Sabtu, 09 Januari 2021

Temukan Grit Lewat Passionmu


        Bila ingin sukses tak cukup hanya mengandalkan passion. Butuh Grit agar dapat bertahan dan terus bangkit dalam situasi apapun.

by. Nur Ida Zed

 

                                                                    Foto:dokpri @nuridazed

        Ketika menekuni sebuah pekerjaan, passion sangatlah dibutuhkan ya, sebab dengan begitu kita akan senang  melakukannya sehingga hasilnya nanti  akan lebih optimal. Passion atau minat serta bakat yang dimiliki oleh seseorang dari lahir menjadi penting, apalagi jika dikaitkan dengan pekerjaan. Tak heran ketika menemukan banyak orang yang sukses dalam karier dan bisnisnya tidak selalu sesuai dengan latar belakang pendidikan atau ilmu pengetahuan yang ditekuni tapi berdasar pada hobi dan kesukaannya.

        Sementara Grid lebih pada kegigihan untuk bertahan dan mengaktualisasi diri terhadap apapun yang terjadi sehingga mampu segera bangkit dan berinovasi. Seorang Profesor psikologi bernama Angela Duckworth menyebutkan bahwa passion yang dipadukan dengan kegigihan dan ketekunan atau grit ini akan membawa pada kesuksesan yang sebenarnya. Lalu, apa sih passionmu dan sudahkah menumbuhkan gritmu ?

 

Kenali Minat Lebih Dulu

        Kegemaran menulis sejak kecil membuat saya merasa punya minat di bidang ini sehingga tujuan utama dalam mendapatkan pekerjaan juga tak jauh dari itu. Entah kenapa karena suka, seneng, seingat saya dari Sekolah Dasar nilai Bahasa Indonesia  selalu di atas rata-rata,  apalagi ketika ada tugas harus menyelesaikan sebuah karangan dalam bentuk cerita, fiksi dan non fiksi semacam perjalanan, puisi, naskah drama atau karya tulisan dalam bentuk lain.

        Pernah sih mencoba memilih bidang lain, seperti waktu itu di entertainment dengan label Taffienda ketika mengerjakan project Kuis Citra Rasa di sebuah stasiun televisi swasta, tapi tak bertahan lama karena hanya berbekal passion dan kurang mengelola grid , terutama yang datang dari luar. Merasa kurang gigih untuk berkompetisi di dunia pertelevisian waktu itu, karena masih muda juga belum banyak pengalamannya sehingga hanya bertahan sampai 26 episode saja. Tak apa, barangkali bisa mencari kesempatan lain, aamiin.   

        Menulis membuat saya merasa lebih nyaman.  Ya, toh tidak harus pure sebagai  penulis yang kerjanya benar-benar nulis saja, tapi banyak bidang yang  berbasis  dari dunia tulis menulis, semacam naskah drama, film, skrip atau rencana program suatu acara bahkan podcast dan apapun itu yang akhirnya memiliki kaitan dengan tulisan.

        Saat mendapatkan tugas atau pekerjaan seperti itu  akan  saya lakukan  dengan senang dan bahagia. Bahkan awalnya tak semata untuk uang saja,  tapi sekaligus karena mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan  yang menjadi passion tadi itu,  dan merasa enjoy saat mengejakannya.

 

Temukan Gritmu

        Setelah mengenali minat dan bakat yang diberikan Tuhan untukmu, sebaiknya mengembangkan diri lewat grid. Apakah itu? Menurut psikolog Angela Duckworth dalam bukunya GRIT: The Power of Passion and Perseverance,  untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan kekuatan passion yang berkaitan dengan kegigihan seseorang atau Grit. Saat sudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion atau minat dan bakat, tidak lalu tenang dan merasa nyaman dengan itu. Sebab banyak tantangan yang harus dialami untuk mempertahankannya, dan ini perlu kegigihan atau bisa disebut greget.

        Dalam satu kantor saja ada beberapa kendala yang seringkali  dihadapi, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Kebosanan dan rasa kurang sabar adalah salah satunya. Saat sudah merasa nyaman dengan pekerjaan, seringkali merasa cepat puas dan merasa tidak harus menggali potensi diri karena takut dan tak punya nyali. Padahal di era seperti ini, ada banyak kesempatan dan peluang agar dapat mengembangkan diri lebih baik lagi.

        Teman saya seorang apoteker sudah merasa puas dengan jenjang kariernya selama ini. Saat ada peluang, dia tidak mau menerima tantangan untuk membuka apotik sendiri karena merasa ragu dengan kemampuannya bersaing dengan kompetitor lain dalam mengembangkan bisnis. Padahal kalau mau dan memiliki grid pasti akan menerima tantangan ini karena akan dapat lebih sukses dan menguntungkan.

        Grit juga dibutuhkan saat menghadapi masa pandemi seperti sekarang ini. Karena siapapun dapat mengalami keterpurukan, atau penurunan penghasilan bahkan kehilangan pekerjaan dan yang lainnya sehinggu butuh kekuatan dan kegigihan untuk menghadapi semuanya. Juga diperlukan segera move on serta bangkit menghadapi kenyataan lalu mencari pekerjaan, berkarya dan menghasilkan lagi. Grit yang dimiliki oleh seseorang akan membuatnya makin kuat dan mampu mengantisipasi dari berbagai kondisi dan keadaan. Bahkan segala kesulitan justru bisa dijadikan inovasi jalan keluar yang lebih baik lagi.

 

Seimbangkan Selalu

         Antara passion dan grit sebaikya harus seimbang pada diri seseorang. Ketika sudah menemukan passion dalam profesi dan pekerjaan, sebaiknya diikuti dengan grit untuk mengembangkan diri dan mempertahankan. Passion saja tentu belum  cukup untuk menghadapi hidup, perlu gigih dan terus berjuang. Sementara semangat juang dan kegigihan juga tak akan sempurna tanpa passion dan minat yang diinginkan dalam dirinya.

        Begitulah, keseimbangan dalam segala hal memang dibutuhkan untuk hasil yang lebih maksimal. Apalagi untuk menghadapi perkembangan jaman yang serba kompetitif ini, segala hal bisa saja terjadi sehingga butuh mental yang kuat dan tahan uji.  Semua itu memang tidaklah mudah, tapi juga tidak terlalu sulit bila kita yakin dan  mau melakukannya.  Dalam diri seseorang, mengelola grit bisa saja tak sama, tapi kalau yang lain bisa, kenapa kita tidak ?

        Ayo temukan grit lewat passionmu agar kesuksesan berada di pihakmu.

        Salam sehat dan selalu semangaatt…***NZ

Rabu, 06 Januari 2021

Puisi Tentang Waktu

 

        Kita dipertemukan oleh waktu. Ya, ada Waktu dalam puisiku. Ini hanya bertutur mengawali tahun 2021 yang special saya tuang lewat sebuah puisi.

by Nur Ida Zed

 


       Terkadang kita ingin mengungkap rasa lewat cara yang berbeda ya. Meski sama-sama menuang kata, tapi rasanya ada yang tak dapat dituliskan semua karena begitu membuncah seakan mau pecah. Ah, kalau sudah begini, saya biasa menulis puisi.

        Tentang apapun itu saya berekplorasi soal hati, kisah dan kejadian yang dialami, keluh kesah dan kebosanan yang dihadapi, kesenangan dan kebahagiaan yang bisa dinikmati, cara pandang dan pendapat yang diingini serta semua harapan, cita-cita dan juga mimpi. Puisi dapat melegakan untuk media ekspresi diri. Dengan berpuisi saya tak peduli saat ingin menuang kalimat dari setiap kata yang penuh arti.

        Biarlah hanya saya yang tau tentang apa yang ingin dituang. Sebab ada begitu banyak hal yang harus dimengerti sendirian bukan ? Dan bila mungkin. Meski terbaca dengan berbagai persepsi, namun setidaknya dapat memantikkan inspirasi dalam berbagi.

        Kali ini saya ingin bicara tentang Waktu, yang semua pasti tau, tak ada yang bisa mengelak, karena sesungguhnya dialah penentu. Kita dipertemukan oleh waktu. Percayalah dengan janji  Allah SWT, Demi Waktu.

 

Waktu

Siapa bisa melawanmu ?

Dari pejabat hingga konglomerat

Orang biasa sampai yang terkuat

Tak ada yang dapat menahan

Saat harus melewati kejadian

 

Ketika masih ingin berbincang

Lalu mengungkap rasa saying

Sejuta rindu hanya terkenang

Karena waktu yang mengekang

 

Dan waktu terus berjalan

Tak peduli tentang keinginan

Dalam langkah menuju ke depan

Menggapai asa dan semua harapan

 

Waktu selalu membawaku

Pada kisah dalam kenangan

Bersama mereka yang tersayang

Entah takkan lagi terulang

 

Selamat datang sebongkah waktu

Bersama doa-doa kupanjatkan

Dan rasa syukur terselipkan

 

Jakarta, awal Januari 2021

 

Nah, bagaimana ? Seutuhnya puisi ini juga dapat dinikmati lewat channel Youtube saya yaa..

.Puisi Tentang Waktu 

Serta di podcast saya, A Podcast by Nurida, Morning Daughter di anchor.fm dan Spotify.

Puisi Tentang Waktu

        Selamat Tahun Baru 2021.

       Sekali lagi, percayalah. Seperti janji Allah SWT, Demi Waktu. Bismillah, mari kita melangkah, jangan sia-siakan waktumu, terus berkarya untuk hal yang bermanfaat.

        Salam sehat dan selalu semangaatt… ***NZ

Minggu, 03 Januari 2021

Kaleidoskop 2020 Prestasi Di Tengah Pandemi


       Moment apa yang sempat tercatat di tahun 2020 kemarin? Ayo kita buat kilas balik, supaya dapat menjadi refleksi diri untuk rencana di tahun 2021 menjadi lebih baik.

 

                                                                                                foto: dokpri Nur Ida Zed

       Setiap awal tahun selalu dipenuhi dengan segala rencana yang telah disusun rapi, begitu juga di tahun  kemarin.  Selain kegiatan rutin sehari-hari, beberapa moment penting juga patut dicatat sebagai hal yang perlu diingat untuk refleksi diri sekaligus introspeksi dan evaluasi agar menjadi lebih baik lagi.

       Ya. Semua pasti sepakat, kalau di tahun 2020 merupakan tahun terberat. Siapa yang menyangka kalau negeri kita juga terkena pandemi virus Corona sampai sepanjang ini. Bahkan di banyak negara di dunia sempat menerapkan kebijakan lockdown sehingga hampir semua sektor menjadi terdapak, baik sosial ekonomi, pariwisata dan pendidikan.

       Saya masih ingat betul, di awal bulan Januari beberapa agenda sudah dicatat, baik untuk pekerjaan, event kejuaraan buat prestasi Puan,  kebahagiaan seperti me time dan  silaturahmi serta wisata bareng keluarga. Tapi mau bilang apa,  Tuhan yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita.  Apapun itu, sebagai manusia kita harus dapat melewatinya dengan lapang dada, karena waktu terus berjalan dan tak seorangpun mampu mencegahnya.

 

Memulai Kebiasaan Baru

       Di awal tahun 2020 kemarin, tepatnya sekitar bulan Februari, putri saya Puan masih bisa mengikuti kejuaraan Taekwondo tingkat Nasional. Ini menjadi salah satu agenda tahunan untuk prestasi yang telah ditekuninya. Saya masih ingat betul keseruan saat mendampinginya bertanding di GOR POPKI, Gedung Olah Raga Kerjasama Persahabatan Indonesia dan Korea, Cibubur yang biasa dipergunakan untuk tournament olah raga tingkat nasional dan internasional. Dan Alhamdulillah, dapat medali emas atau meraih juara pertama. Sebagai orang tua tentu saya  merasa senang dan bangga. Menurut saya ini sebuah pencapaian di awal tahun, dan ternyata event ini menjadi moment terkhir kejuaraan yang dapat diselenggarakan dengan tatap muka sebab setelah itu tidak bisa dilaksanakan lagi, tepatnya belum bisa.

                                                                        foto: dokpri Nur Ida Zed @nuridazed

      Ya, karena setelah itu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menunda semua event kejuaraan olah raga mengingat situasi dan kondisi tidak memungkinkan dilaksanakan dengan tatap muka, sebab tentu melibatkan banyak orang dan pasti akan mendatangkan kerumunan yang dikhawatirkan akan rentan menjadi tempat penularan virus Covid-19.

       Sedih memang, padahal di bulan April sebenarnya ada event kejuaraan lagi, Taekwondo Baraduta Kapolri Cup tingkat Nasional dan dia sudah mendaftar, tapi oleh panitia waktu itu diundur Agustus, lalu September, dah terakhir sampai waktu yang belum ditentukan. Seperti juga kebijakan yang lain, kita harus bisa menerima keadaan dan membiasakan beradaptasi dengan Normal Baru.

 

Prestasi Di Tengah Pandemi

       Namun segala pembatasan yang dicanangkan ternyata tak menutup untuk inovasi baru sebagai jalan keluar. Begitu juga buat yang ingin terus berprestasi, termasuk bidang olah raga Taekwondo. Karena itu di bulan November kemarin, pemerintah telah membuat kebijakan baru untuk penyelenggaraan tournament secara virtual. Dan Puan, putri saya mengikuti kejuaraan Taekwondo Changmookwan International, E-poomsae Championship yang diikuti oleh 22 negara.

                                                                    Foto: dokpri Nur ida Zed @nuridazed

       Keseruan dan sensasi yang dihadirkan tak jauh berbeda, dengan virtual  justru dapat dipantau lebih luas lagi lewat Youtube. Rupanya tak sia-sia, putri saya D’vine Adinda atau Puan dapat meraih medali emas, sebagai juara pertama Individual Junior Female. Alhamdulillah. Kerja keras dan latihan selama ini membuahkan hasil. Kami semua bangga dan senang. Ya. Meski di bulan yang sama, November saya juga sedih karena harus kehilangan Bapak, beliau lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa.  Sehingga ada suka sekaligus duka di tahun 2020.

 

Webinar, ISB dan Kelas Podcast   

       Saya percaya setiap ada kemauan pasti ada jalan, seperti juga di balik kesusahan pasti ada kemudahan. Meski banyak kegiatan yang dibatasi di masa pandemi ini, namun saya hanya akan melihat dari sisi positifnya saja, agar yang hadir dalam pikiran dan cara pandang saya membawa pada energi positif juga. Terbukti meski menjadi tahun terberat, banyak hal juga yang saya rasakan memberikan manfaat.

       Dengan pembatasan dan kebiasaan normal baru ini, begitu banyak webinar yang dapat saya ikuti untuk menambah insight, bersosialisasi  bahkan menggali potensi diri. Di tahun 2020 beberapa webinar dan kelas online justru dapat saya ikuti hanya dengan di rumah saja. Juga jadi kenal dengan banyak teman baru dan komunitas  yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seperti Komunitas ISB ini, yang membuat saya jadi lebih aktif dan semangat lagi buat ngeblog, menuang inspirasi dan berbagi, serta merasa jadi punya keluarga baru yang saling mendukung.

       Begitu juga kelas podcast dari Suberkreasi dan Kominfo yang saya ikuti dari batch 1, batch 2 dan Masterclass. Wawasan jadi semakin terbuka, serta beberapa tantangannya yang membuat semua lebih hidup dengan terus berkarya. Bahwa kita tidak sendiri, dan terkungkung dengan adanya pandemi, tapi bila mau, justru dapat berselancar mendapatkan ilmu dan teman lebih luas lagi. Tergantung bagaimana menyikapi dengan cara pandang kita sendiri.

        Ya, barangkali kilas balik dari kejadian dan peristiwa yang dialami di tahun 2020 ini akan menjadi cermin besar untuk rencana dan evaluasi diri buat tahun 2021. Mari melangkah dengan niat baik untuk menuju sukses di tahun depan, aamiin.

        Salam sehat dan selalu semangaat.. ***NZ

Jumat, 27 November 2020

Update Diri Dengan Kolaborasi


        Setiap manusia tentu punya harapan dan cita-cita. Namun ketika kenyataan tak sesuai asa, yakinlah pasti ada jalan keluarnya. 


                                                                                                Foto dokpri @nuridazed

        Saya sangat percaya bahwa Allah SWT yang paling tahu dengan apa yang kita butuhkan, bukan sekadar yang diinginkan. Begitupun terhadap jalan hidup seseorang, termasuk semua keinginan dan cita-cita. Meski kadang harus berliku, melewati berbagai tantangan dan kendala, Dia pasti telah merencanakan yang terbaik untuk kita.

         Ya. Buat saya cita-cita merupakan keinginan serta harapan yang musti diraih dan dikejar dengan berbagai usaha. Ketika kecil saya pernah berkeinginan untuk menjadi ahli hukum, karena melihat sosok hakim yang begitu anggun dan berwibawa saat memutuskan perkara demi menegakkan keadilan. Lalu ingin menjadi diplomat supaya dapat membawa nama bangsa Indonesia di kancah dunia, pernah mau menjadi psikolog agar dapat membantu memecahkan masalah orang banyak, sebelum kemudian lebih tertarik menjadi  jurnalis atau  penulis  hingga sekarang.   

        Seorang penulis menurut saya memiliki dedikasi tinggi dalam menyunting berita dan menuangkan tulisan lewat karya-karya. Dan asyiknya karena bisa berbagi juga dengan banyak orang, mengemukakan ide, gagasan dan pemikiran lewat cara pandang.  Bila mungkin dapat menginspirasi dan membuka wawasan bagi siapapun serta memberikan jalan keluar.  Dengan goresan seorang penulis dapat melukiskan cakrawala, bahkan sanggup merubah dunia. Betapa hebatnya, karena memiliki kebebasan yang bertanggung jawab atas hasil karya.

         Untuk meraih asa tentu tidaklah mudah, butuh proses panjang dan berbagai kendala yang musti ditaklukkan. Tak bisa secara instan seperti membalikkan telapak tangan. Beberapa fase dan tahapan yang ada di depan mata satu demi satu hendaknya diselesaikan, sebagai jalan hidup yang mengalir agar senantiasa dapat mendewasakan, termasuk ketika mengalami kegagalan, atau menghadapi  kondisi  tidak seperti yang direncanakan.

 

Akan  Selalu  Ada Jalan       

         Ya, saya masih ingat ketika beberapa tahun lalu seorang teman mengeluhkan anaknya tidak bisa masuk SMA favorit sehingga harus rela memilih sekolah yang biasa-biasa saja. Padahal menurutnya nilai si anak tak terlalu rendah dan optimis bisa diterima. Namun sayangnya saat bersaing dan beradu strategi dengan yang lain, rupanya harus terpental juga. Betapa sangat kecewa ia waktu itu, karena sebelumnya sudah begitu matang dipersiapakan, dengan mengikuti bimbingan belajar juga. Belum lagi keinginan yang begitu besar untuk bisa diterima di sekolah favorit sudah banyak diutarakan pada teman-temannya. Tapi yang namanya takdir, hanya Tuhan yang punya kuasa.

         Kekecewaanya sampai membuat hampir putus asa. Untungnya hal ini  justru membuat si anak introspeksi dan semakin berusaha keras untuk belajar agar bisa terus berprestasi di tempat baru. Sampai saat kelulusan, ternyata malah bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama lewat jalur undangan.

         “Alhamdulillah, semua ada hikmahnya, ya,” kata teman saya ketika kami bertemu beberapa waktu lalu. Kalau saja saat itu diterima di SMA favorit, mungkin sekarang ini masih bingung mencari perguruan tinggi negeri karena lebih susah bersaing lewat jalur undangan di sekolahnya, sebab banyak anak lebih pintar di sana. Itulah, percaya bahwa Allah SWT tentu lebih mengetahui mana yang terbaik buat kita, hanya kadang kita yang tidak menyadari dengan jalan indah yang akan diberikanNya.

         Dalam hidup, semua memang penuh rahasia. Seringkali apa yang kita inginkan dan sudah direncanakan tak sesuai dengan kenyataan yang harus dihadapi. Tetapi jangan dulu berburuk sangka, tak ada yang sia-sia dan tak berguna sebab kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Sebagai manusia, yang utama  harus terus berusaha.

  

Update Diri Dengan Kolaborasi

         Banyak hal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kendala bahkan kegagalan. Ada baiknya mengupdate diri dengan berkolabori.  Saya ingat kalimat bijak yang mengatakan bahwa, jangan pantang menyerah karena bisa jadi satu langkah lagi ada jalan yang lapang untukmu. Begitulah, semangat agar dalam meraih sesuatu sebenarnya dibutuhkan ketekunan dan sunguh-sungguh. Teruslah mengupdate diri, siapa tahu ada peluang di tempat lain.

        Saran saya, nikmati dan jalani semua dengan suka cita. Bila mungkin, cari hikmahnya untuk kemudian menjalani yang terbaik.  Seperti yang dikatakan Bob Sadino setelah akhirnya menjadi pengusaha sukses, kalau mau berhasil carilah kegagalan sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, akan banyak  pula  pelajaran yang bisa diambil dan membuat semakin kuat menerima segala tempaan.

         Di zaman sekarang ini rasanya tak ada lagi kata kegagalan bila dimaknai sebagai sebuah proses perjalanan. Begitu banyak hal dapat dilakukan untuk memenuhi keinginan mengupdate diri dengan berkolaborasi, dan berbagai  peluang seolah terbuka bila berniat baik untuk bekerjasama serta bersinergi.  

         Kembali pada kata pepatah, gapailah cita-citamu setinggi langit, bila tak kesampaian meraihnya, setidaknya dapat bersandar pada bulan, atau terlempar di antara bintang-bintang. Karena itu bila merasa belum dapat mencapai tujuan yang dikehendaki, bersandarlah pada kesabaran dan ketekunan yang ada, percayalah bahwa semua pasti ada hikmahnya. Suatu ketika jalan yang lebar akan selalu terbuka.

         Terimakasih sudah singgah di blog saya,

         Salam sehat dan selalu semangaatt..!!***NZ

Sabtu, 21 November 2020

Inspirasi Yang Membangkitkan Motivasi


       Seringkali kita membutuhkan inspirasi baru untuk membangkitkan motivasi. Bisa saja berupa tempat yang menyenangkan , atau suasana yang membuat pikian segar kembali. 

By Nur Ida Zed

                                                                        Foto @nuridazed

       Saya percaya jika ide kreatif itu bisa saja muncul karena seseorang mendapatkan inspirasi atau ilham yang dituang dalam sebuah karya. Datangnya inspirasi akan dapat menghadirkan motivasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ya, kadang untuk menulis juga butuh pemantik ini agar timbul semangat baru lagi, supaya ide tidak mengendap dan hilang begitu saja.

       Pernah mengalami stuck dalam melakukan sesuatu itu biasa ya, setiap orang memiliki titik jenuh masing-masing, tanpa bisa diukur dari kreatif atau tidaknya orang tersebut. Kejenuhan dan kebosanan kerap kali dihadapi, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Semua yang dilakukan terasa seperti biasa-biasa saja, tanpa ada keistimewaannya dan tak menarik bahkan terasa kurang semangat. Dari bangun pagi hingga mau tidur malam, semua berasa hambar tak menemukan hal yang dicari, terutama yang dapat memenuhi keinginan diri sehingga mau melakukan sesuatu seperti berkarya mejadi sedikit malas. Kalau sudah begini, saya biasanya harus merefresh diri dan menyegarkan pikiran dengan melepas penat sejenak agar mood bisa kembali.

       Awalnya tentu bertanya pada diri kita masing-masing, apa sebenarnya yang dicari sebagai tujuan hidup dan goalnya. Mengingat kembali mengenai sesuatu yang lucu dan menyenangkan serta moment pencapaian tak terlupakan bersama orang terdekat yang disayang juga dapat memberikan inspirasi yang membangkitkan motivasi.  

 

Jalan Bareng Anak

       Sebenarnya hal mudah buat saya ketika mengalami keadaan ini. Hanya butuh sedikit waktu untuk me time, alias menyendiri dan bercengkrama dengan keluarga. Berkumpul khusus tanpa diganggu dengan gadget dan segala urusan yang membuat keasyikan bekerja dengan kesibukan sendiri-sendiri. Ini bisa dilakukan di rumah, atau jalan bareng kemana saja yang kita suka, tanpa rencana dan on the spot saja.

        Beberapa waktu lalu bahkan saya dan Puan, putri saya sempat mencoba mengunjungi coffee and resto yang tak begitu jauh dari rumah untuk sekadar mencari suasana baru dengan bereksplorasi  beberapa menu yang menjadi andalannya. Sebelum memesan tempat,  awalnya tentu searching dan mencari tahu situsi dan kondisi resto lewat google, yang kebetulan sudah ada reviewnya juga di zamato. Dari beberapa pengunjung memberikan rekomendasi menu serta gambaran view yang mendukung.  Baru  memastikan apakah aman dikunjungi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti “pesan ibu” dan anjuran dari pemerintah.

        Benar saja, sebelum masuk area dicek suhu terlebih dahulu, kemudian memilih kursi sesuai dengan tanda jaga jarak yang ada. Menikmati menu makanan berdua Puan dengan suasana berbeda seperti itu membuat pikiran sedikit segar. Bisa ngobrol dan foto-foto serta mendengarkan musik di sana mampu memberikan stimulasi yang berbeda di hati saya, meski hanya sebentar saja. Tak apa, sesuatu yang dapat memberikan motivasi, dan yang penting hati jadi senang dan dapat tertawa lepas lagi.  

 

 Kebersamaan Dengan Keluarga 

        Hal lain yang biasa saya lakukan untuk menghadirkan inspirasi adalah dengan memasak atau bercanda sesukanya bersama keluarga. Kadang mencoba menu baru a la resto lewat resep yang didapat dari internet, kemudian dinikmati dan direview satu-satu. Senang kalau apa yang  disajikan dinikmati semua anggota keluarga sampai ludes, bahkan ada yang minta nambah sehingga harus diulang esok hari. Itu tandanya mereka suka, semacam apresiasi dan sudah dapat menjadi hal yang menyenangkan buat saya. Karena motivasi utama dalam hidup saya adalah keluarga, terutama anak-anak dan orang tua. Dari situ saya justru banyak mendapatkan  inspirasi baru, misalnya untuk ide tulisan bahkan podcast saya.

        Hadirnya podcast saya, Morning Daughter yang dapat dinikmati di aplikasi anchor.fm dan Spotify, idenya  juga berawal dari kebersamaan bareng keluarga. Banyak hal yang dapat digali dan dieksplore sehingga dapat menjadi sebuah karya di setiap episodenya. Kebersamaan bareng keluarga sekarang ini membuat pikiran saya jadi terbuka, karena banyak hal yang menyangkut mereka membuat hati tenang dan merasa bahagia.

         Selain itu dengan olah raga bersama. Ketika ada kesempatan, kami biasa jalan ke tempat yang bisa dipergunakan untuk olah raga  seperti jalan pagi atau bersepeda. Sesekali mengunjungi tempat wisata dengan pemandangan alam yang masih asri  untuk melepas kepenatan, sekaligus menginap di hotel  atau villa sehingga dapat berenang sepuasnya supaya badan dan pikiran kembali segar.   

         Menurut saya inspirasi itu bisa datang dari mana saja, tidak tergantung pada tempat semata, tapi juga suasana yang mendukung serta bersama siapa kita menghabiskan waktu. Dengan orang-orang yang kita sayangi  atau teman-teman yang dapat mengerti serta memahami akan lebih menyenangkan dan membahagiakan hati kita.

        Begitulah. Semua yang menjadi  motivasi dan inspirasi  awalnya adalah keluarga kecil saya, sehingga saya akan berusaha memelihara kebersamaan ini dan menjaganya. Seperti penggalan syair lagu Keluarga Cemara, bahwa harta yang paling indah adalah keluarga.

         Kalau kamu bagaimana? Adakah tempat tertentu yang dapat membawa pada inspirasi dan menumbuhkan motivasi dan bersama siapa, cerita yaa..

         Salam sehat dan selalu semangaatt..!***NZ 

Senin, 09 November 2020

Tema Perjuangan Rayakan Kemerdekaan dan Hari Pahlawan


       Banyak macam jenis lomba saat merayakan kemerdekaan dan hari pahlawan. Tak hanya balap karung dan makan kerupuk saja, tapi juga tema perjuangan untuk mengenang pahlawan kita.

                                                                 Foto: dokpri @nuridazed


       Selalu penuh keseruan ketika merayakan kemerdekaan, diwarnai dengan berbagai lomba yang mengacu pada kreativitas dan semangat para generasi muda dan masyarakat pada umumnya. Semua menyambut gembira agar suasana semakin semarak saja. Tak hanya membangun rasa kesatuan dan persatuan,  aneka lomba juga dapat menanamkan nilai sejarah dan jiwa kepahlawanan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Seperti lomba pidato perjuangan, misalnya, atau drama serta storytelling yang bertema perjuangan. Karena dituntut untuk riset dan mencari referensi yang dapat memperkaya materi serta sajian yang ingin disampaikan dalam lomba.

       Ketika di sekolah dulu, saya biasa mengikuti lomba semacam ini. Pidato perjuangan dengan menyelipkan kalimat-kalimat heroik yang dapat membangkitkan semangat dan memotivasi anak muda dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa sekian lama. Bagaimana melawan kemalasan dan terus berkarya serta berprestasi membawa nama bangsa Indonesia di kancah dunia. Tema kemerdekaan yang tak hanya strategi melawan penjajah bersenjata api, tapi lebih kepada bahaya dari dalam sendiri seperti korupsi, narkoba dan hal lain yang lebih susah untuk diberantas dan dikalahkan.

 

Drama Perjuangan

       Yang tak kalah seru ketika harus menyiapkan drama bertema perjuangan dengan beberapa pemain di dalamnya. Sedikit susah ketika harus mengikuti alur cerita yang menggambarkan karakter pejuang dengan segala kostum dan properti yang ada. Untuk perempuan ada yang menjadi perawat dan siap membantu pejuang yang terluka. Setting dibuat seperti suasana jaman dahulu, begitu juga dengan perlengkapan semacam bambu runcing, radio dan sepeda tua.

       Beberapa segmen menggambarkan bagaimana para pemuda waktu itu berusaha menyatukan sikap dengan membentuk perkumpulan dari beberapa daerah.  Rapat pertemuan para pejuang yang merencanakan strategi bagaimana melawan penjajah yang menguasai negeri ini. Di sisi lain sebuah keluarga sederhana yang rela ditinggal ayah dan suaminya berjuang melawan penjajah, bergerilya menghadapi kejamnya kompeni yang menginjak-injak tanah air kita ini.

       Saya pernah di posisi sebagai narator yang juga berperan sebagai ibu yang dipamiti sang anak minta doa restu pergi berjuang. Menampakkan kegelisahan dengan banyak doa agar negeri kita segera lepas dari penindas. Lalu bersyukur ketika kemerdekaan sudah di tangan, dan berpesan kepada generasi muda untuk terus mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya dengan karya.

       Jenis lomba seperti ini akan dapat menambah rasa cinta tanah air dan wawasan tentang sejarah perjuangan bangsa. Sehingga semangat itu tetap menggelora di dalam dada serta memantikkan kecintaan terhadap para pahlawan dan menghargai perjuangannya.

 

Meneladani Pahlawan Bangsa     

         Sebenarnya tak hanya di sekolah, semangat perjuangan itu hendaknya ditanamkan juga pada setiap elemen masyarakat hingga di kawasan RT ( baca: Rukun Tetangga) sekalipun. Saya melihat potensi anak-anak yang mulai dapat berekplorasi dengan  lomba deklamasi dan storytelling, bahkan pada mereka yang duduk di Sekolah Dasar. Generasi muda di berbagai Karang Taruna semakin aktif membentuk panitia agar suasana kemerdekaan dan pengetahuan tentang sejarah bangsa ini terus melekat sejak usia dini.

       Pengetahuan tentang pahlawan bangsa tak hanya patut dikenang dan dipelajari saja, namun lebih dari itu juga sebagai suri tauladan atau panutan mengenai kepemimpinan dan rasa cinta pada tanah air kita,  Indonesia ini. Sedih rasanya ketika menemui generasi muda yang tak lagi mengenal  sosok dan meneladani tokoh bangsa, tapi begitu hafal dengan mencontoh dan mengidolakan selebritis bahkan selebgram yang hanya popular lewat berita gosip dan sosial media.

       Saya sendiri percaya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya. Karena dari mereka ini terciptanya sejarah suatu negara. Ya, jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Jas Merah. Begitulah pesan dari pendiri bangsa untuk semua generasi muda. Upaya upload foto bersama tokoh atau sosok pahlawan idola yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas seperti Indonesian Social Blogpreneur, ISB juga memberikan motivasi agar lebih mengenal sejarah lewat figur pahlawan yang menginspirasi.

       Selamat Hari Pahlawan.***NZ

Minggu, 18 Oktober 2020

Usai Pandemi Traveling Kamana?


 Tahun ini tentu banyak agenda traveling yang tertunda. Meski new normal, tapi rasa khawatir tetap saja ada buat jalan bareng keluarga.

By Nur Ida Zed

 


Siapa sangka pandemi bisa sepanjang ini. Begitu banyak rencana yang sudah dibuat harus  ditunda karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, termasuk keinginan jalan-jalan atau traveling karena belum secure sepenuhnya. Memang sih, di era new normal beberapa tempat wisata dan hotel sudah mulai banyak dibuka, tapi entah kenapa kalau tidak terlalu penting banget rasanya enggan untuk jalan karena harus melalui prosedur protokol kesehatan seperti menunjukkan hasil rapid test negative terbaru atau persyaratan lain di tempat yang dituju sehingga  lebih baik menunda sampai normal sebenarnya.

 Kalau dulu saya suka jalan sendiri saja, backpacker bareng teman ke tempat yang ada tantangan sebagai seorang petualang. Sesekali memenuhi undangan bersama para jurnalis seperti ketika di Lombok, Nusa Tenggara Barat waktu itu untuk meliput serangkaian acara Festival Maritim dari Dirjen Pariwisata. Tapi sekarang lebih banyak jalan bersama keluarga kecil saya. Tujuan utama tentu membuat semua anggota keluarga senang dan bahagia.

 Memang kebutuhan untuk rekreasi seperti traveling sebaiknya disempatkan karena bermanfaat menjaga keseimbangan antara hati dan pikiran. Kegiatan rutin yang biasa dilakukan sehari-hari seringkali menimbulkan kejenuhan, sehingga refreshing sejenak dengan suasana baru bisa memberi kesegaran dan semangat lagi dalam menjalankan aktivitas. Ibarat handphone tentu perlu nge-charge batere supaya bisa lebih on, kan ?

 

Mudik Yang Tertunda

 Kalau ditanya kemana rencana traveling setelah pandemi, anak-anak saya sudah menunjuk mudik yang tertunda. Hahaha… Sejak pandemi melanda negeri kita hingga saat ini, kami belum bisa  pulang kampung untuk silaturahmi kepada orang tua. Alasannya saling  menjaga agar tidak tertular dan menularkan corona kepada mereka, karena usianya sudah sepuh dan takutnya ada penyakit penyerta.  Jadi saat Iedul Fitri, juga ketika Iedul Adha tahun 2020 ini harus puas hanya dengan komunikasi lewat telepon dan video call saja.

 Mudik sudah seperti ritual tahunan yang biasa kami lakukan bersama keluarga. Entah kenapa moment lebaran yang berbarengan dengan liburan dan cuti bersama seringkali dimanfaatkan sebagai sarana berkumpul bareng keluarga besar juga. Semua saudara, terutama adik-adik, sepupu, ipar, anak dan menantu biasanya menyempatkan waktu untuk bertemu meski hanya sebentar buat saling sapa secara langsung  dan maaf memafkan antara keluarga satu dengan lainnya. Dan perjalanan dalam suasana mudik dan balik lebaran itu yang selalu bikin kangen. Meski bermacet ria di tol Cipali, tapi keseruan di jalan, berhenti di pom bensin dan bersantai sejenak di rest area sembari makan atau antri sholat di masjid membawa kesan tersendiri di setiap tahunnya. Hal Ini terasa  lebih merekatkan kebersamaan  antar setiap anggota keluarga.

 Selain silaturahmi, bagi kami pulang kampung juga menjadi event untuk berwisata. Biasanya kami singgah di kota Solo, Jawa Tengah, menikmati wisata kuliner yang memanjakan lidah. Seperti Selat Solo, Nasi Liwet, Serabi Notosuman dan jajanan lainnya. Lalu lanjut ke Yogyakarta, yang jadi destinasi sembari mengenang masa kuliah dulu.

 Yogya menjadi tujuan wisata yang tak pernah membuat bosan. Meski dulu menghabiskan waktu sepanjang kuliah di kota pelajar dan mahasiswa ini, rasanya seneng aja kalau bisa kembali menikmatinya bersama keluarga. Jalan-jalan di sepanjang Malioboro, singgah di Keraton, Taman Sari, Siti Hinggil alun-alun Utara. Saya ingin mengenalkan anak-anak dengan suasana dimana ayah dan ibunya pernah menuntut ilmu di sana. Mencicipi kulinernya seperti gudeg, bakpia dan yangko, hingga esgepece alias nasi pecel di dekat Balairung kampus yang biasa didatangi para mahasiswa dan dosen waktu itu.  Semacam napak tilas, begitulah, karena anak-anak saya lebih mengenal Jakarta daripada daerah orang tuanya.

 

                                                                    foto: dokpri Dvine Adinda

 Beberapa tahun belakangan ini setiap menjelang tahun baru kami biasa menyisakan waktu untuk traveling  bareng keluarga kecil saya dengan menginap di hotel yang tak jauh dari Jakarta. Mencari suasana nyaman dalam nuansa alam yang masih sejuk dan asri untuk ketenangan serta refleksi diri dan rasa syukur dengan berenang sepuasnya.

 Entahlah tahun ini apakah juga bisa, atau harus dipending dulu karena pandemi masih ada? Tak apa, yang terpenting bagi kami adalah kesehatan dan bisa terus berkumpul bersama keluarga. Kalau mungkin dan bila diberikan banyak rezeki, sungguh kami ingin bisa beribadah umroh bareng keluarga kecil saya. Semoga keinginan ini dapat diijabah oleh Allah SWT, aamiin..

 Terimakasih sudah singgah di blog saya

 Salam sehat dan selalu semnagaatt..!***NZ