Gaya hidup minimalis tak hanya membuat hati tenang, tapi juga mengacu kreativitas untuk terus berkembang. Salah satunya lewat mix and match untuk beberapa kebutuhan, termasuk urusan penampilan.
By Nur Ida Zed
foto dokpri @nuridazedKalau boleh dikategorikan, saya sebenarnya orang yang simple, karena senang yang praktis dan minimalis. Nggak suka yang ribet dan bertele-tele, termasuk soal memilih barang serta penampilan. Saya lebih mementingkan fungsi dan kenyamanan.
Contohnya ketika teman-teman sibuk dengan hape keluaran terbaru, yang lagi hipe sampai ada yang indent juga waktu itu, saya tetap setia dengan hape lama, karena memang masih nyaman dan fungsional juga. Tidak tergoda untuk ganti, atau beli lagi hanya karena keinginan apalagi gengsi. Bukan saja sayang uangnya, tapi malas kalau harus beradaptasi, belajar lagi dengan fitur baru, memindahkan semua data, serta ini dan itu. Apalagi kata salah satu teman, hape canggihnya bikin ribet dan sedikit mumet bila belum terbiasa. Saya masih tetap bertahan dengan hape lama, android merek Samsung, yang beberapa tahun lalu pernah up juga. Tidak peduli dibilang kuno, toh masih bisa buat telponan, whatsApp, main medsos ala-ala dan yang lainnya. Inipun banyak fitur yang ternyata belum "kejangkau" oleh saya sampai diberitahu anak-anak.
"Lha di hape mama kan ada nih," begitu kata putri saya ketika suatu saat tanpa sengaja mengomentari kelebihan yang dipromosikan sebuah merk terkenal di televisi. "Ohya?" Saya rupanya belum tahu. Dan inilah salah satu alasannya kenapa saya belum tertarik untuk ganti lagi, karena masih sesuai fungsi dan nyaman. Entah kalau nanti jadi berubah pikiran seperti karena kebutuhan.
Mix n Match
Begitupun soal penampilan, saya bukan tim yang bingung mutusin harus pakai apa saat berpenampilan. Seperti ketika setiap kali ada undangan yang mencantumkan dress code tertetu untuk melengkapi tema acara, saya biasanya lebih suka mix n match dengan yang sudah ada. Sesekali saja saat benar-benar tidak punya, barulah hunting cari ke mall atau toko online yang menjualnya.
Gaya hidup minimalis dengan teknik mix and match soal berpakaian (baca: penampilan) ini adalah gaya hidup yang fokus pada kualitas daripada kuantitas serta memaksimalkan fungsi dari barang yang ada. Jadi tak perlu bingung ketika di lemari sudah tersedia semua padanannya.
Manfaat Gaya Hidup Minimalis
Menurut saya banyak manfaat dari gaya hidup minimalis, termasuk dengan mix n match ini. Pertama tentu penghematan secara finansial, karena tak perlu mengeluarkan budget khusus dan terus menerus membeli pakaian baru untuk sekedar mengikuti trend. Sehingga ketika membeli sesuatu akan berpikir pada jangka panjang dengan mempertimbangkan kualitas seperti dari brand terpercaya yang jelas awet dan long lasting. Dengan begitu maka secara tidak langsung telah melakukan investasi kualitas.
Selanjutnya efisiensi waktu dan mental, atau bahasa kerennya dicision fatigue. Dengan memanfaatkan apa yang sudah kita punya, maka tidak perlu lagi menyiapkan waktu lebih buat membeli, mencari serta memilih-milih di tempat lain dan hanya memadu padankan saja sehingga lebih hemat waktu, tenaga dan pikiran kita. Dengan begitu juga akan mengurangi stres, karena tidak berpikir tentang banyak pilihan yang kadang membuat kelelahan mental saat memutuskan apa yang akan dilakukan. Tinggal sat set, cocok, ambil dan pakai.
Lebih kreatif untuk tampil stylish. Minimalis dengan teknik mix n match ini menuntut untuk berfikir kreatif. Seperti ditantang dengan memadukan beberapa item dasar semacam baju, atasan bawahan serta jilbab atau kerudung yang sudah ada dan asesoris pelengkap semacam tas dan sepatu yang kita punya menjadi tampilan yang berbeda untuk setiap moment sesuai dengan karakter kita di setiap harinya. Ini membuktikan bahwa gaya yang modis dan stylish tidak harus bergantung pada banyaknya baju, tapi kecerdasan dan kreatifitas dalam memadukannya. Tak pelak gaya timeless yang dipilih akan memberikan sentuhan klasik minimalis yang tidak akan ketinggalan jaman. Dengan memakai koleksi pakaian yang disukai serta nyaman digunakan ini tentu akan memberiakan rasa lebih percaya diri.
Hidup minimalis dengan membeli lebih sedikit barang dan pakaian berarti mengurangi limbah tekstil yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, dengan tidak menambah barang lagi, maka ruang serta lemari juga menjadi lebih lega dan rapi. Tidak ada tumpukan pakaian yang seringkali membuat riweh sehingga mengurangi clutter atau kekacauan fisik di rumah, yang akan berdampak pada ketenangan mental kita. Mix n match membuat kita memaksimalkan pakaian yang ada untuk menciptakan keseimbangan antara penampilan yang tetap stylish namun hidup tetap sederhana.
Ya. Menerapkan gaya hidup minimalis atau sederhana memang susah-susah gampang. Kadang harus bisa menahan keinginan dan lebih mengedepankan kebutuhan serta nilai manfaat dari setiap hal yang dibeli dan dikonsumsi. Namun sebenarnya sangat positif saat mau menerapkannya sehingga menjadi biasa melakukannya. Saya sendiri sudah terbiasa menerapkan ini karena role model orang tua, dan ingin menularkan juga pada anak-anak sebagai orang tua.
Minimalis bukan saja masalah hemat semata, tapi lebih pada pemikiran yang smart dan perilaku bijak dengan memanfaatkan barang yang ada, yang kita punya. Dan ini akan membawa pada sikap untuk selalu mensyukuri apa pun yang dimiliki serta upaya lebih mencintai diri sediri.
Salam sehat dan selalu semangat.***