Senin, 09 September 2013

Women & Charity: Preventif Untuk Narkoba



Veronica Colondam bersama YCAB
By Nur Ida Zuhayanti

Begitu banyak pecandu narkoba yang mengawali dari mencoba. Kenyataan ini yang membulatkan tekatnya untuk memerangi.



     Ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Begitu juga yang menjadi upaya dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi ketika hasil riset dari lembaga ini menunjukkan bahwa begitu banyak pengguna narkoba mengaku mencoba karena rasa ingin tahu dan kurangnya informasi akan dampak pemakaian obat-obat terlarang itu bagi kesehatan. “Maka dari itu, kami merasa perlu membantu untuk menyelamatkan anak muda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa,” terang Veronica Colondam, Founder & CEO YCAB Foundation, Indonesia ketika saya temui di Hotel Pullman, Jakarta, siang itu.  

     Tak dapat dipungkiri memang, bahwa setiap remaja selalu mengalami suatu masa dimana ia merasa berada di persimpangan jalan ketika sedang mencari jati diri. Di sinilah potensi terbesar masuknya pengaruh dari lingkungannya, termasuk dalam pemakaian narkoba. Karena itu mereka ini perlu diberi pendekatan yang efektif agar tidak terjerumus.

     Berbagai program yang bersifat preventif senantiasa dilakukan. Seperti kampanye dan mengajak para remaja untuk memerangi narkoba dan berani mengatakan “Say No To Drug”. Selain itu juga pemberian informasi dan edukasi ke sekolah-sekolah melalui program primer “Basic Prevention” berbasis multiple intelligence serta di berbagai komunitas dengan program pencegahan untuk orang tua baik di lingkungan kerja maupun di rumah.

      “Saya merasa sangat prihatin, bahwa hasil riset yang kita lakukan waktu itu menyebutkan kalau 70 % remaja usia 15-20 tahun, di Jakarta mengaku akan mencoba bila ditawari narkoba,” tutur ibu tiga anak yang pernah dinobatkan sebagai Young Global Leader oleh forum YGL, sebuah badan yang berafiliasi dengan World Economic Forum di Jenewa, Swiss. Sebab itulah, dukungan dari semua pihak, terutama keluarga dan orang-orang terdekat sangatlah dibutuhkan.***NZ
foto: istimewa

Selasa, 27 Agustus 2013

Masculine Style


Mario Lawalata: Masculine Style
By Nur Ida Zuhayanti
 

Nuansa sporty mendominasi tatanan ruangnya. Dalam sentuhan material kaca, suasana berbeda begitu terasa di rumah Mario Lawalata.

    Manakala menyambangi tempat tinggalnya di bilangan Panglima Polim, Jakarta Selatan siang itu, seolah sedang mengenal lebih dalam lagi karakter aktor muda ini. Begitu masculine: simple dan sporty. Dalam balutan gaya modern yang mengusung kenyamanan ala anak muda sebayanya, ruang demi ruang diciptakan sebagaimana ekpsresi jiwa dalam dirinya. Ya. Di atas tanah seluas 150 meter persegi, bangunan empat lantai yang ditempati bersama butik sang kakak, desainer Oscar Lawalata, Io, begitu lajang kelahiran 3 Maret 1980 ini biasa disapa meluapkan kebebasan bereksperimen lewat hunian yang ditinggali sejak beberapa tahun lalu. Dibantu desainer interior sahabatnya: Lia Suwandhono untuk pembuatan lay out awal, pemain film dan sinetron yang hobi olah raga bola basket ini  bereksplorasi mewujudkan hunian sesuai dengan kebutuhan dan aktivitasnya.
   
      “Aku suka sesuatu yang berbeda, begitupun untuk tempat tinggal,” ungkap pengagum Micheal Jourdan ini. Sebab itu ia ingin memberi sentuhan lain, dan mulai berkreasi memadukan inspirasi dengan menentukan sendiri apa yang ingin dipadankan untuk setiap bagian pada sisi rumahnya hingga hal-hal yang mendetail. 

    Sebelum mendapati ruang pribadinya itu, terlebih dahulu harus menapaki anak tangga sepanjang dua lantai karena rumah Mario ini berada di lantai tiga. Dibatasi oleh dinding kaca tebal transparan yang juga berfungsi sebagai pintu masuk, langkah saya lalu dibawa menuju ruang tamunya yang nyaman. Berlantai parket warna cerah dengan karpet tebal di atasnya membawa kehangatan suasana di dalamnya.“Di sini aku biasa menerima tamu dan ngobrol bareng teman-teman,” terang bungsu dua bersaudara itu. Seperangkat sofa bernuansa natural yang didesain sendiri menempati area ini bersama TV Plasma dan audio visualnya. Pahatan batu berbentuk tangan dalam posisi yoga yang cukup besar dan menjadi pajangan di sisi dindingnya itu seolah memberi sentuhan artistik selaras dengan tema. Meski tidak terlalu luas, Mario terlihat pandai menyiasati penataan dengan pemakaian perabot yang fungsional dan pemilihan  material yang tepat. Seperti pemanfaatan kaca tebal yang tidak hanya sebagai pembatas antar ruang, tapi juga media interaksi antara ruang dalam dengan area luar. Dengan begitu, apabila roller blind bernuansa abu-abu itu digulung, maka dari ruang tamu ini dapat ditangkap view halaman depan melalui balkon yang didesain dalam tatanan batu candi dan dinding susun sirih.

     Berlevel lantai lebih tinggi, selanjutnya ditempatkan pantry bergaya modern dengan meja dan dua kursi bernuansa hitam untuk sarapan. Dilengkapi lampu cantik di atasnya, bila malam menjelang area ini lebih mirip sebagai minibar. Di sisi lain area ini diletakkan rak sepatu yang didesain khusus dari kaca, dilengkapi dengan lampu-lampu kecil untuk menjaga temperatur sekaligus memunculkan keindahannya. Dengan line kayu berwarna merah yang mengelilingi itu seolah dibuat sebagai point of interest dari susunan sepatu Nike koleksinya yang sebagian besar didapat dari Singapura dan Australia.

     Berbatas dinding kaca juga, kamar tidur menjadi bagian sesudahnya. Sebagai area privacy, Mario mendesain bergaya simple modern dengan meletakkan tempat tidur bernuansa hitam nan elegan dengan backdrop cermin besar serta lukisan perempuan dalam dua pose: tampak depan dan belakang goresan Tantry yang didapat dari butik Hers. Di dekatnya diberi ambalan kayu berwarna hitam untuk area pajang yang menempatkan pernak-pernik berupa patung-patung kecil dari metal, cendera mata serta replica bernuansa basket. Di bawahnya ditata koleksi jam tangan kesayangan aneka merek. Berbatas karpet tebal bernuansa natural, di sebelahnya diperuntukkan sebagai area kerja. Selain perangkat komputer, mesin fax dan buku-buku, sebuah lampu hias berbentuk bulan sabit sengaja diletakkan di pojok ruang menjadi aksen yang memikat.

     Di depan tempat tidur tadi, ia juga menempatkan LCD TV yang cukup besar. Berbeda dengan di ruang tamu, seperangkat stick game dan DVD kesayangan nampak tertata rapi menemani kursi-kursi tanpa kaki. Di sebelahnya adalah lemari wardrobe yang didesain panjang untuk menyimpan koleksi pakaian, t-shirt, topi serta jaket. Area paling belakang diletakkan kamar mandi berdesain modern dalam nuansa hitam putih dan metalik. Agar terlihat segar dan alami, penyuka musik hip hop dan R&B ini memberi aksen water fall kecil sebagai elemen air dan batu coral berwarna putih. Ya. Bagi Mario, rumah ibarat sebuah dermaga yang mampu memberi keamanan dan kenyamanan penghuninya. Dapat menjadi tempat beristirahat dalam ketenangan, ruang berkumpul bersama teman-teman,  sekaligus menumpahkan segala inspirasi bagi karya-karya ke depan. ***NZ


Q & A

Area favorit di dalam rumah ?
Kalau bareng teman-teman suka di ruang tamu. Sambil ngobrol kita bisa nonton TV, dengerin musik atau makan-makan. Tapi kalau sendiri sih lebih enak di kamar, bisa nonton film, baca atau main game sepuasnya.

Rak sepatu ditata begitu khusus. Ada ceritanya ?
Dari SMP aku sebenarnya suka mengoleksi sepatu. Sebagian besar memang Nike, tapi ada juga Adidas dan Spotec. Rata-rata limited edition, jadi sayang kalau tidak dirawat. Agar tetap awet dan rapi, lalu aku minta dibuatkan tempat khusus berupa rak kaca yang unik dengan pencahayaan lampu-lampu kecil itu. Hm..,rupanya bagus juga untuk pelengkap interior ya, haha…

Untuk perabotan bagaimana ?
Aku biasa mendesain sendiri, lalu minta dibuatkan oleh tukang sehingga lebih fleksibel dan sesuai keinginan. Dari sofa, lemari hingga rak-rak semua. Tapi untuk kursi-kursi hitam tanpa kaki itu didapat  dari Ace Hardware.

Tips menata rumah ?
Bagi yang masih lajang, yang penting tentu kenyamanan dan fungsionalnya. Padukan desain sesuai selera dan jangan memaksakan diri. Manfaatkan pemakaian lampu dan effeck lighting untuk membangun suasana tertentu.***NZ
Foto-foto: Skas , istimewa


Jumat, 02 Agustus 2013

Serba Serbi Lebaran


Serba Serbi Lebaran
By Nur Ida Zuhayanti







Lebaran sebentar lagi. Moment sakral ini akan lebih mengasyikkan bila segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang.

     Tanpa terasa Ramadhan akan segera berlalu, dan saatnya lebaran tiba. Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari besar bagi umat Islam ini memang menjadi saat yang dinantikan setiap tahun karena mampu membawa fenomena religi dan budaya. Setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa, berperang melawan hawa nafsu, maka lebaran adalah ungkapan kemenangan untuk kembali fitri ( baca: suci). Karena itu biasanya dirayakan dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan.

      Lebaran kini bahkan berkembang sebagai ajang silaturahmi nasional dan eksodus besar-besaran dari berbagai kota besar menuju tanah kelahiran untuk melepas kangen dan berharap maaf dari keluarga dan sanak saudara. Tak ayal berbagai kesibukan dan segala persiapan  perlu dilakukan untuk menyambut hari H. Berikut serba serbi  menjelang lebaran.

Mudik Lebaran
     Sudah merupakan tradisi bahwa lebaran menjadi saat yang tepat untuk mudik, dimana bisa berkumpul bersama saudara, orang tua dan kerabat. Saling mengunjungi, berbagi, maaf memaafkan dan halal bi halal. Bila Anda juga merencanakan untuk mudik lebaran, maka yang perlu dipersiapkan adalah: 
     
     Transportasi. Pastikan transportasi apa yang akan dipergunakan untuk perjalanan mudik. Apakah dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Bagi yang memilih angkutan umum seperti pesawat atau kereta api, ada baiknya memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan. Selain itu, bila mendekati lebaran biasanya harga tiket akan melambung. Sedangkan bagi yang ingin melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, sebaiknya persiapkan kendaraan Anda untuk perjalanan jauh.
-         Anggaran. Namanya juga mudik, pasti membutuhkan anggaran yang lebih dari biasanya. Meski ada tambahan dengan menerima THR, ada baiknya bila Anda tidak membelanjakan semua uang. Akan bijaksana bila membagi kebutuhan untuk keperluan mudik dan masih menyisakan anggaran hingga habis bulan sebelum gajian.
-         Keamanan. Pastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan. Kalau perlu, beritahu RT atau Satpam, sebab suasana lebaran seringkali juga dimanfaatkan  oleh para maling.

Belanja Buat hari H dan oleh-oleh
      Lebaran yang juga identik dengan saling berkunjung serta open house membuat Anda perlu menyediakan berbagai makanan, seperti kue-kue  kecil maupun masakan khusus untuk para tamu. Bila Anda tidak ingin membuat sendiri, kue lebaran kini bisa dipesan di toko kue dan banyak dijual di supermarket. Jangan ragu untuk mencoba lebih dahulu bila disediakan tester, dan belanja sesuai dengan selera dan kebutuhan. Selain untuk para tamu, kue ini juga dapat dipergunakan sebagai oleh-oleh khas lebaran.

      Di saat lebaran, tentu Anda ingin menghias rumah agar nampak lebih cantik, indah dan rapi. Untuk keperluan ini Anda bisa hunting belanja karena banyak tempat yang menawarkan seperti home decoration atau interior center. Buatlah agenda belanja sesuai skala prioritas dan budget. Jangan tergoda harga murah tapi kwalitas terabaikan.

Memilih Pakaian
     Yang tak kalah penting untuk lebaran adalah menyiapkan pakaian. Konon, lebaran akan lebih afdol dengan memakai baju baru. Dalam menyambut hari raya ini biasanya banyak produk pakaian, butik dan departement strore yang mengadakan saleSemakin dekat hari H akan semakin banyak diskon. Pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin, jangan lupa teliti sebelum membeli.

      Untuk pakaian ini Anda juga bisa berbagi dengan sanak saudara, terutama yang memiliki anak. Tak ada salahnya bila membelikan pakaian untuk anak-anak sebagai hadiah lebaran agar lebaran terasa lebih meriah dan berkesan. Karena nuansanya yang religi, sebaiknya pilih pakaian yang rapi, sopan dan nyaman untuk dipakai sholat Ied di lapangan. Begitu juga pakaian untuk berkunjung dan menerima tamu.

Persiapan Ditinggal Pembantu
      Seperti halnya karyawan di perkantoran, pembantu rumah tangga biasanya juga memanfaatkan lebaran untuk mengambil cuti panjang. Bila Anda tidak ingin pembantu pengganti karena berbagai alasan, maka ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan.

-         Tanyakan berapa lama pembantu Anda akan kembali bekerja. Hal ini penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
-         Pastikan sebelum pembantu pulang semua sudah beres, bersih dan rapi agar selama ditinggalkan Anda tidak terlalu kerepotan.
-         Atur waktu untuk mengerjakan setiap pekerjaan. Fokuskan pada tugas harian yang harus dilakukan seperti memasak dan mencuci pakaian. Bagi tugas dengan semua anggota keluarga agar tidak memberatkan.
-         Untuk memasak, pilih menu yang praktis dan mudah disajikan. Kalau mungkin, sebelum pulang, mintalah pembantu membuatkan bumbu inti dalam jumlah besar untuk disimpan di kulkas dan siap dipergunakan.
-         Buatlah semua menjadi gampang dan lakukan pekerjaan dengan tanpa beban, supaya tidak terasa sulit. Selamat berlebaran. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.***NZ
foto: istimewa

Senin, 22 Juli 2013

Women & Charity: Menyentuh Sejarah dan Akar Budaya

Nina Akbar Tanjung Bersama Yayasan Warna Warni Indonesia
By Nur Ida Zuhayanti 




Kemajemukan budaya memberikan banyak inspirasi untuk dipelajari. Warna warni negeri ini menambah cinta bangsa sendiri.


     Rasa nasionalisme yang tinggi membuat Krisnina Maharani Tandjung peduli terhadap persatuan dan kesatuan bangsa ini. Wanita yang suka kegiatan humanity sejak remaja itu kemudian mendirikan Yayasan Warna Warni Indonesia , yang mempunyai visi memperkuat wawasan kebhinnekaan dalam rangka pembentukan watak bangsa atau nation character building.

     “Masyarakat kita ini terdiri dari beraneka ragam budaya dan adat istiadat yang berbeda di setiap daerah. Karena itulah saya ingin agar bangsa ini melestarikan sejarah dan kebudayaan yang ada untuk kemudian terapresiasi dengan baik ,” terang lulusan Program Pasca Sarjana Kajian Wilayah Amerika, Universitas Indonesia saat saya temui di rumahnya yang asri, pagi itu.

     Kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan ini lebih pada penanaman nilai sejarah dan budaya. Sejak berdirinya, tahun 1999, telah begitu banyak program yang dilakukan. Diantaranya : Pementasan wayang orang keturunan Tionghoa di gedung HAILAI Internasional Executive Club dan Gedung Kesenian Jakarta serta membuat modul mencintai sejarah bangsa.

     “Program ini mengarahkan siswa untuk mendiskusikan sejarah dan budaya setempat melalui kajian bangunan tua yang ada di sekitarnya. Dilaksanakan di SMA Negeri I sampai 8 Surakarta , dan melibatkan lebih dari 3000 siswa setiap tahunnya serta puluhan guru sejarah di Solo. Modul ke 2 dalam rangka revitalisasi pembelajaran sejarah di sekolah,” lanjut penulis buku  House of Solo yang diterbitkan oleh Times Publisher Singapura , yang kemudian diterjemahkan dengan judul “Rumah Solo”.

     Selain itu, Yayasan yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan ini juga memiliki program membina Kampung Batik Laweyan di kota Solo, Jawa Tengah.

     “Saya melihat kampung ini menyimpan sejarah dan memiliki budaya asli yang cukup unik. Daerah tua yang dulu pernah menjadi lokasi pergerakan rakyat dengan sebagian besar penduduknya bergantung pada batik. Dari saudagar, pedagang hingga pembatiknya. Di sini saya mencoba membenahi agar menjadi kampung batik yang rapi dan tetap terjaga keasliannya, terutama dari arsitektur rumah di sana ,” lanjut ibu empat anak kelahiran Solo, 5 April 1960 itu.


     “Keindahan arsitektur pada bentuk atap dan bangunan lainnya memperlihatkan betapa dalamnya akar sejarah dan budaya Solo,” ujarnya. “Saya beli rumah dan perabotan asli saudagar batik terkaya saat itu, dan bersama Pemda setempat berusaha memberdayakan lagi masyarakat di sekitarnya, sehingga menjadi semacam museum hidup, “ jelas istri Akbar Tandjung yang juga Ketua I Yayasan Jantung Indonesia serta Ketua Penasehat Masyarakat Sibolga ini. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mau mengerti dan memahami sejarah dan akar budayanya”. Tegas penerima penghargaan Bintang Jasa Adi Pradana dari Pemerintah Republik Indonesia itu. ***NZ
foto: istimewa