Rabu, 16 Juli 2025

Tentang Balas Budi

     Tindakan membalas kebaikan merupakan cerminan rasa syukur yang layak diajarkan pada anak sejak dini. Balas budi akan membantu menjaga hubungan baik dan menciptakan lingkungan yang positif.

by Nur Ida Zed


                                            pict. by Dvine Adinda


    "Jadi dibelikan apa buat ulang tahun Vea?" tanyaku pada Puan saat kami sedang mengitari Miniso untuk mencari kado buat temennya, Vea yang dua hari lagi akan berulang tahun. Putri saya lalu memilihkan barang yang sekiranya disukai oleh temannya itu. Tepatnya salah satu sahabatnya sejak SMA dulu, yang kini sama-sama sudah menjadi mahasiswa meski beda fakultas. Beberapa bulan lalu, ketika dia ulang tahun, temennya ini juga memberi hadiah spesial, sehingga ia ingin membalasnya. Kado kecil, sebagai bentuk perhatian karena temannya itupun telah memberikan perhatian.

    Begitulah, dalam berteman adakalanya perlu membalas kebaikan agar  menjaga silaturahmi tetap aman. Tak hanya sebentuk kado, tapi juga kebaikan lain seperti suport dan dukungan disaat kita sedang membutuhkan. Seperti ketika sedang terpuruk dan butuh pertolongan meski sekadar nasehat yang menenangkan. Atau pelukan dan tempat curhat di saat sedang memerlukan sandaran bahkan teman untuk mendengar.

    Berbalas menjadi kata yang menyejukkan untuk sebuah hubungan, tak hanya pada teman, sahabat, tetangga bahkan saudara dan orang tua. Pada tetangga kadang kita suka membalas saat menerima hantaran pada perayaan hari raya, begitu juga pada saudara. Pada orang tua, kebaikan yang tak kan terbalas karena telah memberikan kasih sayang yang utuh dari kita lahir sampai sekarang.

    

Balas Budi Tak Harus Materi

    Pentingnya membalas budi tidak semata-mata untuk menjaga hubungan baik, silaturahmi yang sudah terjalin sekian lama dan menciptakan lingkungan yang positif. Tapi lebih dari itu, balas budi selalu dilakukan oleh orang yang mengerti akan makna menghargai dan dihargai. Ketika seseorang merasa dihargai atas kebaikannya, mereka cenderung akan lebih termotivasi untuk terus berbuat baik. 

    Membalas budi tidak harus selalu berupa materi ya, tapi bisa dengan cara sederhana seperti mengucapkan terimakasih yang tulus dari dalam hati, atau sekedar memberikan perhatian. Kepada orang tua misalnya, salah satu cara membalas budi bisa dengan menuruti segala nasehat yang baik, menghormati dan menjaga nama baik keluarga, juga mendoakan di setiap kesempatan untuk mereka.

    Dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh serta menjadi anak yang baik dan berprestasi juga salah satu upaya balas budi. Seorang Christiano Ronaldo, atlet sepak bola terkenal dan kaya raya itu lebih memilih berbakti kepada ibunya untuk balas budi. Karena ibu telah berjuang dan berdoa sejak ia kecil hingga sukses sekarang ini. "Jika dihitung dengan kebaikannya, rasanya tak sebanding balasan yang kuberi," begitu kata Sang Superstar. Sungguh seperti pepatah yang mengatakan: hutang uang bisa dibayar kontan, hutang budi dibawa mati.  


Mengingat Budi Untuk Tahu Diri

    Tentang balas budi, selalu dikaitkan dengan kebaikan dan pertolongan. Kebaikan yang diberikan seseorang membuat kita merasa perlu membalasnya dengan kebaikan pula. Dan hal baik ini akan menebar kebaikan dimana-mana. Begitu juga pertolongan yang diulurkan untuk membantu sesama yang membutuhkan, akan berdampak pada hal positif yang berpengaruh pada lingkungan yang baik juga. Kebaikan membantu menjadikan dunia tempat yang lebih bahagia. 

    Sebuah penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa melakukan tindakan kebaikan dapat meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi stres sehingga dapat meningkatkan kepuasan hidup  (Lyubomirsky & Layous, 2013). Kebaikan sesungguhnya menumbuhkan kesejahteraan emosional bagi penerima maupun pemberi.

   Ketika seseorang menerima kebaikan dan membalasnya dengan kebaikan, maka akan semakin besar kebaikan yang diciptakan. Kebaikan yang ditanamkan pada anak akhirnya dapat menjadi pemicu untuk selalu menumbuhkan budi pekerti yang baik dan karakter positif di kemudian hari.

    Pernah mendengar cerita tentang seekor singa, Si Raja Hutan yang berbuat kebaikan dengan membiarkan seekor tikus bebas tidak jadi dimangsa? Kemudian di lain kesempatan, tikus membalas budi singa dengan membebaskannya dari jaring pemburu dengan menggigiti jaring itu dengan gigi kecilnya. Sungguh, binatang pun seolah mengerti tentang konsep balas budi. Kalau bisa, jangan sampai melupakan kebaikan sehingga menjadi orang yang tidak tahu diri. 

    Bagaimana menurut kalian?

    Salam sehat dan selalu semangat.***NZ



Tidak ada komentar:

Posting Komentar