Sabtu, 28 Februari 2026

Inspirasi Youtube untuk Informasi Kesehatan, Hiburan dan Motivasi

     Aplikasi youtube masih menjadi favorit penonton ketika ingin mencari informasi. Dari hal yang receh, hiburan, hingga pembelajaran dan motivasi semua bisa ditemukan di sini. Channel youtube yang sering saya kunjungi memberikan insight yang positif untuk menambah energi.

By Nur Ida Zed

                                                              Foto: dokpri @nuridazed

     Selain dari "Mbah Google",  ketika saya ingin mendapatkan informasi mengenai apapun biasanya juga searching di channel youtube. Meski banyak platform video yang kini bermunculan, namun youtube masih menjadi favorit saya sejak dulu. Bukan saja karena mudah diakses, tapi banyak hal yang bisa didapat dari platform berbagi video terbesar yang didirikan oleh Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim pada Februari 2005 ini. 

     Seperti info receh ( baca: praktis) tentang bagaimana cara menggoreng ikan supaya tidak berpendar, berbagai menu masakan dan cara membuatnya, hingga jalan-jalan, jajan serta tip n trik yang mengulas berbagai macam hal dari desain, info seputar otomotif, dunia kesehatan, olah raga, merawat tanaman serta yang lainnya. 


     Ketika mau mudik lebaran, misalnya, atau akan melakukan perjalanan jauh dengan mobil sendiri, saya mulai asik mencari info seputar otomotif bagaimana mencegah dan mengatasi mobil ketika over heat di jalan, apa saja yang perlu diketahui saat ada kendala hingga kemungkinan macet di jalan tol dan penuh di rest area. Berbagai info tentang kesehatan juga sering saya kulik di channel youtube karena sering melintas di fyp - for your page dan beranda saya. Beberapa gejala yang biasa dialami tentang suatu penyakit, bagaimana mengatasi saat tubuh terasa kurang fit, memilih makanan sehat untuk kondisi tertentu atau hal lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik serta psikis. 

     Lewat channel youtube para nakes seperti dokter, ners serta instansi kesehatan dan komunitas yang berbagi video seputar cara menangani masalah kesehatan yang sering dihadapi sehari-hari, serta upaya mencegah agar tetap sehat secara mandiri, hingga pengetahuan agar tetap waspada dan aware terhadap beberapa penyakit yang sering datang tanpa disadari. Seperti kemarin saat kakaknya mengalami cedera kaki ketika olah raga, kami sempat melihat rekomendasi penanganan melalui channel youtube Dr. Edbert @DrEdbert serta dr. Pras @dokterpras yang mudah dipahami. Dan menjadi lega karena ada tahapan yang perlu dimengerti hingga proses penyembuhan dan kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga membuat hati tenang dan tidak khawatir lagi.

     Info sehat juga biasa saya dapatkan di beberapa channel yang mengupas tentang gizi yang baik buat para ibu dan Gen Z serta diet sehat alami. Seperti channel Kata Dokter @katadokter, Alodokter @alodokter maupun Dunia Ade Rai @duniaaderai6302 yang memberi banyak ilmu dan paparan tentang asupan makanan sehat serta olahraga yang baik untuk menyeimbangkan tubuh dan mengelola pikiran. Dan ini membuat mindset saya tentang pentingnya mengatur pola makan dan olah raga menjadi lebih baik lagi. Maklum sih, karena sering lupa kalau sudah ada makanan enak di depan mata tanpa mempertimbangkan akibatnya buat metabolisme tubuh yang tidak muda lagi ini, haha. 

     Tak pelak, ketika saya butuh sesuatu yang menyangkut informasi yang menginspirasi, channel youtube menjadi salah satu "nara sumber" yang bisa menjadi pertimbangan juga. 


Inspirasi dan Motivasi

     Youtube yang merupakan platform video ini terasa lengkap menjadi tempat berbagi saat sedang mencari inspirasi dan motivasi. Begitu banyak channel yang dapat memberikan penyegaran untuk membuka wawasan sebagai penyejuk hati. 

     Ketika sedang gundah, misalnya, kita bisa mengulik channel youtube motivasi yang memberikan paparan berisi pentingnya mencintai diri sendiri (self love), membangun rasa percaya diri serta bagaimana kisah orang-orang sukses membentuk dirinya melalui proses panjang tak kenal menyerah dengan berbagai tantangan.  Kadang juga bisa didapatkan dari social experimen atau pengalaman nyata dari pejabat yang turun ke lapangan seperti channel Bapak Aing atau Kang Dedi Mulyadi Channel @kangdedimulyadichannel, milik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang seringkali menemui masyarakat bawah, melakukan aksi nyata untuk menangani berbagai solusi. Dengan begitu membuat jiwa terasa semangat lagi. Setidaknya memberikan sentuhan hati dan memantik rasa sosial serta kepedulian sehingga membuat kita tergerak dan merasa lebih bersyukur atas segala yang kita miliki. 


Informasi dan Hiburan

   Tak hanya informasi dan pembelajaran, saya juga kerap berselancar di channel hiburan lewat youtube ini. Sebagai platform yang banyak dikunjungi oleh banyak masyarakat di seluruh negeri, berbagai konten hiburan banyak diupload oleh para kreator untuk memenuhi keinginan pengunjungnya. Seperti film, podcast, cerita pendek, musik dan lagu- lagu.

   Saya bisa berlama-lama menikmati channel Densu, Denny Sumargo di podcast Curhat Bang Densu, Close The Door, podcast milik Deddy Cobusier saat membahas issue yang sedang hangat dibicarakan. Atau di Log In yang menayangkan perbincangan Habib Jafar dengan teman-teman seputar toleransi beragama yang dibuat ringan. Namanya juga hiburan. Sesekali juga nonton film, dan dengerin musik kesukaan lewat youtube.


Bijak Tanpa Hoax

     Kini hampir semua orang bisa mengupload dan memiliki akun channel youtube. Entah itu atas nama pribadi, komunitas, brand bahkan media mainstream sekalipun. Sebab selain menjadi tempat berbagi video yang efektif, dari channel youtube juga bisa mendapatkan penghasilan, karena bisa melibatkan pemirsa yang proaktif, iklan, adsense serta mendokumentasikan secara digital. 

                                                   Channel YouTube Nurida Zuhayanti

    Sayapun memiliki channel youtube: Nurida Zuhayanti @nuridazuhayanti644 yang awalnya menayangkan seputar berbagai aktivitas untuk dokumentasi berbagai momen sebagai hasil karya, terlebih seputar Dua Generasi, GenMom dan Gen Z. Beberapa episode di channel youtube maupun short yang saya buat juga memiliki banyak pengunjung. 

      Pesan saya tetap bijak dalam berselancar lewat media apapun, termasuk youtube serta bisa memisahkan antara mana yang merupakan informasi kebenaran serta mana yang hoax. Ibaratnya, cari tujuan awal yang baik lewat channel ini agar mendapatkan kebaikan juga. 


      Salam sehat dan selalu semangat.***NZ

Minggu, 22 Februari 2026

Minimalis dengan Mix and Match

    Gaya hidup minimalis tak hanya membuat hati tenang, tapi juga mengacu kreativitas untuk terus berkembang. Salah satunya lewat mix and match untuk beberapa kebutuhan, termasuk urusan penampilan. 

By Nur Ida Zed

                                                               foto dokpri @nuridazed

      Kalau boleh dikategorikan, saya sebenarnya orang yang simple, karena senang yang praktis dan minimalis. Nggak suka yang ribet dan bertele-tele, termasuk soal memilih barang serta penampilan. Saya lebih mementingkan fungsi dan kenyamanan. 

     Contohnya ketika teman-teman sibuk dengan hape keluaran terbaru, yang lagi hipe sampai ada yang indent juga waktu itu, saya tetap setia dengan hape lama, karena memang masih nyaman dan fungsional juga. Tidak tergoda untuk ganti, atau beli lagi hanya karena keinginan apalagi gengsi. Bukan saja sayang uangnya, tapi malas kalau harus beradaptasi, belajar lagi dengan fitur baru, memindahkan semua data, serta ini dan itu. Apalagi kata salah satu teman, hape canggihnya bikin ribet dan sedikit mumet bila belum terbiasa. Saya masih tetap bertahan dengan hape lama, android merek Samsung, yang beberapa tahun lalu pernah up juga. Tidak peduli dibilang kuno, toh masih bisa buat telponan, whatsApp, main medsos ala-ala dan yang lainnya. Inipun  banyak fitur yang ternyata belum "kejangkau" oleh saya sampai diberitahu anak-anak. 

     "Lha di hape mama kan ada nih," begitu kata putri saya ketika suatu saat tanpa sengaja mengomentari kelebihan yang dipromosikan sebuah merk terkenal di televisi. "Ohya?" Saya rupanya belum tahu. Dan inilah salah satu alasannya kenapa saya belum tertarik untuk ganti lagi, karena masih sesuai fungsi dan nyaman. Entah kalau nanti jadi berubah pikiran seperti karena kebutuhan. 


Mix n Match 

     Begitupun soal penampilan, saya bukan tim yang bingung mutusin harus pakai apa saat berpenampilan. Seperti  ketika setiap kali ada undangan yang mencantumkan dress code tertetu untuk melengkapi tema acara, saya biasanya lebih suka mix n match dengan yang sudah ada. Sesekali saja saat benar-benar tidak punya, barulah hunting cari ke mall atau toko online yang menjualnya. 

     Gaya hidup minimalis dengan teknik mix and match soal berpakaian (baca: penampilan) ini adalah gaya hidup yang fokus pada kualitas daripada kuantitas serta memaksimalkan fungsi dari barang yang ada. Jadi tak perlu bingung ketika di lemari sudah tersedia semua padanannya. 


Manfaat Gaya Hidup Minimalis

     Menurut saya banyak manfaat dari gaya hidup minimalis, termasuk dengan mix n match ini. Pertama tentu penghematan secara finansial, karena tak perlu mengeluarkan budget khusus dan terus menerus membeli pakaian baru untuk sekedar mengikuti trend. Sehingga ketika membeli sesuatu akan berpikir pada jangka panjang dengan mempertimbangkan kualitas seperti dari brand terpercaya yang jelas awet dan long lasting. Dengan begitu maka secara tidak langsung telah melakukan investasi kualitas. 

     Selanjutnya efisiensi waktu dan mental, atau bahasa kerennya dicision fatigue. Dengan memanfaatkan apa yang sudah kita punya, maka tidak perlu lagi menyiapkan waktu lebih buat membeli, mencari serta memilih-milih di tempat lain dan hanya memadu padankan saja sehingga lebih hemat waktu, tenaga dan pikiran kita. Dengan begitu juga akan mengurangi stres, karena tidak berpikir tentang banyak pilihan yang kadang membuat kelelahan mental saat memutuskan apa yang akan dilakukan. Tinggal sat set, cocok, ambil dan pakai.

    Lebih kreatif untuk tampil stylish. Minimalis dengan teknik mix n match ini menuntut untuk berfikir kreatif. Seperti ditantang dengan memadukan beberapa item dasar semacam baju, atasan bawahan serta jilbab atau kerudung yang sudah ada dan asesoris pelengkap semacam tas dan sepatu yang kita punya menjadi tampilan yang berbeda untuk setiap moment sesuai dengan karakter kita di setiap harinya. Ini membuktikan bahwa gaya yang modis dan stylish tidak harus bergantung pada banyaknya baju, tapi kecerdasan dan kreatifitas dalam memadukannya. Tak pelak gaya timeless yang dipilih akan memberikan sentuhan klasik minimalis yang tidak akan ketinggalan jaman. Dengan memakai koleksi pakaian yang disukai serta nyaman digunakan ini tentu akan memberiakan rasa lebih percaya diri. 


    Hidup minimalis dengan membeli lebih sedikit barang dan pakaian berarti mengurangi limbah tekstil yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, dengan tidak menambah barang lagi, maka ruang serta lemari juga menjadi lebih lega dan rapi. Tidak ada tumpukan pakaian yang seringkali membuat riweh sehingga mengurangi clutter atau kekacauan fisik di rumah, yang akan berdampak pada ketenangan mental kita. Mix n match membuat kita memaksimalkan pakaian yang ada untuk menciptakan keseimbangan antara penampilan yang tetap stylish namun hidup tetap sederhana. 

      Ya. Menerapkan gaya hidup minimalis atau sederhana memang susah-susah gampang. Kadang harus bisa menahan keinginan dan lebih mengedepankan kebutuhan serta nilai manfaat dari setiap hal yang dibeli dan dikonsumsi. Namun sebenarnya sangat positif saat mau menerapkannya sehingga menjadi biasa melakukannya. Saya sendiri sudah terbiasa menerapkan ini karena role model orang tua, dan ingin menularkan juga pada anak-anak sebagai orang tua. 

     Minimalis bukan saja masalah hemat semata, tapi lebih pada pemikiran yang smart dan perilaku bijak dengan memanfaatkan barang yang ada, yang kita punya. Dan ini akan membawa pada sikap untuk selalu mensyukuri apa pun yang dimiliki serta upaya lebih mencintai diri sediri. 

     Salam sehat dan selalu semangat.***

Sabtu, 14 Februari 2026

Musik dan Film untuk Recharge Energi

       Memberi ruang untuk diri sendiri kadang bisa membuat mental lebih sehat, begitu kata orang bijak. Manakala sedang sendiri, pikiran terkoneksi lewat kejujuran yang ada di dalam hati. Lalu apa yang biasa dilakukan untuk recharge energi seperti ini?

by Nur Ida Zed

Foto dokpri @nuridazed


     Ada kalanya di saat sendiri kita ingin santai menikmati me time sembari memanjakan pikiran setelah sibuk dengan berbagai kegiatan. Tak ada agenda yang membuat pressure tentang deadline dan tugas yang menumpuk untuk segera diselesaikan. Di saat itulah biasanya kita meluangkan waktu untuk melakukan hal yang membuat senang dan bahagia. 

    Berbagai keseruan yang memberikan point untuk tujuan healing sekaligus afirmasi diri agar membuat kita dapat terkoneksi antara pikiran dan hati. Teman saya pernah cerita, dia suka bersih-bersih rumah saat berada di situasi ini. "Kalau lagi sendiri saya senengnya bebenah, "katanya, dengan begitu merasa puas setelah melihat ruangan yang berantakan menjadi bersih lagi. Kadang merubah interior rumah agar merasa berbeda dan baru lagi. Katanya, kadang ia justru pernah menemukan benda atau barang kesayangan yang dulu telah hilang dan dilupakan sehingga bisa kembali memberikan kesenangan. 

     Saat sendiri, ada yang suka jalan tak tentu arah dan tujuan. Pokoknya mencari tempat yang enjoy buat ngelamun sendirian. Entah itu di tengah keramaian, di perpustakaan atau hanya puter-puter saja cari angin sambil menikmati suasana jalan, karena dari situ kadang bisa menemukan ide untuk membuat sesuatu yang mungkin sebelumnya tak terpikirkan. Saya merasa perlu recharge energi, katanya, karena dengan jalan-jalan seperti itu terkadang dapat menemukan hal-hal yang tak sempat disadari, contohnya sebentuk rasa penuh syukur dengan segala berkah tanpa mengeluh akan keberadaannya sekarang. Suasana di jalan banyak menginspirasi dan memberikan pelajaran tentang kehidupan, begitu alasannya. 

     Dan setiap orang tentu memiliki cara masing-masing ketika sedang sendiri. Kalau saya kadang suka membaca dan menulis tentang apa saja yang ingin saya tuang, misalnya di blog, di podcast serta di catatan kecil semacam diary di notes hape. Meski tidak secara rutin, kebiasaan ini setidaknya bisa membuat kesenangan tersendiri. Kadang saya baca-baca lagi, saya lanjutkan dengan buah pikiran dan hati, atau mengingat lagi apa-apa yang perlu di garis bawahi.


Menikmati Musik Di Spotify

     Tak bisa dipungkiri saat sendiri saya senang menikmati musik dan mendengarkan lagu-lagu kesayangan seperti di youtube dan spotify. Bila sedang libur begitu, bisa sambil selonjoran di kamar, atau melakukan aktivitas ringan, termasuk saat santai dan tidak ngapa-ngapain. Musik dan lagu menjadi teman yang dapat menambah mood, menghilangkan penat serta healing berjam-jam. Mendengarkan musik dan lagu sudah menjadi bagian dari hidup ini untuk memberi stimulasi dan menambah energi.

     Kadang di depan televisi, atau lewat tab serta hape berselancar mengumpulkan lagu-lagu sesuai suasana hati. Hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, sejak masih remaja, juga ketika mahasiwa hingga saat ini. Lagu-lagu klasik yang tetap ngehit semacam bethouven, mozart dan santorini suka saya dengarkan ketika hati sedang sedikit gundah karena bisa menenangkan. Juga lagu-lagu ballade, pop, jazz, bahkan melankolis hingga slow rock bisa saya dengarkan berkali-kali. Entah. Saya selalu menyenangi berbagai genre musik dengan banyak lagu dan kadang bisa jadi baper alias terbawa perasaan bila liriknya menyentuh hati. 

     Ketika ingin terbawa pada suasana religi, dimana banyak syair yang memberi motivasi bernuansa Islami dengan menyebut nama Allah, seperti Bismillah for Today, Insya Allah Good Things Come yang dilantunkan Makin Azfah serta lagu-lagu dari Maher Zain membuat saya begitu dalam memaknainya sehingga "kena" di hati, sehingga tak bosan-bosan saya mendengar dan memutarnya lagi dan lagi. Sungguh, saya merasa ada dalam sajian musik dan syair di lagunya. 

     Selain itu, lagu yang memiliki ketenaran dan populer pada masanya bisa membawa pada banyak kenangan yang membuat kita menjadi semangat lagi.  Musik dan lagu seolah menyatu dan mengalir lewat dentum hati setiap kali mendengarnya. Dan ini menjadi teman juga dikala saya sedang butuh pemantik untuk memotivasi diri. 

     Buat saya mendengarkan musik menjadi salah satu hal yang dapat memberi energi saat menghadapi kondisi dan situasi apapun. Dengerin musik dan lagu dapat memberikan stimulasi positif buat menjaga mood dan inspirasi bagi jiwa yang sedang ingin disentuh dengan alunan nada agar menambah keimanan di hati. Sambil dengerin musik dan lagu kesukaan saya juga bisa menulis atau membaca buku kesukaan. 


Nonton Serial dan Film di Channel TV

     Selain itu, nonton serial dan film di channel TV juga menjadi bagian yang saya sukai saat sedang sendiri. Karena layanan Indihome yang memberikan banyak alternatif tontonan yang menarik ini hingga membuat saya betah berlama-lama di depan televisi. Banyak yang bisa saya lahap seperti drama Korea, Jepang, China ataupun filmnya yang bisa menambah wawasan dan menghibur saya.  

    Kalau dulu mungkin saya pernah heran kenapa ada orang yang gemar nonton drakor atau cerita serial lain betah mengikuti hingga berpuluh episode, ternyata ketika saya menemukan cerita yang pas, asyik juga menikmatinya. alur cerita yang dibalut dalam intrik dan strategi yang menarik membuat saya enggan melepaskan begitu saja haha. 

     Tak hanya cerita dan penokohan yang bagus, di serial Korea, Jepang dan China ini juga banyak mengajarkan makna kehidupan, latar belakang keluarga, kekompakan dan nilai kebaikan lain yang dapat diambil serta kental dengan budayanya. Semua ini bisa menyiratkan pelajaran hidup yang membuat kita menjadi lebih bijak ketika menghadapi dunia nyata. Agaknya film dan serial mereka dibuat melalui riset mendalam, sehingga setiap adegan dan ceritanya begitu mengalir dan menarik buat penontonnya, meski itu bergenre komedi juga. 

     Ya. Saat sendiri, saya kerap menghabiskan waktu untuk recharge energi dengan kegiatan ringan dan menyenangkan. Sendirian bukan berarti kita ingin jauh dari keramaian bahkan antisosial, tapi ketika sedang sendiri kita menjadi lebih bisa memahami diri sendiri, untuk kemudian introspeksi lalu banyak bersyukur atas semua berkah yang telah diberikan olehNya hingga saat ini. Bahkan penelitian juga menyebut bahwa orang yang nyaman dengan kesendirian cenderung lebih mengenal dirinya, lebih stabil secara emosional dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

     Sesekali asyik dengan diri sendiri untuk recharge energi seperti ini memang perlu agar mental menjadi lebih sehat lagi. Selalu berusaha hidup seimbang supaya tetap merasakan  kebahagiaan untuk diri sendiri. 

     Salam sehat dan selalu semangat.*** NZ


Sabtu, 07 Februari 2026

Plus Minus Circle Pertemanan

       Selain keluarga, teman juga bisa menjadi support system yang bisa mempengaruhi kehidupan kita. Teman yang baik bisa menjadi inspirasi, serta motivasi ke arah positif, begitu juga sebaliknya. Lalu apa plus minus dalam circle pertemanan? 

By Nur Ida Zed

Photo by pinterest

     Ada kalimat bijak yang sering dikemukakan soal pertemanan ini,  yakni: Mencari teman memang mudah apabila itu teman suka. Sebaliknya begitu sulit ketika sedang berduka. Ya, saat berjaya banyak teman yang berada di dekat kita. Menyanjung, memuja bahkan mendukung seolah selalu ada. Namun saat jatuh dan terkena musibah, misalnya, teman mana yang masih mau peduli dan mengerti, apalagi memeluk dengan ketulusan hati? 

     Pada kenyataanya, teman memiliki banyak sekali tujuan di dalam kehidupan ini. Dan circle pertemanan (baca: kelompok sosial) yang merupakan kelompok individu yang memiliki kesamaan dalam pola pikir dan tujuan akan memberikan pengaruh terhadap kepribadian seseorang. 

     Percaya atau tidak saat kita berada dalam circle pertemanan, maka akan berdampak juga pada diri kita. Dulu ketika masih single, saat  aktif bekerja dan fokus pada karier semata, circle pertemanan saya dari berbagai kalangan, terutama yang menunjang dalam soal pekerjaan. Kesamaan hobi yang butuh tantangan, serta hal yang lebih pada meraih pencapaian, antara ambisi dan passion. Kemudian saat menjadi ibu, bertambah lagi dengan mereka yang memiliki pola pikir yang sama, soal anak dan perkembangannya, begitupun ketika mereka mulai remaja dan disebut para Gen Z. 


    Circle pertemanan ditandai dengan intensif kita berkomunikasi dan berhubungan entah itu lewat pertemuan langsung atau lewat aplikasi dan media sosial yang kini kian marak seperti ig-instagram, tiktok bahkan whatsapp group. Setidaknya keep contact meski hanya dengan tanda: love atau like. Beberapa circle pertemanan saya yang tetap keep contact antara lain karena sama-sama eks-mantan pengurus/komite di sekolah anak.  Di SMPN 41 Jakarta dan SMAN 34 Jakarta. Karena ingin tetap terjalin silaturahmi, maka sepakat membuat arisan tiap bulan, bahkan salah satunya saya jadi bendahara. 

     Tak hanya sebagai wadah arisan semata, kumpulan para ibu ini juga suka membahas soal tema yang lagi hangat dibicarakan saat ini, terutama mengenai hal yang menyangkut anak-anak kita yang beranjak remaja. Juga menjadi ajang diskusi berbagai hal yang menyangkut perempuan, para ibu berdaya dan saling support untuk bisnisnya. Bahkan dari situ bisa memantik ide untuk berkarya, seperti tema dalam podcast saya; Podcast Morning Daughter, yang memang punya tag line: Bincang Ringan Dua Generasi, GenMom dan Gen Z. Meski tak selalu bertemu setiap bulan saat puteran, dan seringkali hanya  via online saja, tapi kedekatan itu tetap terasa. 

    "Besok kita cobain resto di Kebayoran, ya," kata salah satu teman ketika merasa kangen untuk berjumpa. Biasanya disepakati waktunya agar semua bisa datang. Tapi kalau tidak juga buat yang bisa saja, dan harus maklum bila ada yang ijin karena ada keperluan. Circle pertemanan yang tidak mengikat, dibuat santai untuk sarana healing bareng dan silaturahmi saja, sehingga awet hingga tujuh tahun ini, dari anak- anak kita SMP sampai mahasiswa sekarang ini. Tak ada yang merasa "paling" sendiri, semua atas dasar silaturahmi dan saling memahami.



Jangan pilih-pilih teman, benarkah?

     Kalau ada yang bilang jangan pilih-pilih teman, mungkin nasehat ini bisa benar ketika dalam suasana tertentu, seperti di situasi yang baru dengan kondisi tertentu. Misalnya ketika dalam kelompok besar, lalu diharuskan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, maka membaur dengan semua teman itu menjadi keharusan (baca: keniscayaan) Agar kita bisa mengenali situasi sekitar dan tidak menjadi insecure. Selain itu kita juga tak pernah tahu teman yang mana yang dapat mensupport dan membantu.

     Namun dalam konsep pertemanan, memilih teman yang  satu frekwensi, sevisi misi rasanya lebih bijak dilakukan. Karena circle dalam pertemanan ini akan dapat mempengaruhi karakter dan jati diri kita juga. Berteman dengan orang-orang baik, maka bisa membuat kita menjadi lebih baik, begitupun sebaliknya. 

     Saya sering menasehati anak- anak untuk tetap "memilih" teman dalam kebaikan. Karena di masa usia mereka kadang bisa saja salah memilih teman dan terpengaruh teman akan berakibat kurang baik buat perkembangan dirinya. Misalnya dalam pergaulan dan berkegiatan. Biasanya mereka akan mengenalkan saya dengan circle pertemanannya, setidaknya saya tahu anak-anak berteman dengan siapa. Teman di kampus yang satu fakultas, teman di kegiatan Marching Band, BEM-Badan Eksekutif Mahasiswa di departemen Olahraga, bahkan circle pertemanan saat masih SMA. Kadang saya tanya, bagaimana kabar mereka, yang sekarang jarang ketemu karena kesibukan meski ada yang satu kampus. Tak apa, suatu saat jika dewasa, pertemanan seperti ini akan bermanfaat juga, asal selalu menjaga silaturahmi yang baik.


Mendukung dan Menghargai

     Teman yang baik akan selalu mendukung dan mensupport kita dengan tulus dalam kebaikan. Mendukung impian dan usaha kita, serta menghargai perbedaan dan keunikan masing-masing. Tak pernah menyerang dan membuat distraksi yang menjadikan kita hoppless apalagi down

     Memahami saat kita mulai bertumbuh, apalagi bisa bersama dalam bertumbuh dengan memberi masukan yang positif meski dalam diam, baik di depan kita atau pun saat di belakang kita. Tak ada kata bermuka dua, baiknya di depan kita, di belakang justru menjekkan bahkan menusuk demi keuntungan dirinya.


Jujur dan Terbuka

     Kejujuran dan keterbukaan menjadi pondasi circle pertemanan yang sehat. Teman yang positif akan memberikan kritik yang positif dan membangun serta berbagi pengalaman dengan tulus. Memberi pengaruh yang baik dan menularkan vibe positif sehingga membentuk energi positif untuk kebaikan dan kemaslahatan.

     Mengingatkan saat teman terpengaruh oleh hal buruk dan mendukung ketika ia berusaha bangkit. Berusaha menjadi teman yang baik di saat suka maupun duka, dengan rasa empati dan kejujuran yang ada. Bisa menjadi pendengar yang baik di kala teman butuh cerita, dan saling mendoakan dengan hati terbuka.


Tinggalkan circle pertemanan yang toxic

     Ketika menemukan circle petemanan yang toxic, sebaiknya tinggalkan dan jauhi agar tidak terpengaruh lebih jauh ke dalamnya. Ya, seringkali kita tidak merasa bahwa teman itu toxic alias memberi pengaruh buruk. Seperti hal yang tidak kita suka, sehingga tidak lagi membuat nyaman saat berada di lingkarannya. Teman yang cenderung egois, selalu bossy dan suka flexing tentu membuat suasana silaturahmi jadi tak enak lagi. Circle semacam ini tidak membuat kita bertumbuh, namun memberikan pressure yang "membunuh". 

     Semakin lama rasanya semakin sempit circle pertemanan kita ya, dan ini hal yang wajar karena kehidupan terus berkembang sesuai kebutuhan masing-masing. Teman yang saling terhubung di dunia modern tidak harus bisa bertemu setiap saat. Yang terpenting adalah saling mendoakan dan mensupport dalam kebaikan. Namun harus tetap waspada ya dengan kalimat: teman makan teman, karena ternyata hal ini banyak juga kejadiannya. 


    Teman dan circle perteman itu termasuk portfolio kita. Dia bisa menjadi rekomendasi yang baik saat membutuhkannya. Dalam pekerjaan, misalnya, ketika klien memerlukan tim untuk mengerjakan project, setidaknya kita bisa menghubungi temen yang sudah dikenal baik kredibilitas dan profesionalitasnya. Satu lagi, teman bisa memberi warna dalam hidup kita. Nah, bagaimana circle pertemanan  kalian?


     Salam sehat dan selalu semangat.***NZ