering menyimpan jiwa pemberontak dan cenderung balas dendam. Namun tak bisa disalahkan, karena jaman dan keadaan membuat kondisi yang demikian. 

     Walaupun gaya parenting seperti itu tidak sepenuhnya salah juga sih, tapi untuk jaman sekarang ini rasanya kurang tepat bila diterapkan. Ketika ingin memberikan nasehat atau memberitahu tentang sebuah kesalahan, tidak lagi bisa disampaikan dengan paksaan dan kekerasan. Ya, karena seringkali mereka memiliki alasan terhadap apa yang menjadi keputusannya itu sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

     

     Masih menurut Ali bin Abi Thalib, ketika mendidik anak sebaiknya diperhatikan masalah usia mereka. Dan ini bisa dibagi menjadi tiga kategori, yakni untuk anak hingga usia tujuh tahun, perlakukan anak seperti seorang raja. Penuhi apa keinginannya, berikan yang terbaik, termasuk pendidikan, kesehatan, makanan dan kebutuhan lain karena termasuk masa emas yang akan menentukan masa depannya. Anak usia ini merupakan usia yang membutuhkan perhatian khusus karena anak akan merekam dengan baik semua kejadian dan perlakuan yang dialami melalui memori terdalam yang dimiliki sehingga akan berpengaruh terhadap karakter dirinya kelak. Perlakukan dengan kelembutan dan kasih sayang maka kelak mereka akan tumbuh menjadi orang yang lembut hati dan penyayang juga, karena di tahap ini anak belajar dari melihat sikap orang tuanya.

     Kemudian ketika berusia tujuh hingga 14 tahun, perlakukan mereka seperti tawanan, yang selalu didampingi, diawasi dan diperhatikan serta diingatkan mengenai akhlak dan akidah,  hak dan kewajiban,  punishment and reward, lalu diberikan hukuman di saat melakukan kesalahan. Diberitahu mana yang salah dan yang benar, serta bagaimana konsekwensi dari suatu perbuatan yang telah dilakukan, sebab dia mulai berbaur dengan masyarakat dan kehidupan yang sebenarnya. Sedangkan anak usia di atas 14 tahun, perlakukan anak sebagai seorang sahabat yang mampu memberikan ketenangan dengan bertukar pikiran. Berikan teladan yang baik secara bersamaan karena harus membangun mental dan spiritual dalam dirinya.


Diskusi dan Solusi

     Dalam perjalanan mendampingi anak dari lahir hingga saat ini, tentunya  tak lepas dari berbagai kendala yang seringkali dihadapi. Dua anak saya yang menginjak dewasa dan masih remaja tentu berbeda teatment dalam menanganinya. Terhadap Puan, anak perempuan saya tak lagi bisa diterapkan sama seperti kakaknya yang laki-laki, meski memiliki 'azaz' yang tak beda, yakni demokrasi. Dalam beberapa permasalahan yang dihadapi, saya lebih menyukai menyelesaikan dengan cara diskusi. 

     Saya mulai dari cara pandang dan apa yang menjadi buah pikiran anak-anak sehingga mengetahui latar belakang, alasan dan tujuan yang diinginkan. Kemudian saya pun mengemukakan pendapat saya sebagai seorang sahabat yang selalu saling mendukung dan memahami. Sesekali bisa saja berdebat dalam mengemukakan argumentasi, tapi kemudian sama-sama menemukan satu solusi yang disepakati bersama. 

     Ada konsekwensi sebagai rasa tanggung jawab dalam kemandirian mereka ketika menentukan passion dan bagian dari tujuan hidupnya. Tidak semua mudah, bahkan harus mengalami berbagai tantangan agar memberikan effort yang berarti. Sepanjang perjalanan musti dilewati dengan penuh rasa syukur bahwa setiap manusia memiliki jalan kebaikannya sendiri.  

     Sekali lagi nih, anak adalah amanah. Titipan Sang Khalik yang harus dijaga dan didampingi agar membawa pada keberkahan hidup hingga akhir nanti. Kelak, sebagai orang tua, kitapun akan dipertanyakan mengenai hal ini sebagai tanggung jawab dari Illahi Robbi. Insya Allah, dari anak yang sehat dan cerdas, sholeh solehah akan memberikan generasi hebat sebagai pembawa tongkat estafet di masa depan nanti. 

    Selamat Hari Anak Nasional 2023.

    Salam sehat dan selalu semangat!!***NZ

Sabtu, 04 Februari 2023

Kebaikan dan Kejujuran Mata Uang Dimana-Mana

      Apa yang akan kau berikan pada anak cucu, karena harta benda bukan segalanya. Kebaikan dan kejujuran adalah mata uang dimana-mana.

by. Nur Ida Zed

                        design by Canva @nuridazed

     Pernah nonton film yang membahas tentang warisan? Gara-Gara Warisan, judul sebuah film yang disutradarai Muhadkly Acho yang saya tonton di channel Disney Hotstar ini tak hanya menarik karena pemainnya aktris dan aktor piawai macam Oka Antara dan Ira Wibowo, serta kocak karena ada beberapa komika, tapi setidaknya menyisakan nasehat dalam kehidupan nyata. Drama keluarga dengan konflik yang dihadapi orang tua terhadap anak-anaknya berkaitan dengan harta peninggalan sebelum dia dipanggil kembali ke hadiratNya. Adanya sebuah guest house yang menjadi rebutan pengelolaan di antara ketiga anak yang memiliki karakter berbeda.

     Tema yang mengadopsi dari realitas kehidupan ini bisa terjadi pada siapapun lho, sehingga perlu diingat bahwa warisan berupa harta benda sebenarnya bukan segala-galanya, bahkan bisa membuat saling sengketa dan penuh prasangka antar saudara. Cerita lain yang sejenis juga kerap ditemui pada kisah keluarga besar yang konon karena harta dapat menghancurkan semua nilai persaudaraan yang telah dibangun sekian lama. Karena itu selain harta, ada hal yang lebih penting untuk diberikan pada anak cucu, salah satunya mengenai pemahaman tentang kebaikan dan kejujuran.

     Kedengarannya mungkin klise ya, atau bahkan ada yang berpendapat: Hari gini gitu lho, bicara tentang kebaikan dan kejujuran. Rasanya hanya bull shit saja. Banyak contoh nyata ketika memegang pada dua hal tadi malah membuat sengsara. Namun bagi saya kebaikan dan kejujuran ini adalah modal yang harus diberikan pada generasi muda supaya teguh pada prinsip dan dedikasinya.

    Memang sih, berbuat kebaikan dan melakukan kejujuran itu akan banyak tantangannya. Tapi setidaknya bila ini diajarkan sejak dini, maka akan tertanam dalam diri seseorang sehingga tak akan lagi mengingkari hati kecil dan nuraninya. 


Hakikat Kebaikan dan Kejujuran   

     Kebaikan dan kejujuran merupakan sikap dan perilaku seseorang yang akan menjadi karakter dan pribadinya. Kebaikan menunjukkan segala sesuatu yang bersifat positif dan akan berdampak juga pada kebaikan lainnya. Sementara kejujuran menyangkut pada sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya dan tidak berbohong tapi berkata sesuai dengan hal yang terjadi. 

     Jujur itu merupakan sifat yang membutuhkan kesesuaian antara perkataan yang diucapkan serta perbuatan yang dilakukan. Artinya seorang yang jujur itu ketika mengucapkan sesuatu akan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Jujur mengatakan apa adanya, tanpa mengingkari fakta dan selaras dengan hati nuraninya. Bukan jujur kacang ijo ya, haha.

     Membangun kekuatan pada karakter ini akan membuat seseorang melakukan kebaikan dengan setulus hati dan bersikap jujur karena kebenaran yang tak bisa diingkari. Melatih diri untuk mengatakan kebenaran meskipun kadang sulit dan beresiko ketika disampaikan. Semua itu saya yakin akan membawa pada sikap terpuji yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan kepercayaan orang lain sebagai modal besar untuk masa depannya. 


Manfaat kebaikan dan kejujuran 

     Tak hanya hikmah yang didapat ketika sudah ditanamkan mengenai kebaikan dan kejujuran, tapi juga banyak manfaatnya. Antara lain: 

     *Hidup akan menjadi lebih tenang. Terang saja ya, karena bila menyimpan kebohongan biasanya selalu diikuti dengan kebohongan selanjutnya, sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran. 

   *Membuka pintu kesuksesan. Dengan kebaikan dan kejujuran biasanya akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, seperti teman, sahabat bahkan atasan dan orang penting lainnya. Kalau sudah demikian, maka pintu kesuksesan akan terbuka lebar. 

     *Disenangi banyak orang.  Dalam berteman kita selalu mencari orang yang baik dan jujur. Ketika menemukan kebohongan dan kejahatan, sebaiknya segeralah menghindar. 

     *Selalu mendapat kasih sayang dan bimbingan dari Allah SWT. Kejujuran merupakan nilai tertinggi dan fondasi utama tegaknya nilai kebenaran dalam kehidupan. Ini merupakan sifat Nabi yang diajarkan pada ummatNya, yakni sidiq atau orang yang jujur dan dapat dipercaya. 


Ciri Orang Jujur 

     - Tidak suka basa-basi dan selalu mengatakan apa adanya.

    - Tidak suka membohongi diri sendiri.

    - Mempunyai pikiran dan kepribadian yang tenang dan meyakinkan.

    - Memahami cara membangun hubungan yang berarti dengan orang lain.

    - Tidak merasa harus menyenangkan semua orang.


      Arti penting dari kebaikan dan kejujuran ini memang tak akan bisa dipisahkan ya. Karena dalam hadist Nabi juga disebutkan bahwa kejujuran akan membawa pada kebaikan, semetara kebaikan akan dibalas dengan surga. Nah, menurut saya dua hal ini perlu juga diwariskan kepada anak cucu agar generasi penerus bangsa tetap membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat. Sebab kebaikan dan kejujuran itu adalah mata uang dimana-mana.

     Salam sehat dan selalu semangatt!!***NZ


Kamis, 02 Februari 2023

Petjahh!! Syukuran 11 Tahun Kumpulan Emak Blogger

      Hari itu para emak pada ngumpul. Seseruan merayakan ulang tahun, di syukuran 11 tahun Kumpulan Emak Blogger. Berjejak dan Berbagi. Petjahh..!! 

by. Nur Ida Zed

                    Syukuran 11 Tahun KEB. Makpon, Makpuh, Maketu, Makmin. (dok.pri)

     Kata"Emak" yang sering kita dengar seolah memberi arti pada seorang perempuan yang mengayomi. Sebagai ibu dan perempuan yang selalu ada dengan jati dirinya yang multi talenta. Dari semua hal deh pokoknya. Untuk urusan apapun itu, emak seringkali meninggalkan logika karena lebih "patuh" pada insting dan perasaannya. Hingga anekdot yang sempat viral menyebut emak-emak identik dengan: Ngesein kanan belok kiri, atau Jangan berani lawan emak-emak karena mereka gak pernah salah, alias Emak selalu benar. Hahaa. Tapi jangan ditanya ya, kenekadan emak yang  sesungguhnya ini bisa merubah dunia, sebab di tangan emaklah generasi itu lahir dan berada. 

      Masih menyebut kata Emak, kali ini untuk sebuah komunitas yang menamai Kumpulan Emak-Emak Blogger , ketika sama-sama memiliki visi positif dan saling mendukung satu sama lain, ternyata bisa berdaya dalam karya untuk mewujudkan jati diri yang sesungguhnya. Kiprah kreatifnya sudah tak diragukan lagi, bahkan di era lierasi digital sekarang ini. Mereka bersuara, mencurahkan isi hati, mengungkap cara pandang dan pola pikir serta berbagi mengenai segala hal ala emak lewat blogging yang mampu menginspirasi.

     Lalu kemarin itu, tepatnya di hari Sabtu, 28 Januari 2023 di Bali Notes Terrace,  Jakarta Selatan, Kumpulan Emak-Emak Blogger atau KEB merayakan hari jadinya yang ke-11. Hebat, kan. Sejauh ini komunitas yang digawangi oleh Mak Mira Sahid sebagai Founder serta Mak Indah Juli Sibarani sebagai co-Founder tetap eksis dan selalu menginspirasi para emak yang menjadi member dan semua emak di negeri ini dengan memberikan dukungan terhadap Gerakan Nasional Literasi Digital-Siberkreasi.

                                    Sambutan Founder KEB, Mira Sahid (dok.pri)


     "Sebenarnya birth day-nya tuh tanggal 18 Januari, tapi syukurannya dirayain hari ini," begitu ungkap Mak Mira, panggilan perempuan cantik penyuka kopi itu memulai sambutannya. Karena terkendala pandemi yang panjang kemarin itu, maka baru kali ini diadakan pertemuan secara on side lagi, sekalian saja sebagai puncak acara unniversary KEB 11 Tahun yang kebetulan di wilayah Jabodetabek. 

     Untuk menyambut ulang tahun yang ke-11, sebelumnya KEB mempunyai rangkaian kampanye seperti #KEBCharity11KRun yang merupakan charity dan donasi dengan cara berlari sejauh 11 kilometer, sesuai dengan usianya kini. Jadi para member bisa berdonasi dan berlari kemudian diupload di sosial media dengan aplikasi Strava. Menurut Mak Elly Nurul, ketua umum KEB saat ini, agar keseruan acaranya bisa dirasakan juga oleh semua member baik di Indonesia maupun di luar negeri.   

     Emang sih, kegiatan ini dimaksudkan agar para emak tetap bergerak dan menjaga kesehatan serta kebugarannya. Emak juga kudu tetap fit dan selalu gembira serta bahagia dengan berolah raga. Wah, keren banget ini konsepnya. Jadi para emak juga bisa saling intip dan menyemangati meski tak berada di satu lokasi. Sejauh ini member KEB memang sudah menyebar di berbagai kota ya, dan tagline di ulang tahun ke sebelas kali ini adalah:  Berjejak dan Berbagi. 

     Rangkaian keseruan juga dirasakan saat fun walk atau jalan sehat yang dilakukan di area Carfreeday Sudirman Thamrin bersama komunitas PPBN, Perempuan Pelestari Budaya Nasional. Berbaur dengan para member yang datang, semangat para emak ini mampu memantikkan energi positif untuk selalu berdaya dan berkarya di ruang digital serta menyebarkan informasi kebaikan mengenai kain dan kebaya kepada masyarakat luas melalui media sosial.


Keseruan Acara di Venue

     Meski diliputi dengan suasana gerimis mengundang siang itu, tapi tak menyurutkan semua tamu yang hadir untuk menyemarakkan acaranya, termasuk saya. Dengan dresscode bernuansa kain dan kebaya, saya menyusuri jalan menuju venue yang sudah terasakan semaraknya ketika sampai di gerbang Bali Notes Terrace, di Jl. Prof. Joko Sutono SH no. 15, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

                                Bali Notes Terrace (dok.Ig @balinotes)


     Nuansa Bali terlihat lewat payung-payung yang ditata di outdoor sebagai ciri khas, memberi kesan etnik yang ditunjukkan melalui ornamen untuk konsep caffee resto ini. Masih di suasana imlek, ada beberapa lampion merah yang seolah menayambut kedatangan para tamu ketika memasuki area. 

     "Langsung masuk saja di sebelah kiri, ya. Silakan.." Sapa Mak Gusti Yeni yang bertugas di depan dengan ramah setelah menyodorkan buku list kedatangan di mejanya. Saya lalu menuju venue bersama para member lainnya, dan menikmati sajian lunch lebih dulu sebelum acara syukuran dimulai. 

                                        Lunch dish at Bali Notes Terrace (dik.pri)


     Beberapa menu andalan di Bali Notes Terrace yang tersaji sudah saya cicipi. Ada Nasi Mandhi dengan beras brasmati yang lembut sekali, Grilled Chicken - ayam yang dipanggang dari Chicking berbumbu Dubai serta sambal dengan racikan khusus dilengkapi capcay dengan paduan sayur, bakso dan jamur yang enak sekali. Hmm.

     Pada jam satu siang lebih sedikit, puncak acara Syukuran 11 Tahun Kumpulan Emak Blogger ini  mulai dibuka oleh Mas Abi Satria sebagai MC. Setelah sambutan dari Founder, Co-Founder dan Ketua Umum, dilanjutkan dengan mini workshop seputar dunia literasi digital oleh nara sumber.

                MC Abi Satria dan nara sumber Ali Muakhir, Oktora Irahadi (dok.pri)


     Arti pentingnya peran para emak blogger yang diharapkan dapat memberikan informasi kebaikan dan kebenaran tanpa hoaks disampaikan oleh Donny BU sebagai Ketua Umum Siberkreasi. Para emak adalah ujung tombak yang bisa memberikan informasi positif dan bermanfaat buat masyarakat luas lewat dunia literasi digital seperti media sosial dan blog. Arahan ini tentu penting banget buat para emak blogger dalam kiprah dan karyanya sebagai konten kreator yang terus berdampak, berjejak dan berbagi.

                                    Tora Irahadi CEO INFINA @infina.id (dok.pri)


     Selanjutnya Oktora Irahadi @oktorairahadi, yang memberikan materi seputar Cari Cuan Lewat Dunia Digital yang relate dengan emak-emak masa kini. Beberapa tips dan trik yang dipaparkan seperti pemahaman mengenai konsep COST, yakni Consistency, Objective, Socialize serta Time bagi seorang creator digital. CEO Infina.id yang lekat dengan semangat #MulaiAjaDulu ini juga membuka wawasan mengenai banyaknya peluang pekerjaan serta bisnis di era digital sekarang ini. 

     Kemudian materi mengenai Menulis Inspiratif Tanpa Fiktif yang disampaikan oleh Ali Muakhir @alimuakhir untuk menambah potensi para emak blogger dengan metode EMAK. Yakni Endapkan rasa, Mulailah dengan membuat struktur, Apa pesan yang akan disampaikan dan Kapan tulisan dituntaskan. Semua memberi manfaat dan menambah ilmu buat para emak blogger. 

                                        Style kebaya modern dari PPBN (dok.pri) 


     Di sela acara siang itu juga ditampilkan kolaborasi fashion show dari PPBN yang  menyuguhkan aneka kebaya nasional yang dapat diaplikasikan untuk kegiatan sehari-hari. Style berkebaya modern dapat dikenalkan juga buat perempuan lintas generasi. Wah, bisa juga nih ditularkan untuk putri saya yang generasi Z ya.  Keren deh pokoknya. 


Peluncuran e-book KEB dan Charity

     Dan puncak acara yang ditunggu dan tak kalah seru adalah pemotongan tumpeng oleh Mak Mira Sahid selaku Founder beserta jajaran pengurus KEB yang menggawangi komunitas ini dari tahun ke tahun. Potongan demi potongan disampaikan untuk para emak yang pernah mengukir sejarah bagi komunitas ini, disertai bongkahan doa terbaik buat perjalanan selanjutnya. Saya terharu ketika Mak Yati, salah satu blogger senior yang usianya sudah sepuh ikut hadir menyemangati, menerima potongan tumpeng yang entah ke berapa kali. Mengucap doa dan harapan agar tahun depan bisa berkumpul lagi. Rasa optimis perempuan ini masih terpancar lewat celah matanya yang sudah tidak muda lagi. So deep, Mak. Sehat terus ya.

           Untuk tetap eksis dan terus menginspirasi hingga perjalanan sepanjang sebelas tahun, lebih dari satu dekade tentu bukanlah hal yang mudah bagi sebuah komunitas. Pasti ada banyak kisah yang tersimpan dalam cerita sebagai proses yang menarik untuk dikupas dan dijadikan perjalanan penuh makna. Karena itulah di moment baik pada syukuran 11 Tahun KEB akan diluncurkan e-book yang ditulis oleh para makmin Kumpulan Emak Blogger dengan judul "Warna-warni Dunia Blogging dan Cerita di Balik Dapur Komunitas."

     "Selamaat yaa..!"

   Di session ini juga disampaikan mengenai penyerahan secara simbolis #KEBPeduli melalui kampanye #KEBCharity11KRun dalam rangka KEB 11 Tahun sebesar Rp.2.500.000 kepada RA Miftahul Jannah, Noborejo, Salatiga. Diwakili oleh Maketu Elly Nurul kepada Maketu Solo Ranny Afandy. Barakallah. 

        Penyerahan donasi charity oleh Maketu Elly Nurul kepada Maketu Solo, Ranny Afandy (dok.pri)


     Keseruan ini dilengkapi juga dengan games dan bagi-bagi hadiah serta e-money buat para member yang beruntung, lho. Seperti Emak Berkain Kebaya terbaik, Emak yang paling aktif serta permainan lain yang tentu menambah semarak dan menyenangkan. Kalo saya sih cukup beruntung juga karena duduk di kursi yang di bawahnya ternyata ada label hoki, hihi. Makasiih ya, Mak.

            I'am Hoki, Maak! (foto dok.pri @nuridazed)


     Menutup rangkaian acara, diakhiri dengan sesi foto bersama. Di sini para emak terasa jadi lebih akrab. Saling sapa, saling kenal, berbagi energi positif dengan networking dan silaturahmi. Berkomitmen untuk terus menebarkan inspirasi kebaikan lewat dunia digital. Selalu mendukung, berkolaborasi juga memberi manfaat buat masyarakat dan bertekad membawa suara perempuan layak dipertimbangkan sebagai sumbangsih serta kontribusi untuk kemajuan negeri tercinta ini dengan karya kreatifnya.   

     "Petjahh..!!"


      Keseruan acara Syukuran KEB 11 Tahun ini didukung oleh Siberkreasi, Kominfo RI, INFINA dan Bali Notes Terrace.


      "Hepi Milad KEB yang ke-11. Stay stunning for Emak-Emak. Luv.."


                                    design by CapCut @nuridazed

          Salam sehat dan selalu semangaatt..!!***NZ

Senin, 30 Januari 2023

Belajar dari Pengalaman Orang Tak Ada Salahnya

    Pengalaman kurang baik yang dihadapi orang lain bisa menjadi pelajaran buat kita juga. Karenanya harus pandai memilah saat memilih agar tak membuat kesalahan yang sama, termasuk soal menjaga kesehatan. 

by. Nur Ida Zed

                                            Foto:design by Canva @nuridazed


     Masih menjadi perbincangan panjang meski sudah dua hari lalu kami menengok seorang teman di rumah sakit karena terkena maag akut. Awalnya tak dirasakan, hanya seringkali mual dan nyeri lambung biasa, nanti setelah diberi obat hisap yang dijual di pasaran juga sudah mendingan. Tapi karena terus dibiarkan, sampai menyebabkan radang dan melukai dinding lambung hingga infeksi. Sedih banget melihatnya waktu itu. Kondisinya terlihat semakin parah, wajahnya begitu pucat dan badannya lemas sekali. Nampak jarum infus dan selang di sana sini. Kata dokter salah satu penyebab sakitnya itu karena banyak pikiran dan terlambat makan. 

     Saya kenal teman saya ini seorang yang rajin dan pekerja keras. Punya dedikasi dan jarang mengeluh. Setiap tugas yang diberikan selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Katanya bila sudah sibuk bekerja begitu, apalagi bila sedang deadline seringkali lupa mengisi perut, karena tak sempat terpikirkan bahkan tidak merasa lapar. 

     Rasanya kebiasaan seperti teman saya ini banyak juga yang mengalami, ya, termasuk saya. Seringkali ketika sudah keasyikan melakukan sesuatu, seperti menyelesaikan tugas yang sedang ditunggu atau lagi mood menulis, bahkan saat menonton serial kesayangan di Hotstar Disney atau Netflix sampai lupa kalau perut kosong dan waktunya minta diisi. Tahu-tahu aja berasa kenyang lagi (kenyang karena udara maksudnya, haha). Kalau sudah khusuk begitu, bawaannya gak kepikiran makan, selalu menunda dan menunda lagi. Nanggung deh, paling kelar nanti dikit lagi. Tapi demi melihat pengalaman teman saya ini rasanya jadi kayak ditampar, diingatkan, dengan suatu pesan yang sebenarnya gampang: Jangan telat makan.


Belajar dari Pengalaman Orang 

     Kalimat bijak mengatakan, selalu belajarlah dari pengalaman. Saya setuju banget dengan ini. Sebab dari pengalaman membuat kita mengerti dan mengalami sehingga dapat menjadi pembelajaran yang berarti. Namun pengalaman itu, pada beberapa kasus tentu tak harus dialami sendiri ya, terutama untuk pengalaman yang kurang baik, seperti kesalahan dan kebiasaan buruk. 

     Di banyak berita yang kita baca dan siaran di televisi seringkali menyiarkan hal yang bisa dipelajari termasuk dari pengalaman orang lain. Kasus-kasus yang menyedihkan, yang menimpa orang lain hendaknya bisa disaring agar tidak kita alami. Seperti kasus penipuan berkedok ibadah umroh dulu itu, penipuan dengan iming-iming bisa masuk PNS, pembobolan mobile banking, juga penculikan anak yang kini lagi marak bisa menjadi warning agar tetap waspada terhadap kemungkinan kejadian ini. Bagi saya ini merupakan cara belajar dari pengalaman orang lain, yang dapat mebuat kita lebih berhati-hati agar tidak mengalami hal yang sama. 

     Begitupun pengalaman orang lain mengenai kesehatannya, seperti pada teman saya tadi. Jika tidak mau terkena maag akut hingga harus opname di rumah sakit, sebaiknya tetaplah menjaga kesehatan dengan memperbaiki pola makan dan memperhatikan gaya hidup sehat. Boleh saja fokus dan loyal terhadap tugas dan pekerjaan, tapi tetap selalu ingat jangan lupa makan. Sebab kalau sudah drop dan tepar begitu, kita sendiri yang merasakan. 

     Saya sering bawel terhadap anak-anak dan bapaknya mengenai hal ini. Setidaknya mengingatkan waktu makan di grup whatsapp my family. Kalau ada yang belum merespon, saya akan tanya dan tanya lagi. Sesibuk apapun itu, tak boleh meremehkan masalah yang sepele ini karena bisa berakibat fatal. 

     Ya. Pengalaman orang bisa menjadi cermin yang mengingatkan agar tidak mengalami kesalahan serupa yang  merugikan. Semacam alarm begitulah, ya, sehingga mencegah terjadi kesalahan itu pada kita. Ibaratnya kalau diberi tahu di depan ada lubang, sebaiknya dihindari dan jangan ditabrak juga, sebab  pasti ada resikonya.  Kejebuur, haha. 

     Lepas dari itu, belajar dari pengalaman orang lain membuat kita bisa lebih bijak melakukan sesuatu untuk kebaikan bagi diri sendiri. Meluaskan pandangan agar terbuka dengan kenyataan lalu mencermati dalam bertindak dan bersikap lebih teliti. Menurutmu bagaimana? Pasti ada pengalaman buruk orang lain yang bisa dijadikan pembelajaran juga, kan? Belajar dari pengalaman orang lain memang tak ada salahnya.

      Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Kamis, 26 Januari 2023

Perjalanan Akhir Tahun untuk Refleksi dan Relaksasi

     Setiap libur akhir tahun bagi saya saatnya "menyepi" bareng keluarga kecil untuk refleksi sekaligus relaksasi. Mengingat perjalanan yang sudah dilalui dan membuat resolusi sendiri.

by. Nur Ida Zed

                                                            Foto: dok.pribadi @nuridazed

     Ketika banyak orang sibuk mencari tempat dan merencanakan perjalanan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri untuk liburan tahun baru di holiday season, saya tak pernah gundah karena cukup puas dengan perjalanan kecil yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Kebiasaan ini sudah dilakukan dari anak-anak masih kecil dulu hingga saat ini. Sengaja melewatkan waktu untuk "menyepi" dengan mencari destination yang akan membuat kami lebih dekat satu dengan lainnya.

     Selain itu karena di setiap akhir tahun biasanya kami sama-sama tak cukup memiliki waktu libur juga ya, sebab di momen itu malah sibuk dengan pekerjaan, deadline menumpuk dan rekap tahunan. Sementara  bapaknya, maksudnya suami juga paling bisa libur beberapa hari saja. Begitupun anak-anak, hari kedua tahun baru sudah masuk sekolah lagi. Kata Puan malah biasanya awal masuk gitu pasti diabsen dan takut kena poin, hehe, dia kan memang murid yang rajin dan patuh sama peraturan sekolah. Karena itu supaya win win solution, kita check in saja di hotel agar terasa benar suasana family time. Dan pilihannya tentu yang ada fasilitas kolam renang sehingga bisa bermain air sepuasnya sambil melepas kepenatan. Sekalian numpang mandi saat mengakhiri dan mengawali tahun baru nanti, hihi.

                                                        Foto: dok. pribadi

     Sebenarnya sih perjalanan kecil di akhir tahun ini tujuannya untuk refleksi dan relaksasi. Mengenai sebuah perjalanan keluarga kecil yang tentu memiliki banyak kisah sebagai proses pembelajaran dalam melalui kehidupan ini agar bisa saling bersinergi, berbagi tugas dan saling mendukung. Ibarat sebuah perahu, bapak bertindak sebagai nahkoda, saya navigatornya dan anak-anak para penumpang yang dibawa mengarungi lautan kehidupan ini. Jadi tugas saya sedikit berat, menyelaraskan arah jalan yang ada di depan, mengingatkan jika sedikit lengah atau membahayakan dan meyakinkan agar para penumpang tetap nyaman sampai tujuan. 

     Di saat ada gelombang yang bisa membuat perahu bergoyang, bahkan terkendala untuk melaju kencang, sebagai navigator harus sigap dengan alternatif jalan keluar yang membuat semua tetap merasa tenang. Pada perjalanan di setiap tahun akan memberikan pembelajaran dengan segala pengalaman yang berbeda. Oleh karenanya harus selalu siap manakala menghadapi situasi dan kondisi yang seringkali tak terkendali, tanpa diprediksi.


Yuk simak Podcast Morning Daughter episode Akhir Tahun: 

https://anchor.fm/nuridazed/episodes/Akhir-Tahun-e1spmqt


Masalah Anak Remaja

     Permasalahan yang muncul pada setiap anak sepertinya sama ya, sedikit ketegangan antara satu dengan lainnya dan  harus diselesaikan dengan bijaksana. Mungkin ketika masih pada kecil dulu, semua bisa cepat diatasi karena tak banyak kompromi dan bisa diselesaikan dengan mengatakan: Ayo saling memaafkan. Tapi menghadapi anak remaja tentu akan berbeda. Masing-masing memiliki cara pandang dan argumentasi yang kadang butuh pembuktian serta paparan idealismenya, sehingga sebagai orang tua harus bisa lebih bijaksana menghadapinya. Karena itulah menurut saya perlu family time dengan menyisihkan waktu bersama dalam kondisi rileks dan santai, alias healing time bareng sebagai sarana refleksi diri, saling terbuka apa maunya supaya lebih memahami sebagai satu keluarga. 

                                            foto: dok.pribadi @nuridazed

     Masalah kecil kadang bisa membuat kesal seperti ketika sang kakak bermaksud bercanda dengan keisengan  khasnya terhadap adik, tapi kemudian malah berbuntut pertengkaran yang harus didamaikan karena sama-sama ngeyel. Lucu juga ya. Dinamika anak laki-laki dan perempuan memang butuh penanganan tidak sama. Hal ini  kadang perlu sinkronisasi untuk kemudian menambah hangatnya kebersamaan. 

     Saya tentu tidak ingin menjadi orang tua yang egois dengan memaksakan kehendak kepada anak, terutama yang menyangkut masa depan dan cita-citanya. Ketika sang kakak lebih memilih jurusan IPS sewaktu di SMA dulu, saya tak bisa komplain karena memang sudah menjadi tujuan dan keinginannya, meski guru BK menyarankan mengambil eksakta. Begitu juga dengan si adik, Puan yang lebih memilih jurusan  IPA di SMA sekarang ini, saya hanya mendukung sepenuhnya dengan keputusannya itu. Bagi saya apapun itu hendaknya saling menghargai dengan passion masing-masing.

     Untung saja keduanya sama-sama suka olah raga, sehingga bisa saling kompak saat latihan atau berkegiatan yang melibatkan olah tubuh dan pikiran ini. Mereka bisa berdiskusi panjang lebar hingga lupa waktu, terutama saat menghadapi kejuaraan, karena sang kakak juga merupakan coach yang bisa mendampingi adiknya.  

     Saya selalu berpesan, bahwa adik harus menghormati sang kakak, sedangkan kakak musti menyayangi adiknya, sehingga eksistensi sebuah keluarga seperti bagian tubuh yang berbeda tempat dan posisi tapi tak bisa dipisahkan untuk tetap saling mendukung serta mengasihi dalam keadaan apapun. 

                                                            foto: dok.pribadi

      Ya. Perjalanan keluarga kecil ini dimulai dari sebuah komitmen antara saya dan suami yang kemudian bagaimana mendampingi anak-anak sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri. Sepanjang ini tentu tidak selalu mulus dan lancar seperti jalan tol yang bebas hambatan sampai tujuan ya, namun penuh liku dan up and down juga. Hanya setiap kali nyaris berhenti, selalu saling mengingatkan tujuan sebelum mengawali perjalanan ini. Barangkali inilah perlunya refleksi dan relaksasi. 

       Bahwa setiap perjalanan memiliki dua konsekwensi. Ketika berhasil dan menyenangkan, lanjutkan dengan tetap berserah diri, di saat menemukan kegagalan tak harus putus asa dan coba lagi. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, bila dilengkapi dengan kuah kare, taburan kacang, bawang goreng dan seledri, lalu dilengkapi dengan suwiran ayam goreng dan kerupuk pasti akan jadi bubur ayam yang rasanya enak sekali. Begitupun dengan perjalanan hidup ini, tentu tak ada yang sempurna, tapi setidaknya menjadi resolusi untuk lebih baik lagi. Selamat Tahun Baru yaa.


                                                dok.pribadi @nuridazed

           Salam sehat dan selalu semangat. ***NZ